Tampilkan postingan dengan label hubungan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label hubungan. Tampilkan semua postingan

Selasa, 20 Juni 2017

Penyebab Anak Kecil Lebih Dekat Dengan Orang Lain

Irman fsp | Kok bisa ya, anak lebih suka dengan orang lain seperti tante, nenek, bahkan bersama tetangga ketimbang dengan orang tuanya sendiri. Hal ini tentu menjadi sedikit masalah bagi keluarga Anda bukan? Tidak jarang sebagian keluarga sangat prihatin bagi si anak yang suka dengan orang lain seperti neneknya sendiri. Dan ada juga orang tua yang merasa biasa saja hal itu terjadi, pada hal ini akan menjadi masalah ketika anaknya besar nanti.

Terkadang anak merasa tertekan dengan kondisi keluarga atau kesibukan orang tuanya membuat anak merasa tidak diperhatikan. Anak sangat berperasaan hal ini, buktinya anak bisa sedih bahkan menangis ketika orang tuanya meninggalkannya untuk bekerja. Dengan kesibukan mereka, maka anak pun merasa kesepian dan butuh perhatian dari orang lain bukan. Hal inilah yang bisa menyebabkan anak terkadang lebih memilih dekat dengan nenek bahkan dengan tatennya sendiri.

Anak dekat dengan nenek dan tantenya

Suatu keunikan bagi anak yang satu ini, sebut saja “Bunga” anak yang baru berumur lebih kurang 2 tahun sangat akrap dengan tante dan neneknya sendiri. Jarang jarang lho, anak yang seumuran itu bisa akrap tanpa kangen sama orang tuanya sendiri. Anaknya tinggal di rumah nenek bahkan sampai satu minggu merasa senang tanpa teringat sama ibu dan ayahnya sendiri.

Ditanya ibu dan ayahnya sama si bunga bahkan diabaikan seakan anak ini lebih senang dengan neneknya. Bukan suatu masalah keluarga, melainkan keakraban si bunga dengan tante dan neneknya membuat kita bertanya. Mengapa tidak, kok bisa sudah 5 hari bermalam di rumah nenek namun tidak teringat sama orang tuanya sendiri.

Ayah dan ibunya juga pernah mengajak pulang, namun si bunga merasa sedih saat di pulangkan ke rumahnya. Kok bisa yaa.. itulah anak yang tangguh bisa hidup dengan nenek tanpa kasih sayang orang tua. Keunikan lainnya adalah, melihat si bunga dengan tantenya seakan akrapnya bagaikan orang tuanya sendiri, wah luar biasa bukan.

Kondisi di atas menjadi satu pembahasan yang terkait anak lebih dekat dengan nenek, tante bahkan sama orang lain seperti tetangga. Untuk itu, dalam artikel ini juga sudah kami rangkul beberapa alasan yang bisa menyebabkan anak kecil lebih dekat dengan orang lain yakni sebagai berikut:
  1. Orang tua sibuk dengan pekerjaan.
    Kesibukan orang tua menjadi salah satu penyebab anak tidak betah di rumah. Hal ini juga di rasakan bunga, dan mungkin anak kecil lainnya. Tidak jarang bagi si anak merasa sangat bosan dan tidak nyaman dengan orang tuanya yang jarang didekatnya.
  2. Kurangnya kasih sayang terhadap anak.
    Dengan orang tua yang super sibuk sehingga berkurangnya kasih saya terhadap anak. Kasih sayang ini lah yang bisa menyebabkan anak lebih nyaman bersama orang lain seperti nenek dan tantenya sendiri.
  3. Anak merasa sepi.
    Anak yang aktif tentu memerlukan sesuatu dari orang tuanya yang dapat membuatnya terhibur. Hal ini juga dirasakan anak yang baru satu. Artinya dia butuh kawan, namun tidak ada sehingga merasa kesepian.
  4. Kurangnya hiburan bagi anak.
    Hiburan bagi anak tidak harus mengeluarkan biaya besar seperti membawa anak ke tempat hiburan khusus. Akan tetapi anak cukup dibawa jalan jalan atau yang bisa membuatnya tertawa.
  5. Lingkungan yang membuat anak sedih.
    Lingkungan juga bisa berdampak pada anak yang suka dengan orang lain. Anak yang dekat dengan nenek mungkin merasa tempat neneknya nyaman baginya, sehingga anak bisa lupa dengan rumahnya sendiri.

Penyebab lainnya juga bisa dari keuangan orang tuanya. Artinya dengan terbatasnya ekonomi orang tuanya bisa bikin anak ini lebih memilih tinggal dengan tante atau neneknya sendiri. Apa lagi nenek dan tantenya merasa semua yang dia butuhkan dapat dibeli olehnya. Hal ini juga menjadi salah satu faktor anak kecil bisa dekat dan akrap dengan tante dan neneknya dibandingkan dengan orang tuanya sendiri.

Itulah informasi kedekatan anak kecil dengan orang lain yang dapat membuat kita bertanya. Kok bisa ada anak yang kadang lupa dengan ibu ayahnya sendiri, seketika berada di tempat nenek. Inilah yang terjadi pada si bunga yang juga merupakan anak kecil terlalu dekat dengan tante bahkan neneknya sendiri dibandingkan dengan orang tuanya sendiri.

Senin, 19 Juni 2017

Ajaklah Anak Shalat Bareng Agar Bisa Mengenal Allah SWT

Irman fsp | Anak merupakan tanggung jawab orang tua semasa usia mereka di bawah 15 tahun. Mengapa? Karena anak belum memiliki tanggung jawab penuh atau belum baligh. Kewajiban dunia dan akhiratpun belum mereka ketahui bila Anda sebagai orang tua tidak memperkenalkanNya. Maka dari itu, sangat diperlukan mengajak anak setiap hendak beribadah guna untuk melatih kebiasaan wajib, agar anak mengenal Allah Swt.

Tanpa Anda sadari, seiring berjalannya waktu, anak akan tumbuh dewasa. Apa jadinya bila anak Anda tidak mengenal sang pencipta? Hal ini tentu sangat dikhawatirkan untuk si anak disaat mereka meranjak dewasa. Mengantarkan anak ke tempat pengajian tanpa adanya dorongan serta upaya sikap dari orang tua, maka anak tepat pada pendiriannya sendiri. Bukan berarti kita tidak percaya pada tempat pengajian. Melainkan perlu juga bimbingan dari orang tua masing masing.

Orang tua yang baik mengajak anak mengenal Allah
Poto: ummi-online.com

Cara mudah agar anak bisa mengenal Allah, maka perlu sikap orang tua guna untuk melatihnya dari kecil hingga ke masa remaja. Baik dari hal kecil maupun suatuhal yang memang membuat anak merasa jengkel. Menurut Anda, perlukan mengenalkan Allah sebagai pencipta alam semesta kepada anak? Kami rasa, ini sangat penting sekali, guna si anak bisa mengenal siapa pencipta alam semesta ini.

Terlepas dari keyakinan masing masing, yang perlu disadari bahwa Allah perlu diperkenalkan kepada keturunan Anda, agar mereka tahu siapa itu Allah. Untuk itu, sebagaimana kami jelaskan diatas, ajak si anak mengenal Allah dengan cara mengikuti orang tua saat melakukan kewajiban seperti shalat 5 waktu dan lain sebagainya. Ajari mereka mulai dari kecil hingga meranjak dewasa, agar anak benar benar mengenal Allah Swt.

Shalat merupakan kewajiban bagi umat muslim sedunia yang dilakukan 5 kali dalam waktu 24 jam baik itu siang hingga pada malam hari. Ini menjadi dasar sebagai tiang agama yang tentunya perlu mengajak anak saat melakukan kewajiban itu. Mengapa menjadi dasar? Maksud dasar dalam artikel ini yakni, dasar yang bisa Anda lakukan untuk memperkenalkan Allah kepada anak. Misalnya saat melakukan shalat magrib, tentu anak belum tidur, maka ajaklah mereka untuk melakukan kewajiban ini.

Begitu juga dengan kewajiban lainnya seperti berpuasa dan lain sebagainya. Ajak mereka belajar sesuai rukun islam dan rukun iman. Ini juga sangat dasar sekali untuk memperkenalkan Allah kepada anak. Dengan mengetahui zat Allah, maka anak akan selalu ingat dan tersimpan pada benaknya masing masing. Demikian cara mudah mengajari anak agar bisa mengenal Allah Swt, semoga bermanfaat dan berguna bagi seluruh umat.

Rahasia Keluarga Yang Miliki Keturunan Cerdas

Banyak yang bertanya mengapa anak yang cerdas sangat identik dengan keturunan dalam keluarga. Padahal ini hanya mitos belaka dan sangat tidak masuk akal ada anak yang baru dilahirkan langsung pintar dan cerdas. Tahukah Anda mengapa sebagian keluarga memiliki keturunan yang cerdas? Hal ini tentu ada faktor yang mendukung keluarga tersebut miliki keturunan yang dapat dikatakan sehat dan cerdas.

Tidak jarang dari kalangan masyarakat yang mengecam bahwa keluarga yang cerdas memang sudah miliki garis turunan yang cerdas dan sehingga keturunan keluarga tersebut tergolong pintar. Wahai kaum ibu, jangan merasa pesimis mengapa keturunan Anda dapat dikatakan kurang cerdas. Hal ini tentu tidak mungkin terjadi tanpa ada usaha untuk merubah keturunan menjadi golongan yang cerdas.

Rahasia miliki keturunan cerdas
Poto:trafoz.com

Harus Anda ketahui, bahwa keturunan yang cerdas tentu ada penyebab yang sehingga keluarga tersebut memiliki keturunan yang potensial. Untuk itu, agar Anda bisa berfikir lebih jauh bagaimana sebuah keluarga bisa memiliki keturunan yang cerdas?

Maka dalam artikel ini kami juga menguraikan rahasia untuk keluarga agar bisa miliki keturunan yang cerdas yakni sebagai berikut:
  1. Fokus pada pendidikan.
    Untuk mendapatkan keturunan yang cerdas tentu keluarga yang mendukung serta memprioritaskan pada pendidikan anak. Dari pendidikan dasar hingga keluarga tersebut mampu menyekolahkan anak ke jenjang selanjutnya. Bagi mereka pendidikan itu sangat penting.
  2. Fokus pada pengajian.
    Selanjutnya, keluarga juga fokus pada pengajian yang ada dilingkungan mereka. Menurut keluarga cerdas, pengajian merupakan ilmu pengetahuan untuk mengenal dunia dan akhirat. Dengan ilmu agama juga mampu membawa keluarga ini lebih bahagia dan bisa mengenal yang mana haram dan juga halal.
  3. Keluarga bahagia.
    Selanjutnya keluarga yang bahagia tentu bisa mengayomi keluarganya untuk memilih jalan yang berilmu pengetahuan. Seperti penjelasan di atas, bagi keluarga bahagia tentu wawasan mereka lebih luas dengan ilmu pengetahuan. Karena keluarga ini bisa memprioritaskan pendidikan dan pengajian agama.
  4. Keluarga yang tinggi sosial budaya.
    Keluarga yang sosial budayanya tinggi tentu saling bahu membahu dalam keturunan mereka. Mereka dapat membudayakan saling bantu membatu dalam proses jalan menuju kesuksesan. Misalnya, anak pertama sudah selesai jenjang pendidikan dan sudah memiliki pekerjaan yang mapan, maka anak ini juga mau untuk membantu adiknya yang sedang melanjutkan sekolah mereka.
  5. Keluarga yang ramah lingkungan.
    Yang dimaksud dengan keluarga yang ramah lingkungan disini adalah keluarga yang jarang sekali adu mulut dengan lingkungannya. Keluarga ini juga selalu hidup tentram dan bisa menyesuaikan diri dengan lingkungannya.
  6. Tidak terpengaruh dengan lingkungan.
    Keluarga yang cerdas biasanya mereka lebih fokus pada masa depan anak tanpa terpengaruhi dengan keasyikan lingkungan.

Demikian rahasia untuk bisa miliki keturunan yang cerdas. Sebagaimana kami jelaskan di atas, tidak ada keluarga yang melahirkan anak langsung pintar dan cerdas tanpa ada penyebab yang bisa membuat keluarga itu cerdas. Untuk itu, bagi Anda yang sangat ingin miliki keturunan yang dapat diandalkan dengan wawasan dan berpotensi, maka mulai sekarang cobalah sedikit merubah kebiasaan buruk dalam lingkungan keluarga Anda.

Kamis, 09 Maret 2017

Pola Komunikasi Dalam Masyarakat Desa

Irman fsp | Pola Komunikasi Dalam Masyarakat | Pengertian pola komunikasi diartikan sebagai bentuk atau pola hubungan dua orang atau lebih dalam proses pengiriman dan penerimaan cara yang tepat. Sehingga pesan yang dimaksud dapat dipahami. Dimensi pola komunikasi terdiri dari dua macam, yaitu pola komunikasi yang berorientasi pada konsep dan pola komunikasi yang berorientasi pada sosial yang mempunyai hubungan yang berlainan.

Sebelumnya irman fsp sudah membagikan terkait dengan pola komunikasi, namun dalam kesempatan ini kami bagikan pola komunikasi dalam masyarakat yang merupakan materi kampus ilmu komunikasi yang disembahkan oleh Irman fsp. Pola menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia dapat diartikan sebagai bentuk (struktur ) yang tetap. Komunikasi menurut Everret M. Rogers yaitu Proses dimana suatu ide dialihkan dari sumber kepada suatu penerima atau lebih, dengan maksud untuk mengubah tingkah laku mereka.

Dimensi komunikasi dalam masyarakat

Pola komunikasi menurut Syaiful Bahri Djamarah mengatakan bahwa pola komunikasi dapat dipahami sebagai pola hubungan antara dua orang atau lebih dalam pengiriman dan penerimaan pesan dengan cara yang tepat sehingga pesan yang dimaksud dapat dipahami. Dimensi pola komunikasi terdiri dari dua macam, yaitu pola yang berorientasi pada konsep dan pola yang berorientasi pada sosial yang mempunyai arah hubungan yang berlainan. Pola Komunikasi adalah proses atau pola hubungan yang dilakukan oleh dua orang atau lebih guna menyampaikan pesan sesuai dengan yang diinginkan.

Dalam masyarakat yang modern sering dibedakan antara masyarakat pedesaan dengan masyarakat perkotaan “rural community” dan “urban community”. Perbedaan tersebut sebenarnya tidak mempunyai hubungan dengan pengertian masyarakat secara sederhana, oleh dalam masyarakat masyarakat modern sekecil apapun desa tersebut, pasti tetap ada pengaruh pengaruh dari kota dan sebaliknya.

Baca Juga: Komunikasi dan Budaya Dalam Masyarakat Desa

Warga warga suatu masyarakat pedesaan mempunyai hubungan yang lebih erat dan lebih mendalam daripada hubungan mereka dengan warga masyarakat pedesaan lain diluar batas wilayahnya. Penduduk masyarakat pedesaan pada umumnya hidup dari pertanian. Pada umumnya penduduk pedesaan di Indonesia apabila ditinjau dari segi kehidupannya sangat terikat dan sangat tergantung pada tanah (earth – bound). Karena mereka sama sama tergantung pada tanah, maka mereka sama sama mempunyai kepentingan pokok yang sama, sehingga mereka juga akan bekerja sama untuk mencapai kepentingan kepentingannya.

Misalnya pada musim pembukaan tanah atau pada waktu menanam iba, mereka akan bersama sama mengerjakannya. Hal itu mereka lakukan, karena biasanya satu keluarga saja tak akan cukup memiliki tenaga kerja untuk mengerjakan tanahnya. Sebagai akibat kerjasama tadi, timbulah lembaga kemasyarakatan yang dikenal dengan nama gotong royong yang bukan merupakan lembaga yang sengaja dibuat. Oleh karena itu, pada masyarakat - masyarakat pedesaan, tidak akan dijumpai pembagian kerja berdasarkan keahlian, akan tetapi biasanya pembagian kerja didasarkan pada usia, mengingat kemampuan fisik masing masing dan juga atas dasar pembedaan kelamin.

Golongan orang tua pada masyarakat pedesaan, pada umumnya memegang peranan penting. Orang orang akan selalu minta nasehat nasehat kepada mereka, apabila ada kesulitan yang dihadapi. Kesukarannya adalah golongan orang tua memiliki tradisi yang kuat, sehingga sukar untuk mengadakan perubahan perubahan yang nyata. Pengendalian sosial masyarakat sangat kuat sehingga perkembangan jiwa individu sangat sukar untuk dilaksanakan.

Salah satu alat komunikasi masyarakat desa yang berkembang adalah desas desus yang biasanya bersifat negatif. Sebagai akibat sistem komunikasi yang sederhana, hubungan antara seseorang dengan orang lain sangat dapat diatur dengan seksama. Rasa persatuan sangat erat sekali sehingga menimbulkan rasa saling kenal mengenal dan saling tolong menolong yang baik.

Jika dilihat dari sistem kepemerintahan, maka hubungan antara penguasa dan rakyat, berlangsung tidak resmi. Segala sesuatu yang terjadi di masyarakat dijalankan atas dasar musyawarah. Namun tidak adanya pembagian kerja yang tegas maka seorang penguasa biasanya mempunyai beberapa kedudukan dan peranan yang sama sekali tak dapat di pisah pisahkan.

Demikian informasi terkait dengan pola komunikasi dalam masyarakat pedesaan yang merupakan persembahan dari Irman fsp. Bagi anda yang belum puas dengan materi kampus persembahan Irman fsp. Maka, anda bisa berdiskusi dengan kami melalui laman komentar di bawah ini. Semoga informasi yang disajikan ini menjadi informasi diharapkan serta menjadi referensi untuk pengunjung nusantara.

Referensi:
Badudu Js, Kamus Besar Bahasa Indonesia, (Jakarta: Pustaka Sinar Harapan, 1994)
Soerjono Soekanto, Sosiologi Suatu Pengantar, (Jakarta : Rajawali Pers, 1987) hal 135

Minggu, 05 Maret 2017

Khusus Sarjana: Pulang Kampung Halaman Jangan Bawa Bahasa Toko

Irman fsp | Membaca judul tentu akan bertanya “kok bahasa toko” sih? Itulah yang akan menjadi bahasan dalam blog irman fsp ini. Mengapa harus dibahas? Hal ini menjadi informasi yang hanya diperbincangkan, karena banyak yang lulusan sarjana pulang kampung halaman sudah kaku dengan bahasa daerah. Maka dari, menurut kami cocok dijadikan satu topik hangat hari ini. Alasan irman fsp berbagi informasi ini, mengingat banyak sarjana yang sudah lupa dengan bahasa daerah dan juga sedikit lebih berlagak intelek dalam berdiskusi dengan masyarakat setempat.

Hal ini, mungkin bagi mahasiswa yang baru menyelesaikan pendidikannya, baik itu dari perguruan tinggi negeri maupun swasta, menjadi suatu kebiasaan sehingga terbawa ke arah lingkup desa. Perlu Anda ketahui, bahasa toko di desa tidak paham, bahkan mereka bisa berbalik tanya, apa yang sedang kamu perbincangkan atau menjelaskan. Lucu kan, padahal kamu sudah panjang lebar lo menjelaskan apa yang mereka tanyakan. Lalu siapa yang bodoh dalam hal ini? kamu sebagai lulusan sarjana atau masyarakat?

Interaksi sosial dengan masyarakat desa

Jangan sombong dan egois dalam mempertahankan pendapat. Menurut irman fsp, terkait pertanyaan siapa yang bodoh. Maka, jawabannya adalah kamu yang bodoh yang tidak tahu bagaimana menjelaskan sesuatu pada mereka sehingga mereka mengerti dan paham apa yang kamu maksud. Kok bisa? Bukan nya kamu sudah sarjana? Sarjana, paskasarjana, doktor, bahkan profesor sekalipun yang menggunakan bahasa toko saat berinteraksi dengan masyarakat sehingga membuat mereka tidak mengerti dengan cara penjelasan kamu, maka jawabannya kamu bodoh. Untuk itu jangan bawa bahasa toko ke tempat asalmula seperti Desa.

Mengapa ini menjadi satu topik yang diperbincangkan di irman fsp? Karena, admin juga menyandang gelar sarjana dan tahu betul karakter masyarakat desa saat berinteraksi dengan mahasiswa bahkan yang baru lulus perguruan tinggi. Sejauh ini, masih ada juga lulusan perguruan tinggi yang tidak mengakui kebodohan mereka sendiri saat berinteraksi dengan masyarakat awam di desa. Mengapa demikian? Lulusan sarjana ini terlalu keenakan berbincang dengan bahasa akademis dan juga teoritis, sehingga membuat banyak masyarakat banyak bertanya.

Kok bisa banyak bertanya? Sementara sudah panjang lebar dijelaskan secara terperinci dan juga disertai dengan contoh. Tidak salah, namun bila ia jelaskan dengan gaya bahasa yang ia biasakan di kampus dengan kalangan mahasiswa dan dosen, maka sungguh sudah jelas sekali dan tidak harus ditanyakan lagi karena sudah benar benar jelas. Lalu mengapa juga di kalangan masyarakat desa banyak yang bingung dan tidak paham? Jawabannya, itulah dikarenakan banyak menggunakan bahasa toko.

Apa sih bahasa toko itu, dari tadi asik bahas bahasa toko. Lupa bang maaf.. sebenarnya, bahasa toko itu kata sebutan saja dari irman fsp. Namun, kata sebutan ini sering digunakan dalam kalangan masyarakat desa. Saat mereka tidak mengerti, kalangan sarjana ini menyalahkan masyarakat dengan mudah. Padahal ianya belum bisa mengintrospeksi diri, sehingga tahu dimana letak kegagalan dan kesalahan dalam interaksi sosial sehingga dapat membuat masyarakat tidak mengerti.

Sebagai contoh kecil: seperti bahasa konsolidasi, sosialisasi, kombinasi, interaksi, koordinasi, dan lain sebagainya tentu akan membuat masyarakat bingung bukan? Contoh lainnya dari sektor pertanian: seperti nama pupuk yang sering digunakan oleh masyarakat desa, yakni urea, poska, organik dan lain sebagainya. Apa yang menjadi pertanyaan? Sebagai contoh penjelasan dari lulusan sarjana yang sering membawa bahasa toko yakni di bawah ini:

“bapak bapak yang kami cintai, tolong sedikit perhatian cara menggunakan pupuk/ baja pada tumbuhan tanaman hingga membuat tanaman ini subur yakni diperlukan kombinasi pupuk urea dengan pupuk organik”

Menurut Anda mengerti tidak dengan penjelasan materi menggunakan bahasa “kombinasi” pada masyarakat desa? Kami rasa tentu tidak paham. Lalu bagaimana juga agar mereka lebih paham? Berikut contohnya:

“bapak bapak yang kami cintai, tolong sedikit perhatian cara menggunakan pupuk/ baja pada tumbuhan tanaman hingga membuat tanaman ini subur yakni diperlukan campuran pupuk kandang dengan pupuk kimia seperti pupuk (sebutkan nama pupuk tersebut yang mudah dipahami dan sering disebut dalam kalangan masyarakat)”

Mengapa harus menggunakan bahasa yang mudah dipahami dan dimengerti? Agar cepat paham dan penjelasan kita tidak sia sia. Maka dari itu, gunakan bahasa yang mudah dimengerti oleh masyarakat agar Anda tidak dianggap bodoh oleh mereka. Begitu juga dengan gaya bahasa lainnya, seperti koordinasi, konsolidasi, sosialisasi, dan sebagainya. Boleh Anda menggunakannya, namun lihat apa mereka mengerti dengan apa yang sudah Anda terangkan. Untuk itu, apa pun gaya bahasa yang Anda gunakan, sangat disarankan gunakan komunikasi yang baik dan mudah dipahami oleh orang lain.

Berkomunikasi dengan bahasa toko agar lebih terlihat intelek sah sah saja. Namun, gunakan gaya itu pada tempatnya agar cepat singkron dan nyambung. Lihat juga lingkungan Anda, apakah sudah mendukung gaya bahasa toko atau tidak. Sebagai akhir kata, apa pun gaya bahasa yang kamu biasakan, maka sesuaikan dengan kemampuan komunikan di lingkungan Anda atau mampu menyesuaikan dengan masyarakat yang ada.

Kamis, 23 Februari 2017

Tipe Manusia Munafik dan Tidak Bisa Bersahabat

Irman fsp | Manusia terlahir ke dunia bersih dan suci tanpa noda, kadang watak dan sifat yang dibawanya hanya sedikit dari keturunan dan lainnya mungkin dibiasakan dengan keterbatasan wawasan beserta pendidikan yang ia dapatkan. Hallo sahabat irman fsp pada portal materi kampus, apa kabar pagi ini? harapan kami Anda sehat dan selalu dilindungi Allah Swt.

Pada kesempatan ini, kami memaparkan materi tipe manusia yang tidak bisa dijadikan sahabat bahkan kawan dekat. Mengapa harus ini yang diangkat? Tentu hal ini sangat rentan terjadi pada lingkungan kita. Hidup tak luput dari pergaulan dan hubungan, maka dari itu, hal ini juga lahir tanpa kita sadari bahkan bisa menimpa kita sendiri.

Tipe manusia yang bermuka dua bahkan munafik

Pernahkah Anda mengenal sosok individu yang bermuka dua? Maaf, ini bukan caci maki bahkan saling menjelekkan. Namun, hanya mempertajam firasat sebagai manusia perlu mengetahui sifat dan sikap antar hubungan dalam bermasyarakat. Untuk itu merasa sangat penting materi ini kami sampaikan melalui blog irman fsp.

Bagi Anda yang sudah paham bagaimana yang dimaksud dengan individu atau manusia yang bermuka dua, maka Anda sudah tahu apa yang ia lakukan dibelakang Anda. Begitu juga saat berhadapan dengan Anda sendiri. Hal ini perlu segera diatasi agar tipe manusia ini bisa mendapatkan hukuman tanpa harus dihukum.

Minimal sekali, dengan mengetahui ciri ciri individu yang demikian, maka dapat dianggap tipe manusia ini termasuk ke golongan manusia yang munafik dan tidak bisa dijadikan kawan apa lagi sahabat dekat. Semakin banyak kita bergaul, maka akan semakin banyak juga kita mendapatkan karakter karakter individu yang bermacam model, salah satunya tipe manusia munafik ini.

Baca Juga: 5 Hal ini Bisa Bikin Orang Lain Malas Ngobrol Sama Anda

Berikut ini tipe orang yang tidak bisa dijadikan kawan bahkan sahabat sekalipun, disebabkan ia bermuka dua dan tergolong munafik yakni di bawah ini:
  1. Berbicara tidak ada pegangan
    Mudah berbicara apa yang keluar dari mulut ia sendiri, seakan apa yang ia bicarakan itu semua benar tanpa pikir panjang. Pembicaraan hanya keluar dari kepala tanpa ada sumber atau referensi yang dapat dipegang.
  2. Mudah ngeles saat salah
    Sangat mudah ia menghindari terkait apa yang sudah pernah ia katakan. Ketika pembicaraannya dianggap salah oleh seorang lawan bicara, maka ia menganggap itu biasa bahkan merasa tidak pernah berbicara itu. Intinya semua pembicaraan itu salah maka ia dengan mudahnya ngeles tanpa merasa dirinya salah.
  3. Banyak ngomong tanpa berbuat
    Kesibukan hanya dengan kegiatan pribadi, seakan ia mengenal semua kalangan individu lainnya bahkan seakan ia berwawasan tinggi. Padahal kita tahu bahwa ia hanya lulusan SD dengan pengalaman apa adanya.
  4. Suka memancing suasana
    Kebiasaannya memancing suasana bahkan suka memotong pembicaraan orang lain. Hal ini ia lakukan dengan tujuan seakan ia juga tahu apa yang sedang dibicarakan orang lain. Cara yang unik juga ia lakukan dengan tertawa saat berbicara topik yang menjadi bahasan.
  5. Kepuasannya hanya menjelekkan orang
    Kepuasannya hanya mengadu domba antara orang lain dengan yang lainnya. Tidak ada kepentingan, ia hanya merasa puas saat hal itu terjadi. Sebuah kecil saja, didepan Anda pembicaraannya baik baik saja tanpa ada kesalahan sedikitpun, namun saat dibelakang Anda ia pun menceritakan kesalahan bahkan kejelekan Anda seakan ia mengetahui seluk beluk Anda sendiri. Hal ini juga membuat ia puas saat melakukannya kepada orang lain.

Ke lima poin di atas, kami rasa sudah mewakili tipe manusia munafik dan tidak bisa diajak kawan apa lagi menganggap sahabat dekat. Bila ciri ciri manusia ini juga ada di tempat atau lingkungan Anda maka, sikapi dengan bijak dan ajak sosok individu ini menjadi lawan bicara yang terfokus. Artinya berkomunikasi dua arah dengan nya terkait sifat yang ada padanya.

Tujuannya adalah untuk merubah pola pikir individu lingkungan Anda sendiri menjadi lebih baik dan tidak saling menjelekkan satu sama lainnya. Mungkin di kalangan atau lingkungan Anda juga ada tipe manusia yang suka berbicara adu domba dan bermuka tiga hehehe.. silahkan berbagi pengalaman di blog irman fsp pada laman komentar di bawah.

Senin, 09 Januari 2017

Kesalahan Sendiri Yang Sering Terabaikan Akibat Lalai

Irman fsp | Dalam kehidupan bermasyarakat tentu akan lebih baik bila kita saling menjaga serta menghargai satu sama lainnya. Terlepas dari beda budaya, adat, dan juga agama. Bila sosial budaya dalam kehidupan masyarakat kuat, maka keakrabanpun akan menjadi lebih baik dan terjaga. Namun demikian, bila dalam kehidupan bermasyarakat tidak bisa beradaptasi serta selalu mementingkan kepentingan pribadi dan juga kelompok akan menjadi renggang keakraban yang ada. Ini menjadi salah satu kesalahan yang sering dilakukan tanpa disadari.

Kehidupan dalam masyarakat terlihat sangat bervariasi, artinya ada yang mampu, setengah mampu, bahkan ada yang kurang mampu dari segi ekonomi. Hal ini tentu menjadi perhatian dan keprihatinan individu, namun itu terabaikan. Keterpurukan ekonomi dalam masyarakat sudah tidak bisa dibendung dikarenakan lalai dengan sesuatu yang kurang bermanfaat bila dibandingkan dengan kebutuhannya masing masing.

Masyarakat sibuk dengan berita, dan lupa dengan tanggung jawabnya

Melihat secara kasat mata, terkadang pemasukan ekonomi sehari tidak mencukupi dapur mereka bila dibandingkan dengan seharusnya yang ada. Artinya, bagi individu yang sudah berkeluarga tentu akan mengeluarkan uang untuk keluarganya yakni kebutuhan dapur bahkan lainnya. Akan tetapi, melihat gaya hidup mereka dapat dikatakan kesalahan yang besar namun terabaikan yang disebabkan kelalaian sendiri.

Sebagai contoh, mungkin Anda juga melihat gaya hidup dalam masyarakat yang keseringan duduk di warung kopi yang menghabiskan waktu tanpa henti, seakan ia sudah ada penghasilan upah minimum provinsi (UMP). Mungkin, bagi mereka yang berkedudukan sebagai pegawai negeri sipil (PNS) bahkan kontrak yang artinya sudah ada penghasilan tetap, tentu tidak menjadi satu masalah dalam rumah tangga.

Tidak mesti pegawai atau pegawai kontrak, bahkan bagi pengusaha pun yang duduk di warkop tanpa henti tidak menjadi satu masalah, karena sudah mempunyai penghasilan tiap bulan. Sungguh memperihatinkan bagi masyarakat yang duduk berjamjam di warung kopi bersama kawannya yang hanya berbicara perkembangan informasi yang ada, sementara maaf cakap “untuk rumah tangganya masih minus bahkan nol”. Apa yang terjadi?

Mungkin bagi mereka, duduk dengan secangkir kopi yang menghabiskan waktu berjam jam merupakan suatu keasyikan dan atau hanya sebatas membuang penat atau masalah yang ada. Boleh jadi kalau itu dilakukannya hanya sehari atau hanya beberapa jam. Akan tetapi, bagaimana dengan individu yang hanya diasyikkan dengan secangkir kopi duduk ber jam jam tanpa henti, sementara pemasukan harinya nol, sementara ia sudah berkeluarga?

Baca Juga: Manusia Sebagai Makhluk Sosial Yang Hidup Bermasyarakat

Itulah yang menjadi kesalahan yang tanpa mereka sadari sering dilakukan akibat kelalaian sendiri. Kesalahan ini, sebenarnya akan menjadi masalah besar dalam sebuah keluarga. Namun, hanya belum dapat dirasakan karena sudah membiasakan kesalahan yang dianggap gampang. Sebagai masyarakat aktif, tentu akan merugikan bila waktu yang ada disiasiakan tanpa ada tujuan. Untuk itu, kesalahan yang sering lupa ini menjadi masalah keterpurukan ekonomi ke depan.

Kehidupan Masyarakat Desa
Sebagai masyarakat yang hidup di desa tentu sangat identik dengan pekerjaan petani, berkebun, bahkan melaut. Hanya satu dua lainnya yang mengarah ke dunia dagang. Masyarakat desa banyak yang bekerja pada diri sendiri, artinya mereka hanya bisa bajak sawah untuk menanam padi, selanjutnya berkebun, dan juga melaut. Cari ini menjadi jurus andalan masyarakat untuk pendapatan mereka.

Sebagian besar, pekerjaan ini menjadi prioritas mereka untuk menghasilkan uang. Walaupun melelahkan, namun, itulah yang dapat mereka kerjakan guna bisa menghasilkan pendapatan untuk kehidupan berumah tangga. Masyarakat desa terkadang, sebagian dari mereka akan lupa dengan rutinitas mereka untuk sehari hari. Inilah yang menjadi kesalahan yang dilakukan tanpa mereka sadari.

Sebagaimana kita ketahui, masyarakat banyak yang lalai dengan perkembangan yang ada, sebagai contoh dapat kami sebutkan seperti saat ini musim politik. Banyak diantara mereka lalai dengan apa yang harus mereka kerjakan sebagai pekerjaan pokok untuk menutupi kebutuhan keluarga. Malah sering kali kita lihat, sebagai dari mereka diasyikkan berinteraksi satu sama lain terkait perkembangan politik, pada hal apa yang mereka bicarakan yang ditemani oleh secangkir kopi belum tentu ada manfaatnya untuk ia sendiri.

Bahkan mereka juga sering mengabaikan rutinitas yang bisa menghasilkan pendapatan untuk mencukupi kebutuhan keluarga masing masing. Karena merasa asyik dengan apa yang mereka bicarakan, akan terabaikan tanggung jawab dalam keluarga masing masing individu. Melihat masyarakat Aceh, terkadang juga ada lucunya, dan hal ini tentu jauh berbeda dengan masyarakat luar Aceh.

Masyarakat Aceh khususnya di desa, membahas informasi yang sedang berkembang, terkadang ada dampak bagi mereka. Sebagai contoh keunikan masyarakat Aceh di desa, yang menurut saya sendiri lucu sih, sedang musim ke sawah terkadang hari ini bisa dihabiskan untuk menanam padi, akan tetapi bisa terbengkalai dengan alasan keenakan duduk di warung kopi berbicara politik, yang pada hal ia sendiri sedang ada kesibukan ke sawah untuk menanam padi.

Akan tetapi, sanking enaknya berbicara di warkop yang juga cocok lawan bicara dan membicarakan perkembangan yang ada, maka terabaikan rutinitas yang tentunya pekerjaan mereka yang harus diselesaikan. Ini tentu menjadi kesalahan individu dan boleh jadi kesalahan ini tidak diakuinya sehingga kehidupan dalam bermasyarakat akan menjadi renggang sosial dan juga budaya.

Padahal, bila mereka fokus dengan apa yang harus mereka lakukan dan atau pekerjaan, maka akan lebih baik dan efektif kehidupan dalam bermasyarakat ke depan. Sempitnya ekonomi, terkadang belum tentu daerah yang krisis ekonomi, akan tetapi mungkin jadi akibat kelalaian ditambah dengan malas bekerja sehingga keterpurukan ekonomi mereka semakin nyata.