Pengertian Komunikasi Persuasif

Berbagai teknik komunikasi dapat digunakan dalam berkomunikasi. Salah satu diantaranya ialah dengan komunikasi persuasif. Sejalan dengan tugas yang begitu kompleks dari kegiatan hubungan masyarakat, timbul beberapa hal yang perlu mendapatkan perhatian para pelaksana bidang hubungan masyarakat itu. Antara lain ialah bagaimana menggunakan seefektif mungkin usaha-usaha menyebarkan.

ilmu komunikasi
Contoh komunikasi persuasif

Untuk kepentingan ini, perlu dikuasai teknik komunikasi dengan tepat. Misalnya saja dengan teknik persuasi sebagai teknik komunikasi dalam usahanya menanamkan pengaruh pada publiknya. Pengertian komunikasi persuasif, adalah berasal dari istilah persuasion (inggris). Sedangkan istilah "persuasion", kata kerja to persuade, yang dapat diartikan sebagai membujuk, merayu, meyakinkan, dan sebagainya (Widjaja, 2010; 66).

Pengertian Komunikasi Persuasif
Menurut wikipedia terkait dengan pengertian komunikasi persuasif adalah komunikasi yang bertujuan untuk mengubah atau memengaruhi kepercayaan, sikap, dan perilaku seseorang sehingga bertindak sesuai dengan apa yang diharapkan oleh komunikator.

Para ahli telah menyatakan pula bahwa persuasi adalah kegiatan psikologis. Hal ini untuk membedakan koers (coersive) yang mempunyai tujuan yang sama yakni mengubah tingkah laku, pendapat dan sikap. Tetapi koers bersifat penggunaan kekuatan (force).

Dengan demikian dapat dikatakan bahwa menggunakan teknik komunikasi persuasi ini tidak lain daripada suatu usaha untuk meyakinkan orang lain agar publiknya berbuat dan bertingkah laku seperti yang diharapkan komunikator (dalam hal ini PRO). Dengan cara membujuk tanpa memaksanya tanpa kekerasan.

Perlu dikomunikasikan juga disini bahwa komunikasi persuasi sekarang ini bukan merupakan hal yang baru lagi. Misalnya saja dikalangan para pejabat sipil maupun militer tanpa disadarinya telah melaksanakan persuasi sebagai usaha untuk mencapai tujuan tertentu dalam berkomunikasi dengan publiknya (Widjaja, 2010; 67).

Sementara itu, persuasi dalam konteks komunikasi interpersonal maksudnya adalah ketika seseorang mencoba membujuk orang lain supaya berubah, baik dalam kepercayaan, sikap, atau perilakunya. Contohnya ketika anda atau kita membujuk orang tua kita dengan maksud supaya mereka memberi kita uang atau meluluskan keinginan-keinginan kita.

Sedangkan persuasi dalam konteks komunikasi massa, maksudnya adalah ketika seseorang berusaha membujuk sekelompok orang agar mereka bisa berubah, baik dalam kepercayaan, sikap, maupun perilakunya. Contohnya orang-orang yang memiliki kharisma berpidato kepada sekelompok massa dengan tujuan untuk membujuk mereka agar mau mendukung kepentingan-kepentingannya. (Yusup, 2009; 108).


Pengertian dan Komponen Komunikasi Persuasif
Komunikasi persuasif merupakan komunikasi yang bertujuan untuk mengubah atau memengaruhi kepercayaan, sikap, dan perilaku seseorang sehingga bertindak sesuai dengan apa yang diharapkan oleh komunikator. Pada umumnya sikap-sikap individu/ kelompok yang hendak dipengaruhi ini terdiri dari tiga komponen:
  1. Kognitif - perilaku dimana individu mencapai  tingkat "tahu" pada objek yang diperkenalkan.
  2. Afektif - perilaku dimana individu mempunyai kecenderungan untuk suka atau tidak suka pada objek.
  3. Konatif - perilaku yang sudah sampai tahap hingga individu melakukan sesuatu (perbuatan) terhadap objek.

Kepercayaan/ pengetahuan seseorang tentang sesuatu dipercaya dapat memengaruhi sikap mereka dan pada akhirnya memengaruhi perilaku dan tindakan mereka terhadap sesuatu. mengubah pengetahuan seseorang akan sesuatu dipercaya dapat mengubah perilaku mereka. Walaupun ada kaitan antara kognitif, afektif, dan konatif, keterkaitan ini tidak selalu berlaku lurus atau langsung.

Faktor Keberhasilan dan Tidak Berhasil
Banyak faktor menentukan keberhasilan/ ketidakberhasilan suatu pesan yang bertujuan persuasif. Dalam hal ini terdapat empat (4) faktor utamanya yakni, sebagai berikut:
  1. Sumber pesan/ komunikator yang mempunyai kredibilitas yang tinggi; contohnya seseorang yang mempunyai pengetahuan tentang apa yang disampaikannya.
  2. Pesan itu sendiri (apakah masuk akal/ tidak)
  3. Pengaruh lingkungan
  4. Pengertian dan kesinambungan suatu pesan (apakah pesan tersebut diulang-ulang)

Namun faktor-faktor ini tidak berjalan secara bertahap, pada banyak kasus faktor-faktor ini saling tumpang tindih. Demikian penjelasan terkait dengan pengertian komunikasi persuasif persembahan Irman fsp. Semoga menjadi materi yang dapat berguna untuk nusantara.

0 Response to "Pengertian Komunikasi Persuasif"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel