Saturday, 9 February 2019

Cara Menghitung Jumlah Bantuan PKH Berdasarkan Komponen

Bantuan program keluarga harapan (PKH) merupakan uang non tunai yang disalurkan melalui buku tabungan yang telah berhasil dibuka melalui Bank Indonesia, baik itu bank mandiri, BRI, BNI dan lain sebagainya. Dan bantuan ini bersifat langsung kepada keluarga penerima manfaat yang sering disebut KPM. Dalam artikel ini, saya jelaskan terkait dengan cara menghitung jumlah bantuan yang berhak anda dapat sesuai dengan komponen yang ada.

Pada tahun 2019, penerima manfaat melalui bantuan program keluarga harapan (PKH) kebanyak tersenyum. Berbeda dengan tahap 4 di tahun 2018 lalu. Tahap satu untuk tahun anggaran 2019 ini KPM PKH merasa senang dan sangat bersyukur atas kenaikan bantuan PKH yang diberikan oleh pemerintahan Jokowi - JK. Akan tetapi, terkait dengan besaran bantuan yang diterima, terdapat beberapa pertanyaan dari KPM yakni, mengapa jumlahnya tidak sama.

Jumlah bantuan pkh berdasarkan komponen

Nah, oleh karena itu melalui informasi ini kami sampaikan terkait cara menghitung jumlah bantuan yang berhak diterima oleh KPM PKH berdasarkan jumlah komponen. Sebelum kami jelaskan cara menghitung hak KPM. Baiknya, pahami dulu apa sih komponen yang sering dimaksud oleh pendamping PKH? Simak apa dan pengertian dari komponen PKH itu sendiri.

Pengertian Komponen PKH
Komponen yang dimaksud dalam program keluarga harapan (PKH) adalah tanggungan dalam keluarga yang telah ditentukan berdasarkan peraturan program PKH. Tanggungan ini yakni, ibu hamil/ nifas, balita, disabilitas, dan juga bagi usia lanjut. Komponen ini tergolong dalam bantuan kesehatan untuk KPM. Nah, selanjutnya tanggungan usia anak sekolah, mulai dari usia SD/MI, SMP/MTsN, dan juga jenjang SMA/MA. Dan ini termasuk kedalam tanggungan bantuan pendidikan.

Dari penjelasan komponen di atas, maka jumlah bantuan juga berbeda beda. Mungkin, untuk ibu hamil/ nifas atau balita sudah sangat jelas sekali. Karena sudah pernah saja jelaskan pada artikel sebelumnya. Kalau belum sempat baca, silahkan simak Khusus Ibu Hamil, PKH Berikan Tunjangan 2.400.000 per tahun. Namun, untuk komponen lainnya tentu berbeda beda.

Berikut index dan komponen bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH) berdasarkan keputusan direktur jenderal perlindungan dan jaminan sosial yakni:

menghitung besaran bantuan yang berhak diterima kpm

Di atas merupakan index dan komponen bantuan sosial PKH di tahun 2019. Nah, bagi KPM yang memiliki anak dalam usia sekolah baik itu SD, SMP, atau jenjang SMA. Maka, jumlahnya tentu berbeda. Ada yang bilang banyak anak banyak bantuan, dan itu benar. Namun, bagi anak yang termasuk kedalam komponen tersebut.

Baca Juga: Alasan Tidak Mendapatkan Bantuan PKH

Menghitung Jumlah Bantuan PKH Berdasarkan Komponen
Berikut cara menghitung jumlah bantuan PKH yang berhak KPM dapatkan berdasarkan jumlah komponen yakni:

Nah, cara menghitung bantuan PKH, bagi anda yang miliki anak usia SD dan SMP serta sedang hamil. Maka jumlah bantuan yang berhak anda dapat adalah sebesar Rp. 1.750.000 di tahap pertama, dan jumlah ini tentu berbeda lagi dengan tahap selanjutnya. Sebagai contoh: untuk usia SD/MI = 900.000, dan untuk usia SPM/MTsN = 1.500.000, dan selanjutnya untuk ibu hamil/nifas dan juga miliki balita = 2.400.000.

Bila kita jumlahkan dalam satu tahun, KPM ini mendapatkan hak berdasarkan komponen yakni Rp. 4.800.000. Nah, karena dalam satu tahun diberikan 4 tahap. Maka, jumlah bantuan ini perlu dibagikan menjadi 4. Jadi, setelah kita bagikan, maka per tahap adalah 1.200.000. Karena untuk tahap pertama, maka KPM PKH berhak mendapatkan bantuan tetap berjumlah Rp. 550.000.

Jadi, untuk tahap pertama jumlah bantuan yang berhak didapatkan oleh KPM PKH berdasarkan komponen, maka 1.200.000 ditambah dengan 550.000 sama dengan Rp. 1.750.000. Namun, untuk tahap selanjutnya adalah sebesar Rp. 1.200.000. Karena bantuan tetap reguler hanya pada tahap pertama saja disalurkan.

Nah, di atas merupakan contoh dan cara menghitung jumlah bantuan PKH berdasarkan komponen yang ada. Namun, bagi KPM yang memiliki banyak komponen akan tetapi mendapatkan bantuan tidak sesuai dengan penjelasan di atas., juga jangan dipersoalkan. Mungkin, anak KPM PKH tersebut belum terupdate ke dalam data aplikasi e-pkh.

Untuk permasalahan ini, khusus bagi KPM PKH diharapkan agar dapat melapor kepada pendamping masing masing agar anak mereka dapat diupdate kedalam aplikasi e-pkh nantinya. Dengan diperbaharui komponen, maka jumlah bantuan KPM juga ikut berubah sesuai dengan komponen yang ada. Jadi, setiap ada pertemuan maka perlu menyampaikan kepada pendamping PKH agar setiap komponen bisa diperbaharui.


EmoticonEmoticon