Membunuh Karakter Lawan Bicara Yang Miliki Sifat Egois

Irman fsp | Banyak cara mengabaikan komunikasi dua arah dengan lawan bicara yang memilki sifat egois. Yang terpenting kita sebagai komunikator tidak terkecoh dengan apa yang disampaikan lawan bahkan dapat membuat kita tersinggung dan emosi. Tanpa disadari, dalam kehidupan bermasyarakat komunikasi ini menjadi sumber konflik yang tidak terduga, apa lagi bila kita salah memaknai informasi yang disampaikan lawan.

Hal ini lah yang sering terjadi dalam masyarakat bila kita dalami sebagai komunikator yang baik. Dalam ilmu komunikasi, komunikasi yang baik dan efektif merupakan pesan yang disampaikan oleh komunikator (sumber) kepada komunikan (penerima) berjalan dengan baik tanpa adanya hambatan dan diterima dengan baik, dengan kata lain tidak terjadi kesalahpahaman.

Cara membunuh karakter lawan bicara yang egois

Artinya, informasi atau pesan yang ada berjalan dengan baik dan sama sama memahami dan mengerti kedua belah pihak. Baik dari komunikan sebagai penerima maupun komunikator sebagai penyampaian informasi. Berkomunikasi tentu ada feedback (timbale balik) ke dua lawan bicara. Nah, bila kedua lawan bicara ini mampu menjalankan komunikasi yang baik dan efektif, maka, komunikasi yang sedang berjalan dapat dianggap lancar.

Jauh berbeda dengan komunikasi yang terjadi banyak hambatan diantara ke dua lawan bicara. Artinya, sebelah pihak dapat menerima dengan baik, namun untuk feedback (timbal balik) nya sudah untuk menerima apa yang di sanggah oleh lawan bicara. Hal ini terjadi karena lawan bicara Anda memiliki sifat egois. Mereka hanya dapat membenarkan pendapat sendiri tanpa mengakui pendapat orang lain atau lawan bicaranya.

Nah, dengan adanya lawan bicara yang demikian. Artinya memiliki sifat egois dalam berkomunikasi, apa yang harus Anda lakukan terhadap lawan bicara tersebut? Memarahi, memusuhi, adu jotos, mengabaikan, atau pindah tempat? Kami rasa, untuk menanggapi atau mengatasi masalah yang ada, maka biarkan saja lawan bicara yang begituan.

Baca Juga: Maknai Dulu Informasi Yang Ada Sebelum Terjadi Konflik

Untuk lebih jelasnya, terkait dengan lawan bicara yang memiliki sifatnya egois, hanya perlu membunuh karakter, agar mereka bisa mengintrospeksi diri dengan sifat egois yang mereka miliki. Berikut cara sederhana mengatasi lawan bicara yang miliki sifat egois agar lawan bicara sadar diri yakni di bawah ini:
  1. Menanggapi yang bijak
    Cobalah sedikit fokus terkait apa yang ia bicarakan, lalu tanggapi dengan bahasa yang bijak tanpa menekan. Meng ia kan apa yang ia bicarakan namun bukan berarti menganggapnya benar. Berikan peluang bicara ke lawan bicara lebih banyak ketimbang Anda yang berbicara. Baiknya Anda duduk diam dan hanya menanggapinya saja.
  2. Diam tapi mendengar
    Diam bukan berarti Anda bodoh, namun hanya mencoba menimalisir pemicu konflik. Untuk itu, dengan lawan bicara yang egois, baiknya Anda diam namun mendengar apa yang ia bicarakan.
  3. Fokus ke pembahasan baru
    Mulai fokus pada pembicaraan baru atau topik baru yang diluar kemampuan atau wawasannya, agar lawan bicara yang egois bisa duduk diam tanpa banyak Tanya. Biasanya individu yang egois kurangnya pendidikan bahkan sedikit wawasan.
  4. Buat lawan bicara mengakui apa yang kita bicarakan
    Dengan mengubah topik pembicaraan, maka lawan bicara yang egois hanya bisa duduk diam tanpa bisa menyambung dengan topik yang Anda angkat. Baiknya, Anda harus mampu mengundang lawan bicara lebih dari satu agar, pembicaraan Anda bisa dialihkan dengan lawan bicara yang egois.
  5. Bayar apa yang ia makan
    Terakhir, cukup membayar apa yang lawan bicara makan atau minum agar ia merasa berterima kasih walaupun tanpa dia ucap. Akan tetapi, cara ini merupakan cara yang sederhana untuk membunuh karakter lawan bicara yang hanya membenarkan apa yang ia tahu.

Kami rasa cukup gampang membunuh karakter lawan bicara yang memiliki sifat egois. Lawan bicara yang begituan cukup Anda abaikan, namun tanpa membuat ia tersinggung. Ke lima poin di atas sudah mewakili cara mengatasi lawan bicara yang egois. Penjelasan di atas merupakan komunikasi yang terjadi secara terbuka. Artinya komunikasi yang sifatnya tidak resmi, bisa terjadi di warung kopi dan tempat lainnya.

Mungkin sama halnya dengan komunikasi yang secara resmi. Misalnya seperti rapat penting, atau di tempat tempat pertemuan lainnya. Bila ada lawan bicara yang hanya membenarkan informasinya saja tanpa mendengar pernyataan atau komunikasi dari orang lain. Maka, buatlah ia demikian, agar mereka sadar dan tahu terhadap sifat bodoh yang ia miliki.

0 Response to "Membunuh Karakter Lawan Bicara Yang Miliki Sifat Egois"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel