Saturday, 16 March 2019

Pembunuhan Berencana Hukumnya Mati, Bagaimana Dengan Brenton Tarrant?

Sebagaimana yang tersebut dalam kitab undang undang yang dimiliki Indonesia  terkait dengan pembunuhan berencana pasal 340 KUHP menjelaskan barang siapa yang sengaja melakukan atau merencanakan merampas nyawa orang lain, maka diancam dengan hukuman mati atau penjara seumur hidup. Lalu bagaimana dengan kejadian pembunuhan brutal di Selandia Baru? Apakah itu termasuk atau tidak?

Brenton adalah teroris terkejam

Sebagaimana kita ketahui, pembunuhan jamaah jumat secara masal terjadi di New Zealand, membuat banyak pemimpin dunia mengecam kejadian itu. Bagaimana tidak, terlihat sangat jelas melalui video yang telah viral. Brenton Tarrant yang masih berusia 28 tahun telah menembaki para jamaah di masjid. Perbuatan Brenton membuat banyak orang terluka sehingga ia dikecam sebagai teroris paling kejam.

Sebagaimana bunyi Kitab Undang-undang Hukum Pidana yang dimiliki Indonesia mengatur mengenai pembunuhan berencana. Pasal 340 KUHP menjelaskan sebagai berikut: "Barang siapa sengaja dan dengan rencana lebih dahulu merampas nyawa orang lain, diancam karena pembunuhan dengan rencana (moord), dengan pidana mati atau pidana penjara seumur hidup atau selama waktu tertentu, paling lama dua puluh tahun.

Menurut pantauan irmanfsp.com setelah kejadian pembunuhan brutal di Selandia Baru, maka pelakunya langsung diburu dan diadili sebagai dakwaan dengan tuduhan pembunuhan. Brenton yang merupakan pelaku pembunuhan brutal lahir Australia. Saat ia berada dipengadilan, duduk tanpa ekspresi ketika hakim membacakan tuduhan kepadanya.

Saat ini Brenton ditahan sampai pengadilan berikutnya dijadwalkan pada tanggal 5 April mendatang. Nah, melihat apa yang telah dilakukan Brenton, sampai saat ini cukup banyak kutukan yang dilontarkan kepadanya. Bahkan warga Aceh ikut mengutuknya dengan harapan ia mendapatkan hukuman mati.


EmoticonEmoticon