Tuesday, 25 September 2018

Pengangkatan Honorer Tanpa Tes? Ini Dampaknya

Tidak bisa dibendung, hampir setiap instansi terdapat tenaga honorer. Baik itu tenaga teknis, guru atau cleaning services. Di Indonesia termasuk negara paling banyak menampung tenaga honorer di setiap instansi pasti ada. Berbeda dengan negara maju, mereka tentu lebih membuka peluang untuk sdm melalui jalur seleksi kontrak. Setiap sumber daya manusia berpotensi dan dapat dipertahankan, maka tetap dilanjutkan kontrak.

Namun, untuk negara Indonesia selain tenaga kontrak, tenaga honorer juga cukup banyak sekali. Yang paling dominan adalah tenaga pengajar (GURU). Mulai dari jenjang Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA) terdapat guru honorer. Ironisnya, banyak tenaga pengajar yang masih berstatus honorer kadang sudah cukup lama sekali mengabdi.

Mengapa jadi honorer? Ini jawababnya

Namun, ada juga yang masih baru mencoba menjadi honorer dengan harapan bisa menyandang gelar PNS dikemudian hari. Memang tidak ada yang salah, semua manusia tentu berharap yang terbaik dari yang sudah baik bukan? Namun, mengingat janji pada sepucuk surat kontrak honorer itu tidak menuntuk menjadi Pegawai Negeri Sipil, kadang sedikit lucu aja ya.

Alasan Menjadi Honorer
Berbicara alasan mau menjadi honorer, tentu akan berfariasi. Artinya cukup banyak sekali alasan yang bisa kita ungkapkan. Mulai dari tidak tahu kemana seusai selesai kuliah, belum mendapatkan pekerjaan yang layak, dipadan menjadi pendidik, hingga melamar sebagai pengajar dengan tujuan bisa mendapatkan imbalan yang layak.

Akan tetapi masih cukup banyak terdapat berbagai alasan lainnya bila kita tanyakan mengapa ingin jadi honorer? Tapi kami yakin sekali, alasan paling utama mengapa ingin jadi honorer adalah bisa mendapatkan pemutihan dari kebaikan pemerintah (di angkat menjadi PNS). Kalau untuk mengapdi, paling dari 100 hanya sekian saja yang mengiakan.

Dampak Dari Pengangkatan Honorer Menjadi PNS
Walaupun pemerintah sudah mengatur UU ASN yang membahas terkait dengan pengangkatan honorer. Namun, dalam draf revisi UU ASN tidak menyebutkan secara terperinci terkait dengan mekanisme tes. Namun, Di situ hanya disebutkan bahwa pemerintah harus mengangkat pegawai honorer jadi PNS dalam Pasal 131A sebagaimana kami kutip di news.detik.com (25/09/2018) yakni:
Pasal 131A
(1) Tenaga honorer, pegawai tidak tetap, pegawai tetap non-PNS, dan tenaga kontrak yang bekerja terus-menerus dan diangkat berdasarkan surat keputusan yang dikeluarkan sampai dengan tanggal 15 Januari 2014, wajib diangkat menjadi PNS secara langsung dengan memperhatikan batasan usia pensiun sebagaimana dimaksud dalam Pasal 90.
(2) Pengangkatan PNS sebagaimana dimaksud pada ayat (1) didasarkan pada seleksi administrasi berupa verifikasi dan validasi data surat keputusan pengangkatan.
(3) Pengangkatan PNS sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan dengan memprioritaskan mereka yang memiliki masa kerja paling lama dan bekerja pada bidang fungsional, administratif, pelayanan publik antara lain pada bidang pendidikan, kesehatan, penelitian, dan pertanian.
(4) Pengangkatan PNS sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan dengan mempertimbangkan masa kerja, gaji, ijazah pendidikan terakhir, dan tunjangan yang diperoleh sebelumnya.
(5) Tenaga honorer, pegawai tidak tetap, pegawai tetap non-PNS, dan tenaga kontrak diangkat menjadi PNS oleh pemerintah pusat.
(6) Dalam hal tenaga honorer, pegawai tidak tetap, pegawai tetap non-PNS, dan tenaga kontrak, tidak bersedia diangkat menjadi PNS sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus membuat surat pernyataan ketidaksediaan untuk diangkat sebagai PNS.

Memang sudah sangat layak honorer yang mengabdi di atas 10 tahun diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil. Berbeda dengan yang baru baru mengabdi minta jadi CPNS. Akan tetapi, hal ini tentu ada dampak dari pengangkatan tenaga honorer tersebut. Apa saja dampaknya? Mari kita simak:
  1. Selesai Kuliah Ingin Jadi Honorer
  2. Setiap Tahun Tenaga Honorer Meningkat
  3. Hilang Kesempatan Buat SDM Yang Berpotensi

Tidak menutup kemungkinan, tenaga honorer akan meningkat bila itu terjadi. Hal ini dikarenakan kecemburuan sosial antara SDM yang berpotensi dengan individu yang sudah lama menjadi honorer dan diangkat sebagai PNS.

Tidak hanya itu, tenaga honorer juga akan menjadi pilihan bagi generasi. Hal ini dikarenakan ada harapan yang menjanjikan. Selain itu, honorer akan menjadi pilihan utama khusus bagi jurusan pendidikan (guru).

Dengan demikian, tentu akan kehilangan kesempatan bagi SDM yang baru menyelesaikan pendidikan. Apa lagi mereka berpotensi untuk membangun regenerasi melalui jalur pendidikan.

Walaupun sekarang untuk tenaga honorer sudah dibatasi dan tidak diterima lagi. Namun, tetap ada dampak bagi generasi yang ingin menjadi cpns. Apa lagi ada harapan pemutihan yakni cpns tanpa tes. Oleh karena itu, pengangkatan honorer tanpa tes tentu akan ada dampak baik itu negatif maupun positif.


EmoticonEmoticon