Tampilkan postingan dengan label komunikasi massa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label komunikasi massa. Tampilkan semua postingan

Senin, 20 Juni 2016

Unsur-Unsur Komunikasi Massa

Irman fsp | Liliweri berpendapat yang bahwa, komunikasi massa itu memiliki unsur-unsur seperti: sumber, bidang pengalaman, pesan, saluran, gangguan, hambatan, efek, konteks maupun umpan balik. Jadi, teknologi pembagi atau media dengan massa yang disebut dengan saluran itu dipergunakan untuk mengirimkan pesan yang melintasi jarak jauh, misalnya buku, pamflet, majalah, surat kabar, warkat pos, rekaman-rekaman, televisi, gambar-gambar poster, dan bahkan saat ini ditambah lagi dengan komputer serta aplikasinya.

dalam komunikasi massa mempunyai beberapa unsur yang perlu diketahui

Sedangkan Harold D. Lasswell (dalam Wiryanto, 2005) memformulasikan unsur-unsur komunikasi massa dalam bentuk pertanyaan yakni sebagai berikut:
  1. Who
  2. Says What
  3. In Which Channel
  4. To Whom
  5. With What Effect?”

Unsur who (sumber atau komunikator).
Sumber utama dalam komunikasi massa adalah lembaga atau organisasi atau orang yang bekerja dengan fasilitas lembaga atau organisasi (institutionalized person). Yang dimaksud dimaksud dengan lembaga dalam hal ini adalah perusahaan surat kabar, stasiun radio, televisi, majalah, dan sebagainya. Sedangkan yang dimaksud institutionalized person adalah redaktur surat kabar (sebagai contoh). Melalui tajuk rencana menyatakan pendapatnya dengan fasilitas lembaga. Oleh karena itu, ia memiliki kelebihan dalam suara atau wibawa dibandingkan berbicara tanpa fasilitas lembaga.

Pers atau media massa sering disebut lembaga sosial. Dalam UU RI no 40 tahun 1999 tentang pers, pasal 1 ayat (1) menyatakan: “Pers adalah lembaga sosial dan wahana komunikasi massa yang melaksanakan kegiatan jurnalistik meliputi mencari, memperoleh, memiliki, menyimpan, megolah, dan menyampaikan informasi baik dalam bentuk tulisan, suara, gambar, suara dan gambar, serta data dan grafik maupun dalam bentuk lainnya dengan menggunakan media cetak, media elektronik, dan segala jenis saluran yang tersedia.” 

Bentuk institusi media massa dipertegas lagi pada pasal 1 ayat (2) yang menyatakan: “Perusahaan pers adalah badan hukum Indonesia yang menyelenggarakan usaha pers meliputi perusahaan media cetak, media elektronik, dan kantor berita, serta perusahaan media lainnya yang secara khusus menyelenggarakan, menyiarkan atau menyalurkan informasi.”


Unsur says what (pesan).
Pesan-pesan komunikasi massa dapat diproduksi dalam jumlah yang sangat besar dan dapat menjangkau audience yang sangat banyak. Pesan-pesan itu berupa berita, pendapat, lagu, iklan, dan sebagainya. Charles Wright (1977) memberikan karakteristik pesan-pesan komunikasi massa sebagai berikut:
  1. Publicly.
    Pesan-pesan komunikasi massa pada umumnya tidak ditujukan kepada orang perorang secara eksklusif, melainkan bersifat terbuka, untuk umum atau publik.
  2. Rapid.
    Pesan-pesan komunikasi massa dirancang untuk mencapai audience yang luas dalam waktu yang singkat serta simultan.
  3. Transient.
    Pesan-pesan komunikasi massa untuk memenuhi kebutuhan segera, dikonsumsi sekali pakai dan bukan untuk tujuan yang bersifat permanen. Pada umumnya, pesan-pesan komunikasi massa cenderung dirancang secara timely, supervisial, dan kadang-kadang bersifat sensasional.

Unsur in which channel (saluran atau media).
Unsur ini menyangkut semua peralatan yang digunakan untuk menyebarluaskan pesan-pesan komunikasi massa. Media yang mempunyai kemampuan tersebut adalah surat kabar, majalah, radio, televisi, internet, dan sebagainya.

Unsur to whom (penerima atau mass audience).
Penerima pesan-pesan komunikasi massa biasa disebut audience atau khalayak. Orang yang membaca surat kabar, mendengarkan radio, menonton televisi, browsing internet merupakan beberapa contoh dari audience.

Menurut Charles Wright (dalam Wiryanto, 2005), mass audience memiliki karakteristik-karakteristik sebagai berikut:
  1. Large yaitu penerima-penerima pesan komunikasi massa berjumlah banyak, merupakan individu-individu yang tersebar dalam berbagai lokasi;
  2. Heterogen yaitu penerima-penerima pesan komunikasi massa terdiri dari berbagai lapisan masyarakat, beragam dalam hal pekerjaan, umur, jenis kelamin, agama, etnis, dan sebagainya;
  3. Anonim yaitu anggota-anggota dari mass audience umumnya tidak saling mengenal secara pribadi dengan komunikatornya.

Unsur with what effect (dampak).
Dampak dalam hal ini adalah perubahan-perubahan yang terjadi di dalam diri audience sebagai akibat dari keterpaan pesan-pesan media. David Berlo (dalam Wiryanto, 2005) mengklasifikasikan dampak atau perubahan ini ke dalam tiga kategori, yaitu: perubahan dalam ranah pengetahuan; sikap; dan perilaku nyata. Perubahan ini biasanya berlangsung secara berurutan.


Ciri-ciri komunikasi massa
Sedangkan ciri-ciri komunikasi massa, menurut Elizabeth Noelle Neumann (Jalaluddin Rakhmat, 1994) adalah sebagai berikut:
  1. Bersifat tidak langsung, artinya harus melalui media teknis;
  2. Bersifat satu arah, artinya tidak ada interaksi antara peserta-peserta komunikasi;
  3. Bersifat terbuka, artinya ditujukan pada publik yang tidak terbatas dan anonim;
  4. Mempunyai publik yang secara tersebar.

Pesan-pesan media tidak dapat dilakukan secara langsung artinya jika kita berkomunikasi melalui surat kabar, maka komunikasi kita tadi harus diformat sebagai berita atau artikel, kemudian dicetak, didistribusikan, baru kemudian sampai ke audience. Antara kita dan audience tidak bisa berkomunikasi secara langsung, sebagaimana dalam komunikasi tatap muka.

Istilah yang sering digunakan adalah interposed. Konsekuensinya adalah, karakteristik yang kedua, tidak terjadi interaksi antara komunikator dengan audience. Komunikasi berlangsung satu arah, dari komunikator ke audience, dan hubungan antara keduanya impersonal.

Karakteristik pokok ketiga adalah pesan-pesan komunikasi massa bersifat terbuka, artinya pesan-pesan dalam komunikasi massa bisa dan boleh dibaca, didengar, dan ditonton oleh semua orang. Karakteristik keempat adalah adanya intervensi pengaturan secara institusional antara si pengirim dengan si penerima.

Dalam berkomunikasi melalui media massa, ada aturan, norma, dan nilai-nilai yang harus dipatuhi. Beberapa aturan perilaku normatif ada dalam kode etik, yang dibuat oleh organisasi-organisasi jurnalis atau media.

Demikian unsur unsur komunikasi massa yang dapat Anda ketahui, dan baca juga unsur unsur komunikasi lainnya serta unsur unsur komunikasi politik yang sudah kami sajikan pada blog irman fsp ini. Semoga bermanfaat dan berguna bagi kita semua.

Daftar Pustaka:
McQuail, 1987, Teori Komunikasi Massa ed. 2, Jakarta: Erlangga
Nurudin, 2003, Komunikasi Massa, Malang: CESPUR.
Warsito, 2005, Pengantar Ilmu Komunikasi, Jakarta: Gramedia Widiasarana Indonesia.
Jalaluddin Rakhmat, 1994, Psikologi Komunikasi, Bandung: Remaja Rosdakarya
http://adiprakosa.blogspot.co.id/2008/07/komunikasi-massa.html

Jumat, 29 April 2016

Pengertian Komunikasi Massa Menurut Ahli

Irman fsp | Komunikasi massa diadopsi dari istilah bahasa Inggris, mass communication, sebagai kependekan dari mass media communication. Artinya, komunikasi yang menggunakan media massa atau komunikasi yang mass mediated. Istilah mass communication atau communications diartikan sebagai salurannya, yaitu media massa (mass media) sebagai kependekan dari media of mass communication.

Massa mengandung pengertian orang banyak, mereka tidak harus berada di lokasi tertentu yang sama, mereka dapat tersebar atau terpencar di berbagai lokasi, yang dalam waktu yang sama atau hampir bersamaan dapat memperoleh pesan-pesan komunikasi yang sama. Berlo (dalam Wiryanto, 2005) mengartikan massa sebagai meliputi semua orang yang menjadi sasaran alat-alat komunikasi massa atau orang-orang pada ujung lain dari saluran.

Komunikasi massa menurut ahli
Pengertian komunikasi massa menurut ahli

Pengertian komunikasi massa pada dasarnya sudah pernah kami bagikan pada artikel sebelumnya. Namun, untuk memperjelas juga perlu kami bagikan referensi yang bisa dipegang untuk dijadikan pedoman. Untuk itu, sebagai referensi Anda, maka kami pun merasa penting untuk Anda ketahui terkait komunikasi massa menurut ahli.

Sedikit kami ulang terkait pengertian komunikasi massa adalah penyampaian pesan atau informasi yang menggunakan alat media, baik media cetak maupun elektronik. Pesan yang disampaikan melalui media massa seperti koran, radio, internet, dan sebagainya merupakan komunikasi massa. Jadi ini hanya gambaran umum saja. Namun untuk mengetahui pendapat ahli dapat Anda baca di bawah ini.

Pengertian komunikasi massa menurut para ahli
Liliweri mendefinisikan Komunikasi massa itu memiliki unsur-unsur seperti: sumber, bidang pengalaman, pesan, saluran, gangguan, hambatan, efek, konteks maupun umpan balik. Jadi, teknologi pembagi atau media dengan massa yang disebut dengan saluran itu dipergunakan untuk mengirimkan pesan yang melintasi jarak jauh, misalnya buku, pamflet, majalah, surat kabar, warkat pos, rekaman-rekaman, televisi, gambar-gambar poster, dan bahkan saat ini ditambah lagi dengan komputer serta aplikasinya.


Joseph A. Devito mendefinisikan Komunikasi massa adalah komunikasi yang ditujukan kepada massa, kepada khalayak yang luar biasa banyaknya. Ini tidak berarti bahwa khalayak meliputi seluruh penduduk atau semua orang yang membaca atau semua orang yang menonton televisi.

Komunikasi massa adalah komunikasi yang disalurkan oleh pemancar-pemancar yang audio dan atau visual. Komunikasi massa barangkali akan lebih mudah dan lebih logis bila di defenisikan menurut bentuknya: televisi, radio, surat kabar, majalah, film, buku dan pita.

McQuail mendefinisikan komunikasi massa terutama dipengaruhi oleh kemampuan media massa untuk membuat produksi massa dan untuk menjangkau khalayak dalam jumlah besar. Di samping itu, ada pula makna lain yang dianggap makna asli dari kata massa, yaitu makna yang mengacu pada kolektivitas tanpa bentuk, yang komponen-komponennya sulit dibedakan satu sama.

Kamus bahasa Inggris memberikan definisi massa sebagai suatu kumpulan orang banyak yang tidak mengenal keberadaan individualitas. Definisi ini ini hampir menyerupai pengertian massa yang digunakan oleh para ahli sosiologi, khususnya bila dipakai dalam kaitannya dengan audien media.

Dari penjelasan ahli komunikasi sebagaimana diuraikan di atas, dapat kita simpulkan bahwa, komunikasi massa merupakan pesan pesan atau informasi dari komunikator yang diberikan pada media guna untuk disebarluaskan, atau disampaikan kepada masyarakat luas, khalayak ramai dengan menggunakan alat media massa. Pesan yang disebarluaskan menggunakan media disebut komunikasi massa.
Sumber:
Mulyana, Deddy. Ilmu Komunikasi Suatu Pengantar. PT.Remaja Rosdakarya. 2005. Bandung

Jumat, 15 Januari 2016

Komunikasi Massa Sebagai Sistem Sosial

Irman fsp | Dalam tradisi ilmu sosial penggunaan istilah sistem lebih sering digunakan untuk merujuk pada pengertian sebuah sistem organik, yaitu sebuah sistem yang didalamnya terdiri dari beberapa komponen yang lebih kecil memiliki kehidupan. Istilah ini digunakan untuk membedakan penggunaan istilah yang sama pada ilmu ilmu eksakta, dimana sebuah sistem anorganik terdiri dari beberapa komponen yang lebih kecil tak berjiwa.

komunikasi dalam sistem sosial
Poto: slidesharecdn,com

Di masyarakat, sistem digunakan untuk beberapa pengertian sebagai berikut:
  1. Sistem ditujukan sebagai gagasan atau ide yang tersusun, terorganisir dan membentuk suatu kesatuan yang sistematis dan logis, umpamanya adalah filsafat, nilai, pemerintahan, demokrasi, kekerabatan dan sebagainya.
  2. Sistem yang merujuk pada sebuah kesatuan, kelompok, sebuah himpunan dari beberapa unit atau komponen yang terpisah pisah, memiliki hubungan hubungan khusus sehingga membentuk sebuah keseluruhan yang utuh seperti pesawat terbang, komputer dan sebagainya.
  3. Sistem ditujukan untuk  menyebutkan sebuah metode, cara, teknik yang digunakan seperti sistem belajar, pelatihan, sistem bertindak dan sebagainya.


Talcott Parson membagi karakter sistem sosial  menjadi dua yakni sebagai berikut:
  1. Karakter himpunan yaitu sistem terdiri dari beberapa komponen yang terdapat dalam kehidupan masyarakat keseharian.
  2. Karakter ekuilibrium merupakan sebuah kehidupan yang seimbang diatur oleh norma dan aturan aturan dalam masyarakat tersebut.

Ada beberapa hal yang dapat dimanfaatkan dari teori sistem ini adalah sebagai berikut:
  1. Sistem sebagai suatu teori dapat digunakan untuk semua ilmu ilmu sosial.
  2. Sistem mengandung banyak tingkatan dan dapat diaplikasikan pada aspek dunia sosial berskala besar maupun kecil ke aspek paling subjektif dan objektif.
  3. Teori sistem tertarik pada keragaman hubungan dari berbagai aspek dunia sosial
  4. Pendekatan sistem cenderung menganggap melihat semua aspek sosiokultural dari segi proses, khususnya jaringan informasi dan komunikasi.
  5. Teori sister bersifat inheren dan integratif.

Demikian penjelasan komunikasi massa sebagai sistem sosial. Dengan adanya penjelasan di atas terkait teori sistem sosial maupun karakter dalam sistem sosial menjadi gambaran pembelajaran abagi anda serta menjadi materi yang dapat bermanfaat untuk kita semua.

Kamis, 27 Agustus 2015

Teori dan Efek Komunikasi Massa

Irman fsp - Pada artikel ini penulis ingin mengajukan teori yang dapat mendukung penelitian ini. Teori-teori yang digunakan adalah teori efek media massa dan teori S-R serta teori Individual Differences didalamnya sebagai teori tambahan dan teori Uses and Gratification sebagai pendukungnya. Untuk itu, perlu Anda pahami tentang apa itu teori efek komunikasi massa.

materi kampus komunikasi
Teori efek komunikasi massa

Pengertian Efek
Menurut Schramm dan Roberts (dalam Jalaludin, 1994: 218), beranggapan bahwa efek hanya “perubahan perilaku manusia yang setelah diterpa media pesan media massa”. Karena fokusnya pesan maka efek haruslah berkaitan dengan pesan yang diisampaikan media massa. Sedangkan menurut Steven M Chaffee (dalam Wilhoit dan Harold De Bock, 1980:70) untuk melihat efek media massa, adalah membatasi efek hanya selama berkaitan dengan pesan media akan mengesampingkan banyak sekali pengaruh media massa, kita cenderung melihat efek media massa baik yang berkaitan dengan pesan maupun dengan media itu sendiri.

Menurut Onong (1998: 60), dampak yang diharapkan oleh seorang komunikator atas pesan yang disampaikannya diklasifikasikan kadarnya menjadi 3 (tiga) bagian, yaitu :
  1. Dampak Kognitif.
    Dampak yang ditimbulkan pada komunikan yang menyebabkan dia  menjadi tahu dan mengerti atau meningkat intelektualitasnya.
  2. Dampak Afektif.
    Komunikator bukan hanya menjadi tahu tetapi menimbulkan perasaan tertentu.
  3. Dampak Behavioral.
    Dampak yang timbul pada komunikan dalam bentuk prilaku atau kegiatan.


Secara teoritis, menurut berbagai ahli ada tiga dampak yang dapat ditimbulkan dari acara televisi terhadap pemirsa, yaitu :
  1. Dampak Kognitif, yaitu : Kemampuan seseorang atau pemirsa untuk menyerap dan memahami acara yang ditayangkan televisi yang melahirkan pengetahuan bagi pemirsa, contoh : acara kuis di televisi.
  2. Dampak Peniruan, yaitu: Pemirsa dihadapkan pada trend aktual yang ditayangkan televisi, contoh: model pakaian, rambut, dari bintang televisi yang kemudian digandrungi atau ditiru secara fisik.
  3. Dampak Perilaku, yaitu: Proses tertanamnya nilai-nilai sosial budaya yang telah ditayangkan acara televisi yang diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, contoh: Sinetron dokter Sartika dalam mensosialisasikan secara mendalam tentang kesehatan bagi masyarakat.

Untuk melihat perubahan yang terjadi pada diri khalayak komunikasi massa – penerimaan informasi, perubahan perasaan atau sikap dan perubahan perilaku atau dengan istilah lain perubahan kognitif, afektif dan behavioral, guna meninjau satuan observasi yang dikenai Efek Komunikasi Massa–Individu, Kelompok, Organisasi, Masyarakat, atau Bangsa.

Efek kognitif terjadi bila ada perubahan pada apa yang diketahui, dipahami, atau dipersepsi khalayak, efek ini berkaitan dengan transmisi pengetahuan, ketrampilan, kepercayaan akan informasi. Efek afektif timbul apabila ada perubahan pada apa yang dirasakan, disenangi, atau dibenci khalayak, efek ini ada hubungannya dengan emosi, sikap, atau nilai.

Efek behavioral merujuk pada perilaku nyata yang dapat diamati, yang meliputi pola-pola tindakan, kegiatan, atau kebiasaan berprilaku (Jalaludin, 1994:  218-219).Jadi menurut uraian diatas sangat jelas disebutkan bahwa komunikasi massa ditujukan bagi khalayak luas yang tersebar, heterogen, dan tidak saling mengenal. Media massa sebagai media dapat berupa media massa cetak atau media massa elektronik.


Penjelasan Teori
Kerangka teori adalah uraian tentang dasar teori atau model yang digunakan sebagai acuan penelitian. Kerangka teori dimaksudkan untuk memberi batasan-batasan tentang teori-teori yang akan digunakan sebagai landasan penelitian yang akan dilakukan.

Menurut Kerlinger (dalam Suharimin, 1991: 62) “Teori adalah himpunan konsep atau konstruk, definisi dan proposisi yang mengemukakan pandangan sistematis tentang gejala menjabarkan relasi di antara variabel untuk menjelaskan dan meramalkan gejala tersebut”.

Dapat diterangkan bahwa proses komunikasi mempengaruhi komunikan dalam hal ini khalayak melalui televisi. Dengan demikian televisi sebagai salah satu media massa membawa pengaruh yang mengakibatkan perubahan terhadap sikap dan perilaku khalayak.

Pada penulisan skripsi ini media massa yang digunakan adalah televisi. Media televisi dapat dikatakan sebagai media yang relatif mudah dijangkau oleh semua lapisan masyarakat, selain itu tayangan televisi juga selalu berusaha untuk memuaskan kebutuhan psikologi setiap orang/khalayak.

Televisi sebagai media dapat mencapai audien yang lebih banyak dan luas atau tidak terbatas, karena itu tanggapan atau respon terhadap isi media massa sangatlah penting. Dan televisi sudah mempunyai pengaruh besar terhadap sikap dan perilaku khalayak/pemirsanya. Sehubungan dengan hal tersebut, maka penelitian ini menggunakan teori yang berkaitan dengan umpan balik.

Rabu, 26 Agustus 2015

Komunikasi dalam Media Massa

Irman fsp - Salah satu media dalam komunikasi massa adalah media televisi. “Komunikasi massa media televisi terbagi dalam beberapa bagian, yaitu: siaran informasi (pemberitaan), news bulletin (berita buletin), news magazine (berita berkala), wawancara televisi, serta laporan investigasi terhadap suatu kasus (Wawan, 1996: 17).

Yang dimaksudkan dengan televisi disini ialah televisi siaran (television broadcast) yang merupakan media dari jaringan komunikasi dengan ciri-ciri yang dimiliki komunikasi massa yang telah dikemukakan sebelumnya. Televisi merupakan paduan audio dari segi penyiarannya (broadcast) dan video dari segi gambar bergeraknya (moving images).

materi kampus
Komunikasi dalam media

Suatu program televisi dapat dilihat dan didengar secara bersamaan oleh para pemirsa, karena ditransmisikan melalui pemancar televisi berupa suara dan gambar secara menarik dan hidup. Sebagai media massa elektronik, televisi yang merupakan hasil dari teknologi canggih mampu menjangkau pemirsanya menembus jarak, ruang, dan waktu.

Kelebihan televisi antara lainnya adalah selain dapat mengatasi jarak, ruang, dan waktu, media televisi juga dapat menjangkau massa yang lebih besar daripada media massa lainnya. Nilai aktualitas terhadap suatu liputan beritanya juga sangat cepat dan biasanya berita atau informasi yang disampaikan singkat, jelas, dan sistematis. Namun selain kelebihan-kelebihannya, televisi juga mempunyai kekurangan-kekurangan, yaitu : bersifat “transitory” (tidak kekal) maka isi pesannya tidak dapat dimengeti oleh pemirsa.


Karena sifatnya yang “transitory” maka isi pesan yang akan disampaikan harus singkat dan jelas, cara penyampaian kata per kata harus benar, serta informasi suara dan artikulasi harus tepat dan baik.

Semua itu adalah tugas dari komponen-komponen yang ada didalam komunikasi massa media televisi sebagai sarana utama. Komponen-komponen itu adalah new reader (pembaca berita), news caster (penyaji berita), anchorman/woman (kru televisi yang bertugas merangkai berita peristiwa), down the lines (kru yang  merangkap pembaca berita dan anchorman), serta camera television (kamera televisi).

Pengarah acara (programme director) stasiun televisi siaran sebagai penanggung jawab pelaksanaan penyiaran acara juga harus berupaya sedemikian rupa supaya acara yang muncul pada layar televisi sejelas-jelasnya dalam sekilas lihat dan sekilas dengar (Wawan, 1996: 27). Isi pesan media televisi mengenai gosip, gaya, kesibukan selebritis dan atau kejadian yang sedang terjadi di masyarakat yang dikemas sedemikian rupa yang akhirnya dapat dinikmati oleh pemirsa (khalayak), seperti pada program acara INTENS.

Fungsi Televisi Sebagai Media Massa:
Onong dalam bukunya Televisi Siaran Teori dan Praktek (1994:27-30) mengatakan bahwa: ”Sama halnya dengan media massa lainnya, televisi pada pokoknya mempunyai 3 fungsi, yakni fungsi penerangan, pendidikan, dan hiburan. Menurut sifat ini, segala sesuatu yang disiarkannya kepada masyarakat tergantung pada sistem negara dan pemerintah negara yang bersangkutan”.

Fungsi penerangan (the information function)
Ada 2 faktor yang terdapat pada media massa audio visual, yaitu:
  1. Immediacy.
    Mencakup pengertian langsung dan dekat. Peristiwa yang disiarkan oleh stasiun televisi dapat dilihat dan didengar oleh para pemirsa pada saat peristiwa berlangsung
  2. Realism.
    Mengandung makna kenyataan. Ini berarti bahwa stasiun televisi menyiarkan informasi secara audio visual dengan perantara mikrofon dan kemera apa adanya sesuai dengan kenyataan.

Fungsi Pendidikan (the educational function)
Sebagai media komunikasi massa televisi merupakan sarana ampuh untuk menyiarkan acara pendidikan kepada khalayak yang jumlahnya begitu banyak secara simultan.

Fungsi Hiburan (the entertain function)
Fungsi ini dominan di kebanyakan negara, terutama di negara agraris. Fungsi lain dari komunikasi adalah hiburan, yang bahwa juga seirama dengan fungsi fungsi lainnya. Komunikasi massa digunakan sebagai medium hiburan terutama karena komunikasi massa menggunakan media massa. Jadi fungsi fungsi hiburan juga bagian dari fungsi komunikasi massa.

Peran dan Juga Fungsi Media Massa

Peran dan Juga Fungsi Media Massa | Wilbur Schram menyatakan, komunikasi massa berfungsi sebagai decoder, interpreter dan encoder. Komunikasi massa mendecode lingkungan sekitar, mengawasi kemungkinan timbulnya bahaya, mengawasi terjadinya persetujuan dan juga efek dari hiburan. Komunikasi massa menginterpretasikan hal-hal yang di-decode sehingga dapat mengambil kebijakan terhadap efek, menjaga berlangsungnya interaksi serta membantu anggota-anggota masyarakat menikmati kehidupan.

fungsi media massa
Peran dan fungsi komunikasi massa

Komunikasi massa juga meng-encode pesan-pesan yang memelihara hubungan kita dengan masyarakat lain serta menyampaikan kebudayaan baru kepada anggota-anggota masyarakat. Peluang ini dimungkinkan karena komunikasi massa mempunyai kemampuan memperluas pandangan, pendengaran dalam jarak yang hampir tidak terbatas, dan dapat melipatgandakan suara dan kata-kata secara luas.

