Bentuk Pola Komunikasi Dalam Keluarga

Sebelumnya saya sudah menjabarkan terkait dengan pola komunikasi, dan untuk kesempatan kali ini saya pun menyambung artikel yang juga saling berhubungan dengan pembahasan sebelumnya yakni, pola komunikasi keluarga. Istilah Pola komunikasi biasanya disebut juga sebagai model akan tetapi maksud dan tujuannya sama, yaitu sistem yang terdiri atas berbagai komponen yang saling berhubungan satu sama lain untuk mencapai tujuan pembelajaran.

Menurut Djamarah dalam bukunya (2004: 1) Pola komunikasi merupakan suatu sistem penyampaian pesan (informasi) melalui lambang tertentu, yang mengandung arti, dan juga sebagai perangsang untuk mengubah tingkah laku individu orang lain. Pola komunikasi ini juga dapat dipahami sebagai pola hubungan antara dua orang atau lebih dalam pengiriman dan penerimaan pesan dengan cara yang tepat sehingga pesan yang dimaksud dapat dipahami.

4 pola komunikasi keluarga

Mengapa pola komunikasi ini penting diterapkan dalam keluarga? Jawaban sederhana adalah dikarenakan, proses penyampaian informasi dengan gaya komunikasi yang ada dapat berjalan lancar dan cara ini juga dianggap komunikasi yang efektif. Sementara, komunikasi yang demikian sangat penting untuk diterapkan dalam sebuah keluarga guna untuk dapat meningkatkan keharmonisan serta kebahagiaan dalam keluarga itu sendiri. Maka dari itu, pola komunikasi keluarga ini juga penting untuk dipelajari oleh semua individu.

Pola Komunikasi Dalam Keluarga
Sebagai lembaga sosial pertama yang dikenal oleh anak selama proses sosialisasinya yakni keluarga, maka pola komunikasi ini sangat penting untuk diterapkan. Menurut Devito  dalam bukunya (1986: 157) terdapat empat pola komunikasi keluarga yang umum pada sebuah keluarga inti.

Komunikasi keluarga ini terdiri dari 4 pola, yakni di bawah ini:
  1. Pola persamaan (Equality Pattern)
  2. Pola seimbang-terpisah (Balance Split Patern)
  3. Pola tak seimbang-terpisah (Unbalance Split Pattern)
  4. Pola monopoli (Monopoly Pattern).

Adapun terkait dengan penjelasan tentang 4 pola komunikasi keluarga sebagaimana penjabaran Devito  dalam bukunya (1986: 157) pada Irman fsp yakni sebagai berikut:

1. Pola Komunikasi Persamaan (Equality Pattern).
Tiap individu berbagi hak yang sama dalam kesempatan berkomunikasi. Peran tiap orang dijalankan secara merata. Komunikasi berjalan dengan jujur, terbuka, langsung, dan bebas dari pembagian kekuasaan. Semua orang memiliki hak yang sama dalam proses pengambilan keputusan. Keluarga mendapatkan kepuasan tertinggi bila ada kesetaraan.

2. Pola Komunikasi Seimbang Terpisah (Balance Split Pattern).
Kesetaraan hubungan tetap terjaga, namun dalam pola ini tiap orang memiliki daerah kekuasaan yang berbeda dari yang lainnya. Tiap orang dilihat sebagai ahli dalam bidang yang berbeda. Sebagai contoh, dalam keluarga normal / tradisional, suami dipercaya dalam urusan bisnis atau politik. Istri dipercaya untuk urusan perawatan anak dan memasak. Namun pembagian peran berdasarkan jenis kelamin ini masih bersifat fleksibel. Konflik yang terjadi dalam keluarga tidak dipandang sebagai ancaman karena tiap individu memiliki area masing-masing dan keahlian sendiri-sendiri.

3. Pola Komunikasi Tak Seimbang Terpisah (Unbalanced Split Pattern).
Satu orang mendominasi, satu orang dianggap sebagai ahli lebih dari yang lainnya. Satu orang inilah yang memegang kontrol, seseorang ini biasanya memiliki kecerdasan intelektual lebih tinggi, lebih bijaksana, atau berpenghasilan lebih tinggi. Anggota keluarga yang lain berkompensasi dengan cara tunduk pada seseorang tersebut, membiarkan orang yang mendominasi itu untuk memenangkan argumen dan pengambilan keputusan sendiri.

4. Pola Komunikasi Monopoli (Monopoly Pattern).
Satu orang dipandang sebagai pemegang kekuasaan. Satu orang ini lebih bersifat memberi perintah dari pada berkomunikasi. la memiliki hak penuh untuk mengambil keputusan sehingga jarang atau tidak pernah bertanya atau meminta pendapat dari orang lain. Pemegang kuasa memerintahkan kepada yang lain apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan. Maka anggota keluarga yang lainnya meminta izin, meminta pendapat, dan membuat keputusan berdasarkan keputusan dari orang tersebut.

Dari 4 pola komunikasi keluarga di atas, ternyata sangat berperan dalam hal penerimaan pesan dan umpan balik yang terjadi antar anggota keluarga. Sebagai contoh pada poin ke 4, dalam pola komunikasi monopoli, hanya satu orang saja yang berhak mengambil suatu keputusan dalam keluarga. Dan untuk anggota keluarga lainnya tidak berhak memberikan pendapat bahkan ikut berperan dalam mengambil keputusan. Hal ini tentu lebih berperan ke pola komunikasi satu arah dalam sebuah keluarga.

Keluarga merupakan sebuah lembaga kecil yang terdiri dari ayah, ibu, dan anak. Dalam keluarga ini juga tentu sangat besar peranannya baik itu dari sisi mengajarkan, membimbing, menentukan perilaku, dan membentuk cara pandang anak terhadap nilai-nilai yang berlaku dalam masyarakat. Dengan demikian, anak anda pun memiliki sebuah prinsip yang kuat atas dasar pola komunikasi yang berlaku dan sehingga dia pun akan menerapkan sehari harinya.

Nah, dengan penjabaran terkait dengan pola komunikasi dalam sebuah keluarga sebagaimana uraian di atas, maka pola yang mana cocok anda terapkan dalam keluarga? Ini hanya teori yang sudah berjalan lama. Namun, perjalanan keluarga dalam hal membangun komunikasi yang baik tentu ada pada anda sendiri. Semoga dengan adanya artikel ini menjadi suatu gambaran yang jelas untuk komunikasi dalam sebuah keluarga.

1 Response to "Bentuk Pola Komunikasi Dalam Keluarga"

  1. Terlepas dari pola yang ada. Namun, untuk komunikasi tentu perlu dibangun dengan baik agar hubungan keluarga tetap terjaga dan juga harmonis.

    ReplyDelete

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel