Ciri Ciri Agen Sosialisasi Yang Bisa Merusakkan Citra Partai

Irman fsp | Hello sahabat pengunjung setia, dimanapun Anda berada kami mengucapkan banyak terima kasih terhadap kontribusi yang sudah Anda berikan ke irman fsp. Apa kontribusinya? Yaitu senantiasa dan selalu betah berada pada blog sederhana ini. Untuk itu, kami pun semangat dalam berbagi informasi terbaru dan terupdate.

Dalam artikel ini tentu kami paparkan informasi yang sedang hangat ciri ciri agen sosialisasi politik yang bisa merusak nama partai. Mengapa artikel ini hangat kita perbincangkan? Kita tahu Indonesia akan menghadapi pemilihan umum secara serentak pada tahun 2017 mendatang. Untuk itulah kami rasa informasi ini penting Anda ketahui, apa lagi untuk partai besar yang tentunya tidak mau citra partainya rusak.

Tipe agen sosialisasi politik perusak nama partai politik
Poto: https://sihalohoisme.files.wordpress.com

Harus Anda ketahui, bahwa membangun citra partai tidak semudah menelan air liur. Hal ini tentu membutuhkan proses beserta kerja keras agar partai yang sedang dibangun dikenal oleh khalayak secara baik. Selanjutnya, bila nama partai sudah dikenal oleh masyarakat luas dan sangat melekat dalam benak masyarakat, tentu harus dijaga bukan.

Maka dari itulah, penting kami sampaikan melalui media sosial ini agar nama partai atau citra partai tidak rusak hanya karena oknum agen sosialisasi politik yang kurang profesional. Setujukah Anda citra partai mudah rusak hanya karena dengan arogansi oknum agen agen sosialisasi politik tersebut? Kami rasa setuju aja ya.

Baca Juga: Bedakan Komunikasi Dengan Komunikasi politik

Bila Anda sepakat dengan apa yang disampaikan di atas, terkait oknum agen politik yang bisa merusak nama bahkan citra partai. Maka mari kita simak ciri ciri agen politik yang bisa merusak nama partai yakni sebagai berikut:
  1. Agen politik sombong dan angkuh.
    Sikap yang beginian tentu tidak akan sukses dalam menjalankan tugas politiknya dalam merangkul masa. Apa lagi dengan tingkah sombong dan keangkuhannya bisa membuat nama partai rusak. Tipe agen politik yang sombong dan angkuh tidak akan pernah bisa bersatu dengan masyarakat, hal ini tentu bisa kita lihat di lapangan oknum agen politik yang miliki gaya demikian.
  2. Agen politik tidak bisa bermasyarakat.
    Agen yang tidak bisa bersahabat dengan kalangan masyarakat tentu akan sangat susah saat melakukan kegiatan politik. Salah satunya saat melakukan kampanye politik, hal ini sangat sulit sekali dalam menyampaikan informasi politik.
  3. Agen politik egois.
    Agar politik yang miliki tipe egois juga demikian. Karena hanya penyampaian informasi dari agen saja yang diterima, sementara dari kalangan masyarakat tidak ditanggapi. Apa lagi dengan sifat egoisnya yang tinggi, hal ini tentu akan berdampak buruk pada citra partai politik.
  4. Agen politik lebih mementingkan kepentingan.
    Selanjutnya tentu pernah kita dapatkan terkait dengan kepentingan agen politik saja. Tipe yang beginian biasanya mau berdiskusi atau berinteraksi dengan masyarakat saat ada kepentingan saja. Lebih dari itu akan menghilang seakan tidak ada keperluan lagi dengan masyarakat.
  5. Agen politik tidak paham politik.
    Terakhir adalah agen politik yang tidak paham dengan politik. Ini sungguh lucu sekali ya, bagaimana tidak, agen politik yang melakukan kegiatan politik namun kurang bahkan tidak paham yang dilakukannya. Apalagi tujuan politik kedepan, bila ini terjadi maka sudah dapat dipastikan nama serta citra partai akan tenggelam.

Perlu kita pahami secara seksama, akan sangat kacau bila pimpinan partai politik kurang jeli dalam memberikan suatu tugas saat menjalankan aktivitas politik. Apalagi sudah dia ketahui, namun tetap mempertahankannya sebab sudah terlanjur dekat atau ada jaringan saudara. Hello bos, ini politik bukan permainan.

Untuk itu, sebagai ketua atau pimpinan partai perlu mengkaji kembali, mungkin selama ini partai yang sedang Anda pimpin sangat jelek di mata masyarakat. Kita sadar partai tidak salah dan tidak akan pernah salah, hanya oknum yang menjalankan aktivitas partai yang bisa menyebabkan citra partai rusak bahkan sangat sensi di mata khalayak.

2 Responses to "Ciri Ciri Agen Sosialisasi Yang Bisa Merusakkan Citra Partai"

  1. saya hanya bisa mengomentari poin yang terakhir, sebab politik pula, banyak orang yang memaksakan diri masuk dunia politik, tanpa memiliki ilmu tentang politik, contoh kongkritnya artis lah, dengan modal popularitasnya, dia berani masuk ranah politik, akhirnya? ya bisa kita lihat...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehheeheh benar sekali kang. Namun terkadang, para artis hanya dimanfaatkan oleh komunikator politik itu sendiri guna untuk mendongkrak popularitas. Akan tetapi ada juga pihak artis sendiri yang mengandalkan popularitasnya untuk terjun ke dunia politik tanpa paham arus politik, ya akhirnya itu diaa heheheeh

      Delete

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel