Tampilkan postingan dengan label metode-penelitian. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label metode-penelitian. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 26 Maret 2016

Teknik atau Metode Pengambilan Data

Teknik atau Metode Pengambilan Data | Pada artikel sebelumnya kami sudah membagikan teknik atau metode pengumpulan data. Maka artikel ini kami membagikan teknik atau metode pengambilan data. Perlu anda ketahui, kedua metode ini penting pada saat melakukan penelitian. Maka bagi anda yang akan melakukan penelitian nantinya, pelajari dulu apa yang dimaksud dengan teknik pengambilan data dan teknik pengumpulan data pada saat melakukan penelitian.

Data merupakan suatu yang belum mempunyai arti sama sekali sebelum dilakukan pengolahan pada data yang dimaksud. Data yang dimaksud disini bisa dikatakan masih dalam bentuk gambar, tulisan, angka, atau simbol simbol yang akan kita gunakan untuk menjadi sebuah gambaran guna untuk dapat melihat lingkungan, sebuah objek, kejadian maupun sebuah konsep.

Teknik pengambilan data di lapangan

Nah, data yang akan anda kumpulkan itu baik berdasarkan observasi, wawancara, maupun dengan cara membagikan angket, maka akan anda simpulkan setelah melakukan pengolahan data nantinya. Dalam artikel kali ini kami memaparkan penjelasan terkait dengan metode pengumpulan data dan juga metode atau teknik pengambilan data.

Dalam artikel ini juga kami hanya menjelaskan sedikit penjelasan dan pengertian data. Untuk mengetahui lebih lengkap, maka anda dapat mengunjungi pustaka terdekat, dan mencari buku buku yang lebih lengkap menjelaskan teknik pengumpulan data beserta teknik pengambilan data pada saat melakukan penelitian.

Teknik Pengambilan Data
1. Angket
Angket/ kuesioner adalah teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberikan seperangkat pertanyaan atau pernyataan kepada orang lain yang dijadikan responden untuk dijawabnya. Meskipun terlihat mudah, teknik pengumpulan data melalui angket cukup sulit dilakukan jika respondennya cukup besar dan tersebar di berbagai wilayah.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam penyusunan angket menurut Uma Sekaran (dalam Sugiyono, 2007:163) terkait dengan prinsip penulisan angket, prinsip pengukuran dan penampilan fisik.

Prinsip Penulisan angket menyangkut beberapa faktor antara lain:
  1. Isi dan tujuan pertanyaan artinya jika isi pertanyaan ditujukan untuk mengukur maka harus ada skala yang jelas dalam pilihan jawaban.
  2. Bahasa yang digunakan harus disesuaikan dengan kemampuan responden. Tidak mungkin menggunakan bahasa yang penuh istilah-istilah bahasa Inggris pada responden yang tidak mengerti bahasa Inggris, dsb.
  3. Tipe dan bentuk pertanyaan apakah terbuka atau terturup. Jika terbuka artinya jawaban yang diberikan adalah bebas, sedangkan jika pernyataan tertutup maka responden hanya diminta untuk memilih jawaban yang disediakan.


2. Observasi
Obrservasi merupakan salah satu teknik pengumpulan data yang tidak hanya mengukur sikap dari responden (wawancara dan angket) namun juga dapat digunakan untuk merekam berbagai fenomena yang terjadi (situasi, kondisi). Teknik ini digunakan bila penelitian ditujukan untuk mempelajari perilaku manusia, proses kerja, gejala-gejala alam dan dilakukan pada responden yang tidak terlalu besar.
  • Participant Observation
    Dalam observasi ini, peneliti secara langsung terlibat dalam kegiatam sehari-hari orang atau situasi yang diamati sebagai sumber data. Misalnya seorang guru dapat melakukan observasi mengenai bagaimana perilaku siswa, semangat siswa, kemampuan manajerial kepala sekolah, hubungan antar guru, dsb.
  • Non participant Observation
    Berlawanan dengan participant Observation, Non Participant merupakan observasi yang penelitinya tidak ikut secara langsung dalam kegiatan atau proses yang sedang diamati. Misalnya penelitian tentang pola pembinaan olahraga, seorang peneliti yang menempatkan dirinya sebagai pengamat dan mencatat berbagai peristiwa yang dianggap perlu sebagai data penelitian.

Kelemahan dari metode ini adalah peneliti tidak akan memperoleh data yang mendalam karena hanya bertindak sebagai pengamat dari luar tanpa mengetahui makna yang terkandung di dalam peristiwa. Alat yang digunakan dalam teknik observasi ini antara lain: lembar cek list, buku catatan, kamera photo, dan lain sebagainya.

