Tampilkan postingan dengan label komunikasi interpersonal. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label komunikasi interpersonal. Tampilkan semua postingan

Senin, 29 Februari 2016

Tujuan dan Fungsi Komunikasi Interpersonal

Irman fsp – Pada dasarnya komunikasi interpersonal sudah beberapa kali kami jelaskan. Baik itu pengertian komunikasi interpersonal, mengenal interpersonal, bahkan pengertian menurut para ahli. Namun demikian dalam artikel kali ini, kami juga mengulangi penjelasan beserta fungsi komunikasi interpersonal. Maka penting anda pahami terkain cara berkomunikasi yang efektif serta bagaimana untuk terjadi respon yang baik seketika anda berkomunikasi.

Komunikasi interpersonal merupakan komunikasi yang dilakukan kepada pihak lain untuk mendapatkan umpan balik, baik secara langsung (face to face) maupun dengan media. Berdasarkan definisi ini maka terdapat kelompok maya atau faktual (Burgon & Huffner, 2002). Contoh kelompok maya, misalnya komunikasi melalui internet (chatting, face book, email, etc.). Berkembangnya kelompok maya ini karena perkembangan teknologi media komunikasi.

tujuan komunikasi interpersonal
Contoh komunikasi interpersonal
Poto:dienanh.net

Terdapat definisi lain tentang komunikasi interpersonal, yaitu suatu proses komunikasi yang bersetting pada objek objek sosial untuk mengetahui pemaknaan suatu stimulus (dalam hal ini: informasi/ pesan) (McDavid & Harari).

Ada 6  tujuan dalam komunikasi interpersonal, yang dapat anda ketahui diantaranya yakni sebagai berikut:
  1. Menemukan personal atau pribadi.
    Dalam komunikasi interpersonal ada kesempatan kita untuk berbicara tentang apa yang kita sukai, atau mengenai diri kita yang membuat komunikasi tersebut sangat menarik dan mengasyikkan untuk didiskusikan. Dengan membicarakan diri kita terhadap orang lain, kita memberikan seumber balikan yang luar biasa terhadap perasaan, pikiran, dan tingkah laku kita.
  2. Menemukan dunia luar.
    Hanya komunikasi interpersonal menjadikan kita dapat memahami lebih banyak tentang diri kita dan orang lain yang berkomunikasi dengan kita. Banyak informasi yang kita ketahui datang dari komunikasi interpersonal.
  3. Membentuk dan menjaga hubungan yang penuh arti.
    Salah satu keinginan orang yang paling besar adalah membentuk dan memelihara hubungan dengan orang lain. Banyak dari waktu dipergunakan dalam komunikasi interpersonal diabadikan untuk membentuk dan menjaga hubungan sosial dengan orang lain.
  4. Berubah sukap dan tingkah laku.
    Banyak waktu kita pergunakan untuk mengubah sikap dan tingkah laku orang lain dengan pertemuan interpersonal. Kita boleh menginginkan mereka memilih cara tertentu, misalnya mencoba diet yang baru, membeli barang tertentu, melihat film, menulis membaca buku, memasuki bidang tertentu dan percaya bahwa sesuatu itu benar atau salah, banyak waktu yang terlibat dalam posisi interpersonal.
  5. Untuk bermain dan kesenangan.
    Berbicara dengan teman mengenai aktivitas kita pada waktu akhir pekan, berdiskusi mengenai olahraga, menceritakan cerita dan cerita lucu pada umumnya hal itu adalah merupakan pembicaraan untuk menghabiskan wkatu. Dengan melakukan komunikasi interpersonal semacam itu dapat memberikan keseimbangan yang penting dalam pikiran yang memerlukan rileks dari semua keseriusan di lingkungan kita.
  6. Untuk Membantu.
    Ahli-ahli kejiwaan, ahli psikologi klinis dan terapi menggunakan komunikasi interpersonal dalam kegiatan professional mereka untuk mengarahkan kliennya. Ini juga berfungsi membantu orang lain dalam interaksi interpersonal kita seari-hari. Kita berkonsultasi dengan seorang teman yang putus cinta, berkonsultasi dengan mahasiswa tentang mata kuliah, dan sebagainya.


