Pemahaman Yang Sering Salah Menilai Kesuksesan Sarjana

Irman fsp | Tidak bisa dipungkiri, bahwa sebagai orang tua mengharapkan anaknya bisa menyandang gelar sarjana dimana ia kuliah. Tidak dapat dipungkiri juga, sebagai sarjana tentu berkeinginan besar dapat membuat kedua orang tua mereka tersenyum lebar. Akan tetapi, banyak cerita lainnya setelah menyandang gelar sarjana, beban pun datang tanpa diundang, mengingat kebahagiaan orang tua bisa melihat anaknya dapat pekerjaan yang layak dan sesuai dengan latar belakang pendidikan yang disandang.

Disini sering terjadi kesalahpahaman, yang menganggap bagi anak yang dapat menyelesaikan kuliah akan mendapat pekerjaan yang layak. Pekerjaan yang menjadi dambaan orang tua ini tentu yang ada hubungannya dengan pemerintahan, seperti pegawai negeri sipil (PNS). Dan sebelum menjadi PNS, maka, sarjana ini dianggap gagal dan belum sukses. Dengan demikian, banyak sekali tantangan bagi individu yang baru menyelesaikan pendidikannya di perguruan tinggi, akan menyimpan rasa yang sungguh luar biasa.

Kesuksesan seorang sarjana di mata lingkungan masyarakat dan orang tua

Apa saja yang dirasakan oleh penyandang gelar sarjana yang baru selesai kuliah dan belum mendapatkan pekerjaan? Rasa itu adalah, tekanan, malu, dan beban yang tidak bisa dicurahkan pada siapa siapa melainkan mendapatkan pekerjaan sebagaimana kebanggaan orang tua. Pekerjaan apa yang menjadi kebanggaan orang tua? Yaitu pegawai negeri sipil (PNS). Kalau bukan itu, apa bukan pekerjaan? Tentu itu juga pekerjaan, namun, di mata mereka dan lingkungan Anda gagal dan belum sukses.

Beban Sarjana Yang Baru Selesai Kuliah
Rasa haru dan senang bagi individu yang baru menyandang gelar itu, tentu sangat bahagia seakan hari itu tidak banding dengan hari hari lainnya. Sanking senang dan bahagia untuk sehari itu yakni wisuda, seakan rasa lelah dan beban dari tugas akhir bahkan tanggung jawab sebagai mahasiswa sudah lepas. Hari itu merupakan suatu kebahagiaan tersendiri tanpa bisa dibandingkan dengan hari lainnya.

Namun, kebahagiaan hari itu hanya bersifat sementara. Selanjutnya, akan datang hari hari yang harus dihadapi sebagai gelar sarjana. Mungkin, tidak semua yang menyandang gelar sarjana itu merasakan hal ini yaitu beban tanpa henti selama belum mendapatkan sesuatu yang bisa membahagiakan kedua orang tuanya. Disini juga, hampir setiap orang tua yang memiliki anak bergelar sarjana akan bisa mendapatkan pekerjaan sebagai pengabdi Negara, yakni pegawai negeri sipil (PNS).

Baca Juga: Manusia Sebagai Makhluk Sosial Yang Hidup Bermasyarakat

Tanpa PNS, seakan penyandang gelar sarjana belum sukses dan gagal dalam menyandang gelar. Rasa malu juga dirasakan oleh keluarga hanya karena menahan gengsi semata. Oleh sebab itu, beban ini lah yang dirasakan oleh penyandang gelar sarjana sebelum menjadi pengabdi Negara. Bagi mereka yang bisa mendapatkan pekerjaan yang dapat dikatakan penghasilannya melebihi gaji PNS, dimata orang tua bahkan lingkungan masyarakat, anaknya tetap saja belum sukses.

Rasa yang memberatkan ini, terkadang banyak diantara mereka yang baru bahkan yang sudah lama menyelesaikan kuliah, akan mengurung diri dan tidak mau pulang ke kampung halaman dengan alasan belum mendapatkan pekerjaan yang layak. Sehingga mereka memilih tinggal di kos atau kontrakan untuk menahan rasa beban yang ada. tujuan hanya satu yakni, mencari pekerjaan dan tetap menanti peluang sebagai abdi Negara. Hal ini terkadang bukan keinginan, melainkan paksaan batin yang dirasakan oleh mereka.