Peran Media Massa    
Peran media massa dalam kehidupan sosial, terutama dalam masyarakat modern telah memainkan peranan yang begitu penting. Menurut McQuail dalam bukunya Mass Communication Theories (2000: 66) terdapat enam perspektif dalam hal melihat peran media. Berikut penjelasannya:
  1. Melihat media massa sebagai window on event and experience. Media dipandang sebagai jendela yang memungkinkan khalayak melihat apa yang sedang terjadi di luar sana. Atau media merupakan sarana informasi untuk mengetahui berbagai peristiwa.
  2. Media juga sering dianggap sebagai a mirror of event in society and the world, implying a faithful reflection. Cermin berbagai peristiwa yang ada di masyarakat dan dunia, yang merefleksikan apa adanya. Karenanya para pengelola media sering merasa tidak “bersalah” jika isi media penuh dengan kekerasan, konflik, pornografi dan berbagai keburukan lain, karena memang menurut mereka faktanya demikian, media hanya sebagai refleksi fakta, terlepas dari suka atau tidak suka. Padahal sesungguhnya, angle, arah dan framing dari isi yang dianggap sebagai cermin realitas tersebut diputuskan oleh para profesional media, dan khalayak tidak sepenuhnya bebas untuk mengetahui apa yang mereka inginkan.
  3. Memandang media massa sebagai filter, atau gatekeeper yang menyeleksi berbagai hal untuk diberi perhatian atau tidak. Media senantiasa memilih isu, informasi atau bentuk content yang lain berdasar standar para pengelolanya. Disini khalayak “dipilihkan” oleh media tentang apa-apa yang layak diketahui dan mendapat perhatian.
  4. Media massa seringkali pula dipandang sebagai guide, penunjuk jalan atau interpreter, yang menerjemahkan dan menunjukkan arah atas berbagai ketidakpastian, atau alternatif yang beragam.
  5. Melihat media massa sebagai forum untuk mempresentasikan berbagai informasi dan ide-ide kepada khalayak, sehingga memungkin terjadinya tanggapan dan umpan balik.
  6. Media massa sebagai interlocutor, yang tidak hanya sekadar tempat berlalu lalangnya informasi, tetapi juga partner komunikasi yang memungkinkan terjadinya komunikasi interaktif.


Menurut pendapat Yoseph R. Dominick dalam bukunya “The Dynamics of Mass Communication” (Ibid: 29-31), fungsi komunikasi dapat dibagi menjadi lima bagian, yaitu:
1. Pengawasan (surveillence)
Fungsi ini dapat dibagi menjadi dua jenis, yaitu :
  • Pengawasan peringatan (Warning of beware surveillence).
    Pengawasan jenis ini terjadi dikarenakan media menyampaikan informasi kepada kita mengenai bencana alam, bencana ekonomi, Negara, dan sebagainya.
  • Pengawasan instrumental (instrumental surveillence).
    Jenis kedua ini berkaitan dengan penyebaran informasi yang berguna bagi kehidupan sehari-hari. Contohnya berita tentang film-film yang diputar di bioskop.

2. Interpretasi (interpretation)
Fungsi kedua ini erat sekali kaitannya dengan fungsi pengawasan media massa, tidak hanya menyajikan fakta dan data tetapi juga informasi dan interpretasi mengenai suatu peristiwa tertentu. Contohnya, adalah : tajuk rencana surat kabar, dan komentar radio atau televisi siaran (television broadcast). Juga berupa karikatur yang berupa sindiran.

3. Hubungan (linkage)
Media massa mampu menghubungkan unsur-unsur yang terdapat didalam masyarakat yang tidak bisa dilakukan secara langsung oleh saluran perseorangan.

4. Sosialisasi
Sosialisasi merupakan transmisi nilai-nilai (transmission of value) yang mengacu kepada cara-cara dimana seseorang mengadopsi perilaku dan nilai-nilai suatu kelompok. Media massa menyaikan penggambaran masyarakat, dan dengan membaca, mendengar dan menonton maka seseorang mempelajari khalayak berperilaku dan nilai-nilai apa yang penting.

5. Hiburan (entertainment)
Tampak jelas pada televisi, film dan rekaman suara. Media massa lainnya seperti surat kabar dan majalah mempunyai rubrik hiburan seperti cerita pendek, cerita panjang dan cerita bergambar.

