Tampilkan postingan dengan label komunikasi publik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label komunikasi publik. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 20 Mei 2017

Tujuan dan Bentuk Komunikasi Pemasaran

Irman fsp | Komunikasi pemasaran (marketing communication) merupakan proses dimana komunikasi yang dilakukan oleh komunikator dengan komunikan baik itu secara langsung maupun tidak langsung guna untuk memperkenalkan suatu produk atau merek yang diperdagangkan oleh perusahaan. Komunikasi pemasaran ini juga sering dilakukan oleh agen atau sering disebut dengan marketing atau sales.

Komunikasi pemasaran juga dapat dikatakan suatu kegiatan komunikasi yang dilakukan oleh pembeli dan penjual dan merupakan kegiatan yang membantu dalam pengambilan keputusan di bidang pemasaran serta mengarahkan pertukaran agar lebih memuaskan dengan cara menyadarkan semua pihak untuk berbuat lebih baik.

Komunikasi pemasaran adalah aspek penting dalam keseluruhan misi pemasaran serta penentu suksesnya pemasaran. Komunikasi pemasaran dapat dipahami dengan menguraikan dua unsur pokoknya yaitu komunikasi dan pemasaran, komunikasi adalah proses dimana pemikiran dan pemahaman disampaikan antar individu, atau antar organisasi dengan individu.

Tujuan dan Bentuk Komunikasi pemasaran

Pemasaran adalah sekumpulan kegiatan dimana perusahaan dan organisasi lainnya mentranfer nilai nilai (pertukaran) antara mereka dengan pelanggannya. Sedangkan komunikasi pemasaran mempresentasikan gabungan semua unsur dalam bauran pemasaran merek yang memfasilitasi terjadinya pertukaran dengan menciptakan suatu arti yang disebarluaskan kepada pelanggan atau kliennya.

Tujuan Komunikasi Pemasaran
Tujuan dari komunikasi pemasaran adalah Menyebarkan informasi dari suatu produk, Mempengaruhi untuk melakukan pembelian atau menarik konsuman pesaing untuk beralih merk (Komunikasi persuasif), Mengingatkan audien untuk melakukan pembelian ulang (Komunikasi mengingatkan kembali).

Secara garis besar, tujuan dari komunikasi pemasaran ini sudah sangat jelas. Artinya bisa memperoleh keuntugan (profit) dari proses pemasaran itu sendiri. Namun tujuan lain dari komunikasi pemasaran juga dapat anda ketahui di bawah ini:
  1. Informasi.
    Memberikan informasi melalui media yang tersedia kepada khalayak,  sehingga khlayak mengetahui. Contoh iklan-iklan di media massa, baik media televisi, media cetak seperti koran maupun media baru seperti facebook, twitter, hingga media outdoor seperi baliho, dan poster, kesemua iklan tersebut pada intinya memberikan informasi kepada khalayak atau pun konsumen.
  2. Persuasi (mempengaruhi).
    Setelah tujuan komunikasi pemasaran itu sebagai informasi namun ternyata pesan yang di sampaikan melalui iklan tersebut sifatnya mempengaruhi atau pun Mengajak khalayak untuk membeli, produk yang di iklankan tersebut. Seperti contoh dalam iklan
  3. Menjaga Kesetiaan.
    Tujuan dari komunikasi pemasaran disini yaitu, menjaga kesetiaan, dalam artian produk yang kita tawarkan betul-betul berkualitas, dan menjaga kualitas produk yang kita pasarkan, artinya setelah produk kita diminati banyak orang lantas kita mengurangi, item-item yang penting dalam produk, sehingga mengurangi kualitas sehingga konsumen tidak lagi tertarik terhadap produk kita.

Seluruh usaha komunikasi pemasaran diarahkan kepada pencapaian satu atau lebih tujuan. Adapun menurut Terence A. Shimp (2003: 160) terkait dengan tujuan dari komunikasi pemasaran antara lain sebagai berikut:
  1. Membangkitkan keinginan terhadap kategori produk.
    Pada akhirnya, setiap organisasi pemasaran bertujuan untuk meraih konsumen agar memilih produknya dan bukan produk pesaingnya.
  2. Menciptakan kesadaran akan merek.
    Setelah keinginan akan suatu kategori produk tercipta, para pemasar bersaing satu sama lain untuk mendapatkan bagian dari jumlah total pengeluaran konsumen, setiap pemasar berusaha menciptakan permintaan sekunder untuk merek tertentu mereka.
  3. Mendorong sikap positif dan mempengaruhi niat membeli.
    Setiap pemasaran perlu mengarahkan usaha mereka pada penciptaan kesadaran akan merek dan mempengaruhi sikap serta niat positif akan merek.
  4. Memfasilitasi Pembelian.
    Iklan yang efektif, dispay yang menarik di dalam toko, serta variabel pemasaran lainnya berfungsi untuk memfasilitasi pembelian dan memberikan solusi atas persoalan yang ditimbulkan oleh variabel bauran pemasaran non promosi (produk, harga, dan distribusi).

Bentuk Komunikasi Pemasaran
Komunikasi pemasaran meliputi tiga tujuan utama, yaitu untuk menyebarkan informasi (komunikasi informatif), mempengaruhi untuk melakukan pembelian atau menarik konsumen (komunikasi persuasif), dan mengingatkan khalayak untuk melakukan pembelian ulang (komunikasi mengingatkan kembali). Selain memiliki tujuan, maka anda juga perlu mengetahui bentuk komunikasi pemasaran sebagaimana yang di jelaskan di bawah ini.

