Showing posts with label hubungan. Show all posts
Showing posts with label hubungan. Show all posts

Sunday, 31 March 2019

Dampak Buruk Suka Umbarkan Masalah Keluarga

Terlepas apa yang ada dipikiran mereka, sehinga suka umbarkan masalah keluarga pada orang lain. Kadang itu sudah menjadi kepuasan tersendiri saat persoalan yang ada mencerikan pada teman dekat bahkan menulis di media sosial. Perlu diketahui bahwa, mengumbarkan masalah pribadi ke orang lain akan berdampak buruk bagi diri sendiri.

Perbuatan yang bikin kamu salah

Mengapa bisa berdampak buruk bagi diri sendiri? Karena itu sama halnya membuka pakaian sendiri dihadapan orang banyak. Hal itu tentu akan membuat diri sendiri malu saat waktunya tiba. Kadang selama merasa kesal sama persoalan yang ada, hanya menceritakan pada orang lain merupakan sebuah solusi yang tepat. Itu hanya pikiran saat emosi semata.

Apapun yang terjadi dalam rumah tangga merupakan sebuah cobaan atau bunga kehidupan dalam keluarga. Ntah itu pahit bahkan bahagia. Namun, semua itu bagian dari kehidupan yang akan dirasakan oleh makhluk sosial. Apa yang dirasakan oleh keluarga yang satu tentu juga akan dirasakan oleh rumah tangga lainnya. Lalu apa gunanya mengumbarkan masalah pribadi ke orang lain?

Dampak Buruk Umbarkan Masalah Keluarga
Memang tidak dirasakan secara langsung bagi yang suka mengumbarkan masalah keluarga pada orang lain. Namun, apapun yang kamu cerita itu akan berdampak tidak baik bagi kamu sendiri. Perlu kamu sadari, menceritakan keburukan keluarga sendiri sama halnya kamu menceritakan kejelekan diri sendiri.

Tidak ada keuntungan sama sekali setelah mengumbarkan keburukan keluarga pada orang lain. Apa lagi suka memanfaatkan sosial media sebagai tempat curahan hati. Itu merupakan perbuatan yang sangat buruk karena, tanpa kamu sadari sama halnya membuka celana sendiri dihadapan umum.

Hal buruk yang akan kamu terima adalah orang lain bisa menjauh bahkan hilang kepercayaan pada kamu sendiri. Tidak akan dijadikan teman yang bisa memegang rahasia karena kamu sendiri mau mengumbarkan aib keluarga apa lagi yang lain. Kepercayaan akan hilang karena kamu dianggap teman yang tidak bisa dipercaya.

Kesimpulan
Untuk masalah keluarga cukup kamu saja yang tahu. Tidak perlu mengumbarkan ke sosmed. Karena itu buka solusi melainkan akan termakan emosi yang tidak karuan. Bagi kamu yang suka umbarkan aib, maka kamu akan di cap teman yang tidak bisa dipercaya.

Saturday, 30 March 2019

Masalah Rumah Tangga Jangan Diumbar ke Orang Lain

Kelakukan bodoh ini kadang tak sadar dibuat oleh beberapa orang. Padahal perbuatan ini paling dicela. Bagaimana tidak, keburukan keluarga sendiri bila di ceritakan pada orang lain, maka sama halnya kamu membuka aib sendiri. Toh itu juga saudara.! Kadang perempuan tanpa disadari, mengumbar keburukan keluarga sudah menjadi hal biasa saat ia sedang emosi. Mungkin sudah menjadi tabiat atau kebiasaan kali yaa!

Jangan umbarkan keburukan rumah tangga di sosmed

Perlu kamu sadari, menceritakan atau merepet repet masalah rumah tangga di hadapan orang lain. Sama halnya kamu sudah membuka aib keluarga sendiri. Walaupun kadang salah satu anggota keluarga sebut saja "kakak atau adik" bikin kamu kesal. Nah disitu kamu terus ngomongin kejelekan dia sambil emosi sendiri, maka orang lain juga akan menilai kamu juga tidak jauh sama dengan kakak atau adik kamu sendiri.

Mengapa demikian? Mengumbar keburukan rumah tangga, kalau bisa kita umpamakan, maka sama persis dengan kita meludah atau membuang air liur ke atas dan itu jelas jatuh ke muka sendiri. Mereka itu saudara bahkan orang tua sendiri. Maka, bila ada yang tidak berkenan, cukup sampaikan saat bersama keluarga sendiri, tidak harus di hadapan orang lain. Karena, cara kamu itu akan diketawai oleh orang lain lo.

Anggota Keluarga
Dalam keluarga tentu memiliki adik, kakak, ibu dan ayah. Nah, sebagai anak dalam keluarga tentu akan beda beda sifat dan sikap yang akan nampak. Nah, bagaimana sebagai anak yang baik tentu mampu mencerminkan kebaikan keluarga pada lingkungan. Bukan menampakkan keburukan. Kadang salah satu dari saudara kandung membuat kamu sebagai anak dari orang tua yang sama emosi dengan tingkah laku adik atau kakak sendiri.

Sifat mereka kadang membuat kamu sendiri tambah emosi, bahkan sangat merasa kesal dengan saudara itu sendiri. Hal yang perlu kamu lakukan, cukup memberitahukan pada sausara yang bersangkutan, artinya tidak perlu melepaskan emosi dengan cara mengumbarkan sikap mereka dihadapan orang lain. Karena itu bukan cara yang tepat, melainkan sikap yang salah.

Suka Umbarkan Masalah Keluarga
Apapun cerita, masalah rumah tangga jangan diumbarkan pada orang lain. Karena itu sama halnya kamu membuka aib sendiri. Keburukan keluarga sama dengan keburukan kamu sendiri. Hal itu karena mereka adalah saudara kamu sendiri. Jadi, hati hati mengumbarkan masalah rumah tangga apa lagi menceritakan di sosial media. Itu salah besar.

Kebiasaan ini sering dilakukan oleh perempuan. Walaupun tidak disadari, namun itu sering terjadi. Ntah karena mereka punya mulut dua sebagaimana yang sering kita dengar. Namun, perbuatan yang tidak baik ini sering datang dari kaum hawa. Nah, bagaimana bila kamu sedang dekat dengan perempuan beginian? Baiknya menjauh aja yaa! Karena kalau kamu sudah terlanjur dekat. Maka, siap siap keburukan kamu sendiri juga akan diumbarkan.!

Sunday, 24 March 2019

Cinta Itu Jangan Dipendam, Tapi Perlu Diungkapkan

Cinta itu merupakan sebuah emosi dari kasih sayang yang kuat serta ketertarikan pribadi pada lawan jenis. Cinta juga dapat diartikan sebagai perasaan dalam diri seseorang yang terbentuk akibat kedekatan atau sebuah faktor pembentukan. Cinta akan diawali dengan kedekatan hingga timbul sebuah perasaan yang dalam sehingga membuat seseorang terbawa arus asmara. Pernahkah anda jatuh cinta?

Cinta bertepuk sebelah tangan

Perasaan yang ada pada diri seseorang yang sedang mengalami jatuh cinta, tentu membuatnya kadang salah tingkah bahkan memilih diam saat berada pada posisi dekat. Namun, ia sangat menjaga sikap bahkan perasaan ketika berkomunikasi dengannya. Nah, dalam posisi ini tentu akan membuat anda gedap gedup seakan jantung mau copot, itulah nama cinta.

Apa yang kamu lakukan ketika rasa itu datang pada seseorang yang membuat mu jatuh cinta? Apakah cukup dengan memendam atau perlu mengungkapkan perasaan yang ada.! Ingat semakit dipendam, maka rasa itu akan menghantui kamu. Maka, dalam kontek perasaan yang penuh cinta tentu perlu di ungkapkan agar bisa mendapatkan jawaban yang jelas.

Bagi kamu yang suka memendamkan perasaan, maka sesuatu yang pahit juga akan kamu rasakan. Hal yang paling sering dirasakan adalah dibakar rasa cemburu yang berlebihan dan juga dihantui oleh wajah ayu perempuan yang kamu dambakan. Kamu jaga akan sangat terganggu saat melakukan sesuatu selama perasaan itu belum diungkapkan.

Baca Juga: Nikah Dulu, Soal Rezeki Sama Sama Kita Cari! Benarkah!?

Mengapa Rasa Cinta Perlu Diungkapkan?
Terlepas dia dari keluarga kaya atau miskin. Namun, kalau perasaan yang ada belum berani kamu sanpaikan. Maka, kamu akan merasakan sakit yang lebih dari sakit gigi. Sakit hati tidak bisa dikasih panadol bahkan resep lainnya, walaupun kamu jatuh deman. Hanya keinginan hati saja yang bisa terobati bila apa yang ada dipikiran kanu itu terjawab sesuai harapan.

Tidak salah apa yang terucap dari orang jaman dulu. Kalau sudah cinta rasanya semua enak. Bahkan ada yang bilang tai kucing rasanya coklat. Eh.. tapi jangan mudah percaya juga, karena tai kucing itu bau tau hahahhaaaa.. Ok, kami rasa semua kita pernah merasakan yang namanya cinta. Khususnya cinta lawan jenis yang bermula dari perasaan yang dalam hingga kebawa kepikiran.

Kalau sudah demikiam, maka banyak yang jatuh demam bila cinta ditolak. Namun, kalau cinta diterima, maka dunia seakan milik merea hahaaaaa.. Oleh karena itu, sangat disarankan pada kamu kamu yang sedang jatuh cinta, maka jangan dipendam. Tapi silahkan ungkapkan pada orang yang telah membuat mu itu geregetan.

Tidak perlu lama lama memendam perasaan dalam hati paling dalam. Percayalah, apa yang kamu rasakan belum tentu dirasakan oleh seseorang yang membuat mu jatuh hati. Maka dari itu, ungkapkan perasaan itu dengan segera supaya boleh dikatakan tidak terlambat bahkan untuk mendapatkan jawaban yang jelas ok.

Monday, 11 March 2019

Berpolitik Itu Mencari Kawan Bukan Lawan

Dalam musim politik, banyak sekali kawan beda pandangan politik. Namun, terkadang di musim ini juga persaudaraan bisa retak dikarenakan beda pilihan. Padahal, tidak perlu bermusuhan hanya gara gara beda pandangan, karena lawan itu tanpa dicari sudah tentu ada. Banyangkan saja, satu desa kadang terdapat 5 tim bahkan bisa lebih dari itu.

Kalau berpolitik mencari lawan, percayalah kamu akan kalah sebelum berperang. Mengapa demikian? Karena, kamu akan dikecam sebagai musuh besar bersama. Namun, coba dalam berpolitik kita mencari kawan sebagai relasi guna untuk membangun politik yang sehat. Dengan demikian, cara tersebut akan sangat menghasilkan di hari penentuan.

Mencari kawan bukan lawan selama musim politik

Lawan tidak perlu dicari, karena semua tim yang berbeda partai tentu akan menjadi lawan. Namun bagaimana cara masing masing, walaupun beda pandangan serta partai politik mampu meragkul lawan menjadi kawan. Ini yang akan kita apresiasikan untuk tim yang bisa membangun relasi yang baik selama musim politik.

Ingat, musim politik ini hanya sebentar dan tidak lama lagi pesta demokrasi ini akan berakhir. Nah, setelah apa yang tim perjuangkan berhasil, apa yang bisa kamu lakukan untuk tim dan juga orang banyak? Duduk diam, melihat perkembangan, atau berakhir disitu saja? Nah, ini yang sungguh disayangkan bila kamu sebagai tim dan juga pendukung pada salah satu caleg tersebut menang, namun tidak ada kemampuan untuk merangkul kembali tim guna untuk merencanakan misi kedepan.

Disini kadang banyak terjadi perpecahan setelah membentuk tim sebagai pendukung pada salah satu caleg di musim politik. Namun, setelah berhasil pecah karena tidak ada kemampuan untuk merangkaul anggota tim dan juga simpatisan yang telah kita ajak untuk bersama sama memenangkan caleg itu sendiri.

Baca Juga: Membangun Politik Cerdas Demi Kemajuan Bangsa

Merubah Lawan Menjadi Kawan
Tidak perlu melakukan kampanye hitam kepada lawan politik. Hal ini tentu sangat bertentangan dengan peraturan yang berlaku. Namun, cukup membangun komunikasi yang baik dan juga sering mengajak bersama untuk melakukan hal hal positif. Sering menampakkan sesuatu yang baik kepada lawan politik sebelum menjadi kawan politik.

Selama kamu sering berbuat baik kepada orang banyak, maka secara tidak langsung lawan politik akan merasa itu yang terbaik untuk orang banyak. Nah, disitu kadang lawan politik juga tanpa sadar akan terbawa arus dengan cara cara yang baik membangun hubungan baik dengan sesama lawan politik.

Jadi dengan demikian, mereka juga akan merasakan selama beda pandangan politik ia juga tidak ada kemempuan untuk melakukan hal itu. Nah, disinilah sedikit demi sedikit lawan akan menjadi kawan. Paling tidak dia tidak akan mempengaruhi bila politik yang kita bangun ia juga merasakan dampak positif untuk orang banyak.

Thursday, 14 February 2019

Monyet Pakai Mahkota, Tetap Monyet! Jangan Sampai Jadi Monyet

Wah.... menurut saya ini sangat menarik dibahas, mengapa? Karena kita harus sadar yang namanya monyet, walaupun sudah pakai mahkota sekalipun, tetap monyet. Sebagaimana yang disampaikan oleh Deddy Corbuzier melalui channel youtubenya. "MONYET PAKAI MAHKOTA, TETAP MONYET.. JANGAN JADI MONYET". Dalam video tersebut, Deddy menyampaikan banyak hal positif yang dapat kita ambil.

Pakai mahkota pun tetap aja monyet

Kita tetap harus menjadi diri kita sendiri karena orang menilai diri kita bukan karena banyak harta, pakaian kita, kemewahan kita, melainkan sikap dan juga cara kita yang bisa menghargai satu sama lain. Percuma kamu menampakkan seakan kamu mampu segala hal, menampakkan seakan kamu bisa melakukan yang terbaik dari orang lain sementara kamu sendiri belum pernah melakukan itu.

Apa lagi mengatakan orang lain yang tidak sesuai dengan kenyataan, bahkan melakukan sesuatu yang yang buruk dengan tujuan menjatuhkan. Nah, ini sangat tidak diperlukan karena perbuatan itu sangat dibenci dan kita akan merasakan hal yang terburuk dalam hidup kita sendiri. Jadilah diri sendiri yang bisa melakukan sesuatu yang baik dan juga bermanfaat buat diri sendiri.

Dimanapun kita berada, apapun yang kita miliki! Tetap harus menjadi pribadi yang baik. Karena sikap dan cara kita itulah yang akan dinilai oleh orang lain, bukan gaya kita yang hanya mampu menampakkan sesuatu yang tidak bermakna bahkan membuat orang lain tersakiti. Sebagai contoh, presiden, walaupun dia gunakan kaos biasa tetap aja presiden. Begitu juga dengan monyet, walaupun menggunakan jas tetap aja monyet kan?

Kesimpulannya adalah bagaimana pun keadaan kita, tetap lah jadi diri sendiri karena menjadi diri sendiri merupakan hal yang terbaik dalam hidup. Apa lagi kita sendiri mampu membuat orang lain tersenyum tentu akan lebih bermakna bukan. Simak video Deddy Corbuzier yang satu ini https://youtu.be/QWsbnC14X_I

Sunday, 10 February 2019

3 Virus Kehidupan Paling Bahaya dan Dampaknya

Virus kehidupan merupakan penyakit yang muncul dari perbuatan atau kelakuan kita sehari hari. Virus ini juga akan berdampak buruk bagi diri sendiri hingga lingkungan masing masing. Sadar atau tidak, semua individu akan mengalami penyakit yang satu ini bila mereka tidak mampu merubah cara pikir positif dalam kehidipan bermasyarakat.

Nah, perlu diketahui bersama bahwa virus kehidupan ini pada masa nabi pun sudah ada. Dan hingga saat ini terus berkembang dalam kehidupan bermasyarakat. Sebagai contoh, salah satu dampak buruk dari virus kehidupan ini adalah miskin. Masih untung kalau hanya sebatas miskin harta, namun yang lebih parah adalah miskin ilmu dikarekan tidak mau belajar.

Dampak buruk virus kehidupan

Virus kehidupan ini diawali dengan saling tidak percaya, egois, bahkan sering zouzon kepada orang orang lain. Yang paling bahayanya adalah sakit mata melihat keberhasilan orang lain dalam berbagai hal. Sebagai contoh, orang lain hidup rukun miliki keuangan yang cukup dan juga miliki kendaraan seadanya, tentu bikin sakit mata bagi mereka yang mengendap virus tersebut.

Virus Kehidupan
Perlu anda ketahui, yang pertama kita lah yang membentuk kebiasaan, maka lama kelamaan kebiasaan itu yang membentuk kita sendiri. Artinya, sangat tergantung apa yang biasa kita lakukan.

Nah, berikut ini terdapat 3 virus kehidupan yang dapat anda ketahui yakni, di bawah ini:
1. Malas
Bagi mereka yang mengendap virus kehidupan tentu akan menjadi penalas. Maunya adalah uang ada namun tak usah bekerja, bahkan menganggap rezeki ini datang sendiri tanpa harus bekerja.

2. Munafik
Merupakan orang yang miliki sifat nifak yang artinya sering menampakan sifatnya yang baik, namun menutupi sifat yang buruk. Nah, bagi mereka yang bersifat demikian. Maka sudah mengendap virus kehidupan.

3. Maling
Nah, sifat yang terakhir adalah sebagai maling. Karena bagi yang mengendap virus kehidupan tentu susah untuk keluar. Hal ini disebabkan oleh kebiasaan seperti uraian di atas tadi.

Nah itu di atas penjelasan singkat dari virus kehidupan. Kami berharap kita dijauhkan dari virus ini agar hidup kita lebih bermakna serta bisa bermanfaat bagi orang banyak. Simak dampak dari virus kehidupan di bawah ini.

Dampak Dari Virus Kehidupan
Hal yang perlu anda ketahui dari virus kehidupan sebagaimana penjelasan di atas juga memiliki dampak buruk paling berbahaya. Khususnya bagi kehidupan dalam masyarakat seperti.
1. Bodoh
2. Penyakit
3. Kemiskinan

Bodoh
Kebodohan ini sering berdampak dari virus yang satu ini. Sebagai contoh malas membaca sehingga membuat kita minim pengetahuan. Dengan demikian tentu akan merujung pada hidup yang miskin juga. Artinya miskin ilmu pengetahuan.

Penyakit
Bagi mereka yang mengendap virus kehidupan tentu akan menjadi penyakit dalam kehidupan bermasyarakat. Mereka tidak mengerti apa yang dapat dilakukan untuk bisa bermanfaat minimal sekali untuk diri sendiri. Apa lagi manfaat untuk orang banyak. Penyakit ini tentu bisa merusak lingkungan salah satunya persaudaraan dikarenakan dari sifat munafik.

Kemiskinan
Nah, yang terakhir adalah hidup miskin. Tentu arah dari virus kehidupan ini bisa berdampak pada kemiskinan dikarenakam sudah membiasakan malas. Yang paling memprihatinkan adalah menjadi maling dikarenakan tidak tau melakukan sesuatu yang berdampak baik bagi diri sendiri.

Sebenarnya dari 3 virus kehidupan ini tentu banyak sekali dampak buruk yang jelas kita ketahui. Namun, beberapa dampak di atas tentu sering terjadi dilingkungan masyarakat disebabkan dari virus itu sendiri. Nah, kembali ke kita sendiri, apakah kita tetap membiasakan perbuatan buruk atau hal yang baik buat kita sendiri. Jangan lupa senyum dan semoga kita bisa menjadi orang yang bermanfaat buat orang banyak.

Thursday, 7 February 2019

Menikah Itu Indah Tepat Pada Waktunya! Kapan Ya?

