4 Prinsip Komunikasi Dengan Anak Remaja

Irman fsp – Membangun komunikasi yang baik dengan anak remaja, tentu memiliki prinsip tersendiri. Ada beberapa hal yang harus dilakukan agar anak mudah dan terbuka saat berkomunikasi dengan orang tua. Tidak harus bertindak keras atau mengekang mereka, namun ada cara yang lebih bijak agar sang anak mau berbicara dengan Anda.

Banyak kasus yang kita ketahui, bahwa anak menjadi keras kepala sehingga mereka berani melawan orang tua. Bahkan remaja pun berani bersikap kasar terhadap orang tua. Ini juga menjadi masalah dalam keluarga serta perlu secepatnya diatasi agar anak lebih mengenal orang tua.

Cara berkomunikasi dengan remaja
Prinsip komunikasi dengan remaja
Poto: kancilku.com

Berikut beberapa tips agar si anak mudah diajak bicara yakni sebagai berikut:

1. Membangun Hubungan Yang Harmonis Dengan Remaja
Hal yang sering orang tua lakukan dalam berkomunikasi dengan anak terkadang kurang tepat yang sehingga dapat menyebabkan anak kasar saat berkomunikasi dengan orang tua. Dalam berkomunikasi, orang tua ingin segera membantu menyelesaikan masalah remaja, ada hal-hal yang orang tua sering lakukan, seperti:
  • Cenderung lebih banyak bicara dari pada mendengarkan,
  • Merasa tau lebih banyak dari pada remaja,
  • Cenderung memberi arahan dan nasihat,
  • Tidak berusaha mendengarkan dulu apa yang sebenarnya terjadi dan yang dialami remaja,
  • Tidak memberikan kesempatan agar remaja mengemukakan pendapat,
  • Tidak mencoba menerima dahulu kenyataan yang dialami remaja dan memahaminya,
Merasa putus asa dan marah marah karena tidak tahu lagi apa yang harus dilakukan terhadap remaja.
Nah, gaya yang Anda lakukan sudah tentu membuat anak Anda sendiri malas ngomong dengan orang tua. Jangan merasa orang tua tidak bisa memberi kesempatan terhadap anak. Perlu Anda luangkan waktu supaya anak Anda juga bisa berpendapat.

2. Kunci pokok berkomunikasi dengan remaja
Adapun kunci pokok yang dilakukan orang tua terhadap anaknya yang beranjak dewasa seperti :
  1. Memberi peluang agar anak remaja mau berbicara,
  2. Memahami apa yang dirasakan anak remaja,
  3. Mengajak berkomunikasi agar Anda lebih akrab dengan anak sendiri

Tidak harus orang tua yang dapat mengajarkan anaknya, namun orang tua itu bisa berbagi pendapat dengan anak sendiri. Oleh sebab itu orang tua harus mau belajar dan berubah dalam cara berbicara dan cara mendengar.


3. Mengenal Diri Remaja
Poin ini perlu diperhatikan, agar Anda lebih mengenal karakter remaja itu sendiri. Banyak hal yang bisa Anda dapatkan bila sudah mengenal karakter mereka. Minimal sekali Anda tahu apa yang mereka butuhkan. Berikut beberapa penjelasannya.
  1. Pahami Perasaan Remaja.
    Banyak terjadi masalah dalam berkomunikasi dengan anak remaja, yang disebabkan karena orang tua kurang dapat memahami perasaan anaknya yang diajak bicara. Agar komunikasi dapat berjalan lebih efektif, perlu meningkatkan kemampuannya dan mencoba memahami perasaan anak sebagai lawan bicara.
  2. Bagaimana memahami perasaan remaja.
    Untuk memahami perasaan remaja, orang tua harus menerima dulu perasaan dan ungkapan remaja terutama ketika ia sedang mengalami masalah, agar ia merasa nyaman dan mau melanjutkan pembicaraan dengan orang tua. Orang tua akan lebih mengerti apa yang sebenarnya dirasakan remaja.

4. Membuat Remaja Mau Berbicara Pada Orang Tua Saat Menghadapi Masalah Dan Membantu Remaja Menyelesaikan Masalah.
Nah, hal ini perlu Anda lakukan, terkadang anak bisa Anda jadikan kawan serta dapat memposisikannya sebagai lawan bicara. Mengapa demikian? Agar, ketika mereka ada masalah, tidak gugup dalam menyelesaikannya. Ajak mereka serta sama sama membantu menyelesaikan masalah yang ada. Mungkin cara ini sangat dewasa bila Anda terapkan pada anak Anda sendiri.
  1. Pesan kamu dan pesan saya
    Pesan kamu adalah cara seperti ini bukanlah penyampaian akibat perilaku anak terhadap orang tua tetapi berpusat pada kesalahan anak cenderung tidak membedakan antara anak dan perilakunya sehingga membuat anak merasa disalahkan, direndahkan dan disudutkan. Pesan saya lebih menekankan perasaan dan kepedulian orang tua sebagai akibat perilaku anak sehingga anak belajar bahwa setiap perilaku mempunyai akibat terhadap orang lain. Melalui pesan saya akan mendorong semangat anak, mengembangkan keberaniannya, sehingga anak akan merasa nyaman.
  2. Menentukan masalah siapa
    Ketika menghadapi remaja sebagai lawan bicara yang bermasalah, kita perlu mengetahui masalah siapa ini. Hal ini perlu dibiasakan karena:
  • Kita tidak mungkin menjadi seorang yang harus memecahkan semua masalah.
  • Kita harus mengajarkan kepada remaja rasa tanggung jawab dalam memecahkan masalahnya sendiri.
  • Kita perlu membantu remaja untuk tidak ikut campur urusan orang lain.
  • Anak perlu belajar mandiri

Setelah mengetahui masalah siapa maka akibatnya siapa yang punya masalah harus bertanggung jawab untuk menyelesaikannya. Bila masalah itu adalah masalah remaja maka teknik yang digunakan adalah mendengar aktif. Maka dengan itu perlu anak sendiri Anda jadikan kawan, namun melihat tempatnya.

Tujuan semua ini hanya untuk melatih mereka agar cara berfikir mereka sedikit lebih dewasa dan ada rasa tanggung jawab. Untuk itu, perlu Anda terapkan prinsip ini pada anak remaja sekarang agar selain lebih mengenal orang tua juga melatih mereka sedikit lebih dewasa.

0 Response to "4 Prinsip Komunikasi Dengan Anak Remaja"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel