Showing posts with label komunikasi politik. Show all posts
Showing posts with label komunikasi politik. Show all posts

Monday, 11 March 2019

Berpolitik Itu Mencari Kawan Bukan Lawan

Dalam musim politik, banyak sekali kawan beda pandangan politik. Namun, terkadang di musim ini juga persaudaraan bisa retak dikarenakan beda pilihan. Padahal, tidak perlu bermusuhan hanya gara gara beda pandangan, karena lawan itu tanpa dicari sudah tentu ada. Banyangkan saja, satu desa kadang terdapat 5 tim bahkan bisa lebih dari itu.

Kalau berpolitik mencari lawan, percayalah kamu akan kalah sebelum berperang. Mengapa demikian? Karena, kamu akan dikecam sebagai musuh besar bersama. Namun, coba dalam berpolitik kita mencari kawan sebagai relasi guna untuk membangun politik yang sehat. Dengan demikian, cara tersebut akan sangat menghasilkan di hari penentuan.

Mencari kawan bukan lawan selama musim politik

Lawan tidak perlu dicari, karena semua tim yang berbeda partai tentu akan menjadi lawan. Namun bagaimana cara masing masing, walaupun beda pandangan serta partai politik mampu meragkul lawan menjadi kawan. Ini yang akan kita apresiasikan untuk tim yang bisa membangun relasi yang baik selama musim politik.

Ingat, musim politik ini hanya sebentar dan tidak lama lagi pesta demokrasi ini akan berakhir. Nah, setelah apa yang tim perjuangkan berhasil, apa yang bisa kamu lakukan untuk tim dan juga orang banyak? Duduk diam, melihat perkembangan, atau berakhir disitu saja? Nah, ini yang sungguh disayangkan bila kamu sebagai tim dan juga pendukung pada salah satu caleg tersebut menang, namun tidak ada kemampuan untuk merangkul kembali tim guna untuk merencanakan misi kedepan.

Disini kadang banyak terjadi perpecahan setelah membentuk tim sebagai pendukung pada salah satu caleg di musim politik. Namun, setelah berhasil pecah karena tidak ada kemampuan untuk merangkaul anggota tim dan juga simpatisan yang telah kita ajak untuk bersama sama memenangkan caleg itu sendiri.

Baca Juga: Membangun Politik Cerdas Demi Kemajuan Bangsa

Merubah Lawan Menjadi Kawan
Tidak perlu melakukan kampanye hitam kepada lawan politik. Hal ini tentu sangat bertentangan dengan peraturan yang berlaku. Namun, cukup membangun komunikasi yang baik dan juga sering mengajak bersama untuk melakukan hal hal positif. Sering menampakkan sesuatu yang baik kepada lawan politik sebelum menjadi kawan politik.

Selama kamu sering berbuat baik kepada orang banyak, maka secara tidak langsung lawan politik akan merasa itu yang terbaik untuk orang banyak. Nah, disitu kadang lawan politik juga tanpa sadar akan terbawa arus dengan cara cara yang baik membangun hubungan baik dengan sesama lawan politik.

Jadi dengan demikian, mereka juga akan merasakan selama beda pandangan politik ia juga tidak ada kemempuan untuk melakukan hal itu. Nah, disinilah sedikit demi sedikit lawan akan menjadi kawan. Paling tidak dia tidak akan mempengaruhi bila politik yang kita bangun ia juga merasakan dampak positif untuk orang banyak.

Sunday, 3 March 2019

Manfaat Nyata Untuk Desa Adanya Pertemuan Politik

Terlepas apa tujuan dari masing masing tim dalam berpolitik. Namun, selaku warga yang baik tentu harus mampu membangun politik yang cerdas. Banyak sekali manfaat yang dapat kita temui dalam berpolitik, mulai dari mengenal berbagai karakter individu, hingga dapat menambahkan relasi baru. Lalu bagaimana kita dapat memberikan manfaat nyata untuk desa selama ada pertemuan politik??

Manfaat nyata untuk desa adanya silaturahmi politik

Nah, disinilah hal yang perlu kita lakukan agar selama kita menjadi relasi politik dapat membawa manfaat untuk desa kita sendiri. Selain menjaga hubungan baik antar masyarakat juga bisa memanfaatkan sumber daya yang ada. Misalnya mampu merangkul kelompok seni yang terbina. Kelompok seni yang ada merupakan aset desa yang perlu ditampilkan. Oleh karena itu, dengan adanya pertemuan politik, aset desa yang ada bisa ditampilkan.

Nah, sadar atau tidak. Selama musim politik aset desa yang kita miliki dapat kita manfaatkan melalui pertemuan politik ini. Dengan demikian mereka mendapatkan masukan sesuai ketentuan. Dalam hal ini, secara tidak langsung anda telah membawa manfaat nyata untuk desa sendiri. Jadi, bicara beda pandangan politik tidak harus bermusuhan. Namun, mari berpikir positif agar tujuan dari politik yang kita bangun bisa berdampak positif untuk desa sendiri.

Wednesday, 14 February 2018

Membangun Politik Cerdas Demi Kemajuan Bangsa

Musim pemilu masih jauh, namun terasa dekat. Hal ini dikarenakan tim pendukung calon idamanan masing masing dijadikan topik viral di tiap wilayah. Tidak menyoalkan beda pandangan sisi politik. Namun lebih ke arah pemilih yang bisa memposisikan diri sebagai pemilih cerdas.

Membangun politik cerdas

Lalu bagaimana dengan anda melihat keadaan politik kedepan. Dalam artikel ini saya sebagai admin mengajak anda untuk menjadi pemilih cerdas tanpa mempengaruhi apa lagi melakukan intimidasi. Saya juga sama dengan anda artinya sebagai pemilih yang mampu memberikan satu suara tidak lebih.

Bingung Terlalu Banyak Calon Legislatif 
Sebagai calon tidak ada yang salah, itu telah menjadi hak mereka untuk mencalonkan diri. Apa lagi calon yang dimaksud sudah diusung oleh partai atau masyaratat sebagai pendukung.

Perlu anda ketahui, terkadang banyak juga caleg yang merasa dirinya yang benar bahkan paling pantas maju sebagai caleg. Tanpa menyoalkan kemampuan dan dukungan yang akan didapatkan. Disini lah terkadang melakukan hal hal yang terkadang melanggar kode etik demi mendapatkan dukungan penuh.

Berbicara banyak caleg di sebuah dapil atau di kecamatan masing masing. Hal ini tentu sudah bisa anda nilai diantara semua caleg yang ada. Tentu ada nilai lebih dan juga nilai kurang pada masing masing calon legislatif yang ada bukan.

Bagi anda yang belum mampu menilai kriteria caleg yang tepat untuk dijadikan sebagai calon legislatif sebagai wakil rakyat untuk masing masing dapil atau wilayah. Maka, anda perlu memposisikan diri sebagai pendengar yang baik. Apa sih maksud dari pendengar yang baik?

Baca Juga: Menjaga Hubungan Baik Dengan Lawan Politik

Pendengar yang baik adalah individu yang mampu menelaah apa pun informasi yang disampaikan. Artinya anda tidak menelan mentah mentah terkait penyampaian informasi yang ada. Hal yang paling sering kita dengar pada berbagai calon yakni, "memuji diri sendiri".

Untuk itu, sebagai pemilih cerdas juga perlu memposisikan sebagai pendengar yang baik bukan? Tentu dong, karena tidak semua individu mampu memposisikan diri sebagai pemberi info yang baik. Oleh karenanya kita sebagai pimilih cerdas perlu menjadi pendengar yang baik agar bisa menentukan pilihan yang terbaik pada musim pemilu mendatang.

Membangun Demi Kemajuan
Tidak ada calon yang berorasi didepan khalayak untuk tidak membangun, semua untuk membangun demi lebih maju. Lalu coba perhatikan, apakah itu benar atau salah. Disini saya juga tidak mengatakan siapa benar dan siapa yang salah. Namun, saya lebih ke kontek memilih calon yang layak untuk kemajuan dalam berbagai versi.

Menurut hemat saya, calon legislatif bahkan eksekutif yang layak untuk didukung secara penuh, tentu berlatar belakang pendidikan yang tinggi dan juga berwawasan yang luas. Apa lagi didukung dengan pengalaman baik secara akademis dan juga politis. Ditambah dengan wawasan agama yang mapan dan juga tipe individu yang disegan, tentu dapat memperkuat sebagai calon pemimpin yang layak untuk didukung penuh bukan?

Baca Juga: Politik Itu Kejam Atau?

Kembali ke kontek pilihan saat musim pemilu nantinya. Satu pertanyaan, sudahkah menentukan pilihan sebagai pemimpin masa depan? Apakah sudah termasuk kriteria di atas? Atau hanya sebatas memberi dukungan? Sulit dijawab ya. Harapan tentu dapat menentukan pilihan yang tepat untuk kemajuan serta perkembangan secara pemerataan.

Hitungan Waktu Memberi Suara
Tidak memakan waktu yang lama. Cukup 5 menit sudah menentukan pilihan yang tepat. Nah, disini terkadang banyak yang tidak tepat bahkan mengesampingkan kecerdasan. Ntah karena emosi semata atau jangan jangan.. Namun, 5 menit itu untuk masa 5 tahun ke depan.

Ingat, sebagai pemilih perlu memikirkan generasi yang bisa meneruskan cita cita. Bila anda memposisikan sebagai pemilih cerdas, maka genarasi mendatang tentu akan lebih mudah dan dapat tercapai dengan mudah cita cita mereka. Untuk itu perlu melihat latar belakang caleg yang dipilih sebagai pimpinan rakyak ke depan.

Membangun SDM dan SDA
SDM tentu sangat penting sebagai generasi mendatang. Bayangkan setiap wilayah banyak terdapat SDM namum tidak memiliki kesempatan untuk melanjutkan cita cita mereka. Mengapa? Hal ini tentu sangat berhubungan dengan pilihan anda dimusim pemilu nantinya.

Tidak lepas juga dengan SDA yang ada. Terdapat SDA di tiap wilayah, namun kurang maksimal dimanfaatkan, mengapa? Saya rasa anda juga paham dan mengerti mengapa terkadang banyak SDM dan juga SDA terabaikan dan juga tidak dimanfaatkan dengan maksimal. Maka dari itu, perlu memilih pemimpin yang cerdas dan berkriteria sebagaimana disebut di atas.

Jadi, untuk semua itu tidak hanya perlu calon yang layak dijadikan sebagai pemimpin. Namun, juga diperlukan pemilih cerdas yang tentunya dapat menentukan calon yang layak dijadikan pemimpin untuk masa depan. Jadi jangan sia siakan suara anda pada musim pemilu. Baiknya sebelum memilih, maka tentukan pilihan mu yang layak dan juga amanah.

Demikian artikel ini yang dapat saya uraikan tanpa bermaksud menyamiti apa lagi intimidasi. Saya juga sebagai pemilih yang mampu memerikan satu suara untuk para colon nantinya. Mungkin terdapat kata kata yang salah saya juga memohon maaf. Dan bila ada kata yang layak ditambahkan silahkan meninggalkan komentar anda di bawah ini.

Saturday, 17 December 2016

6 Tips Menjaga Hubungan Baik Dengan Lawan Politik

Irman fsp | Sebelumnya admin sudah berbagi informasi membangun komunikasi politik yang baik dan juga beretika dalam sosialisasi politik. Nah, pada kesempatan ini akan Anda ketahui cara menjaga hubungan baik dengan lawan politik agar tetap harmonis tanpa harus bermusuhan. Mengapa harus demikian? Perlu Anda ketahui, tidak semua lawan politik itu adalah orang orang yang belum pernah Anda kenal. Nyatanya, banyak juga kan kawan Anda sendiri lebih memilih partai yang berlawanan dengan pilihan Anda.

Hal ini wajar terjadi, karena politik itu pilihan. Tidak ada paksaan sedikitpun yang mengharuskan seseorang mendukung pasangan AB dan CD. Maka dari itu, dengan adanya kawan bahkan saudara yang tentunya duluan Anda kenal mereka dengan partai politik, maka harus saling menjaga hubungan yang baik. Namun demikian, tidak sedikit juga yang sudah bermusuhan hanya karena kepentingan politik. Wah, ini parah, seharusnya ia sadar dengan hubungan mereka.

Cara menjalankan komunikasi yang baik dengan lawan politik

Nah, di atas hanya kronologis politik yang berjalan. Akan tetapi dalam artikel ini admin mengajak semua kalangan baik itu yang terlibat dalam partai politik, simpatisan politik dan sebagainya untuk bisa membuka pola pikir yang lebih cerdas agar tahu memilah yang mana lawan politik dan yang mana kawan politik pada sebuah partai politik. Bila lawan politik Anda tidak ada satu orang pun yang Anda kenal, oke lah, namun bagaimana bila lawan politik itu semua Anda kenal bahkan pernah akrap?

Baca Juga: Membangun Komunikasi Politik Yang Baik dan Beretika

Apa lagi pernah bersama sama dimasa dulu, bahkan tinggal sekamar. Secara kebetulan sudah menjadi lawan politik untuk pemilihan umum atau pilihan wakil rakyat. Haruskah bermusuhan, haruskah saling caci maki, dan sebagainya. Kami rasa itu cara orang yang tidak bisa memandang politik dengan cerdas.

Untuk itu, berikut ini ada beberapa gambaran untuk Anda yang memiliki lawan politik sementara ai adalah kawan Anda sendiri yakni di bawah ini:
  1. Membangun komunikasi yang baik
    Tidak mesti dengan relasi bahkan dengan kalangan yang satu tujuan politik dengan kita yang menjadi fokus, melainkan bisa membangun komunikasi yang baik dengan lawan sendiri.
  2. Saling Menjaga
    Selama menjalankan tugas sebagai agen politik, maka harus saling menjaga satu sama lainnya. Artinya tidak saling menjelekkan lawan politik. Selalu fokus pada tujuan walaupun kawan sendiri menjadi lawan.
  3. Berfikir Positif
    Terbuka dan transparan saat membangun hubungan politik dengan masyarakat tanpa harus menyudutkan lawan politik. Selama menjalankan tugas, sebagai agen politik harus berfikir positif.
  4. Menjalankan tujuan masing masing
    Tidak menyoalkan apa yang dilakukan lawan politik, melainkan fokus pada pekerjaan masing masing sebagai agen politik.
  5. Tidak mempengaruhi massa di lingkungan lawan
    Tidak mencari massa bahkan suara pada lingkungan lawan politik. Artinya di dusun bahkan di desa yang mempunyai kawan sebagai lawan politik tidak mempengaruhinya dengan cara cara yang tidak sehat.
  6. Sikap dewasa
    Lawan politik bukan berarti ia musuh kita, melainkan dia belum sepakat bahkan belum sejalan dengan tujuan yang sedang Anda jalani. Sebagai agen politik yang hendak mencari kawan, maka dia tentu akan menjaga sikapnya agar hubungan persahabatan tidak retak.

Terlepas dari lawan politik itu merupakan kawan kita sendiri, bahkan orang yang belum kita kenal, maka untuk menjaga hubungan baik dengan lawan politik harus memiliki sikap dewasa serta berfikir cerdas. Apa lagi lawan politik itu kawan yang dulunya pernah sebantal dengan Anda. Hal ini tentu harus dijaga betul agar hubungan tidak retak hanya gara gara politik semata.

Agar lebih langgeng lagi hubungan dengan lawan politik, maka sesekali juga bisa makan semeja bahkan minum kopi bersama. Dan cara ini juga sering kita lihat di media sosial, yang nyatanya, satu pendukung AB, sementara satunya pendukung CD. Akan tetapi mereka terlihat kompak seakan mereka satu misi dan tujuan. Padahal, mereka beda pandangan, namun bisa semeja.

Cara ini perlu diterapkan untuk Anda yang sejalan dengan tujuan artikel yang kami tuliskan ini. Artinya, walaupun kawan Anda menjadi lawan politik dalam pemilu nantinya, namun Anda juga bisa membangun komunikasi yang baik dengan kawan tersebut, yang nyatanya dia merupakan lawan politik Anda sendiri. Inilah tips yang efektif untuk menjaga hubungan baik dengan lawan politik Anda sendiri.

Monday, 5 December 2016

Membangun Komunikasi Politik Yang Baik dan Beretika

Irman fsp | Komunikasi politik pada dasarnya sudah menjadi pembahasan pada blog irman fsp. Dan artikel ini sudah kami jelaskan baik itu pengertian komunikasi politik, saluran politik, fungsi dan juga tujuan komunikasi politik. Nah, pada artikel kali ini, kami akan membagikan kepada pengunjung setia kami yaitu cara membangun komunikasi politik itu sendiri dengan baik dan beretika. Sedikit kami singgung terkait pengertiannya, komunikasi politik adalah pesan pesan yang melibatkan informasi politik oleh aktor politik itu sendiri.

Berbicara komunikasi politik, tentu sangat berhubungan dengan kekuasaan, suatu kebijakan yang dilakukan oleh pemerintah atau komunikator politik. Hal ini tentu ada tujuan dalam pesan pesan yang disampaikan oleh komunikator atau pimpinan politik dalam sebuah organisasi. Nah, dengan sudah paham apa itu komunikasi politik, maka selanjutnya akan menjadi aplikasi lapangan yang biasa dilakukan oleh komunikator politik yaitu membangun komunikasi politik yang beretika dan baik.

Cara efektif membangun komunikasi politik

Walaupun secara umum tujuannya tepat, artinya pesan yang disampaikan oleh komunikator politik bisa diterima dengan mudah dan paham oleh khalayak. Namun cara itu belum tentu baik dan benar. Hal ini terkait dengan system politik yang berkembang. Artinya berbagai cara dilakukan yang penting pesan politik dari komunikator diterima oleh masyarakat luas.

Untuk itu, apa pun cara yang ditempuh kami bukan menyalahkan atau mengecam yang bahwa itu salah dan benar. Namun demikian, pada artikel kami juga memaparkan cara yang baik membangun komunikasi politik dan beretika menjadi satu pedoman untuk agensi (marketing) politik agar lebih bisa mendalami bagaimana yang dimaksud dengan komunikasi politik yang baik dan benar.

Untuk fungsi komunikasi politik itu dapat Anda baca pada artikel sebelumnya. Karena kami juga sudah membagikannya. Yang menjadi bacaan dalam artikel ini adalah bagaimana cara membangun komunikasi politik yang baik dan benar dengan khalayak ramai, kelompok, bahkan dengan individu itu sendiri yang beretika.

Baca Juga: Bedakan Komunikasi Dengan Komunikasi Politik

Untuk itu, dalam artikel ini irman fsp kembali membagikan cara membangun komunikasi politik yang baik dengan masyarakat luas, organisasi, dan juga individual dapat Anda ketahui di bawah ini:
  1. Efektivitas Komunikasi Politik
  2. Keberadaan Pimpinan Politik Dalam Masyarakat Jelas
  3. Memilih Agen Politik Yang Bisa Menjaga Sikap Politik
  4. Sebagai Organisasi Politik Perlu Mendirikan Sekretariat di Daerah Sebagai Pusat Layanan Publik
  5. Perlu Merekrut Tenaga Profesional Yang Mampu Meningkatkan Kinerja Politik

Tujuan dan penjelasan
Perlu Anda ketahui, peran komunikasi politik yang dibangun oleh parpol sebagai organisasi politik perlu diupayakan keefektivan dalam langkah langkah yang konkrit. Artinya komunikasi yang efektif perlu diterapkan selain dalam organisasi politik juga dapat diaplikasikan ke daerah dimana daerah tersebut menjadi prioritas pemilihan wakil rakyat bahkan wilayah kabupaten/kota.

Secara etika politik juga perlu kesadaran baik dari organisasi politik maupun wakil rakyat, serta elit politik untuk dapat membangun komunikasi politik yang baik, serta benar benar adanya keinginan kuat untuk menyerap aspirasi masyarakat. Dengan demikian, hubungan organisasi politik ini bisa terjaga dengan baik dan efektif.

Sebagai pimpinan politik juga perlu adanya ditengah tengah masyarakat tidak hanya pada saat membutuhkan masyarakat, melainkan pada sisi lainnya sebagai pimpinan juga harus bisa meluangkan waktu dan ada di tengah tengah masyarakat. Banyak yang berkembang isu, calon yang diusung oleh salah satu organisasi politik hanya bisa berada di tengah masyarakat ketika mereka perlu. Dan sesudah selesainya pemilihan hilang bagai ditelan angin.

Untuk membangun komunikasi politik yang baik dan juga beretika perlu mendidik dan menjelaskan kepada agen agen politik sebagai komunikator politik untuk menjalankan tugas organisasi politik. Hal ini juga sangat berpengruh pada sebuah organisasi politi terkait citra partai. Untuk itu, perlu adanya ciri ciri individu yang mampu membangun komunikasi politik dengan kalangan masyarakat, organisasi bahkan dengan individu lainnya.

Baca Juga: Unsur unsur Komunikasi Politik

Untuk itu, hal ini perlu adanya rekrutmen orang orang yang bisa menjalankan tugas politik secara baik dan benar dengan memberikan peluang untuk orang orang professional dalam organisasi politik dengan cara menarik mereka untuk bisa bekerja sebagai agen politik. Terlepas dari bagaimana kebijakan sebuah organisasi politik, untuk meningkatnya kinerja politik yang baik, maka perlu adanya individu yang mampu menjalankan tugas politik baik itu dari kalangan bawah menengah, dan juga untuk kalangan atas.

Yang terakhir adalah perlu adanya posko, sekretariat, atau kantor untuk perwilayah sebagai pusat pelayanan. Hal ini sangat penting agar masyarakat dapat berpartisipasi serta sebagai agen politik pun bisa dengan mudah merangkul masyarakat untuk bisa berpartisipasi dengan organisasi politik yang ada.

Hal yang terpenting adalah, sebagai komunikator politik mampu membangun komunikasi yang efektif dengan kalangan yang menjadi target. Arinya, komunikator selain mampu menjaga hubungan baik dengan relasi, juga bisa meningkatkat komitmen politiknya dengan relasi yang ada. Dengan demikian komunikasi politik akan berjalan lancar sebagaimana diharapkan.

Sunday, 4 December 2016

Pengertian dan Penjelasan Komunikator Politik

Irman fsp | Informasi yang disampaikan oleh individu atau kelompok yang ada tujuannya untuk kepentingan suatu organisasi dapat disebut komunikator politik. Pesan (informasi) ini biasanya ada hubungan bahkan kaitannya dengan kekuasaan pemerintah, kebijakan pemerintah, kewenangan, serta aturan pemerintahan yang bertujuan untuk mempengaruhi masyarakat ramai baik itu melalui pesan verbal maupun non verbal. Sebagai contoh komunikator politik adalah orang bahkan kelompok yang menyampaikan suatu informasi politik kepada publik, baik itu secara langsung maupun menggunakan media massa.

Individu atau orang yang mampu mempengaruhi khalayak atau masyarakat ramai, biasanya dalam suatu organisasi sangatlah penting. Bahkan bagi pimpinan organisasi tentu akan menyiapkan sosok individu yang akan diposisikan sebagai komunikator yang mampu memberikan informasi kepada khalayak serta dapat mempengaruhinya. Dengan demikian, tujuan suatu organisasi politik dapat berkembang serta cepat dan dikenal oleh khalayak. Hal ini merupakan salah satu tugas komunikator politik.

Penjelasan komunikator politik dan contohnya

Komunikator juga merupakan pihak yang menggunakan media massa dengan teknologi modern yang bertujuan untuk menyebarluaskan suatu informasi yang dapat ditangkap dengan cepat oleh publik. Komunikator politik ini juga bisa berperan sebagai penyampaian informasi secara langsung terhadap publik serta bisa menggunakan alat media massa dengan tujuannya adalah menyebarkan informasi, pemahaman, wawasan, serta solusi kepada masyarakat luas tanpa diketahui keberadaannya.

Secara identitas individu sebagai komunikator politik ini jelas. Artinya ia terdaftar dan bekerja untuk sebuah organisasi politik. Ia pun dibayar dan tugasnya khusus untuk mempengaruhi massa agar suatu yang Ia targetkan bisa berhasil. Sebagai contoh dapat Anda ketahui seperti timses atau tim pemenangan suatu pasangan calon kandidat partai politik. Sebagai komunikator politik, tentu ia akan bekerja semaksimal mungkin agar pasangan yang ai promosikan terpilih dan menang dalam pemilihan umum (Pemilu).

Baca Juga: Ciri ciri Agen Politik Yang Bisa Merusak Citra Partai

Adapun enam (6) aspek komunikator sebagai pemimpin politik yakni sebagai berikut:
  1. Karakteristik kepemimpinan politik
  2. Komunikor dalam kepemimpinan politik
  3. Ikatan komunikasi antar kepemimpinan politik
  4. Citra rakyat sebagai komunikator dalam kepemimpinan politik
  5. Karakteristik sosial dalam kepemimpinan politik
  6. Pemilihan pemimpin politik

Menurut Nimmo (1989) mengklasifikasikan ada tiga (3) komunikator utama dalam politik yakni sebagai berikut:
  1. Politikus.
    Merupakan seseorang yang terlibat dalam politik, dan kadang juga termasuk para ahli politik. Politikus juga termasuk figur politik yang ikut serta dalam pemerintahan atau orang orang yang memegang jabatan pada pemerintah, baik itu jabatan dipilih, ditunjuk atau karir politik. Sebagai contoh ia adalah pejabat eksekutif, legislative, atau yudikatif.
  2. Profesional.
    Merupakan individu yang menjalankan tugas sebagai komunikator atau dengan keahlian mereka bisa mencari rezeki. Sebagai contoh mereka adalah jurnalis yang merupakan karyawan pada perusahaan berita dan juga promotor yang merupakan individu dibayar untuk mengajukan kepentingan langganan tertentu. Seperti agen publisitan tokoh masyarakat, personil hubungan masyarakat dengan suatu organisasi atau pemerintah.
  3. Aktivis.
    Merupakan sebagai komunikator politik utama yang bertindak sebagai saluran organisasi bahkan individual. Sebagai aktivis cukup terlibat baik dalam politik dan semiprofesional dalam komunikasi politik. Mewakili tuntutan keanggotaan pada suatu organisasi, serta melaporkan keputusan dan juga kebijakan pemerintah kepada anggota sebuah organisasi.

Demikian pengertian komunikator politik beserta penjelasan singkat dari irman fsp pada artikel kali ini. Semoga dengan adanya informasi komunikasi politik dapat memberi pemahaman untuk pengunjung setia kami. Dan untuk mengetahui materi lainnya dapat Anda baca diartikel lainnya yang ada pada blog irman fsp ini, terima kasih.

Tuesday, 1 November 2016

Ciri Ciri Agen Sosialisasi Yang Bisa Merusakkan Citra Partai

Irman fsp | Hello sahabat pengunjung setia, dimanapun Anda berada kami mengucapkan banyak terima kasih terhadap kontribusi yang sudah Anda berikan ke irman fsp. Apa kontribusinya? Yaitu senantiasa dan selalu betah berada pada blog sederhana ini. Untuk itu, kami pun semangat dalam berbagi informasi terbaru dan terupdate.

Dalam artikel ini tentu kami paparkan informasi yang sedang hangat ciri ciri agen sosialisasi politik yang bisa merusak nama partai. Mengapa artikel ini hangat kita perbincangkan? Kita tahu Indonesia akan menghadapi pemilihan umum secara serentak pada tahun 2017 mendatang. Untuk itulah kami rasa informasi ini penting Anda ketahui, apa lagi untuk partai besar yang tentunya tidak mau citra partainya rusak.

Tipe agen sosialisasi politik perusak nama partai politik
Poto: https://sihalohoisme.files.wordpress.com

Harus Anda ketahui, bahwa membangun citra partai tidak semudah menelan air liur. Hal ini tentu membutuhkan proses beserta kerja keras agar partai yang sedang dibangun dikenal oleh khalayak secara baik. Selanjutnya, bila nama partai sudah dikenal oleh masyarakat luas dan sangat melekat dalam benak masyarakat, tentu harus dijaga bukan.

Maka dari itulah, penting kami sampaikan melalui media sosial ini agar nama partai atau citra partai tidak rusak hanya karena oknum agen sosialisasi politik yang kurang profesional. Setujukah Anda citra partai mudah rusak hanya karena dengan arogansi oknum agen agen sosialisasi politik tersebut? Kami rasa setuju aja ya.

Baca Juga: Bedakan Komunikasi Dengan Komunikasi politik

Bila Anda sepakat dengan apa yang disampaikan di atas, terkait oknum agen politik yang bisa merusak nama bahkan citra partai. Maka mari kita simak ciri ciri agen politik yang bisa merusak nama partai yakni sebagai berikut:
  1. Agen politik sombong dan angkuh.
    Sikap yang beginian tentu tidak akan sukses dalam menjalankan tugas politiknya dalam merangkul masa. Apa lagi dengan tingkah sombong dan keangkuhannya bisa membuat nama partai rusak. Tipe agen politik yang sombong dan angkuh tidak akan pernah bisa bersatu dengan masyarakat, hal ini tentu bisa kita lihat di lapangan oknum agen politik yang miliki gaya demikian.
  2. Agen politik tidak bisa bermasyarakat.
    Agen yang tidak bisa bersahabat dengan kalangan masyarakat tentu akan sangat susah saat melakukan kegiatan politik. Salah satunya saat melakukan kampanye politik, hal ini sangat sulit sekali dalam menyampaikan informasi politik.
  3. Agen politik egois.
    Agar politik yang miliki tipe egois juga demikian. Karena hanya penyampaian informasi dari agen saja yang diterima, sementara dari kalangan masyarakat tidak ditanggapi. Apa lagi dengan sifat egoisnya yang tinggi, hal ini tentu akan berdampak buruk pada citra partai politik.
  4. Agen politik lebih mementingkan kepentingan.
    Selanjutnya tentu pernah kita dapatkan terkait dengan kepentingan agen politik saja. Tipe yang beginian biasanya mau berdiskusi atau berinteraksi dengan masyarakat saat ada kepentingan saja. Lebih dari itu akan menghilang seakan tidak ada keperluan lagi dengan masyarakat.
  5. Agen politik tidak paham politik.
    Terakhir adalah agen politik yang tidak paham dengan politik. Ini sungguh lucu sekali ya, bagaimana tidak, agen politik yang melakukan kegiatan politik namun kurang bahkan tidak paham yang dilakukannya. Apalagi tujuan politik kedepan, bila ini terjadi maka sudah dapat dipastikan nama serta citra partai akan tenggelam.

Perlu kita pahami secara seksama, akan sangat kacau bila pimpinan partai politik kurang jeli dalam memberikan suatu tugas saat menjalankan aktivitas politik. Apalagi sudah dia ketahui, namun tetap mempertahankannya sebab sudah terlanjur dekat atau ada jaringan saudara. Hello bos, ini politik bukan permainan.

Untuk itu, sebagai ketua atau pimpinan partai perlu mengkaji kembali, mungkin selama ini partai yang sedang Anda pimpin sangat jelek di mata masyarakat. Kita sadar partai tidak salah dan tidak akan pernah salah, hanya oknum yang menjalankan aktivitas partai yang bisa menyebabkan citra partai rusak bahkan sangat sensi di mata khalayak.