3. Wawancara
Wawancara merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan melalui tatap muka dan tanya jawab langsung antara pengumpul data maupun peneliti terhadap nara sumber atau sumber data.

Wawancara pada penelitian sampel besar biasanya hanya dilakukan sebagai studi pendahuluan karena tidak mungkin menggunakan wawancara pada 1000 responden, sedangkan pada sampel kecil teknik wawancara dapat diterapkan sebagai teknik pengumpul data (umumnya penelitian kualitatif)

Adapun pada teknik wawancara terbagi menjadi dua bagian, yakni wawancara terstruktur dan tidak terstruktur. Berikut penjelasan terkait kedua teknik wawancara yang dapat anda ketahui yakni di bawah ini:
  1. Wawancara terstruktur artinya peneliti telah mengetahui dengan pasti apa informasi yang ingin digali dari responden sehingga daftar pertanyaannya sudah dibuat secara sistematis. Peneliti juga dapat menggunakan alat bantu tape recorder, kamera photo, dan material lain yang dapat membantu kelancaran wawancara.
  2. Wawancara tidak terstruktur adalah wawancara bebas, yaitu peneliti tidak menggunakan pedoman wawancara yang berisi pertanyaan yang akan diajukan secara spesifik, dan hanya memuat poin-poin penting masalah yang ingin digali dari responden.

Demikian penjelasan terkait dengan teknik beserta metode pengambilan data saat melakukan risert. Semoga dengan adanya informasi di atas dapat memudahkan bagi anda khususnya untuk yang sedang melakukan bab penelitian di lapangan.

Metode Pengumpulan Data Pada Penelitian

Metode Pengumpulan Data Pada Penelitian | Data merupakan suatu yang belum mempunyai arti sama sekali sebelum dilakukan pengolahan pada data yang dimaksud. Data yang dimaksud disini bisa dikatakan masih dalam bentuk gambar, tulisan, angka, atau simbol simbol yang akan kita gunakan untuk menjadi sebuah gambaran guna untuk dapat melihat lingkungan, sebuah objek, kejadian maupun sebuah konsep.

Nah, data yang akan anda kumpulkan itu baik berdasarkan observasi, wawancara, maupun dengan cara membagikan angket, maka akan anda simpulkan setelah melakukan pengolahan data nantinya. Dalam artikel kali ini kami memaparkan penjelasan terkait dengan metode pengumpulan data dan juga metode atau teknik pengambilan data.

Metode pengumpulan data ilmiah

Dalam artikel ini juga kami hanya menjelaskan sedikit penjelasan dan pengertian data. Untuk mengetahui lebih lengkap, maka anda dapat mengunjungi pustaka terdekat, dan mencari buku buku yang lebih lengkap menjelaskan teknik pengumpulan data beserta teknik pengambilan data pada saat melakukan penelitian.

Metode Pengumpulan Data
Metode Pengumpulan Data merupakan teknik atau cara yang dilakukan untuk mengumpulkan data. Metode menunjuk suatu cara sehingga dapat diperlihatkan penggunaannya melalui angket, wawancara, pengamatan, tes, dokumentasi dan sebagainya.

Sedangkan Instrumen Pengumpul Data merupakan alat yang digunakan untuk mengumpulkan data. Karena berupa alat, maka instrumen dapat berupa lembar cek list, kuesioner (angket terbuka / tertutup), pedoman wawancara, camera photo dan lainnya

Pengumpulan data dilakukan untuk memperoleh informasi yang dibutuhkan dalam rangka mencapai tujuan penelitian. Tujuan yang diungkapkan dalam bentuk hipotesis merupakan jawaban sementara terhadap pertanyaan penelitian. Metode pengumpulan data bisa dilakukan dengan cara:

a. Wawancara
Menurut Prabowo (1996) wawancara adalah metode pengambilan data dengan cara menanyakan sesuatu kepada seseorang responden, caranya adalah dengan bercakap-cakap secara tatap muka.Pada penelitian ini wawancara akan dilakukan dengan menggunakan pedoman wawancara.

Menurut Patton dalam proses wawancara dengan menggunakan pedoman umum wawancara ini, interview dilengkapi pedoman wawancara yang sangat umum, serta mencantumkan isu-isu yang harus di liput tanpa menentukan urutan pertanyaan, bahkan mungkin tidak terbentuk pertanyaan yang eksplisit.

Pedoman wawancara digunakan untuk mengingatkan interviewer mengenai aspek-aspek apa yang harus dibahas, juga menjadi daftar pengecek (check list) apakah aspek-aspek relevan tersebut telah dibahas atau ditanyakan. Dengan pedoman demikian interviwer harus memikirkan bagaimana pertanyaan tersebut akan dijabarkan secara kongkrit dalam kalimat Tanya, sekaligus menyesuaikan pertanyaan dengan konteks aktual saat wawancara berlangsung (Patton dalam poerwandari, 1998).

b. Observasi
Disamping wawancara, penelitian ini juga melakukan metode observasi. Menurut Nawawi & Martini (1991) observasi adalah pengamatan dan pencatatan secara sistematik terhadap unsur-unsur yang tampak dalam suatu gejala atau gejala-gejala dalam objek penelitian.

Dalam penelitian ini observasi dibutuhkan untuk dapat memehami proses terjadinya wawancara dan hasil wawancara dapat dipahami dalam konteksnya. Observasi yang akan dilakukan adalah observasi terhadap subjek, perilaku subjek selama wawancara, interaksi subjek dengan peneliti dan hal-hal yang dianggap relevan sehingga dapat memberikan data tambahan terhadap hasil wawancara.


Menurut Patton (dalam Poerwandari 1998) tujuan observasi adalah mendeskripsikan setting yang dipelajari, aktivitas-aktivitas yang berlangsung, orang-orang yang terlibat dalam aktivitas, dan makna kejadian di lihat dari perpektif mereka yang terlihat dalam kejadian yang diamati tersebut.

Macam-Macam Observasi
  1. Observasi Partisipatif. Peneliti mengamati apa yang dikerjakan orang, mendengarkan apa yang diucapkan dan berpartisipasi dalam aktivitas yang diteliti
  2. Observasi Terus Terang atau Tersamar. Peneliti berterus terang kepada narasumber bahwa ia sedang melakukan penelitian.
  3. Observasi tak Berstruktur. Dilakukan dengan tidak Berstruktur karena fokus penelitian belum jelas

c. Angket atau kuesioner (questionnaire)
Angket atau kuesioner merupakan suatu teknik pengumpulan data secara tidak langsung (peneliti tidak langsung bertanya jawab dengan responden). Instrumen atau alat pengumpulan datanya juga disebut angket berisi sejumlah pertanyaan-pertanyaan yang harus dijawab atau di respon oleh responden. Responden mempunyai kebiasaan untuk memberikan jawaban atau respon sesuai dengan preseptasinya.

Kuesioner merupakan metode penelitian yang harus dijawab responden untuk menyatakan pandangannya terhadap suatu persoalan. Sebaiknya pertanyaan dibuat dengan bahasa sederhana yang mudah dimengerti dan kalimat-kalimat pendek dengan maksud yang jelas. Penggunaan kuesioner sebagai metode pengumpulan data terdapat beberapa keuntungan, diantaranya adalah pertanyaan yang akan diajukan pada responden dapat di standarkan, responden dapat menjawab kuesioner pada waktu luangnya, pertanyaan yang diajukan dapat dipikirkan terlebih dahulu sehingga jawabannya dapat dipercaya dibandingkan dengan jawaban secara lisan, serta pertanyaan yang diajukan akan lebih tepat dan seragam.

Macam-Macam Kuisioner
  1. Kuesioner tertutup. Setiap pertanyaan telah disertai sejumlah pilihan jawaban. Responden hanya memilih jawaban yang paling sesuai.
  2. Kuesioner terbuka. Dimana tidak terdapat pilihan jawaban sehingga responden haru memformulasikan jawabannya sendiri.
  3. Kuesioner kombinasi terbuka dan tertutup. Dimana pertanyaan tertutup kemudian disusul dengan pertanyaan terbuka.
  4. Kuesioner semi terbuka. Pertanyaan yang jawabannya telah tersusun rapi, tetapi masih ada kemungkinan tambahan jawaban.

Kelebihan dan Kekurangan Pada Teknik Pengumpulan Data

Irman fsp | Teknik pengumpulan data yang dilakukan oleh peneliti, pada dasarnya sangat tergantung pada peneliti pada saat di lapangan. Tentu cara yang dilakukan oleh peneliti juga bervariasi, misalnya peneliti tidak memiliki kamera SLR, mereka dapat menggunakan kamera HP dan sebagainya.

Selain itu peneliti juga dapat mengikuti arus dimana mereka melakukan penelitian. Ada yang menjumpai responden dengan cara membuat jadwal pertemuan dan ada juga dengan cara pendekatan tanpa membuat jadwal pertemuan dengan sumber. Ini juga cara atau metode yang lahir dilapangan tanpa diluar dari pada teori.

Pengumpulan data penelitian

Teknik pengumpulan data memang memiliki kekurangan dan kelebihan pada saat melakukan pengumpulan data. Seperti metode observasi, wawancara, serta dengan kuesioner. Ketiga cara ini akan kita lakukan pada saat melakukan baik awal dari pada penelitian maupun hingga akhir penelitian. Dan cara ini tentunya ada kelebihan dan juga kekurangan pada saat mengumpulkan data yang ada.

Metode Observasi
Pengumpulan data dengan observasi langsung atau dengan pengamatan langsung adalah cara pengambilan data dengan menggunakan mata tanpa ada pertolongan alat standar lain untuk keperluan tersebut. Pengamatan baru tergolong sebagai teknik mengumpulkan data, jika pengamatan tersebut mempunyai kriteria berikut:
  1. Pengamatan digunakan untuk penelitian dan telah direncanakan secara sistematik.
  2. Pengamatan harus berkaitan dengan tujuan penelitian yang telah direncanakan.
  3. Pengamatan tersebut dicatat secara sistematis dan dihubungkan dengan proposisi umum dan bukan dipaparkan sebagai suatu set yang menarik perhatian saja.

Pengamatan dapat di cek dan di kontrol atas validitas dan reliabilitasnya. Penggunaan pengamatan langsung sebagai cara mengumpulkan data mempunyai beberapa keuntungan antara lain:
  1. Dengan cara pengamatan langsung, terdapat kemungkinan untuk mencatat hal-hal, perilaku, pertumbuhan, dan sebagainya, sewaktu kejadian tersebut berlaku, atau sewaktu perilaku tersebut terjadi. Dengan cara pengamatan, data yang langsung mengenai perilaku yang tipikal dari objek dapat dicatat segera, dan tidak menggantungkan data dari ingatan seseorang;
  2. Pengamatan langsung dapat memperoleh data dari subjek baik tidak dapat berkomunikasi secara verbal atau yang tak mau berkomunikasi secara verbal. Adakalanya subjek tidak mau berkomunikasi, secara verbal dengan enumerator atau peneliti, baik karena takut, karena tidak ada waktu atau karena enggan. Dengan pengamatan langsung, hal di atas dapat ditanggulangi. Selain dari keuntungan yang telah diberikan di atas, pengamatan secara langsung sebagai salah satu metode dalam mengumpulkan data, mempunyai kelemahan-kelemahan.


Metode Wawancara
Metode wawancara yang dimaksud adalah proses memperoleh keterangan untuk tujuan penelitian dengan cara tanya jawab, sambil bertatap muka antara si penanya atau pewawancara dengan si penjawab atau responden dengan menggunakan alat yang dinamakan interview guide (panduan wawancara). Wawancara dapat dilakukan dengan tatap muka maupun melalui telpon.

Wawancara Tatap Muka
Berikut wawancara tatap muka yang akan anda lakukan beserta kelebihannya antara lain:
  1. Bisa membangun hubungan dan memotivasi responden
  2. Bisa mengklarifikasi pertanyaan, menjernihkan keraguan, menambah pertanyaan baru
  3. Bisa membaca isyarat non verbal
  4. Bisa memperoleh data yang banyak

Selain kelebihan yang anda dapatkan, maka kekurangan pada cara ini juga anda dapatkan:
  1. Membutuhkan waktu yang lama
  2. Biaya besar jika responden yang akan diwawancara berada di beberapa daerah terpisah
  3. Responden mungkin meragukan kerahasiaan informasi yang diberikan
  4. Pewawancara perlu dilatih
  5. Bisa menimbulkan bias pewawancara
  6. Responden bias menghentikan wawancara kapanpun

Wawancara via Phone
  1. Kelebihan cara ini dapat anda jumpai pada:
  2. Biaya lebih sedikit dan lebih cepat dari wawancara tatap muka
  3. Bisa menjangkau daerah geografis yang luas
  4. Anomalitas lebih besar dibanding wawancara pribadi (tatap muka)

Kelemahan yang anda dapatkan:
  1. Isyarat non verbal tidak bisa dibaca
  2. Wawancara harus diusahakan singkat
  3. Nomor telpon yang tidak terpakai bisa dihubungi, dan nomor yang tidak terdaftar pun dihilangkan dari sampel

Metode Kuesioner
Metode Kuesioner adalah daftar pertanyaan tertulis yang telah disusun sebelumnya. Pertanyaan-pertanyaan yang terdapat dalam kuesioner, atau daftar pertanyaan tersebut cukup terperinci dan lengkap dan biasanya sudah menyediakan pilihan jawaban (kuesioner tertutup) atau memberikan kesempatan responden menjawab secara bebas (kuesioner terbuka).

Penyebaran kuesioner dapat dilakukan dengan beberapa cara seperti penyerahan kuesioner secara pribadi, melalui surat, dan melalui email. Masing-masing cara ini memiliki kelebihan dan kelemahan, seperti kuesioner yang diserahkan secara pribadi dapat membangun hubungan dan memotivasi respoinden, lebih murah jika pemberiannya dilakukan langsung dalam satu kelompok, respon cukup tinggi. Namun kelemahannya adalah organisasi kemungkinan menolak memberikan waktu perusahaan untuk survey dengan kelompok karyawan yang dikumpulkan untuk tujuan tersebut.

Minggu, 07 Februari 2016

Contoh Kuesioner Penelitian Skripsi Komunikasi

Irman fsp – Dalam artikel kali ini saya mencoba membagikan contoh pertanyaan dalam kuesioner skripsi yang akan dilakukan penelitian oleh para peneliti nantinya. Contoh kuesioner ini mungkin dapat memberi solusi bagi anda yang sedang membutuhkan sebagai pedoman dalam kuesioner yang akan anda buat nantinya untuk melakukan penelitian.

Daftar pertanyaan untuk angket skripsi
Poto: katakataku.com

Pertanyaan pertanyaan di bawah ini juga sudah pernah kami gunakan dalam penyelesaian skripsi yang berjudul “Hubungan komunikasi Interpersonal Dalam Meningkatkan Semangat Kerja Karyawan Pada PT. LSM” hingga dapat menyelesaikan penelitian kami.

Nah, bagi anda yang mungkin sangat membutuhkan pertanyaan pertanyaan yang sesuai dengan permasalahan, maka anda tidak salah menggunakan pertanyaan pertanyaan yang ada disini. Berikut contoh pertanyaan dalam kuesioner yang dapat anda kutip guna memudahkan anda dalam menyelesaikan penelitian anda, yakni sebagai berikut:

A.  Hubungan antara atasan dengan bawahan:
  1. Menurut anda, bagaimana sosok pimpinan perusahaan PT. Lhoong Setia Mining dalam memberikan bimbingan/pengarahan kepada anda dalam hal pekerjaan?
  2. Ketika anda memberi usulan/tanggapan, ide, saran dan masukan kepada pimpinan, bagaimana tanggapannya?
  3. Selama anda bekerja di PT. Lhoong Setia Mining, bagaimana hubungan komunikasi anda dengan atasan?
  4. Ketika anda membuat kesalahan yang tidak sengaja dan di ketahui oleh atasan, bagaimana cara anda supaya kesalahan itu di maafkan oleh atasan anda?


B.  Kebijakan Perusahaan:
  1. Bagaimana kepuasan anda terhadap waktu, dan hari kerja yang diberlakukan oleh perusahaan?
  2. Ketika anda melakukan kesalahan baik itu dari kehadiran, kedisiplinan, maupun kesalahan dalam menyelesaikan pekerjaan, bagaimana tanggapan atasan terhadap bawahan?
  3. Apabila upah/gaji yang diberikan perusahaan sesuai dengan waktu yang telah ditentukan, bagaimana dengan semangat anda dalam menyelesaikan pekerjaan?
  4. Bagaimana menurut anda dengan kebijakan-kebijakan yang telah ditetapkan oleh perusahaan?

C.  Kondisi Kerja:
  1. Apabila keselamatan anda dijamin oleh perusahaan, bagaimana dengan pekerjaan anda?
  2. Dengan adanya fasilaitas yang disediakan oleh perusahaan, bagaimana dengan kondisi kerja anda?
  3. Dengan fasilitas yang serba berkurang, bagaimana cara anda menyelesaikan pekerjaan anda?
  4. Apabila tempat anda bekerja bersih, nyaman dan aman, bagaimana kondisi kerja anda?

D.  Semangat Kerja
  1. Mengapa anda bisa bertahan bekerja di perusahaan PT. Lhoong Setia Mining?
  2. Bagaimana menurut anda, semangat melakukan suatu pekerjaan?
  3. Faktor apa saja yang membuat anda tetap semangat dalam menyelesaikan pekerjaan tersebut?
  4. Menurut anda, dengan adanya dukungan dari atasan dalam melakukan suatu pekerjaan, apa yang berdampak bagi bawahan tersebut?
  5. Dengan upah/gaji yang diberikan oleh perusahaan dan sesuai dengan pekerjaan anda, bagaimana cara anda dalam menyelesaikan pekerjaan tersebut?
  6. Menurut anda semangat kerja yang tinggi dapat dinilai dari apa?
  7. Menurut anda, semangat kerja karyawan itu sangat berpengaruh dari segi apa saja?

Demikian contoh pertanyaan pada kuesioner yang dapat dijadikan sebagai pedoman untuk memudahkan Anda dalam melakukan penelitian nantinya. Semoga bermanfaat dan menjadi referensi untuk yang sedang membutuhkan.

Selasa, 01 Desember 2015

Pengertian Metode Penelitian Kualitatif

Pengertian Metode penelitian merupakan suatu pengkajian dalam mempelajari peraturan – peraturan yang terdapat dalam penelitian. Singkatnya metode penelitian dapat diartikan sebagai cara bagaimana suatu penelitian dilaksanakan. Metode dan rancangan penelitian menentukan validnya penelitian. Dalam bab ini akan diuraikan metode penelitian yang digunakan oleh peneliti, meliputi studi kasus, subjek penelitian, teknik pengumpulan dan analisis data.
Metode Penelitian Kualitatif

Menurut Prof. Dr. Sugiyono (2005 : 1) metode penelitian kualitatif adalah metode penelitian yang digunakan untuk meneliti pada kondisi objek yang alamiah, (sebagai lawannya adalah eksperimen). Dalam penelitian kualitatif, peneliti adalah sebagai instrumen kunci, teknik pengumpulan data dilakukan secara trianggulasi (gabungan), analisi data bersifat induktif, dan hasil penelitian kualitatif lebih menekankan makna dari pada generalisasi.

Metode Penelitian Kualitatif
Pengertian Metode Penelitian Kualitatif

Metode penelitian kualitatif muncul karena terjadi perubahan paradigma dalam memandang suatu realitas/fenomene/gejala. Penelitian kualitatif bertitik tolak dari paradigma fenomenologis yang objektivisnya dibangun atas namanya situasi tertentu sebagaimana yang dihayati oleh individu atau kelompok social tertentu dan relevan dengan tujuan dari penelitian itu.

Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan pendekatan kualitatif, ini ditujukan agar peneliti dapat memperoleh informasi secar detail mengenai pengaruh friendster terhadap siswa – siswi SMA Negeri 62 Jakarta Timur kelas 3 angkatan 2008 – 2009. dengan menggunakan pendekatan kualitatif, memungkinkan peneliti untuk memperoleh data – data yang bersumber dari para siswa – siswi tersebut, sehingga peneliti bisa menghasilkan data deskriptif sebagai salah satu acuan dalam penelitian skripsi ini. Metode yang digunakan dalam penelitian kali ini bersifat deskriptif. Dengan metode deskriptif, kita menghimpun data, menyusunnya secra sistematis, faktual dan cermat.

Sevilla, Ochave, Regal dan Uriarte (1993 : 61) mengatakan metode deskriptif dirancang untuk mengumpulkan informasi tentang keadaan – keadaan nyata sekarang (sementara berlangsung). Tujuan utama dalam menggunakan metode ini adalah untuk menggambarkan sifat suatu keadaan yang sementara berjalan saat penelitian dilakukan dan memeriksa sebab – sebab dari suatu gejala tertentu. Penelitian deskriptif menentukan dan melaporkan keadaan sekarang.


Metode Pengumpulan Data
Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan melakukan wawancara adalah bentuk komunikasi antara dua orang melibatkan seseorang yang lain, memperoleh informasi dari seseorang lainnya dengan mengajukan pertanyaan – pertanyaan, berdasarkan tujuan tertentu (Mulyana : 180).

Dalam penelitian kualitatif dikenal 3 jenis wawancara yang biasa dilakukan yakni, sebagai berikut:
  1. Wawancara percakapan informal.
    Wawancara cendurung bersifat terbuka dan tidak berstruktur sehingga wawancara mirip dengan percakapan.
  2. Wawancara dengan menggunakan pedoman wawancara.
    Wawancara dengan pedoman wawancara pada umumnya dimaksudkan untuk kepentingan wawancara yang lebih mendalam dengan lebih memfokuskan persoalan – persoalan yang menjadi pokok dari minat penelitian.
  3. Wawancara dengan menggunakan open-ended standard.
    Wawancara jenis ini bersifat mendetail. Pertanyaan – pertanyaan yang diberikan lebih berstruktur dibandingkan kedua jenis wawancara yang lain. (Pawito 2007 : 132)
Dengan wawancara, peneiti dapat mengetahui lebih dalam tentang topik yang diteliti. Wawancara bertujuan agar penulis langsung bisa mendapatkan jawaban langsung dari narasumber.