Baca Juga: Pemasaran dan Perilaku Konsumen

Adapu menurut Terence A. Shimp (2003) terkait dengan bentuk utama dari komunikasi pemasaran antara lain sebagai berikut:
  1. Penjualan perorangan (personal selling).
    Personal selling adalah bentuk komunikasi pemasaran antar individu dimana tenaga penjual/ wiraniaga menginformasikan, mendidik dan melakukan persuasi kepada calon pembeli untuk membeli produk/ jasa perusahaan. Usaha penjualan ini disederhanakan dengan memberikan diskon perkenalan kepada pengecer dan meyakinkan mereka melalui iklan, pemberian contoh produk secara cuma-cuma dan kupon yang dapat mendongkrak penjualan.
  2. Periklanan (advertising).
    Iklan merupakan komunikasi massa melalui surat kabar, majalah, radio, televisi dan media lain (billboard, internet, dan sebagainya), atau komunikasi langsung yang didesain khusus untuk pelanggan antar bisnis (business-to-business) maupun pemakai akhir. Kedua bentuk komunikasi ini dibiayai oleh sponsor tertentu (si pengiklan), tetapi dikategorikan sebagai komunikasi massa (non personal) karena perusahaan sponsor tersebut secara simultan berkomunikasi dengan penerima pesan yang beraneka ragam, bukan kepada individu tertentu/ personal atau kelompok kecil. Iklan langsung (direct advertising), biasa disebut pemasaran berdasarkan data base marketing, telah mengalami pertumbuhan pesat akibat efektifitas komunikasi yang terarah serta teknologi komputer yang memungkinkan hal itu terjadi.
  3. Promosi penjualan (sales promotional).
    Promosi penjualan terdiri dari semua kegiatan pemasaran yang mencoba merangsang terjadinya pembelian dalam waktu yang singkat. Promosi penjualan yang berorientasi perdagangan memberikan berbagai jenis bonus untuk meningkatkan respon dari pedagang besar dan pengecer. Promosi penjualan berorientasi konsumen menggunakan kupon, kontes/ undian, potongan harga setelah pembelian dan lain-lain.
  4. Pemasaran sponsorship (sponsorship marketing).
    Pemasaran sponsorship adalah aplikasi dalam mempromosikan perusahaan dan merek mereka dengan mengasosiasikan perusahaan atau salah satu dari merek dengan kegiatan tertentu.
  5. Publisitas (publicity).
    Publisitas biasanya dilakukan dalam bentuk berita atau komentar editorial mengenai produk atau jasa dari perusahaan. Bentuk-bentuk ini dimuat dalam media cetak atau televisi secara gratis karena perwakilan media menganggap informasi tersebut penting dan layak disampaikan kepada khalayak mereka. Dengan demikian publisitas tidak dibiayai oleh perusahaan yang mendapatkan manfaatnya.
  6. Komunikasi di tempat pembelian (point-of-purchase communication).
    Komunikasi di tempat pembelian melibatkan peraga, poster, tanda dan berbagai materi lain yang didesain untuk mempengaruhi keputusan untuk membeli di tempat pembelian. Secara ringkas manajer komunikasi pemasaran mempunyai berbagai alat komunikasi yang dapat mereka gunakan. Pentingnya alat-alat ini dan aplikasinya secara spesifik tergantung kepada situasi yang harus dihadapi suatu perusahaan dalam suatu perusahaan.

Demikian tujuan dan bentuk bentuk komunikasi pemasaran yang dapat kami paparkan melalui blog Irman fsp. Semoga dengan adanya materi komunikasi pemasaran kali ini menjadi referensi untuk pengunjung nusantara sebagai informasi guna dapat memudahkan dalam penyajian informasi.

Sabtu, 29 April 2017

Tujuan dan Unsur Unsur Komunikasi Bisnis

Irman fsp | Secara umum "komunikasi bisnis" merupakan pertukaran gagasan, informasi, pendapat, serta instruksi yang mempunyai tujuan tertentu yang disajikan secara personal atau impersonal melalui simbol simbol atau berupa sinyal sinyal. Menurut pendapat ahli yakni, Wayne Murlyn Batty dan Willam C.H. Imstreet dalam buku "Business Communication; Principles and Method", Komunikasi bisnis adalah komunikasi yang dilaksanakan dalam dunia bisnis yang meliputi berbagai bentuk komunikasi baik itu komunikasi verbal maupun komunikasi non verbal.

Kegiatan yang dilakukan oleh komunikator bisnis seperti "marketing", itu merupakan kegiatan pemasaran yang tentunya terjadi komunikasi pemasaran guna untuk memasarkan suatu produk bisnis. Sebagai komunikator dalam hal memasarkan atau melakukan penjualan, maka sangat diperlukan untuk memahami yang dimaksud dengan komunikasi yang baik dan efektif. Tujuannya adalah sebagai marketing (komunikator bisnis) dapat memberikan ketertarikan terkait dengan tujuan bisnis perusahaan.

Penjelasan komunikasi bisnis

Adapun beberapa hal efektivitas komunikasi bisnis yang dapat anda ketahui yakni sebagai berikut:
  1. Persepsi.
    Sebagai komunikator harus bisa memprediksi apakah pesan yang disampaikan itu bisa diterima oleh komunikan.
  2. Ketepatan.
    Sebagai komunikan diperlukan kerangka berpikir. Tujuannya adalah komunikasi yang terjadi tepat sasaran. Hal ini, sebagai komunikator perlu untuk mengapresiasikan sesuatu yang ingin disampaikan agar, komunikan bisa lebih memahami.
  3. Kredibilitas.
    Dalam berkomunikasi, sebagai komunikator diperlukan sebuah keyakinan dan bisa menyakinkan pada komunikan supaya dapat melahirkan sebuah kepercayaan antara keduabelah pihak antara komunikator dan komunikan.
  4. Pengendalian.
    Nah, dalam proses komunikasi, tentu komunikan akan terjadi sebuah reaksi atau disebut dengan umpan balik terkait dengan pesan yang disampaikan. Tugas komunikator harus bisa mengontrol atau mengandalikan agar kesepakatan dari tujuan komunikasi tidak melenceng.
  5. Kecocokan.
    Sebagai komunikator dalam pencapaian bisnis, tentu tidak hanya fokus pada pemasaran. Artinya, hanya berhubungan selama menjalin kmunikasi bisnis semata, melainkan dapat menjaga hubungan baik dan menyenangkan dengan komunikan itu sendiri.

Baca Juga: 7 Prinsip Dasar Komunikasi Bisnis

Tujuan Komunikasi Bisnis
Secara umum, terdapat 3 tujuan komunikasi bisnis yang menjadi bahasan Irman fsp. Tujuan tersebut meliputi yakni, memberi informasi (Informing) persuasi (persuading) dan melakukan kolaborasi, (collaborating).

Berikut informasi persembahan Irman fsp terkait dengan tujuan komunikasi bisnis yakni di bawah ini:
  1. Informing (menginformasikan).
    Dalam hal ini memberikan informasi yang berkaitan dengan dunia bisnis bagi pihak lain, misalnya seorang pemimpin perusahaan ingin mendapatkan pegawai atau karyawan yang diharapkan, maka ia memasang iklan melalui media massa, menggunakan websitus atau media sosial via internet. Tiap-tiap media memiliki kelebihan dan kekurangan dilihat dari jangkauan dan biayanya, untuk itu harus memilih media mana yang akan dipilih sesuai kebijakan perusahaan dan kemampuan internal perusahaan tersebut. 
  2. Persuading (melakukan persuasi).
    Tujuan komunikasi bisnis yang kedua adalah melakukan atau memberikan persuasi kepada pihak lain agar yang disampaikan dapat dipahami dengan baik dan benar, hal ini sering dilakukan terutama yang berhubungan dengan penegasan konfirmasi pesanan pelanggan atau negoisasi, agar masing-masing pihak mendapatkan manfaat secara tanpa ada yang dirugikan. 
  3. Collaborating (berkolaborasi).
    Tujuan komunikasi bisnis yang ketiga ini adalah melakukan kolaborasi atau kerja sama bisnis dengan orang lain. Dengan terciptanya jalinan komunikasi bisnis tersebut kerja sama bisnis dapat dengan mudah dilakukan. Pesatnya kemajuan teknologi komunikasi saat ini, tiap orang dapat menggunakan berbagai media telekomunikasi seperti telpon, faksimile, internet, e-mail, dan teleconference. Teknologi komunikasi tersebut amat penting untuk mempererat kerja sama bisnis.

Selain itu, tujuan komunikasi bisnis dapat dibagi menjadi tujuan umum dan tujuan khusus. Berikut informasi yang dapat anda ketahui:
  • Tujuan umum komunikasi bisnis yakni mendukung tujuan bisnis agar lebih efektif dan efisien dalam rangka memperbaiki pengelolaan bisnis.
  • Tujuan khusus komunikasi bisnis yakni menciptakan interaksi atau hubungan dalam perusahaan, hubungan antara perusahaan dengan konsumen, perusahaan dengan lembaga pemerintah, sesama dunia usaha, serta dengan lingkungan sehingga tercipta hubungan harmonis yang akan makin meningkatnya pertumbuhan bisnis.

Unsur unsur komunikasi bisnis
Komunikasi bisnis melibatkan pertukaran informasi yang terus-menerus. Lebih banyak bisnis diperluas, lebih besar tekanannya pada bisnis tersebut untuk menemukan cara komunikasi yang lebih efektif – bersama para pekerja dan dengan dunia di luar. Dengan demikian, bisnis dan komunikasi berjalan bergandengan tangan.

Dalam komunikasi bisnis terdapat enam (6) unsur pokok, yakni sebagai berikut:
  1. Memiliki tujuan, artinya komunikasi bisnis harus memiliki tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya sejalan dengan tujuan organisasi.
  2. Pertukaran, dalam hal ini melibatkan paling tidak dua orang atau lebih yakni komunikator dan komunikan.
  3. Gagasan, opini, informasi, dan instruksi, merupakan isi dari pesan yang bentuknya beragam tergantung tujuan, situasi, dan kondisinya.
  4. Menggunakan saluran personal atau impersonal yang mungkin bersifat tatap muka. Menggunakan media tertentu atau melalui media yang menjangkau jutaan orang secara bersamaan.
  5. Menggunakan simbol atau sinyal yang merupakan alat atau metode yang dapat dimengerti atau dipahami oleh penerima untuk menyampaikan pesan.
  6. Pencapaian tujuan organisasi: salah satu karakteristik yang membedakan organisasi atau lembaga formal dari informasi adalah adanya tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya oleh manajemen.

Demikian penjelasan terkait dengan komunikasi bisnis. Dalam artikel di atas sudah kami uraikan tujuan dari komunikasi bisnis serta unsur unsur dari komunikasi bisnis itu sendiri. Harapan, dengan adanya penjelasan di atas mendapatkan sumber referensi untuk pengunjung setia blog Irman fsp.

Kamis, 13 April 2017

Tugus Pokok Public Relation atau PR

Irman fsp | Public relation (PR) merupakan interaksi serta menciptakan opini publik sebagai input yang menguntungkan untuk kedua belah pihak, dan juga merupakan profesi yang profesional dalam bidangnya, karena merupakan faktor yang sangat penting dalam pencapaian tujuan organisasi dengan tepat dan juga secara terus menerus karena public relation merupakan kelangsungan hidup organisasi yang bersangkutan (Maria, 2002). Ini merupakan sebuah pengertian Public Relation yang disampaikan oleh para ahli. Namun, pada kesempatan ini Irman fsp hanya menjelaskan sekilas terkait dengan tugas pokok public relation atau humas dalam sebuah perusahaan.

Tanggung jawab seorang public relation

Dalam buku dasar-dasar public relation (Wilcox dan Cameron, 2006) juga mengemukakan bahwa “Public relations is a management function, of a continuing and planned character, through which public and private organizations and institutions seek to win and retain the understanding, sympathy, and support of those with whom there are or maybe concerned by evaluating public opinion about themselves, in order to correlate, as far as possible their own policies and procedures, to achieve by planned and widespread information more productive corporation and more efficient fulfillment of their common interests”.

Beberapa konsep Public Relations tersebut mengarahkan pada tugas-tugas  PR yang cukup signifikan dalam sebuah organisasi. Berkaitan dengan hal tersebut, Rumanti (2005: 39) mengelompokkan tugas Public Relations menjadi lima bagian yakni di bawah ini:
  1. Menyelenggarakan dan bertanggungjawab atas penyampaian informasi secara lisan, tertulis, melalui gambar (visual) kepada publik, supaya publik mempunyai pengertian yang benar tentang organisasi atau perusahaan, tujuan, serta kegiatan yang dilakukan.
  2. Memonitor, merekam, dan mengevaluasi tanggapan serta pendapat umum atau masyarakat. Di samping itu, menjalankan dan bertanggungjawab terhadap kehidupan kita bersama dengan lingkungan.
  3. Memperbaiki citra organisasi. Bagi Public Relations, menyadari citra yang baik tidak hanya terletak pada bentuk gedung, presentasi, publikasi, dan seterusnya, tetapi terletak pada:
    (a). Bagaimana organisasi bisa mencerminkan organisasi yang dipercayai, memiliki kekuatan, mengadakan perkembangan secara berkesinambungan yang selalu terbuka untuk di kontrol, dievaluasi.
    (b). Dapat dikatakan bahwa citra tersebut merupakan gambaran komponen yang kompleks.
  4. Tanggung jawab sosial. Public Relations merupakan instrumen untuk bertanggung jawab terhadap semua kelompok yang berhak terhadap tanggung jawab tersebut. Terutama kelompok publik sendiri, publik internal, dan pers.
  5. Komunikasi. Public Relations mempunyai bentuk komunikasi yang khusus, komunikasi timbal-balik, maka pengetahuan komunikasi menjadi modalnya. Dalam fungsinya, komunikasi itu sentral. Perlu juga untuk dimiliki adalah pengetahuan manajemen dan kepemimpinan, struktur organisasi.

Baca Juga: Tujuan Public Relation atau PR

Sementara itu menurut (Cutlip 2009: 40) ada 10 kategori yang meringkaskan apa saja yang dilakukan oleh spesialis Public Relations di tempat kerja yang juga merupakan tugas PR dapat anda ketahui di bawah ini:
  1. Menulis dan mengedit.
    Menyusun rilis berita dalam bentuk cetak atau siaran, cerita feature, newsletter untuk karyawan dan stakeholder eksternal, korespondensi, pesan website dan pesan media online lainnya, laporan tahunan dan shareholder, pidato, brosur, film dan script slide-show, artikel publikasi perdagangan, iklan institusional, dan  materi-materi pendukung teknis lainnya.
  2. Hubungan Media dan Penempatan Media.
    Mengontak media koran, majalah, suplemen mingguan, penulis freelance, dan publikasi perdagangan agar mereka mempublikasikan atau menyiarkan berita dan feature tentang organisasi yang ditulis oleh organisasi itu sendiri atau oleh orang lain.
  3. Riset.
    Mengumpulkan informasi tentang opini publik, tren, isu yang sedang muncul, iklim politik dan peraturan perundangan, liputan media, opini kelompok kepentingan dan pandangan-pandangan lain berkenaan dengan stakeholder organisasi.
  4. Manajemen dan Administrasi.
    Pemrograman dan perencanaan dengan bekerjasama dengan manajer lain; menentukan prioritas, mendefinisikan publik, setting dan tujuan, dan mengembangkan strategi dan taktik. Menata personel, anggaran, dan jadwal program.
  5. Konseling.
    Memberi saran kepada manajemen dalam masalah sosial, politik, dan peraturan; berkonsultasi dengan tim manajemen mengenai cara menghindari atau merespon krisis; dan bekerja bersama pembuat keputusan kunci untuk menyusun strategi untuk mengelola atau merespon isu-isu yang ssensitif dan kritis.
  6. Acara Spesial.
    Mengatur dan mengelola konferensi pers, lomba lari 10K, konvensi, open house, pemotongan pita dan grand opening, perayaan ulang tahun, acara pengumpulan dana, mengunjungi tokoh terkemuka, mengadakan kontes, program penghargaan, dan kegiatan khusus lainnya.
  7. Pidato.
    Tampil di depan kelompok, melatih orang untuk memberikan kata sambutan dan mengelola biro juru bicara untuk menjelaskan platform organisasi di depan audien penting.
  8. Produksi.
    Membuat saluran komunikasi dengan menggunakan keahlian dan pengetahuan multimedia, termasuk seni, tipografi, fotografi, tata letak, dan computer desktop publishing; perekaman audio dan video dan editing; dan menyiapkan presentasi audiovisual.
  9. Training.
    Mempersiapkan eksekutif dan juru bicara lain untuk menghadapi media dan tampil di hadapan publik. Memberi petunjuk kepada orang lain di dalam organisasi untuk meningkatkan keahlian menulis dan berkomunikasi. Membantu memperkenalkan perubahan dalam kultur, kebijakan, struktur, dan proses organisasional.
  10. Kontak.
    Bertugas sebagai penghubung (liaison) dengan media, komunitas, dan kelompok internal dan eksternal lainnya. Sebagai mediator antara organisasi dan stakeholder penting dengan bertugas untuk mendengarkan pandangan, menegosiasikan, mengelola konflik dan menjalin kesepakatan.

Demikian tugas pokok sebagai public relation yang dapat kami sampaikan. Hal ini juga berhubungan dengan tujuan serta fungsi utama public relation pada sebuah perusahaan guna untuk menjaga citra serta dapat menjalin komunikasi yang baik dengan perusahaan lainnya.

Senin, 04 April 2016

Cara Berkomunikasi Yang Harus Anda Lakukan Bila Ingin Sukses

Tips Membangun Komunikasi Bisnis Dengan Relasi | Komunikasi pada dasarnya merupakan proses penyampaian pesan dari komunikator kepada komunikan atau pesan maupun informasi yang disampaikan dari seseorang kepada orang lain. Cara berkomunikasi terkadang sangat bervariasi, ada yang lemah lembut maupun ada yang agak kasar, dan itu juga tergantung latar belakang seseorang.

Nah, bagaimana cara anda berkomunikasi agar agar bisnis yang anda kembangkan berjalan lancar? Tentu butuh proses beserta trik anda sendiri agar relasi bisnis anda nyaman dalam hal berkomunikasi dengan anda sendiri. Dalam artikel ini kami hanya sedikit menyampaikan proses atau cara berkomunikasi yang baik sehingga dapat berjalan lancar bisnis yang anda kembangkan.

Tips komunikasi dalam membangun bisnis

Berbisnis tentu memerlukan komunikasi bisnis yang baik hingga relasi yang anda bangun tetap nyaman bekerja sama dengan anda. Artinya ini tidak terlepas dengan komunikasi bisnis yang anda lakukan. Tanpa kemampuan berkomunikasi yang baik, kamu tidak mungkin bisa membangun bisnis dan juga kemitraan. Maka dalam hal ini perlu anda pelajari cara membangun bisnis yang baik dengan cara berkomunikasi tentunya anda juga harus membangun komunikasi yang baik dan efektif.


Untuk membangun bisnis dengan kemitraan agar kamu tercapai target, maka lakukan 3 cara berkomunikasi dan ini penting anda lakukan:
  1. Menjalin Komunikasi Secara Personal.
    Tidak semua orang bisa menjalin hubungan dengan orang lain. Mereka mungkin saja bisa berbicara di depan umum. Tapi, tidak menjalin komunikasi secara personal. Padahal, berkomunikasi dan menjalin hubungan secara personal sangat penting kaitannya buat kelancaran bisnismu.
  2. Mampu Menanggapi Serta Mendengar.
    Berkomunikasi tak selamanya kamu harus berbicara. Mendengarkan dengan seksama juga bagian dari komunikasi. Artinya, kamu juga harus mendengarkan pendapat orang lain. Perkara tidak setuju, kamu bisa menjelaskan setelah dia selesai berbicara.
  3. Membangun Hubungan Secara Emosional.
    Berbicara kepada orang lain bukan hanya menyampaikan pesan dan menerima feed baack. Tapi juga mengikutsertakan intonasi, nada, raut wajah, dan emosi. Menjalin hubungan yang baik dan kuat tak mungkin hanya bermodal kerja sama dan saling tukar pikiran. Tapi ada empati dan simpati.

Ke tiga tips di atas tentu akan merubah arah bisnis anda menjadi lebih baik. Untuk itu, penting anda lakukan cara berkomunikasi yang baik dengan mitra bisnis. Apa lagi saat melobi atau sedang mencari mitra untuk kerja sama. Membangun hubungan kerja sama mungkin gampang, namun untuk mempertahankan itu lah yang menjadi kendala bagi mereka yang baru merintis bisnis. Maka dari itu, 3 cara di atas, sudah mewakili untuk mengembangkan bisnis hingga mencapai ketitik akhir/ sukses.

Demikian cara komunikasi yang harus anda jalani agar mencapai kesuksesan pada saat membangun bisnis dengan kemitraan. Mungkin masih banyak cara yang dapat anda lakukan agar bisnis anda lebih maksimal. Namun demikian cukup tiga poin dulu yang dapat kami sampaikan kepada pengunjung irman fsp, semoga dengan informasi ini dapat meningkatkan kecerdasan anda dalam membangun relasi bisnis

Senin, 29 Februari 2016

Pengertian dan Fungsi Komunikasi Internasional

Irman fsp – Komunikasi internasional merupakan komunikasi yang dilakukan antar negara. Pesan yang disampaikan oleh komunikator kepada komunikan melalui lintas kenegaraan. Biasanya komunikasi ini hanya kepentingan bisnis atau kerja sama antara negara satu dengan negara lainnya. Contohnya komunikasi atara negara Indonesia dengan negara Amerika. Dapat dilakukan dengan pesan tek atau menggunakan media cetak maupun elektonik dan juga dapat dilakukan secara langsung dengan menggunakan alat komunikasi seperti HP.

fungsi komunikasi internasional
Komunikasi internasional

Mengenai pengertian pada dasarnya sama, artinya proses penyampaian pesan yang dilakukan oleh komunikator kepada komunikan. Namun yang membedakan adalah komunikasi internasional lebih ke lintas atau antar negara. Itu lah sedikit pengertian dari komunikasi internasional yang dapat anda ketahui.

Dapat anda ketahui mengenai fungsi komunikasi interpersonal yakni, sebagai berikut:
  1. Mendinamisasikan hubungan internasioanl yang terjalin antara dua negara atau lebih serta hubungan di berbagai bidang antara kelompok-kelompok masyarakat yang berbeda negara/kebangsaan.
  2. Membantu/menunjang upaya-upaya pencapaian tujuan hubungan internasioanl dengan meningkatkan kerjasama internasional serta menghindari terjadinya konflik atau kesalahpahaman baik antara pemerintah dengan pemerintah maupun antar penduduk .
  3. Merupakan teknik untuk mendukung pelaksanaan politik luar negeri bagi masing-masing negara untuk memperjuangkan pencapaian kepentingan di negara lain.


Komunikasi internasional dapat dipelajari dari tiga perspektif: diplomatik, jurnalistik, dan propagandistik.
  1. Perspektif Diplomatik.
    Lazim dilakukan secara interpersonal atau kelompok kecil (small group) lewat jalur diplomatik; komunikasi langsung antara pejabat tinggi negara untuk bekerjasama atau menyelesaikan konflik, memelihara hubungan bilateral atau multilateral, memperkuat posisi ataupun meningkatkan reputasi negara di tengah pergaulan internasional. Dilakukan pada konferensi pers, pertemuan politik, forum internasional di tingkat PBB atau forum regional, atau bahkan pada pertemuan diplomatik seperti jamuan makan malam (kenegaraan).
  2. Perspektif Jurnalistik.
    Dilakukan melalui saluran media massa. Karena arus informasi didominasi negara maju, ada penilaian komunikasi internasional dalam perspektif ini didominasi negara maju, juga dijadikan negara maju sebagai alat kontrol terhadap kekuatan sosial yang dikendalikan kekuatan politik dalam percaturan politik internasional. Penguasa arus informasi menjadi gatekeeper yang mengontrol arus komunikasi. Jalur jurnalistik ini juga sering digunakan untuk tujuan propaganda dengan tujuan mengubah kebijakan dan kepentingan suatu negara atau memperlemah posisi negara lawan.
  3. Perspektif Propagandistik.
    Umumnya dilakukan melalui media massa, ditujukan untuk menanamkan gagasan ke dalam benak masyarakat negara lain dan dipacu sedemikian kuat agar mempengaruhi pemikiran, perasaan, serta tindakan; perolehan atau perluasan dukungan, penajaman atau pengubahan sikap dan cara pandang terhadap suatu gagasan atau peristiwa atau kebijakan luar negeri negara tertentu. Propaganda merupakan instrumen sangat ampuh untuk memberikan pengaruh.

Demikian pengertian dan fungsi komunikasi internasional yang dapat kami uraikan, semoga dengan adanya penjelasan terkait dengan pengertian dan fungsi komunikasi internasional dapat bermanfaat dan berguna bagi kita semua

Sabtu, 19 Desember 2015

7 Prinsip Dasar Komunikasi Bisnis

Irman fsp - Komunikasi merupakan suatu proses pertukaran informasi antara individu melalui suatu sistem yang biasa (lazim) baik dengan simbol-simbol, sinyal, maupun perilaku atau tindakan. Komunikasi melibatkan dua orang atau lebih menggunakan cara-cara (melalui lisan, tulisan, maupun sinyal-sinyal nonverbal). Komunikasi Bisnis merupakan komunikasi yang digunakan dalam dunia bisnis yang mencakup berbagai macam bentuk komunikasi baik komunikasi verbal maupun non verbal. Untuk memahami lebih lanjut tentang bisnis, maka perlu Anda pelajari prinsip dasar bisnis.

Cara membangun komunikasi bisnis dengan dasar prinsip

Bentuk dasar komunikasi Verbal melalui tulisan dan lisan dan Non Verbal seperti bahasa tubuh, dan juga ekspresi. Komunikasi dalam bisnis dapat efektif tergantung pada keterampilan menyampaikan (melalui tulisan dan berbicara) dan menerima (mendengar dan membaca) pesan-pesan bisnis.

Adapun penjelasan bentuk bentuk komunikasi bisnis yaitu:
1. Komunikasi Verbal
Komunikasi verbal merupakan komunikasi dalam bentuk percakapan atau tertulis. Setiap orang dalam suatu komunitas berkomunikasi secara verbal dalam menyampaikan pesan atau informasi. Komunikasi dilakukan dengan menggunakan kata-kata untuk menyatakan ide. Gaya dalam berkomunikasi disesuaikan dengan situasi, dan lawan komunikasi. Penggunaan gaya bicara sangat berpengaruh terhadap minat lawan komunikasi.

Mengungkapkan pesan verbal diperlukan keterampilan menggunakan kata-kata sederhana dan dapat dipahami oleh lawan bicara.Berbicara dan mendengarkan merupakan bentuk komunikasi yang paling sering dilakukan. Hal ini menjadikan orang lebih memilih berbicara daripada menulis dalam berkomunikasi.

Dengan komunikasi lisan orang dapat langsung mendapatkan umpan balik, sedangkan pada komunikasi tertulis orang harus menyusun pesan, menulis, mengirim, dan menunggu tanggapan sebagai umpan balik. Bentuk komunikasi verbal selain berbicara atau komunikasi lisan dapat dilakukan dengan cara lain sebagai berikut:
  • Membuat dan mengirim surat klaim
  • Membuat dan mengirim surat penawaran harga kepada pihak lain
  • Membuat dan mengirim surat pemesanan barang kepada pihak lain
  • Membuat dan mengirim surat konfirmasi kepada pelanggan
  • Membuat dan mengirim surat kontrak kerja kepada pihak lain
  • Memberi informasi kepada pelanggan yang meminta informasi tentang produk-produk baru
  • Berdiskusi dalam suatu tim kerja (team work)
  • Melakukan wawancara kerja dengan para pelamar kerja di suatu perusahaan
  • Mengadakan briefing dengan staf karyawan
  • Mengadakan pelatihan manajemen kepada para manajer operasional/lini bawah
  • Melakukan presentasi proposal pengembangan perusahaan di hadapan tim penguji
  • Melakukan teleconference dengan pihak lain
  • Melalui komunikasi lisan dan tulisan, diharapkan orang dapat memahami apa yang disampaikan oleh pengirim pesan dengan baik.