Sebagaimana yang sudah diuraikan di atas yakni tujuan komunikasi interpersonal, maka selanjutnya akan kami uraikan juga fungsi komunikasi interpersonal yang sebagai mana judul besar pada artikel ini. Yang harus anda ketahui bahwa komunikasi interpersonal yang efektif juga mempunyai fungsi. Berikut 6 fungsi komunikasi interpersonal dapat anda baca di bawah ini:
  1. Membentuk dan menjaga hubungan baik antar individu
  2. Menyampaikan pengetahuan atau informasi
  3. Mengubah sikap dan perilaku
  4. Pemecahan masalah hubungan antar manusia
  5. Citra diri menjadi lebih baik
  6. Jalan menuju sukses.

Persepsi merupakan proses memberikan makna terhadap informasi yang ditangkap oleh sensasi. Pemberian makna ini melibatkan unsur subyektif. Contohnya, evaluasi komunikan terhadap proses komunikasi, nyaman tidakkah proses komunikasi dengan orang tersebut? Memori, yaitu proses penyimpanan informasi dan evaluasinya dalam kognitif individu. Kemudian informasi dan evaluasi komunikasi tersebut akan dikeluarkan atau diingat kembali pada suatu saat, baik sadar maupun tidak sadar. Proses pengingatan kembali ini yangdisebut sebagai recalling.

Berpikir merupakan proses mengolah dan memanipulasi informasi untuk memenuhi kebutuhan atau menyelesaikan masalah. Proses ini meliputi pengambilan keputusan, pemecahan masalah berfikir kreatif. Setelah mendapatkan evaluasi terhadap proses komunikasi interpersonal maka ada antisipasi terhadap proses komunikasi yang selanjutnya. Contohnya, jika kita merasa tidak nyaman berkomunikasi dengan dosen maka kita mempunyai cara untuk antisipasi agar komunikasi di kemudian hari menjadi lancar.


Sering kali komunikan tidak saling memahami maksud pesan atau informasi dari lawan bicaranya. Hal ini disebabkan beberapa masalah diantaranya:
  1. Komunikator;
    Hambatan biologis, misalnya komunikator gagap. Hambatan psikologis, misalnya komunikator yang gugup. Hambatan gender, misalnya perempuan tidak bersedia terbuka terhadap lawan bicaranya yang laki-laki.
  2. Media;
    Hambatan teknis, misalnya masalah pada teknologi komunikasi (microphone, telepon, power point, dan lain sebagainya). Hambatan geografis, misalnya blank spot pada daerah tertentu sehingga signal HP tidak dapat ditangkap. Hambatan simbol/ bahasa, yaitu perbedaan bahasa yang digunakan pada komunitas tertentu.Misalnya kata-kata “wis mari” versi orang Jawa Tengah diartikan sebagai sudah sembuh dari sakit sedangkan versi orang Jawa Timur diartikan sudah selesai mengerjakan sesuatu. Hambatan budaya, yaitu perbedaan budaya yang mempengaruhi proses komunikasi.
  3. Komunikan;
    Hambatan biologis, misalnya komunikate yang tuli. Hambatan psikologis, misalnya komunikate yang tidak berkonsentrasi dengan pembicaraan. Hambatan gender, misalnya seorang perempuan akan tersipu malu jika membicarakan masalahseksual dengan seorang lelaki.

Demikian materi ilmu komunikasi terkait tujuan dan fungsi komunikasi interpersonal. Dengan adanya materi perkuliahan yang diuraikai dalam artikel ini semoga bermanfaat dan berguna. Pengertian komunikasi interpersonal sebenarnya sudah banyak dibahas, baik itu di artikel sebelumnya maupun di website lainnya

Jumat, 31 Juli 2015

Komunikasi Interpersosal Yang Efektif

Irman fsp - Kita tahu bahwa komunikasi yang efektif itu merupakan proses penyampaian pesan dari komunikator kepada komunikan, dan pesan tersebut dapat di mengerti dengan baik oleh komunikan sehingga menimbulkan feed back (timbal balik). antara komunikator dan komunikan itu sendiri. Komunikasi yang efektif atau pesan yang disampaikan oleh komunikator kepada komunikan baik itu melalui media atau bersifat langsung, intinya mudah dimengerti dan dipahami dari apa yang di sampaikan oleh komunikator kepada komunikan, itulah yang dikatan komunikasi yang efektif.

Menurut para ahli, komunikasi interpersonal yang efektif adalah komunikasi yang hasilnya sesuai dengan harapan para pesertanya (orang-orang yang sedang berkomunikasi). Misalnya, penjual yang datang ke rumah untuk mempromosikan barang dianggap telah melakukan komunikasi efektif bila akhirnya tuan rumah membeli barang yang ia tawarkan, sesuai dengan yang diharapkan penjual itu, dan tuan rumah pun merasa puas dengan barang yang dibelinya (Mulyana, 2007).

komunikasi yang efektif

Kata kunci komunikasi efektif merupakan sejauh mana komunikator mampu berorientasi kepada komunikannya. Berorientasi artinya melihat dan memahami tingkat akal budi (decoder dan interpreter) berikut peralatan jasmaniah (receiver) yang dimiliki komunikan; mengingat hal ini terkait dengan pemilihan bentuk pesan, makna pesan, struktur pesan, dan cara penyajian pesan, termasuk pula penentuan salura/ media yang harus dilakukan selaku komunikator (Vardiansyah, 2004).

Nah, di atas merupakan penjelasan singkat saya mengenai komunikasi yang efektif. Selanjutnya saya ingin memaparkar komunikasi yang tidak efektif, tentunya sudah tahukan, karena bila komunikasi yang efektif informasi/ pesan yang mudah dimengerti, pastinya komunikasi yang tidak efektif informasi/ pesan kebalikan dari pada itu.

Selanjutnya saya akan memaparkan sekilas alat-alat komunikasi yang dapat memudahkan kita dalam proses komunikasi, baik itu berupa media cetak atau media elektronik. Namun dalam hal ini saya sebatas menjelaskan alat komunikasi yang sering kita gunakan sehari-hari misalnya Komputer, Mobile Phone.


Tanpa kita sadari,  ke dua alat komunikasi tersebut sering kita gunakan, baik itu sebatas mencari informasi seperti menggunakan komputer/ laptop maupun seperti mobile phone/ HP, yang sering kita gunakan untuk SMS atau Telpon. Nah, disini jelas mudah terdapat komunikasi interpersonal yang tidak efektf. Sering terjadi biasanya bagi pengguna Mobile Phone, khususnya pengguna SMS, kenapa.?

Karena pesan yang disampaikan oleh komunikator melalui SMS belum tentu dimengerti dan dipahami dengan jelas apa yang disampaikan oleh komunikator kepada komunikan itu sendiri. Begitu juga dengan pesan yang disamapaikan oleh komunikator kepada komunikan lewat via Online misalnya seperti Chatting.

Seperti yang sudah kita ketahui, bahwa komunikasi yang efektif yakni, pesan yang mudah dimengerti dan dipahami oleh khalayak atau komunikan, namun dengan menggunakan via online seperti chatting atau menggunakan mobile phone seperti via SMS belum tentu komunikasi itu efektif. Sebab apa yang kita sampaikan seperti pesan singkat via SMS belum tentu dipahami dan dimengerti seperti apa yang ada dihati kita.

Kenapa saya katakan demikian? Saya alumni Ilmu Komunikasi Fisip Unsyiah, yang sudah memahami komunikasi interpersonal itu sendiri, selain saya Sarjana Ilmu Komunikasi, juga pernah meneliti tentang Hubungan Komunikasi Interpersonal Dalam Meningkatkan Semangat Kerja. Nah, apa hubungannya dengan komunikasi interpersonal yang tidak efektif?

Penjelasan singkat tadi mengenai penelitian dan sekilas profil saya hanyalah perkenalan saya saja hehehe... dan yang ingin saya paparkan masalah komunikasi interpersonal yang tidak efektif hanyalah bagi pengguna SMS dan Chatting saja, mungkin tidak semua namun ada sebagian saja yang kurang jeli memahami pesan singkat dari komunikatornya saja. Dan saya sebagai penulis juga pernah mengalami hal demikian yakni pesan singkat via SMS namun salah dipahami oleh kawan saya sendiri, sehingga terjadilah komunikasi interpersonal yang tidak efektif antara saya dengan kawan saya sendiri.

Saya maklum, kenapa kawan saya salah persepsi terhadap SMS saya, mungkin kawan saya itu lagi tertekan atau memang lagi ada masalah sendiri, sehingga ketika saya katakan "Jujur saja dan logika saja" sehingga kawan saya langsung to the point terhadap suatu masalah, yang tidak perlu dibahas namun sudah terungkap, walaupun hanya saya yang tahu tentang apa yang kawan saya sampaikan terhadap saya. Tapi itu lah masalah yang ingin saya paparkan mengenai komunikasi interpersonal yang tidak efektif melalui via SMS dan juga Chatting.

Mengenal Komunikasi Interpersonal Sebagai Percakapan Bunda dan Anak

Irman fsp | Komunikasi interpersonal merupakan proses penyampaian pesan yang terlibat dua individu. Baik itu antara Anda dan orang lain maupun bunda dan anaknya sendiri. Keterlibatan antara dua individu tersebut yaitu komunikasi interpersonal. Dalam artikel ini hanya memaparkan contoh komunikasi interpersonal yang bisa Anda ketahui.

Adapun komunikasi interpersonal sebagai contoh yang kami maksud dalam artikel ini yakni percakapan antara anak dan bunda. Inilah contoh komunikasi interpersonal yakni sebagai berikut:

Percakapan Antara Bunda dan Syifa “Tentang Cinta”
Syifa        : Bunda, apa sih cinta itu?
Bunda      : Menurut kamu cinta itu apa sayang?
Syifa        : Syifa tidak tau Bunda. Tolong beri tau Syifa Bunda..
Bunda      : Cinta itu rasa sayang anakku

Syifa        : Lalu apa lagi Bunda?
Bunda      : Rasa yang timbul dari dalam hati seseorang sebuah perasaan yang lebih dari  sebuah  kasih sayang yang timbul dengan sendirinya tanpa ada paksaan sayang.

Syifa       : Lalu mengapa banyak orang yang telah mempunyai pasangan, tetapi mereka
selalu menyebutkan kata kata sakit hati bunda?
Bunda      : mungkin bukan jodoh mereka

Syifa        : Bunda, Syifa semakin bingung. Jodoh itu apa? Aku tak mengerti?
Bunda      : Jodoh adalah dua orang manusia yg ditakdirkan untuk bersama oleh tuhan   anakku sayang..

Syifa        : Lalu, apakah Bunda dan Ayah berjodoh?
Bunda      : Tentu saja anakku hehehe…  kalau tidak jodoh? Mana mugkin Bunda bisa menikah dengan ayah..

Syifa        : Wahh Bunda hebat, Bunda bisa menjawab pertanyaan Syifa.
Bunda      : Terimakasih atas pujiannya anak kesayangan Bunda.

 Syifa       : Tapi Bunda, Syifa ada beberapa pertanyaan lagi!
Bunda      : Apa itu sayang?

Syifa        : Jikalau Syifa besar nanti, siapakah orang yang mencintai Syifa? Bagaimana
caranya supaya Syifa mencintai orang itu? apakah orang itu mencintai Syifa tanpa ada paksaan? Apakah kelak dia akan menjadi jodoh Syifa dan bisa seperti Bunda dan ayah?
Bunda      : (menangis)

Syifa        : Bunda mengapa menangis?
Bunda      : Bunda hanya ingin kamu tetap menjadi anak dibawah umur..

Syifa        : Loh kok Bunda ngomongnya begitu?
Bunda      : Bunda hanya ingin kamu bahagia Syifa... dengan bertambahnya umurmu, kamu semakin lama akan semakin mengenal itu cinta. Bunda hanya ingin kamu tidak akan pernah mengerti apa itu cinta, agar nantinya kamu tidak akan merasakan sakit dan pahitnya rasa cinta itu.

Syifa        : Ooooooo…… Thank you Mom, I love you Emmmmuaccccchhhh…
Bunda      : Thank you to Syifa,,, good night and sweet dreams..!!!

Demikian contoh komunikasi interpersonal yang dapat Anda pahami. Ini juga termasuk komunikasi interpersonal yang efektif dalam membangun hubungan baik antara anak dan bundanya sendiri.

Hubungan Komunikasi Interpersonal Dalam Meningkatkan Semangat Kerja

Irman fsp - Semangat kerja menunjukkan sejauhmana karyawan bergairah dalam melakukan tugas dan tanggung jawabnya di dalam perusahaan. Dalam perusahaan karyawan merupakan salah satu sumber daya yang sangat penting. Selanjutnya, karyawan juga berfungsi sebagai pelaksana dalam mencapai suatu tujuan perusahaan, bahkan fasilitas kerja yang berupa mesin-mesin atau peralatan canggih pun memerlukan tenaga kerja sebagai operatornya.

Komunikasi interpersonal dalam semangat kerja karyawan

Dengan menggunakan berbagai fasilitas kerja, karyawan dapat melakukan setiap pekerjaannya dengan lebih baik. Semangat kerja karyawan dapat dilihat dari kehadiran, kedisiplinan, ketepatan waktu menyelesaikan pekerjaan, dan produktivitas. Semangat kerja yang tinggi dapat didukung oleh komunikasi yang baik, bagaimana karyawan berinteraksi, menyampaikan informasi, bertukar gagasan, baik antara atasan ke bawahan maupun sebaliknya, antara karyawan dengan karyawan, maupun karyawan pada satu bagian ke bagian lainnya.