Jenis Data
Data yang akan digunakan dalam penelitian adalah data primer dan data sekunder.
a. Data Primer
Menurut Umar (2003 : 56), data primer merupakan data yang diperoleh langsung di lapangan oleh peneliti sebagai obyek penulisan. Metode wawancara mendalam atau in-depth interview dipergunakan untuk memperoleh data dengan metode wawancara dengan narasumber yang akan diwawancarai.

Wawancara akan dilakukan peneliti adalah wawancara dengan pedoman wawancara. Wawancara dengan penggunaan pedoman (interview guide) dimaksudkan untuk wawancara yang lebih mendalam dengan memfokuskan pada persoalan – pesoalan yang akan diteliti. Pedoman wawancara biasanya tak berisi pertanyaan – pertanyaan yang mendetail, tetapi sekedar garis besar tentang data atau informasi apa yang ingin didapatkan dari narasumber yang nanti dapat disumbangkan dengan memperhatikan perkembangan konteks dan situasi wawancara.

b. Data Sekunder
Menurut Sugiyono (2005 : 62), data sekunder adalah data yang tidak langsung memberikan data kepada peneliti, misalnya penelitian harus melalui orang lain atau mencari melalui dokumen. Data ini diperoleh dengan menggunakan studi literatur yang dilakukan terhadap banyak buku dan diperoleh berdasarkan catatan – catatan yang berhubungan dengan penelitian, selain itu peneliti mempergunakan data yang diperoleh dari internet.

Narasumber
Narasumber adalah orang yang menjadi sumber informasi (Hari Wijaya dan Djaelani 2004 : 40). Untuk mendapatkan informasi yang dibutuhkan, peneliti akan mewawancarai narasumber yaitu beberapa siswa dan siswi SMA Negeri 62, Guru Komputer Sekolah dan Penjaga warnet.

Metode Analisis Data
Analisis data merupakan proses dimana data yang telah ada disederhanakan ke dalam bentuk yang lebih mudah lagi untuk dibaca dan diinterpretasikan finalis data dengan interpretasi data merupakan upaya untuk memperoleh arti dan makna yang lebih mendalam dan luas terhadap hasil penelitian yang akan dilakukan. Pembahasan hasil penelitian dilakukan dengan cara meninjau hasil penelitian secara kritis dengan teori yang relevan dan informasi masyarakat yang diperoleh dari penelitian. (Moleong, 2004 : 151).

Setelah memperoleh data melalui metode wawancara, peneliti mulai mangorganisasikan data – data tersebut dengan mendengarkan hasil rekaman wawancara secara berulang –ulang. Dengan demikian data – data yang diperoleh dapat disesuaikan dengan teori dan permasalahan penelitian yang dilakukan sebelumnya.
Sumber: zorayapelu.blogspot.com

Senin, 30 November 2015

5 Bentuk Penelitian Deskriptif Kualitatif

Bentuk Penelitian Deskriptif Kualitatif - Penelitian deskriptif kualitatif merupakan penelitian yang termasuk dalam jenis penelitian kualitatif mengutip pada informasi-pendidikan.com 30 Nov 2015. Tujuan dari penelitian ini guna untuk mengungkap sebuah fakta, keadaan, serta fenomena yang terjadi di lapangan.

Penelitian deskriptif kualitatif menafsirkan dan menuturkan data yang bersangkutan dengan situasi yang sedang terjadi, sikap serta pandangan yang ada di dalam masyarakat, pertentangan 2 keadaan/ lebih, hubungan antar variabel, perbedaan antar fakta, pengaruh terhadap suatu kondisi, dan lain-lain.

Masalah yang diteliti dan diselidiki oleh penelitian deskriptif kualitatif mengacu pada studi kuantitatif, studi komparatif, serta dapat juga menjadi sebuah studi korelasional 1 unsur bersama unsur lainnya. Biasanya kegiatan penelitian ini meliputi pengumpulan data, menganalisis data, meginterprestasi data, dan diakhiri dengan sebuah kesimpulan yang mengacu pada penganalisisan data tersebut.

metode penelitian

Dalam penelitian deskriptif kualitatif umumnya akan terjadi 3 hal kemungkinan pada masalah yang dibawa oleh peneliti ke penelitian tersebut yakni, sebagai berikut:
  1. Masalah yang dibawa peneliti adalah masalah tetap, jadi judul dari penelitian deskriptif kualitatif mulai awal pengajuan proposal hingga akhir laporan tetap sama.
  2. Masalah yang diajukan oleh peneliti menjadi berkembang serta lebih mendalam sesudah peneliti melakukan penelitian tersebut di lapangan, jadi tidak terlalu banyak hal yang berubah, maka cukup disempurnakan saja.
  3. Masalah yang diajukan oleh peneliti sesudah melakukan penelitian tersebut di lapangan akan berubah total, jadi objek masalah pun wajib diganti secara menyeluruh.

Setiap penelitian tentunya mempunyai tujuan yang berbeda-beda, termasuk penelitian deskriptif kualitatif ini. Tujuan dari dilakukannya penelitian ini adalah tidak semata-mata untuk menjelaskan secara menyeluruh masalah yang akan diteliti dan diamati saja, namun juga ada tujuan lainnya. Tujuan dari penelitian deskriptif kualitatif akan menjadi pedoman ketika anda melakukan penelitian.

Tujuan dari penelitian deskriptif kualitatif searah dengan rumusan masalah serta pertanyaan penelitian/ identifikasi masalah. Hal ini disebabkan tujuan dari penelitian ini akan menjawab pertanyaan yang sebelumnya dikemukakan oleh rumusan masalah serta pertanyaan penelitian / identifikasi masalah. Tujuan ini juga menentukan bagaimana anda mengolah hasil penelitian yaitu dengan membuat analisisnya memakai metode penelitian ini.

Berikut bentuk bentuk penelitian kualitatif yang dapat kami bagikan berdasarkan informasi rosnfik1984 30 Nov 2015 yakni sebagai berikut:
  1. Biografi Penelitian.
    Biografi adalah studi tentang individu dan pengalamannya yang dituliskan kembali dengan mengumpulkan dokumen dan arsip-arsip. Tujuan penelitian ini adalah mengungkap turning point moment atau epipani yaitu pengalaman menarik yang sangat mempengaruhi atau mengubah hidup seseorang. Peneliti menginterpretasi subjek seperti subjek tersebut memposisikan dirinya sendiri.
  2. Fenomenologi Penelitian.
    Fenomenologi mencoba menjelaskan atau mengungkap makna konsep atau fenomena pengalaman yang didasari oleh kesadaran yang terjadi pada beberapa individu. Penelitian ini dilakukan dalam situasi yang alami, sehingga tidak ada batasan dalam memaknai atau memahami fenomena yang dikaji.  
  3. Grounded theory.
    Walaupun suatu studi pendekatan menekankan arti dari suatu pengalaman untuk sejumlah individu, tujuan pendekatan grounded theory adalah untuk menghasilkan atau menemukan suatu teori yang berhubungan dengan situasi tertentu . Situasi di mana individu saling berhubungan, bertindak, atau terlibat dalam suatu proses sebagai respon terhadap suatu peristiwa. Inti dari pendekatan grounded theory adalah pengembangan suatu teori yang berhubungan erat kepada konteks peristiwa dipelajari. 
  4. Etnografi Etnografi.
    Penelitian ini merupakan uraian dan penafsiran suatu budaya atau sistem kelompok sosial. peneliti menguji kelompok tersebut dan mempelajari pola perilaku, kebiasaan, dan cara hidup. Etnografi adalah sebuah proses dan hasil dari sebuah penelitian. Sebagai proses, etnografi melibatkan pengamatan yang cukup panjang terhadap suatu kelompok, dimana dalam pengamatan tersebut peneliti terlibat dalam keseharian hidup responden atau melalui wawancara satu per satu dengan anggota kelompok tersebut. Peneliti mempelajari arti atau makna dari setiap perilaku, bahasa, dan interaksi dalam kelompok.
  5. Studi kasus.
    Penelitian studi kasus adalah studi yang mengeksplorasi suatu masalah dengan batasan terperinci, memiliki pengambilan data yang mendalam, dan menyertakan berbagai sumber informasi. Penelitian ini dibatasi oleh waktu dan tempat, dan kasus yang dipelajari berupa program, peristiwa, aktivitas, atau individu. “Penelitian mendalam mengenai unit sosial tertentu yang hasilnya merupakan gambaran yang lengkap dan terorganisasi baik mengenai unit tersebut.” Tujuan dari studi kasus adalah “untuk mempelajari secara intensif tentang latar belakang keadaan sekarang dan interaksi lingkungan sesuatu unit social : individu, kolompok, lembaga atau masyaraka”.