2. Komunikasi Non Verbal
Bentuk komunikasi yang paling mendasar dalam komunikasi bisnis adalah komunikasi nonverbal. Sebelum manusia menggunakan kata-kata, manusia telah menggunakan gerakan-gerakan tubuh, bahasa tubuh (body language) sebagai alat untuk berkomunikasi dengan orang lain.  Komunikasi non verbal dapat tercermin dari perilaku atau tingkah laku seperti dibawah ini:
  • Menggerakkan gigi untuk menunjukan kemarahan
  • Mengerutkan dahi untuk menunjukkan seseorang sedang serius/ berfikir
  • Gambar pria atau wanita yang dipasang di pintu masuk toilet untuk menunjukkan kamar sesuai dengan jenis kelaminnya
  • Berpangku tangan untuk menunjukkan seseorang sedang melamun
  • Tersenyum dan berjabat tangan dengan orang lain untuk mewujudkan rasa senang, simpati dan penghormatan
  • Membuang muka untuk menunjukkan sikap tidak senang atau antipati terhadap orang lain
  • Menggelengkan kepala untuk menunjukkan sikap menolak atau keheranan.
  • Asbak diatas meja yang menunjukkan tamu diperkenankan/ boleh merokok.
  • Mengirimkan bunga sebagai tanda kesuksesan, cinta atau duka cita.


Dalam komunikasi non verbal orang dapat mengambil suatu kesimpulan tentang berbagai macam perasaan serta maksud yang dikandungnya. Kebaikan dari komunikasi non verbal adalah kesahihannya. Dari bahasa tubuh atau isyarat yang yang keluar dari seseorang kita dapat menangkap maksud yang paling dalam dari orang tersebut. Jika dibandingkan dengan kata-kata lebih dapat diatur sehingga kita kadang-kadang merasa tertipu dengan kata-kata.

Komunikasi non verbal memiliki beberapa tujuan penting seperti contoh dibawah ini:
  1. Menyediakan atau memberikan informasi.
  2. Mengatur alur suatu percakapan.
  3. Mengekspresikan emosi.
  4. Memberi sifat, melengkapi, mengembangkan komunikasi verbal.
  5. Mengendalikan atau mempengaruhi orang lain.
  6. Mempermudah tugas-tugas khusus.

Peranan Komunikasi Bisnis
Pengalaman komunikasi dapat membantu mengungkapkan kepribadian dan membangun hubungan yang baik, serta mengubah sikap dan perilaku. Komunikasi dilakukan untuk memahami sikap dan perilaku manusia. Dalam dunia bisnis sering kita amati kegiatan dilakukan yang membutuhkan interaksi diantara orang-orang yang ada di dalamnya seperti:
  1. Bekerja sama menentukan tujuan yang ingin dicapai
  2. Menyusun rencana kerja
  3. Mengelola dan menjalankan operasi bisnis organisasinya
  4. Pedoman untuk membuat peraturan, mengambil keputusan dan melakukan hubungan dengan berbagai pihak di luar organisasi.


Komunikasi biasanya dilakukan tidak hanya secara individu namun juga dapat dilakukan secara tim atau kelompok. Komunikasi yang dilakukan secara individu memerlukan keterampilan tersendiri bagi individu yang bersangkutan. Hal-hal yang perlu diperhatikan agar komunikasi individu dapat berjalan secara efektif antara lain sebagai berikut:
  1. Terbuka (transparan)
    Setiap pesan atau informasi harus disampaikan secara apa adanya atau objektif sesuai dengan keadaan yang sebenarnya. Hindari usaha menutup nutupi pesan atau informasi, hendaknya pesan atau informasi disampaikan salam kondisi apapun walau terkadang akibat yang ditimbulkannya dirasakan kurang baik.
  2. Tidak arogan
    Dalam penyampaian pesan atau informasi sebaiknya sikap sombong dan merasa bahwa dirinya adalah yang paling benar perlu dihindari.
  3. Adaptif terhadap perkembangan informasi
    Khususnya berkaitan dengan informasi bisnis, dibutuhkan sikap atau keterampilan dalam memahami setiap perubahan yang terjadi di sekeliling dan yang menyangkut perubahan terhadap informasi.
  4. Kompeten
    Keahlian komunikasi memang menjadi hal dasar yang wajib dimiliki oleh individu, terlebih jika menyampaikan informasi di depan khalayak ramai.
  5. Antusias
    Selalu menginginkan hal-hal baru yang akan menambah khasanah pengetahuan dan keterampilan dalam berkomunikasi, juga selalu mencari hal-hal yang belum pernah dijumpai.
  6. Penuh perhatian
    Selain memiliki kemampuan dalam berbicara setiap individu dituntut pula memiliki keahlian dalam mendengar atau menyimak. Selain itu juga selalu mengontrol terhadap apa yang ia sampaikan.
  7. Cerdas
    Kaya bahan pertimbangan yang sehat dalam memilih topik atau fakta yang perlu dikemukakan selama komunikasi. Sabar dan penuh pengertian, bahkan pada saat-saat menghadapi orang-orang yang perangainya tidak terpuji sekalipun. Jujur, mempunyai integritas yang tinggi.
  8. Menguasai subyek dan bahasa yang dipergunakan selama berkomunikasi.
    Memiliki pengetahuan dasar tentang proses komunikasi dan metode-metode memberikan dan menerima pesan secara efektif.

Adapun dalam komunikasi bisnis terdapat 7 prinsip yang dapat Anda ketahui yakni sebagai berikut:
  1. Completeness
    Memberikan informasi selengkap mungkin kepada pihak yang membutuhkan, hal ini untuk ketenangan, kepercayaan, dan juga kepastian.
  2. Conciseness
    Komunikasi disampaikan melalui kata kata yang jelas, singkat dan padat tanpa banyak basa basi.
  3. Concretness
    Pesan yang di komunikasikan disusun secara spesifik, dan tidak abstrak.
  4. Consideration
    Pesan yang disampaikan harus mempertimbangkan situasi penerima/ komunikan
  5. Clarity
    Pesan yang di komunikasikan disusun dalam kalimat yang mudah dipahami oleh komunikan.
  6. Courtesy
    Sopan santun dan tata krama merupakan hal yang penting dalam berkomunikasi yang merupakan bentuk penghargaan kepada komunikan.
  7. Correctness
    Pesan yang disampaikan secara cermat. Seperti pesan tertulis biasanya dibuat sedemikian rupa, hingga memperhatikan tata bahasa dan untuk pesan lisan juga disampaikan dengan mengingat kemampuan bahasa komunikan.

Jumat, 04 Desember 2015

Tahapan Komunikasi Pada Public Relation

Irman fsp - Public relation merupakan bentuk pola relasi yang dibangun antar individu untuk membangun interaksi timbal balik sebagai upaya persuasi satu sama lain. Public Relation menjadi unsur penting dalam membangun citra diri, kelompok, organisasi atau perusahaan sekalipun. Dalam kajian komunikasi, Public Relation menjadi fungsi  komunikasi antar personal. Untuk menjadi public relation yang baik tentu memerlukan membangun tahapan komunikasi yang baik sebagai public relation atau humas.
tahapan komunikasi PR
Tahapan komunikasi pada PR

Tujuan dari public relations adalah mewujudkan hubungan yang harmonis atau menciptakan opini public yang favorable baik internal maupun eksternal. Adapun fungsi dari Public Relations menurut Bettrand R adalah sebagai berikut:
  1. Mengabdi kepada kepentingan umum.
    Jika tidak untuk kepentingan publik baik itu internal maupun eksternal, maka tidak mungkin akan tercipta suatu hubungan yang menyenangkan. Sebaliknya suatu badan / perusahaan akan dapat sukses apabila segala tindakannya adalah sebagai pengabdian kepada kepentingan umum.
  2. Memelihara komunikasi yang baik.
    Seorang pimpinan yang melakukan kegiatan Public Relations akan berhasil di dalam kepemimpinannya, apabila ia ikut bergaul dengan para karyawannya. Ia harud melakukan kegiatan komunikasi bukan saja dalam hubungan dinas tetapi juga diluar dinasnya. Misalnya dengan mengadakan pertandingan olahraga, kegiatan anjangsana dan lain – lain.
  3. Menitik beratkan kepada moral dan tingkah laku yang baik.
    Seorang pemimpin yang baik dalam tingkah lakunya akan menitik beratkan kepada moralitas, ia juga akan mempunyai wibawa apabila tidak cacat moral dan tingkah lakunya. Ia harus menjadi teladan bagi bawahannya.

Dalam Public relations terdapat hubungan komunikasi dengan pihak internal maupun pihak eksternal perusahaan. Dalam kegiatan komunikasi tersebut terdapat beberapa tahapan, Cultip dan Center membagi tahapan komunikasi ini menjadi empat, adapun tahapan – tahapan tersebut adalah :
  1. Fact – Finding
    Tahapan ini merupakan tahapan dalam pencarian fakta mengenai situasi dan pendapat public terhadap kegiatan suatu perusahaan / lembaga. Dalam hal ini apakah terjadi hal – hal yang menghambat atau menunjang kegiatan perusahaan / lembaga tersebut.
  2. Planning and Programing
    Apabila telah diperoleh fakta pada tahapan fact – finding, maka pada tahapan selanjutnya dibuat perencanaan mengenai langkah–langkah, perumusan tujuan dan perincian waktu secara teratur.
  3. Communication
    Tahapan ini adalah tahapan penyampaian. Damana pada tahapan ini sangat menentukan satu planning dan programming. Sebab jika penyampaiannya dilakukan secara berlainan, maka dapat menimbulkan efek yang berlainan.
  4. Evaluation
    Pada tahapan yang terakhir ini dilakukan perbaikan – perbaikan untuk menciptakan hubungan yang harmonis diantara public suatu badan / lembaga / perusahaan.

Public Relation Internal
Pengertian Public Relation Internal adalah publik yang berada didalam perusahaan seperti karyawan. Karyawan tersebut bisa terdiri dari manager, secretary, supervisor, receptionist dan lain sebagainya. Menurut Cutlip dan Center ( 1982: 290), pengertian publik internal atau lebih dikenal dengan sebutan Employee relations yaitu sekelompok orang bekerja ( karyawan / pegawai ) didalam suatu perusahaan.

Karyawan sebuah perusahaan merupakan aset yang cukup penting, karena karyawan itu sendiri terkait dengan status atau kedudukan yang saling berbeda antara satu dengan yang lainnya tapi pada prinsipnya memiliki keinginan yang sama terhadap pimpinan atau perusahaan.

Menurut Frank Jefkins dalam bukunya Public Relations (1995), “Hubungan publik internal sama pentingnya dengan hubungan publik eksternal, karena kedua bentuk hubungan publik tersebut diumpamakan sebagai dua sisi mata uang yang mempunyai arti sama dan saling terkait satu sama lain”.

Dengan demikian dapat juga diartikan bahwa hubungan kepegawaian ( Employee Relations ) tersebut tidak dilihat dalam pengertian yang sempit, yaitu sama dengan hubungan industrial yang hanya menekankan pada unsur dua proses “produksi dan upah“ yang terkait dengan “lingkungan kerja” pengertiannya lebih dari itu, hubungan tersebut dipengaruhi oleh hubungan komunikasi internal antar karyawan dengan karyawan lainnya atau hubungan karyawan dengan manajemen perusahaan yang efektif (Cutlip dan Center, 1982: 292)