Pengetahuan dasar tentang komunikasi saja belumlah memadai untuk dapat memahami komunikasi organisasi dengan baik. Karena, komunikasi itu terjadi pada suatu lingkungan tertentu yang mempunyai struktur, karakteristik, serta fungsi tertentu, yang mungkin berpengaruh kepada proses komunikasi. Tanpa pengetahuan dasar organisasi sukarlah untuk mengetahui apa yang sesungguhnya terjadi dalam organisasi, termasuk proses komunikasi yang ada di dalamnya (Arni, 2009).

Schein mengatakan bahwa organisasi adalah suatu koordinasi rasional kegiatan sejumlah orang untuk mencapai beberapa tujuan umum melalui pembagian pekerjaan  dan fungsi melalui hierarki otoritas dan tanggung jawab. Schein juga mengatakan bahwa organisasi mempunyai karakteristik tertentu yaitu mempunyai struktur, tujuan, saling berhubungan satu bagian dengan bagian lain dan tergantung kepada komunikasi manusia untuk mengkoordinasikan aktivitas dalam organisasi tersebut. Sifat tergantung antara satu bagian dengan bagian lain menandakan bahwa organisasi yang dimaksudkan Schein ini adalah merupakan suatu sistem (Arni, 2009).

Dari pembahasan di atas terlihat jelas bahwa komunikasi dalam organisasi merupakan salah satu unsur yang sangat penting demi terciptanya tujuan perusahaan. Semua proses komunikasi yang ada, dapat mendukung peningkatan semangat kerja karyawan di perusahaan. Artinya, dengan komunikasi yang efektif, dapat meningkatkan produktivitas karyawan, baik itu tingkat kehadiran, kedisiplinan, dan ketepatan waktu dalam menyelesaikan pekerjaan. Maka dengan demikian terdapat hubungan komunikasi dan semangat kerja karyawan pada perusahaan. Semakin baik dan efektifnya komunikasi pada suatu perusahaan maka semakin tinggi semangat kerja pada perusahaan tersebut.

Komunikasi yang efektif adalah komunikasi yang hasilnya sesuai dengan harapan para pesertanya (orang-orang yang sedang berkomunikasi). Misalnya, penjual yang datang ke rumah untuk mempromosikan barang dianggap telah melakukan komunikasi efektif bila akhirnya tuan rumah membeli barang yang ia tawarkan, sesuai dengan yang diharapkan penjual itu, dan tuan rumah pun merasa puas dengan barang yang dibelinya (Mulyana, 2007).


Kata kunci komunikasi efektif adalah sejauh mana komunikator mampu berorientasi kepada komunikannya. Berorientasi artinya melihat dan memahami tingkat akal budi (decoder dan interpreter) berikut peralatan jasmaniah (receiver) yang dimiliki komunikan; mengingat hal ini terkait dengan pemilihan bentuk pesan, makna pesan, struktur pesan, dan cara penyajian pesan, termasuk pula penentuan salura/ media yang harus dilakukan selaku komunikator (Vardiansyah, 2004).

Komunikasi yang efektif merupakan proses penyampaian pesan dari komunikator kepada komunikan, dan pesan tersebut dapat di mengerti dengan baik oleh komunikan sehingga menimbulkan feed back (timbal balik). Beberapa penjelasan di atas maka, peneliti ingin mengetuhui dan mengkaji hubungan komunikasi yang efektif antara pimpinan perusahaan PT. Lhoong Setia Mining dengan karyawannya sendiri atau antara atasan dengan bawahan. Perusahaan PT. Lhoong Setia Mining merupakan salah satu perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan biji besi.

Perusahaan PT Lhoong Setia Mining ini berlokasi di Gampong Jantang, Kecamatan Lhoong, Kabupaten Aceh Besar Provinsi Aceh. Melihat cara kerja karyawan di perusahaan tersebut, penulis tertarik untuk meneliti tentang hubungan komunikasi interpersonal dalam meningkatkan semangat kerja karyawan itu sendiri. Penulis juga ingin mengetahui dan mengkaji apakah proses komunikasi dalam perusahaan tersebut efektik, karena dengan adanya komunikasi yang efektif dari pimpinan perusahaan dengan karyawannya maka perusahan tersebut berjalan lancar dan tujuan perusahaan pun maksimal.

Karyawan yang ada di dalam Perusahaan PT. Lhoong Setia Mining ini terbagi tiga bagian, yakni ada karyawan tetap sebanyak 57 orang, karyawan harian 35 orang, dan juga karyawan community development (pengembangan masyarakat) sebanyak 59 orang. Yang menjadi subjek dalam penelitian ini yakni karyawan tetap pada Perusahaan PT. Lhoong Setia Mining.

Bicara masalah semangat kerja karyawan di perusahaan tersebut, peneliti melihat ada suatu yang kurang dari bagian semangat kerja itu sendiri, yakni dari sisi kehadiran kurang tepat. Sedangkan pengertian semangat kerja karyawan sebagai mana yang telah di uraikan di atas, apa bila karyawan semangat dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab yang sudah diberikan oleh perusahaan, maka karyawan dalam segi kehadiran akan tepat waktu maupun dalam hal yang lain. 

Selain itu, berdasarkan hasil observasi awal peneliti mendapatkan informasi dari salah satu karyawan tetap pada Perusahaan PT. Lhoong Setia Mining yang bernama Andi sebagai Logistik, bahwa ada karyawan yang merasakan gajinya kurang memadai sehingga karyawan itu mengundurkan diri dari Perusahaan PT. Lhoong Setia Mining.

Selanjutnya, saudara Andi ini juga merasa kurang memuaskan dengan apa yang diberikan oleh perusahaan, khususnya dari segi gaji yang menurut dia tidak sesuai. Dengan alasan, saudara Andi ini sebenarnya karyawan tetap, akan tetapi kenapa gaji yang diterima oleh saudara Andi seperti karyawan harian. Dari uraian di atas, lalu bagaimana proses komunikasi interpersonal yang berjalan pada Perusahaan PT. Lhoong Setia Mining.

Hubungan komunikasi interpersonal dalam meningkatkan semangat kerja karyawan sangat berpengaruh pada komunikasi yang efektif, apabila seorang pimpinan tidak menjalankan komunikasi yang baik dan efektif, maka semangat kerja bagi karyawan berkurang dan pencapaian tujuan perusahaan tidak maksimal.

Menurut Roger hubungan interpersonal akan terjadi secara efektif apabila kedua pihak  memenuhi kondisi sebagai berikut (Arni, 2009):
  1. Bertemu satu sama lain secara personal.
  2. Empati secara tepat terhadap pribadi yang lain dan berkomunikasi yang dapat dipahami satu sama lainsecara berarti.
  3. Menghargai satu sama lain.
  4. Menghayati pengalaman satu sama lain dengan sungguh-sungguh, bersikap menerima dan empati satu sama lain.
  5. Merasa bahwa saling menjaga keterbukaan dan iklim yang mendukung juga mengurangi kecendrungan gangguan arti.
  6. Memperlihatkan tingkah laku yang percaya penuh dan memperkuat perasaan aman terhadap yang lai.

Selanjutnya dapat dikatakan bahwa komunikasi itu tidak hanya penyampaian informasi dan pengertian yang diterima oleh penerima pesan/ komunikan, akan tetapi lebih jauh lagi yaitu dapat membentuk perilaku organisasional yang diharapkan semua fungsionaris organisasi tahu akan tugas pokok, wewenang serta tanggung jawabnya dalam menjalankan roda organisasi.

Komunikasi adalah proses penyampaian suatu pesan oleh seseorang kepada orang lain untuk memberitahu atau mengubah sikap, pendapat, atau perilaku, baik langsung secara lisan maupun tidak langsung secara tulisan melalui media (Onong, 2003).

Proses komunikasi adalah pemindahan pengertian dalam bentuk gagasan atau informasi dari satu orang ke orang lain. Perpindahan pengertian tersebut melibatkan lebih dari sekedar kata-kata yang digunakan dalam percakapan tetapi juga, ekspresi wajah, intonasi, titik putus vokal dan sebagainya (Wiryanto, 2004).

Komunikasi organisasi dengan semangat kerja pada dasarnya terdapat hubungan yang erat, hal ini sesuai dengan keinginan karyawan dan perusahaan, karena dengan komunikasi organisasi yang efektif dapat mempengaruhi semangat kerja karyawan. Dengan demikian kesetiaan karyawan dalam melaksanakan tugasnya tetap berjalan dengan baik.

Dalam organisasi atau perusahaan sangat dibutuhkan komunikasi yang baik dan efektif untuk mencapai tujuan yang maksimal. Agar proses komunikasi dalam organisasi berjalan dengan baik dan efektif, begitu juga dengan semangat kerja karyawan bisa meningkat, ini perlu dorongan dan motivasi yang besar dari pimpinan perusahaan. Berdasarkan latar belakang diatas penulis mengambil judul “Hubungan Komunikasi Interpersonal Dalam Meningkatkan Semangat Kerja Karyawan Pada PT. Lhoong Setia Mining”

Senin, 02 Januari 2012

Apa itu Komunikasi Interpersonal

Irman fsp – Komunikasi merupakan proses penyampaian informasi dari komunikator kepada komunikan agar dapat meribah sikap pada masing masing individu. Komunikasi sangat penting bagi kita sebagai mahkluk hidup, tujuannya adalah untuk dapat mengetahui informasi dari berbagai sumber informasi. Jadi, apa juga yang dimaksud dengan komunikasi interpersonal?

Menurut Muhammad (158: 2005) komunikasi Interpersonal merupakan proses pertukaran informasi diantara seseorang dengan paling kurang seorang lainnya atau biasanya di antara dua orang yang dapat langsung diketahui balikannya. Atau komunikasi yang terlibat antara dua individu saat proses penyampaian pesan maupun informasi, itulah komunikasi interpersonal.

Yang dimaksud dengan komunikasi interpersonal
Belajar komunikasi interpersonal
Menurut Devito (1989), komunikasi interpersonal adalah penyampaian pesan oleh satu orang dan penerimaan pesan oleh orang lain atau sekelompok kecil orang, dengan berbagai dampaknya dan dengan peluang untuk memberikan umpan balik segera (Effendy, 2003,30).

Komunikasi interpersonal adalah komunikasi antara orang-orang secara tatap muka, yang memungkinkan setiap pesertanya menangkap reaksi orang lain secara langsung, baik secara verbal atau nonverbal. Komunikasi interpersonal ini adalah komunikasi yang hanya dua orang, seperti suami istri, dua sejawat, dua sahabat dekat, guru-murid dan sebagainya (Mulyana, 2000, 73).

Baca Juga: Komunikasi Interpersonal yang efektif

Menurut Effendi, pada hakekatnya komunikasi interpersonal adalah komunikasi antar komunikator dengan komunikan, komunikasi jenis ini dianggap paling efektif dalam upaya mengubah sikap, pendapat atau perilaku seseorang, karena sifatnya yang dialogis berupa percakapan. Arus balik bersifat langsung, komunikator mengetahui tanggapan komunikan ketika itu juga. Pada saat komunikasi dilancarkan, komunikator mengetahui secara pasti apakah komunikasinya positif atau negatif, berhasil atau tidaknya. Jika ia dapat memberikan kesempatan pada komunikan untuk bertanya seluas-luasnya (Sunarto, 2003, 13).

Klasifikasi Komunikasi Interpersonal
Redding yang dikutip Muhammad (2004, 159-160) mengembangkan klasifikasi komunikasi interpersonal menjadi interaksi intim, percakapan sosial, interogasi atau pemeriksaan dan wawancara.
  1. Interaksi intim termasuk komunikasi di antara teman baik, anggota famili, dan orang-orang yang sudah mempunyai ikatan emosional yang kuat.
  2. Percakapan sosial adalah interaksi untuk menyenangkan seseorang secara sederhana. Tipe komunikasi tatap muka penting bagi pengembangan hubungan informal dalam organisasi. Misalnya dua orang atau lebih bersama-sama dan berbicara tentang perhatian, minat di luar organisasi seperti isu politik, teknologi dan lain sebagainya.
  3. Interogasi atau pemeriksaan adalah interaksi antara seseorang yang ada dalam kontrol, yang meminta atau bahkan menuntut informasi dari yang lain. Misalnya seorang karyawan dituduh mengambil barang-barang organisasi maka atasannya akan menginterogasinya untuk mengetahui kebenarannya.
  4. Wawancara adalah salah satu bentuk komunikasi interpersonal di mana dua orang terlibat dalam percakapan yang berupa tanya jawab. Misalnya atasan yang mewawancarai bawahannya untuk mencari informasi mengenai suatu pekerjaannya.
Referensi: jurnal-sdm.blogspot.com

Senin, 05 Desember 2011

Pengertian Komunikasi Interpersonal Menurut Para Ahli

Irman fsp – Artikel ini merupakan artiker revisi dari kami terkait dengan pengertian komunikasi interpersonal menurut para ahli. Pada dasarnya pengertian komunikasi tujuan yang sama hanya cara penyampaian saja agak sedikit berbeda. Namun makna dan tujuan dari penyampaian pengertian, atau penyampaian dari barbagai ahli hasilnya sama.

Komunikasi interpersonal yaitu kegiatan komunikasi yang dilakukan seseorang dengan orang lain dengan corak komunikasinya lebih bersifat pribadi dan sampai pada tataran prediksi hasil komunikasinya pada tingkatan psikologis yang memandang pribadi sebagai unik. Dalam komunikasi ini jumlah perilaku yang terlibat pada dasarnya bisalebih dari dua orang selama pesan atau informasi yang disampaikan bersifat pribadi. 

Pengertian komunikasi interpersonal


Komunikasi yang efektif ditandai dengan hubungan interpersonal yang baik. Begitupun, komunikasi interpersonal dikatakan efektif apabila pertemuan komunikasi merupakan hal yang menyenangkan bagi komunikan. Komunikasi bukan hanya sekedar menyampaikan isi pesan, namun juga menentukan kadar hubungan interpersonal.

Memahami proses komunikasi interpersonal menuntut pemahaman hubungansimbiotis antara komunikasi dengan perkembangan relasional. Komunikasi mempengaruhi perkembangan relasional, dan pada gilirannya (secara serrentak), perkembangan relasional mempengaruhi sifat komunikasi antara pihak-pihak yang terlibat dalam hubungan tersebut.

Berikut beberapa pengertian komunikasi interpersonal atau komunikasi antarpribadi menurut ahli yakni sebagai berikut:

Muhammad, Komunikasi interpersonal iyalah proses pertukaran informasi diantara seseorang dengan seorang lainnya atau biasanya pada antara dua orang yang dapat langsung diketahui balikannya.

Menurut Devito (1989), komunikasi interpersonal iyalah penyampaian pesan oleh satu orang sertapenerimaan pesan oleh orang lain atau sekelompok kecil orang, dengan berbagai dampaknya serta dengan peluang untuk memberikan umpan balik segera (Effendy,2003, p. 30).

Menurut Effendi, pada hakekatnya komunikasi interpersonal adalah komunikasi antar komunikator dengan komunikan, komunikasi jenis ini dianggap paling efektif dalam upaya mengubah sikap, pendapat atau perilaku seseorang, karena sifatnya yang dialogis berupa percakapan. Arus balik bersifat langsung, komunikator mengetahui tanggapan komunikan ketika itu juga.


Pada saat komunikasi dilancarkan, komunikator mengetahui secara pasti apakah komunikasinya positif atau negatif, berhasil atau tidaknya. Jika ia dapat memberikan kesempatan pada komunikan untuk bertanya seluas-luasnya (Sunarto, 2003; 13).

Komunikasi interpersonal merupakan komunikasi antara orang-orang secara tatap muka, yang memungkinkan setiap pesertanya menangkap reaksi orang lain secara langsung, baik secara verbal atau nonverbal. Komunikasi interpersonal ini adalah komunikasi yang hanya dua-orang, seperti suami istri, dua sejawat, dua sahabat dekat, guru-murid dan sebagainya (Mulyana, 2000; 73).

Dari beberapa pengertian diatas, baik definisi komunikasi secara umum, interpersonal, komunikasi manajemen, maupun pengertian komunikasi organisasi penulis dapat mengambil kesimpulan bahwa:
  1. Komunikasi itu sama pentingnya, karena tanpa komunikasi yang efektif semangat kerjapun berkurang.
  2. Komunikasi adalah proses penyampain pesan dari komunikator kepada komunikan sehingga terjadi saling pengertian dan saling memahami makna dari pesan tersebut.
  3. Komunikasi itu sangat diperlukan, dengan adanya komunikasi yang efektif dari pimpinan, karyawan pun bertambah semangat dalam menyelesaikan tugas mereka.
  4. Dalam proses komunikasi antara pimpinan dan karyawan secara tidak langsung saling dapat memahami informasi baik berupa pesan, simbol, gagasan, ide, dan sebagainya. Didalam komunikasi terdapat hubungan antara individu yang satu dengan individu yang lain, dan individu dengan lembaga begitu juga sebaliknya.

Demikian penjelasan terkait pengertian komunikasi interpersonal yang diutarakan para ahli komunikasi. Semoga dengan adanya artikel ini dapat bermanfaat bagi kita semua, khususnya bagi mahasiswa ilmu komunikasi yang sedang mencari bahan perkuliahan