Fungsi komunikasi massa
Fungsi komunikasi massa yang tercantum dalam undang undang No. 40 tahun 1999 tentang pers yakni, sebagai berikut:
  1. Menyampaikan informasi (to inform)
  2. Mendidik (to educate)
  3. Menghubur (to entertain)
  4. Melakukan pengawasan sosial (social control)

Selain itu juga, fungsi komunikasi massa dapat di artikan sebagai:
  1. Menyampaikan informasi (to inform)
  2. Mendidik (to educate)
  3. Menghibur (to entertain)
  4. Mempengaruhi (to influence)

Demikian peran dan fungsi media massa yang dapat Anda ketahui. Semoga dengan adanya artikel ini dapat membantu anda dalam meningkatkan kualitas pembelajaran khususnya bagi jurusan ilmu komunikasi.

Pengertian Komunikasi Massa

Irman fsp | Salah satu bentuk komunikasi adalah komunikasi massa, yaitu komunikasi yang menggunakan media massa seperti surat kabar, majalah, radio dan televisi. Massa disini adalah audience yang banyak, luas dan tidak terbatas. Komunikasi massa menurut Severin dan Wright sebagaimana yang dikutip oleh Liliweri dalam bukunya (1991: 36) “Memahami peran komunikasi massa dalam masyarakat” adalah: bentuk komunikasi yang menggunakan saluran (media) dalam menghubungkan komunikator dengan komunikan secara massal, berjumlah banyak, bertempat tinggal yang jauh, sangat heterogen dan menimbulkan efek-efek tertentu.

Penjelasan komunikasi massa sebagai materi ilmu komunikasi
komunikasi massa
Poto: https://badaruddinamir,wordpress,com

Proses penyampaian pesan dalam komunikasi massa memiliki satu unsur yang penting yaitu menggunakan saluran. Saluran atau media ini dipergunakan untuk mengirimkan pesan yang mampu melintasi jarak yang jauh, misalnya : pamplet, brosur, majalah, radio, televisi, poster dan bahkan disaat kemajuan teknologi yang semakin canggih, penyampaian infiormasi dalam komunikasi massa dapat dilakukan melalui media komputer maupun internet yang aplikasinya menggunakan jaringan telepon serta satelit.


Menurut Bittner, komunikasi massa adalah pesan yang dikomunikasikan melalui media massa kepada sejumlah orang (Jalaluddin, 1994: 188). Televisi sebagai media komunikasi massa membawa pengaruh dan mengakibatkan perubahan pada audiencenya berupa perubahan sikap dan prilaku.

Menuru Gebner pengertian komunikasi massa yang lebih rinci dikemukakan oleh ahli komunikasi yang lain, yaitu Gebner. Menurut Gerbner (1967) Komunikasi massa adalah produksi dan distribusi yang berlandaskan teknologi lembaga dari arus pesan yang kontinyu serta paling luas dimiliki orang dalam masyarakat indonesia (rakhmat, seperti yang dikutip Komala, dalam Karnilah, dkk.1999).

Menurut Bittner pengertian komunikasi massa yang paling sederhana dikemukakan oleh Bittner (Rakhmat,seperti yang disitir Komala, dalam karnilh, dkk.1999), yakni: komunikasi massa adalah pesan yang dikomunikasikan melalui media massa pada sejumlah besar orang (mass communication is messages communicated through a mass medium to a large number of people).

Menurut Meletzke komunikasi massa diartikan sebagai setiap bentuk komunikasi yang menyampaikan pernyataan secara terbuka melalui media penyebaran teknis secaratidak langsung dan satu arah pada publik yang tersebar (Rakhmat seperti yang dikutip dalam Komala, dalam Karlinah. 1999).

Dan dalam ensiklopedia internasional disebutkan tentang komunikasi massa, yaitu:
“Mass Communication is process by which a message is transmitted through one more of the mass media (Newspaper, radio, television, movies, magazines and books)”. Komunikasi massa adalah proses penyebaran pesan melalui media massa (surat kabar, radio, televisi, film, majalah dan buku-buku) (Onong, 1994: 6).

Berdasarkan hal tersebut dapat dilihat bahwa dalam ilmu komunikasi, komunikasi massa adalah komunikasi yang dilancarkan oleh komunikator (penyiar, presenter, reporter, wartawan, sutradara) melalui media massa (surat kabar, radio, televisi, film, majalah dan buku) yang diterima secara serempak oleh khalayak sasaran dan tujuan menimbulkan efek tertentu kepadanya (komunikan).

Demikian pengertian komunikasi massa yang bisa anda pelajari, penjelasan komunikasi massa sebenarnya pada aertikel sebelumnya juga ada dijelaskan, namun lebih ke penjelasan komunikasi massa atau media massa. Semoga bermanfaat dan berguna untuk pengunjung setia Irman fsp dalam rangka mencari referensi untuk materi ilmu komunikasi.