Benar ga ya? Bagi kamu yang belum merasakan indahnya menikah, maka boleh bertanya pada sahabat atau kerabat yang telah berkeluarga duluan. Mengapa saya bilang waktu yang tepat dan kapan waktu itu ada agar kamu bisa merencanakan pernikahan? Hemm saya rasa ini menarik kita kupas tuntas agar generasi muda bisa memilih atau merencanakan waktu yang cocok untuk berumah tangga.

Perlu anda ketahui, menikah bukanlah sebuah permainan yang dapat kita lakukan setelah puas maka kita tinggalkan. Namun, menikah itu sebuah perencanaan yang matang dan ingin hidup yang tenang serta memiliki keturunan yang baik. Nah, oleh karena itu, maka saya katakan menikah itu sangat lah inda bila kamu bisa merencanakan waktu yang tepat.

Menikah itu indah pada waktu yang cocok

Banyak yang bilang, kalau merencanakan waktu yang tepat. Maka kapan waktu itu ada, apakah harus menunggu sampai umur kita jadi om om atau nenek nenek? Tidak juga! Lalu kapan yaa? Perlu kita ketahui secara bersama, waktu itu tentu ada dan pasti kita akan mendapatkan keindahan setelah menikah nanti.

Dan maksud dari waktu itu bukanlah tahun atau bukan cantik menurut kalender, melainkan ketika kalian itu benar benar sudah siap. Baik itu secara lahiriah maupun batiniah. Inilah yang perlu dipertimbangkan. Jangan melihat kawan sudah duluan menikah, maka kamu juga menentukan waktu untuk menikah. Akan tetapi, buatlah perencanaan yang matang, karena menikah itu juga bukan balapan ya.

Waktu Yang Baik Untuk Menikah
Nah, berbicara waktu yang tepat. Maka, kita perlu merencanakan dan miliki beberapa hal yakni, sebagai berikut:
  1. Tanggung Jawab
    Tanggung jawab ini tentu perlu kita tingkatkan. Mulai dari tanggung jawab untuk diri sendiri, keluarga inti, dan juga untuk keluarga yang akan kamu bentuk nantinya. Tidak hanya mencukupi sisi biologis saja, namun sisi lahir batin harus siap setelah menikah. Nah, itu salah satu perencanaan yang perlu kita siapkan.
  2. Keuangan Yang Cukup
    Memang uang tidak menjamin keindahan setelah menikah. Namun, uang ini lebih kepada dukungan untuk merencanakan segala keinginan dan juga kebutuhan. Nah, berbicara waktu yang tepat maka, keuangan yang cukup juga perlu kami pikirkan kembali.
  3. Hubungan Baik Dengan Kedua Keluarga
    Nah, yang ketiga adalah dapat membangun hubungan baik dengan kedua keluarga. Salah satu rencana yang baik sebelum menikah adalah hubungan baik ini. Oleh karena itu, perlu dipertimbangkan sebelum menikah.
  4. Bahagia Sebelum Menikah
    Nah yang terakhir adalah kebahagiaan sebelum menikah. Mengapa demikian? Bahagia itu merupakan salah satu semangat dalam kelakukan berbagai hal. Tanpa bahagia maka kita juga akan merasakan beban dalam merencanakan sesuatu. Jangan mudah terpengaruh belum bahagia sudah merencanakan bahagia kedepan. Setelah merasakan itu, maka kamu akan mendapatkan keindahan yang sebenarnya setelah menikah nanti.
Jadi, saya rasa 4 poin penting di atas sudah mewakili waktu yang tepat untuk menggapai kebahagiaan dan juga keindahan sebenarnya setelah menikah nanti. Jadi, bagi kamu yang masih bimbang dan belum kengetahui kapan waktu yang cocok untuk menikah. Maka, perlu mempersiapkan empat hal di atas.

Kesimpulan
Setelah kamu miliki semua yang sudah saya paparkan di atas. Maka insyaallah setelah menikah kamu akan merasakan benar benar indah dan bahagiapun akan datang dengan sendirinya. Ingat menikah bukan sebuah permainan, namun lebih ke tanggung jawab kamu setelah berkeluarga.