Pemahaman Yang Salah
Di sinilah, terkadang mereka menilai sarjana yang belum jadi PNS merupakan individu yang gagal dan belum sukses dalam mendapatkan pekerjaan. Bayangkan bagi mereka yang menyandang gelar sarjana, namun belum mendapatkan pekerjaan yang bisa menghasilkan sebagaimana diharapkan. Apa pendapat lingkungan untuk penyandang gelar sarjana ini? hal inilah yang membuat mereka beban dengan gelar yang ada. Selesai kuliah, ia mencari pekerjaan yang layak selama tidak dibuka pengumuman pendaftaran pegawai negeri sipil. Bahkan, ia pernah mencoba dimana ada lowongan pekerjaan, namun hanya belum berhasil untuk mendapatkan pekerjaan yang setimpal.

Di mata lingkungan dan orang tua, walaupun ia mendapatkan pekerjaan yang sudah menghasilakan, tetap belum sukses selama ia belum PNS. Timbul pertanyaan, apakah pekerjaan sebagai pegawai negeri sipil itu sudah sukses? Memang, pekerjaan PNS itu serba mudah dan tidak membebankan. Namun, hidup dan kemewahannya terbatas dan bisa diukur. Namun demikian, dimata mereka tetap, PNS adalah pekerjaan yang sukses bagi sarjana.

Perlu diketahui, itu hanya pemahaman yang salah pada menilai kesuksesan seorang sarjana hanya mendapatkan pekerjaan sebagai abdi Negara. Padahal banyak sekali pekerjaan yang bisa mereka lakukan hingga dapat menghasilkan diluar dugaan. Baik itu sebagai marketing, bekerja pada diri sendiri, bahkan bisnis yang dapat menghasilkan uang. Sarjana tentu akan jauh berbeda dengan pemikiran yang levelnya sekolah menengah atas, apa lagi dengan orang yang hanya tamatan SMP.

Baca Juga: Proses Interaksi Sosial Dalam Kehidupan Bermasyarakat

Walaupun, ada diantaranya tamatan SD bahkan SMP bisa menjadi sosok pemimpin dan pembisnis yang sukses, akan tetapi itu hanya satu dan dua orang saja dibandingkan dengan kesuksesan penyandang gelar sarjana bahkan setingkatnya. Hanya pemikiran itu yang membuat mereka terkadang bebang saat mempertimbangkan, sebagai sarjana belum mendapatkan pekerjaan.

Kesimpulan
Sarjana tetap lebih dibandingkan degan mereka yang menyandang sekolah tingkat atas. Seorang sarjana pun akan jauh lebih berbeda dengan tingkatan di bawahnya, baik itu cara berbicara, bergaul, menanggapi pendapat, dan lain sebagainya. Untuk itu, kesuksesan seorang sarjana bukan semata mata menjadi abdi Negara, melainkan ia mampu menyelesaikan masalah dengan kepala dingin, memiliki banyak ide, bisa hidup dilingkungan yang berbeda budaya, dan bisa menghasilkan pendapatan tanpa harus menjadi PNS, bahkan banyak yang ia bisa tanpa diketahui orang lain.

Maka dari itu, jangan menilai hanya karena belum sukses selama tidak menjadi pegawai negeri sipil (PNS). Karena banyak juga pekerjaan di luar sana yang bisa menghasilkan lebih dari pendapatan sebagai abdi Negara. Dan mulai sekarang mari merubah pemikiran yang salah terkait kesuksesan seorang sarjana saat mendapatkan pekerjaan. Karena banyak diantara mereka yang menyelesaikan sarjana tidak bekerja di instansi pemerintah, melainkan dengan adanya kemampuan yang dimiliki akan diandalkan pada tempat pekerjaan yang mampu membiayai tenaga mereka sesuai keahlian, seperti perusahaan perusahaan ternama.

0 Response to "Pemahaman Yang Sering Salah Menilai Kesuksesan Sarjana"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel