Sunday, 25 December 2016

Politik itu Tidak Kejam, Mungkin Anda Salah Paham

Irman fsp | Pernahkah Anda mendengar kata kata politik itu kejam? Bahkan juga ada yang menyebutkan politik itu damai. Sebenarnya, itu hanya perjalanan politik yang akan menuju pucuk dimana suatu yang diinginkan itu tercapai. Terkait kekejaman politik itu hanya sebuah kata kata yang terkadang salah kaprah, sanking teropsesinya kedunia politik dalam sebuah wadah partai politik dan perjalanan tidak sesuai dengan apa yang diinginkan, yang disebabkan kendala dengan lawan politik, maka keluarlah kata kata politik kejam.

krisis-politik

Indonesia termasuk Negara yang memproduksi partai politik terbanyak. Yang sehingga akan banyak saingan saat menghadapi pilkada. Baik itu partai yang ada usungan para calon maupun tidak, tentu misi partai sudah menjadi konkrit. Artinya, ada partai yang persaingannya lawan politik merebut kekuasaan di masa pemilu kada. Sementara ada partai lainnya yang hanya member dukungan untuk mendukung calon yang diusungkan oleh partai yang menjadi partnernya (partai dukungan).

Nah, semakin banyak partai, maka akan semakin besar tantangan yang harus dihadapi oleh pimpinan partai politik dimasa menjelang pemilu. Selain harus mengajak partai dukungan untuki memenangkan calon yang diusung, juga harus mengatur strategi politik agar calon yang diusung itu bisa menang. Lalu, bagaimana dengan lawan politik? Tentu akan mengatur strategi strategi politik yang mapan sehingga tujuan politik yang ada bisa tercapai sebagaimana diharapkan.

Dengan demikian, maka akan lahirlah trik di lapangan yang akan bekerja keras dalam rangka melakukan kampanye untuk calon yang diusung oleh partai politik. Lahirnya politik itu kejam hanya pendapat personal yang melihat kronologis politik di lapangan dimana akan kejadian yang tidak diharapkan. Banyak kejadian kejadian yang menjadi perhatian disebabkan oleh oknum politik sehingga mengeluarkan pendapat politik itu kejam.

Menurut pendapat Anda politik itu kejam atau tidak dengan kronologi yang terjadi di lapangan? Jawaban ada pada diri Anda sendiri. Selanjutnya, mengapa itu terjadi sebagaimana yang menjadi kronologi lapangan? Jawababnya juga ada pada Anda. Kejadian kejadian seperti robek baliho, saling menjelekkan lawan politik, bahkan lainnya merupakan salah satu gaya politik yang tidak sehat.

Baca Juga: Membangun Komunikasi Politik yang Baik dan Beretika

Politik cerdas adalah politik yang menjalankan misi politik namun tidak merusak suasana politik akan tetapi tujuan politiknya tercapai sebagaimana diharapkan. Politik sehat memang jarang sekali didapatkan, akan tetapi bukan tidak ada. So, siapa yang menjadi korban dalam politik? Penguasa? Pimpinan partai politik atau siapa? Anda termasuk korban politik bila salah menelaah perjalanan politik.

Maka dari itu, bagi Anda yang mengatakan politik itu kejam, dapat dikatakan Anda belum memahami politik yang sebenarnya yang sehingga Anda menyebabkan salah paham dalam menyebutkan politik itu kejam. Apa lagi partai politik, itu merupakan wadah atau sebuah rumah bagus yang sudah di desain sedemikian rupa untuk ditempati. Hanya bagi mereka yang sudah merasa lelah dengan wadah (partai politik) yang sudah lama ditempati maka akan menjadi kesan untuk ai sendiri.

Penyebab terjadinya politik itu menjadi kejam
Menurut Anda, apa penyebab terjadinya politik kejam? Dan apa yang dimaksud dengan kejamnya sebuah politik? Bila yang dimaksud semua itu karena adanya korban, atau adanya perobekan iklan politik seperti baliho dan sebagainya. Maka ada pertanyaan selanjutnya, apa itu? Ingat tidak dengan sejarah Indonesia disaat prajurit melaporkan pada presiden RI pertama “Jendral Meninggal” apa jawabannya? Pernyataan beliau “dalam pertempuran membela Negara itu wajar” lalu apa bedanya dengan era sekarang?

Dengan adanya korban dimasa pemilu kada, terjadinya saling menjelakkan lawan politik, bahkan lain sebagainya yang terjadi sekarang, apa itu yang dimaksud kejamnya politik? Jadi, untuk tidak terjadi kesalahpahaman, maka ketahuilah penyebab agar dapat menelaah apa yang sebenarnya kejam, politik atau politik.

Pendapat terjadinya politik itu kejam, mungkin hanya karena adanya kronologis politik dilapangan yang tidak menyenangkan, seperti merusak baliho, saling menjelekkan satu sama lainnya dan sebagainya. Bila itu ia, maka hanya oknum agen politik yang merusak suasana politik sehingga adanya pernyataan politik kejam.


EmoticonEmoticon