Showing posts with label pendidikan. Show all posts
Showing posts with label pendidikan. Show all posts

Saturday, 10 November 2018

Pentingnya Pendidikan Bagi Generasi dan Masa Depan

Pendidikan merupakan proses belajar dan mengajar, dimana seorang guru di sekolah memberikan pelajaran untuk pengembangan ilmu pengetahuan bagi seluruh generasi bangsa. Pendidikan juga dapat menentukan masa depan anak bangsa demi kemajuan sebuah negara. Oleh sebab itu, penting sekali bagi generasi untuk melanjutkan sekolah di usia remaja.

Selain pentingnya pendidikan juga terdapat banyak sekali manfaat bagi generasi di masa masa belajar. Sebagai contoh bisa meningkatkan ilmu pengetahuan, wawasan pendidikan, bisa mencerahkan masa depan dan juga menjadi sumber daya yang dapat hebat serta dapat memajukan bangsa dan negara.

Pendidikan untuk generasi dan masa depan anak bangsa

Alasan lainnya mengapa pendidikan itu sangat penting bagi kita, hal yang perlu anda ketahui adalah karena tidak hanya memberi kita pengetahuan akan tetapi juga mengajarkan kita akan sopan santun serta hal hal yang baik dan benar. Pendidikan mengajarkan kita menjadi individu dewasa, individu yang mampu merencanakan masa depan dan dapat mengambil keputusan yang tepat dalam hidup.

Walaupun pada artikel sebelumnya sudah kami paparkan pandangan pendidikan di mata muda mudi pedesaan. Namun, pada artikel ini kami akan menjelaskan manfaat pendidikan agar semua penerus bangsa bisa memprioritaskan pendidikan. Dengan demikian, kedepan kalian bisa menganggap bahwa pendidikan itu ternyata penting.

Manfaat Pendidikan Untuk Masa Depan
Salah satu alasan pendidikan itu penting karena dengan pendidikan kita dapat menentukan masa depan yang lebih baik. Walaupun pendidikan bukan sebuah jaminan untuk mendapatkan pekerjaan prioritas. Namun, dengan pendidikan juga kita akan mendapatkan pekerjaan yang layak dari pada individu lainnya.

Dengan pendidikan percaya atau tidak, kita lebih beretika dan juga sebagai sumber daya yang berwawasan. Kita juga akan selalu diajak untuk kemajuan bangsa dan negara. Sebagai contoh lulusan sarjana, mereka tentu akan dikedepankan dalam hal urusan pemerintahan, pemberdayaan, serta selalu diajak untuk kemajuan dalam segala bidang.

Mengapa sarjana di prioritaskan? Karena mereka adalah sumber daya manusia yang berilmu pengetahuan dan juga memiliki wawasan tentang itu. Jangan jauh kita ambilkan contoh, sebut saja di desa. Dalam aparatur desa saja tentu akan dikedepankan sdm yang memiliki wawasan serta pengetahuan lebih. Baik itu tentang pemerintahan, teknologi, bahkan terkait dengan program pemberdayaan.

Terkecuali ada SDM yang lulusan tingkat SLTA namun memiliki wawasan dan juga pengetahuan berdasarkan pengalaman yang ada. Mereka tetap akan diajak sebagai pendukung untuk kemajuan bangsa dan negara. Secara tidak langsung, dengan pendidikan memberi kita banyak hal, sebagai contoh yakni, pengetahuan tentang segala sesuatu yang berhubungan dengan dunia dan lingkungan.

Pendidikan juga dapat memberikan pandangan hidup bagi kita. Selain itu juga akan membantu kita membentuk sudut pandang kehidupan serta karakter yang lebih baik. Manfaat lainnya dari pendidikan juga akan memudahkan kita mendapatkan pekerjaan yang layak. Walaupun pendidikan bukan jaminan dalam hal karir, namun coba berfikir positif. Mereka yang mendapatkan pekerjaan yang baik tentu dikarenakan pendidikan bukan?

Pentingnya Pendidikan di Indonesia
Perlu anda ketahui, negara Indonesia walaupun sudah berusaha untuk maju. Namun, bila banyak menggunakan sumber daya manusia luar, maka dapat dianggap sebuah negara yang minimnya SDM dalam negeri. Maka dari itu, perlu meningkatkan sumber daya manusia dalam negeri. Dalam hal ini juga menjadikan prioritas betapa pentingnya pendidikan di Indonesia untuk generasi bangsa demi kemajuan negara.

Kutipan dari edukasi.kompas.com (10/11/2018) pidato Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam rangka HUT Ke-69 Proklamasi Kemerdekaan RI Tahun 2014, pada sidang bersama DPR RI dan DPD RI di Ruang Rapat Paripurna Gedung Nusantara. Mengatakan, sektor pendidikan dan kesehatan menjadi prioritas utama dalam kebijakan dan program pemerintah. Menurutnya, syarat mutlak kemajuan bangsa adalah terletak pada sektor pendidikan dan kesehatan.

Pendidikan bukan sekadar urusan mengirim anak-anak kita ke sekolah. Melainkan juga cara yang paling tepat untuk memberantas kemiskinan adalah dengan pendidikan itu sendiri. Oleh sebab itulah negara kita sangat mendukung program program pemberdayaan guna untuk memutuskan rantai kemiskinan salah satunya adalah program keluarga harapan (PKH).

Pendidikan dan kesehatan telah menjadi program unggulan bagi Indonesia untuk memberantaskan kemiskinan yang ada. Dengan pendidikan ini lah menjadikan sebuah negara lebih maju dan berkembang, apa lagi di abad 21 akan menjadikan Indonesia yang lebih modern. Harapan ini sesuai dengan usaha pemerintah adanya program program kemajuan sebuah negara yang dimulai dari desa.

Sebagai contoh adalah dana desa untuk kemajuan di tingkat desa, selain itu juga berbagai program pendidikan yang diunggulkan seperti beasiswa dan juga program pemberdayaan lainnya. Tujuan dari semua program ini adalah demi kemajuan bangsa dan negara. Dukungan dukungan ini sebagai bukti bahwa negara sangat mendukung dan selalu berusaha untuk kemajuan bangsa akan datang.

Pendidikan Bagi Generasi dan Masa Depan
Generasi anak bangsa sangat berpengaruh pada latar belakang pendidikan untuk menentukan masa depan mereka. Walaupun terdapat hanya lulusan SLTP ada yang menjabat sebagai Menteri di Indonesia bahkan lulusan SLTA ada yang menjadi pengusaha sukses. Akan tetapi percayalah, itu hanya beberapa individu saja yang mendapatkan kesuksesan dari kegigihan mereka.

Merekapun menyadari bahwa pendidikan itu sangat penting bagi generasi. Sebagai contoh kita tahu menteri kelautan dan perikanan yakni, Susi Pudjiastuti. Ia sukses sebagai pengusaha pengolahan ikan  dan lobster. Ia sadar tidak lulus SLTA dan sekarang menjabat sebagai menteri di Indonesia. Namun demikian, ia selalu menyarankan generasi untuk tidak berhenti sekolah, terus melanjutkan sekolah untuk menggali ilmu pengetahuan.

Dengan pendidikan akan sangat memudahkan generasi untuk menentukan masa depan, memilih pekerjaan yang layak dan sesuai dengan pengetahuan kita. Memang, pendidikan bukan sebuah jaminan untuk mendapatkan pekerjaan. Namun, dengan pendidikan ini lah akan menjadi jembatan yang baik untuk menentukan pekerjaan yang baik.

Maka dari itu, pendidikan sangat penting diteruskan karena tidak hanya mendapatkan ilmu dan wawasan. Akan tetapi dengan pendidikan akan menjadi sumber daya yang handal untuk kemajuan bangsa dan negara. Dengan pendidikan juga tentu pengetahuan generasi akan meningkat dan lebih maju dibandingkan dengan mereka yang tidak dapat melanjutkan sekolah ke perguruan tinggi.

Friday, 9 November 2018

Pendidikan di Mata Pemuda Pedesaan

Tidak bisa dipungkiri bahwa pendidikan begitu penting untuk generasi. Bahkan banyak yang bilang pendidikan adalah investasi masa depan. Banyak sekali keuntungan bahkan manfaat bagi kita yang berpendidikan, selain meningkatkan wawasan juga beretika serta saling menghargai satu sama lain. Namun, hal ini berbeda dimata pemuda desa, mengapa?

Cukup bervariasi jawaban yang kami temui, terkait pandangan pendidikan bagi pemuda desa. Memang tidak semua, namun banyak diantaranya pemuda desa lebih memilih kerja dibandingkan dengan melanjutkan pendidikan. Selain bisa cepat menghasilkan uang juga merasa tidak membuang buang waktu dalam hal mencari uang.

Pendidikan itu penting, namun bagi kami lebih memilih kerja

Bagi mereka putus sekolah (tidak melanjutkan pendidikan tinggi) bukan hal yang menyedihkan. Melainkan telah menjadi pilihan. Tidak sedikit pemuda desa lebih memilih pekerjaan ketimbang pendidikan. Di mata mereka, kerja adalah segalanya, walaupun pekerjaan yang mereka dapatkan berat bahkan sedih bila kita lihat.

Mengapa mereka lebih memilih kerja? Alasan yang paling utama adalah uang. Dan ini telah menjadi pilihan. Namun demikian, untuk jawalan lainnya bisa kita dapatkan bila kita bertanya kepada mereka, mengapa lebih memilih kerja dibandingkan lanjut sekolah. Jawabannya unik. Katanya tidak tau arah, tidak mengerti kuliah, bahkan ada yang bilang menghabiskan uang saja.

Akan tetapi ada juga muda mudi yang ingin melanjutkan kuliah, bahkan sangat termotivasi untuk bisa melanjutkan pendidikan tinggi (kuliah). Namun, kadang mereka tudak bisa menggapai itu dengan alasan tidak mampu. Kalangan ini lah yang kadang kita juga ikut sedih bila jumpa dengan generasi yang penuh semangat untuk melanjutkan pendidikan, akan tetapi tidak memiliki kemampuan.

Pentingnya Pendidikan Untuk Generasi
Pendidikan sangat berfungsi untuk menambahkan wawasan, meningkatkan ilmu pengetahuan, serta bisa mendapatkan pengalaman pengalaman yang kadang tidak bisa kita temui di lingkungan masyarakat biasa. Salah satunya adalah berorganisasi dan lain sebagainya.

Walaupun pandangan berbeda, namun ketahuilah, dengan pendidikan dapat memudahkan kita dalam segala hal. Baik itu meningkatkan pengetahuan, mendapatkan pekerjaan yang sesuai, membentuk karakter yang baik, berwawasan, serta dapat mencerahkan masa depan.

Baca Juga: Pendidikan Bagi Generasi dan Masa Depan Anak Bangsa

Walaupun pendidikan seperti kuliah itu tidak menjamin pekerjaan. Namun, dengan pendidikan paling tidak kita akan mendapatkan pekerjaan yang ringan. Selain itu, dengan ilmu pengetahuan kita akan menjadi sumber daya manusia yang dapat memajukan bangsa dan negara. Itu juga salah satu fungsi dari pendidikan.

Sebagai contoh, dengan pendidikan negara akan meningkatkan sumber daya manusia yang banyak. Dengan demikian maka, negara akan lebih maju dibandingkan dengan negara lain pada sisi pendidikan. Dengan sdm ini juga dapat memajukan bangsa. Oleh karena itulah pendidikan itu sangat penting bagi generasi, paling tidak kita tidak bisa dibodohi oleh orang lain.

Lalu bagaimana dengan muda mudi pedesaan? Itu dia, mereka tetap pada prinsip yang ditekuni. Pekerjaan adalah segalanya. Karena hidup butuh uang, maka mereka selesai sekolah tingkat atas (SMA) langsung memilih kerja dibandingkan lanjut sekolah ke perguruan tinggi.

Wednesday, 22 August 2018

7 Tips Agar Lulus Seleksi Masuk Perguruan Tinggi

Mengenyam pendidikan di perguruan tinggi saat ini rasanya telah menjadi keharusan, mengingat kompetisi dalam dunia kerja yang menuntut agar setiap orang untuk memiliki skill, kapabilitas dan kapasitas agar dapat membangun jenjang karir yang mumpuni.

Walaupun syarat untuk sukses tidak selamanya harus terlebih dahulu mengenyam pendidikan di bangku kuliah, namun menempuh pendidikan di bangku kuliah menjadi nilai plus tersendiri yang akan menunjang seseorang untuk cepat mendapatkan pekerjaan atau membangun sebuah usaha.

Saat ini sudah terdapat banyak perguruan tinggi yang menawarkan berbagai fasilitas bagi para calon mahasiswanya, sehingga banyak orang yang berminat untuk melanjutkan pendidikan di bangku kuliah, alhasil untuk bisa lulus dalam seleksi masuk perguruan tinggi mesti dilalui dengan beberapa rangkaian tes yang cukup kompetitif.

Cara agar lulus masuk perguruan tinggi

Mengingat seleksi masuk perguruan tinggi yang tidaklah mudah, sehingga dibutuhkan strategi atau tips trik yang jitu agar bisa lulus dalam seleksi penerimaan mahasiswa baru. Oleh karena itu sangat bijak bagi anda jika berusaha menggali informasi tentang hal-hal apa saja yang mesti dilakukan agar bisa lulus dalam seleksi penerimaan mahasiswa.

Apa saja tips yang bisa anda aktualisasikan agar bisa lulus dalam seleksi penerimaan mahasiswa baru di perguruan tinggi yang anda tempati mendaftar? Berikut ulasannya;

7 Tips Agar Lulus Seleksi Masuk Perguruan Tinggi

1. Mempelajari soal-soal SNMPTN dan SBMPTN tahun-tahun sebelumnya
Tips pertama yang mesti kamu lakukan agar bisa lulus dalam seleksi penerimaan mahasiswa baru adalah dengan mempelajari soal-soal SNMPTN dan SBMPTN tahun-tahun sebelumnya. Kenapa mesti soal-soal SNMPTN dan SBMPTN tahun-tahun sebelumnya? Karena biasanya tipe-tipe soal SNMPTN dan SBMPTN yang muncul tiap tahunnya hampir mirip.

Jadi dengan mempelajari soal-soal SNMPTN dan SBMPTN tahun-tahun sebelumnya anda bisa memiliki gambaran yang jelas tentang kemungkinan soal yang akan muncul saat anda nanti di tes. Dengan begitu anda bisa fokus mempelajari materi-materi yang terkait dengan soal-soal yang anda telah analisa sebelumnya.

2. Metode menjawab soal
Dalam menjawab soal yang muncul dalam tes usahakan anda memulai dari soal dengan kategori yang kalian anggap paling mudah? Kenapa harus memulai menjawab soal-soal yang mudah terlebih dahulu? Karena otak ibaratkan mesin, butuh waktu untuk mencapai performa maksimalnya. Jika otak langsung dipaksakan untuk memikirkan hal yang rumit/sulit/susah maka bisa jadi membuat pikiran menjadi blank (kosong)

Oleh karena disarankan untuk memulai dari soal yang paling mudah kemudian ke level soal yang sedang dan terakhir ke level soal yang susah. Keuntungan lainnya jika kamu menjawab soal dari yang paling mudah adalah anda bisa mengefesiensikan waktu anda.

3. Manajemen waktu
Dalam tes seleksi masuk perguruan tinggi biasanya akan ada jangka waktu yang disediakan untuk menjawab soal yang diberikan. Nah, jika anda keliru menentukan strategi dalam menjawab soal, bisa jadi waktunya sudah habis namun anda belum selesai mengerjakan soal yang diberikan.

Bagaimana memporsir waktu dalam mengerjakan soal yang ada? Kalian pertama harus memporsir setiap soal dengan jangka waktu tertentu. Misalnya, jika soal ada 100 buah dan waktu yang disediakan adalah 120 menit maka anda bisa mengalokasikan sekitar 1 menit 30 detik.

Dan yang paling penting adalah anda jangan pernah tertarik untuk menjawab suatu soal, maksudnya adalah kadang kita menemukan soal yang menantang dan kita menjadi terchalenge untuk menyelesaikannya tanpa kita sadari kita terbuai hanya pada satu soal dengan waktu yang lama untuk menyelesaikannya, jika anda menemukan soal yang rumit maka tinggalkan saja dulu soal tersebut, jika soal-soal yang lain telah anda selesaikan maka anda bisa kembali menjawab soal yang rumit tersebut.

4. Forum Group Discussion (FGD)
Ada sebuah pepatah yang berbunyi seperti ini “ Berat sama dipikul ringan sama dijinjing. Pepatah tersebut mengisyaratkan agar kita melalui berbagai hal dengan kebersamaan, sama halnya dengan tes seleksi masuk PTN.

Anda sebaiknya mencari teman yang sama-sama akan mengikuti tes seleksi. Apa tujuannya? Tujuannya adalah untuk anda ajak melakukan diskusi seputar trik, strategi, teknik untuk menghadapi tes. Bukankan dua kepala yang berpikir jauh lebih baik dari hanya seorang diri saja. Oleh karena itu carilah sebanyak-banyaknya teman yang nantinya bisa anda ajak untuk membuat forum diskusi dalam rangka persiapan menghadapi tes.

5. Mengatur waktu belajar
Belajar adalah hal yang mutlak untuk dilakukan jika anda ingin lulus dalam seleksi masuk perguruan tinggi. Kalian mesti pahami bahwa pesaing anda juga saat ini juga sedang belajar guna bisa lulus, jadi jika mau lulus maka harus belajar.

Jadi jangan heran jika anda tidak lulus lantaran tidak belajar guna mempersiapkan diri menghadapi tes karena disaat yang bersamaan ada pesaing-pesaing anda yang sedang serius belajar agar bisa lulus masuk Perguruan tinggi yang dia impikan.

Baca Juga: Sumber Belajar Yang Bisa Anda Manfaatkan

Dalam belajarpun anda harus memilih waktu-waktu yang efektif dimana anda dengan mudah memahami materi yang sedang anda pelajari. Belajarlah disaat mood/perasaan anda sedang baik agar materi pelajaran mudah anda cerna. Anda juga bisa belajar ditempat-tempat yang menyenangkan, misal; di pinggir pantai, di gunung, di perpustakaan dll.

6. Mengikuti Bimbingan belajar
Next, anda juga bisa ikut dalam bimbingan belajar yang khusus untuk persiapan menghadapi tes SNMPTN dan SBMPTN, saat ini ada banyak bimbingan belajar baik secara konvensional maupun secara online.

Jika anda tidak memiliki kesempatan ikut bimbel secara konvensional anda bisa memilih ikut bimbingan belajar yang bersifat online. Salah satu bimbingan belajar online untuk persiapan mengikuti seleksi masuk perguruan tinggi adalah Quipper Video.

Melalui Quipper Video anda bisa mempelajari materi seleksi masuk perguruan tinggi melalui Video pembelajaran, bisa juga dengan latihan menjawab soal. Biaya berlangganan Quipper video juga sangat murah dan terjangkau.

Selain itu, jika anda memiliki kode promosi quipper video gratis 2018 atau kode promo Quipper video terbaru anda akan mendapatkan diskon potongan harga sampai 20%. Kelebihan belajar menggunakan quipper video sangat banyak, berikut beberapa kelebihannya:
  • Belajarnya bisa dimana saja dan kapan saja
  • Biaya berlangganan murah
  • Terdapat ribuan video pembelajaran
  • Terdapat soal-soal seleksi masuk perguruan tinggi tahun-tahun sebelumnya
  • Terdapat fitur tanya tutor jika ada materi yang anda susah mengerti
  • DLL

7. Berdoa
Berdoa adalah suatu hal yang tak boleh terlewatkan untuk anda lakukan jika ingin sukses lulus dalam seleksi masuk perguruan tinggi. Jadi jangan pernah bosan untuk berdoa, agar niat anda untuk kuliah dikabulkan oleh tuhan.

Dan anda juga bisa meminta orang lain untuk mendoakan anda, karena kita tidak pernah tahu doa yang mana dan dari siapa yang akan tuhan kabulkan untuk anda.

Demikianlah 7 Tips Agar Lulus Seleksi Masuk Perguruan Tinggi, semoga artikel ini bermanfaat untuk anda dan apabila artikel ini anda rasa bermanfaat silahkan bagikan agar semakin banyak orang yang terbantu.

Thursday, 29 June 2017

Alasan Mengapa Anak Didik Harus Diajari Oleh Guru Cerdas

Irman fsp | Kita tahu, bahwa anak di usia dini sangat mudah menyerapkan apa yang mereka ketahui. Anak seusia 5 hingga 12 tahun merupakan memori yang masih kosong. Hal ini tentu memudahkan mereka untuk menampung berbagai informasi yang ada. Begitu juga dengan halnya pendidikan dipangkuan sekolah dasar (SD).

guru cerdas dan berwawasan
Poto: sekolahdasar.net
Anak di usia 5 hingga 12 tahun sangat cepat menangkap apa saja yang diterima dari orang terdekatnya. Dari orang tua hingga dari guru di sekolah. Dalam artikel ini, admin hanya menjelaskan alasan anak didik harus dibimbing oleh guru yang cerdas dan berilmu pengetahuan, dengan tujuan anak didik juga bisa mengikuti jejak sukses gurunya.

Bayangkan apa jadinya bila anak Anda dididik oleh guru guru yang sangat sedikit menguasai materi dan berlatar belakang jauh dengan ilmu pendidikan? Tentu anak didik tersebut tidak akan menerima ilmu pengetahuan dasar sebagaimana diharapkan. Maka dari itu, sebagai wali murid juga perlu mengetahui siapa guru yang mendidik anak Anda.

Sangat memperihatinkan, bila seorang guru tidak mampu menguasai ilmu pengetahuan dimana mereka harus menyalurkan ilmu yang sudah ia peroleh kepada anak didiknya. Apa lagi di sekolah dasar, sangat tidak wajar bila ada lulusan dari SD belum mampu membaca dan menulis. Walaupun banyak faktor lain yang bisa menyebabkan anak didik tidak bisa membaca dan menulis, namun disitu juga sangat berperan tugas guru agar anak didik bisa membaca dan menuli.

Sosok guru yang mampu menguasai materi kelas, tentu bisa membawa anak didiknya kea rah yang lebih baik. Apa lagi guru ini berwawasan luas, tentu akan mempengaruhi jiwa belajar serta dapat memotivasikan anak didik yang ada. Untuk itu, sangat diperlukan kualitas guru yang mendidik agar memperoleh anak yang pintar.

Berikut ini kami sampaikan alasan yang mengharuskan guru SD harus cerdas dan berwawasan luas yakni sebagai berikut:
  1. Bisa meningkatkan kualitas pembelajaran
  2. Cepat mengembangkan daya pikir anak didik
  3. Anak lebih mudah mendapatkan ilmu pengetahuan
  4. Termotivasi untuk belajar mambaca
  5. Termotivasi untuk belajar menulis
  6. Sekolah lebih bermutu
  7. Sekolah akan sangat dibanggakan oleh berbagai kalangan
  8. Akan menjadi contoh yang terbaik untuk sekolah lainnya
  9. Dapat meningkatkan mutu pembelajaran
  10. Anak didik semangat untuk belajar

Dengan adanya guru guru yang mampu memberikan ilmu untuk anak didik di pangkuan sekolah dasar, tentu akan memudahkan mereka saat melanjutkan ke sekolah lanjutan seperti SMP/ MTsN dan juga SMA. Dengan ilmu yang ada, anak akan lebih cepat mendapatkan hal hal yang baru. Karena apa pun yang diterima oleh murid SD, tentu akan dibawakan ke sekolah lanjutan. Paling tidak, dengan ilmu yang mereka dapatkan mereka sudah mampu menguasai sedikit ilmu pengetahuan dasar.

Itulah hal yang perlu diperhatikan oleh pihak sekolah dan juga wali murid yang mendaftarkan anak ke sekolah. Karena dengan adanya guru yang berilmu pengetahuan, tentu akan diperolehkan oleh anak didik nantinya. Demikian alasan mulai anak SD sangat perlu di didik oleh guru guru yang cerdas, berwawasan, dan berilmu pengetahuan. Semoga dengan adanya artikel ini bisa bermanfaat.

Tips Merekam Jejak Anak Selama di Sekolah

Irman fsp | Cara mudah mengetahui apa saja yang dilakukan anak Anda di sekolah, perlu merekam jejak mereka dengan cara selalu memantau anak selama berada di sekolah. Mengetahui jejak anak sangat diperlukan agar Anda tahu apa saja yang dilakukannya selama berada di sekolah. Mungkin sebagian keluarga merasa tidak perlu, akan tetapi ada keluarga tertentu sangat memerlukan perkembangan informasi anaknya sendiri.

Tips merekam jejak anak di luar rumak

Mendengar kata kata merekam terkesan harus memasang CCTV untuk mengetahui jejak anak. Padahal sangatlah mudah untuk mengetahui kelakuan anak selama berada di sekolah dengan cara merekam jejak anak.

Berikut cara yang efektif merekam jejak anak agar memudahkan orang tua mengetahui keadaan mereka selama di sekolah yakni berikut ini:
  1. Menjalin hubungan baik dengan pihak sekolah.
    Untuk mengetahui perkembangan anak selama di sekolah, maka Anda mengharuskan sering menanyakan keadaan si anak pada wali kelasnya bahkan pada guru kelas. Cara ini memudahkan orang tua untuk mendapatkan informasi keadaan anak Anda selama di sekolah.
  2. Membangun komunikasi yang baik dengan tetangga.
    Selanjutnya untuk mengetahui keadaan anak Anda, dapat menanyakan pada tetangga Anda sendiri. Hal ini tentu membutuhkan komunikasi yang baik serta hubungan yang baik dengan tetangga Anda sendiri. Tidak mungkin dong, kalau Anda kurang baik dengan tetangga, maka sudah dapat dikatakan sangat segan untuk menanyakan keadaan anak Anda.
  3. Meluangkan waktu untuk memantau anak.
    Bagi Anda yang super sibuk mungkin lebih efektif menggunakan cara di atas guna untuk mendapatkan informasi perkembangan si anak. Walaupun demikian, sesibuk apapun Anda, yang namanya anak mengharuskan memberikan perhatian untuknya. Setidaknya dapat meluangkan waktu Anda untuk memantaunya baik ke sekolah bahkan di luar jam sekolah dengan tujuan mengetahui kondisi anak.

Sebagaimana penjelasan di atas, mungkin ada orang tua yang tidak merasa penting melakukan hal itu, namun ketahuilah manfaat merekam jejak anak selama tidak bersama Anda sebelum berpendapat yang bahwa merekam jejak anak terlalu berlebihan.

Berikut manfaat merekam jejak anak selama di luar rumah yakni sebagai berikut:
  1. Mengetahui kondisi serta perkembangan anak.
    Dengan demikian Anda tahu apa saja yang dilakukan anak selama tidak ada disamping orang tua. Selain itu juga dapat mengetahui perkembangan dalam kontek pendidikan maupun kondisi fisik anak Anda sendiri.
  2. Mengetahui tingkah laku anak.
    Hal ini sangat diperlukan agar orang tua dapat mencegah dengan segera bila anak Anda melakukan hal hal negatif. Dengan demikian Anda lebih menyadari tingkah laku yang sebenarnya dari pada mendengar percakapan atau omongan orang lain.
  3. Mengetahui keberadaan anak.
    Hal ini juga sangat diperlukan agar Anda sebagai orang tua bisa mengetahui lokasi anak Anda. Baik itu sedang bermain, maupun sedang belajar. Untuk itu sangat diperlukan merekam jejak anak agar semua keadaan serta kondisi dapat Anda ketahui.

Dari penjelasan di atas terkait merekam jejak anak, mungkin ada informasi yang mengharuskan ditambah atau dikurangkan, kami sangat senang untuk meninggalkan komentar Anda pada kolom komentar yang sudah kami sediakan. Tujuannya adalah agar artikel ini benar benar bisa sempurna dan dapat bermanfaat untuk orang banyak khususnya para ibu rumah tangga.

Wednesday, 28 June 2017

Haruskah Memarahi Anak Ketika Berbuat Salah?

Anak yang berbuat salah merupakan suatuhal yang biasa. Anak yang salah perlu diajari dan dibimbing agar anak bisa berubah dan tidak mengulanginya lagi kesalahan yang mereka buat. Untuk itu, Anda sebagai orang tuanya, tidak harus marah marah saat anak anak salah. Anak yang baru berumur 2 sampai dengan 5 tahun memang tidak ada pedoman saat mereka melakukan sesuatu.

Nah, kami rasa masih bisa dimaklumi ketika anak berbuat kesalahan. Hanya butuh bimbingan dan perlu diajarkan agar si anak tidak mengulangi lagi perbuatan yang salah. Anak perlu bimbingan yang tepat dan dengan cara yang lembut. Karena bila si mom mengajari anak dengan cara yang salah, maka anak buka berkurang sifat buruknya melainkan akan bertambah.

anak bandel
Permainan anak yang bisa membuat ibu marah
Cara Anda melakukan sesuatu dihadapan anak, itu secara tidak langsung, maka anak akan mengikutinya seiring dia meranjak berumur. Anak yang masih umur 3 tahun perlu memperlihatkan hal hal positif, karena anak akan mudah merekamnya. Lalu bagaimana bila Anda sebagai ibunya sering sekali menampakkan emosi Anda ke anak? Tentu juga akan merekamnya mom. Anak buka menjadi baik bila si ibu sering memarahinya.

Untuk itu, ingat baik baik.. sesuatu yang Anda nampakkan ke anak, maka akan menjadi pelajaran baginya. Sangat disarankan bagi kaum ibu, tidak harus memarahi si anak yang sedang berbuat kesalahan. Melainkan memberi pemahaman untuknya agar menjadi pelajaran bagi si anak. Hal yang paling mudah Anda pahami, bila si anak suka dengan permainan yang tentunya membahayakan dia, maka perlu cara menegurnya tanpa memarahinya.

Anda sebagai ibunya bisa memberikan sedikit ilustrasi ke anak tentang dampak buruk dari permainan yang dia sukai. Dan Anda pun harus bisa menggantukan permainan itu dengan permainan lainnya, agar anak tetap bisa bermain dan melanjutkan kegembiraannya. Begitu juga dengan hal lainnya, Anda tidak harus memarahinya dengan tingkah si anak. Karena apapun yang anak lakukan, itu merupakan tahap belajar bagi si anak.

Cara Menghadapi Anak Sering Berbuat Salah
Bagi anak Anda yang sering berbuat kesalahan hingga berdampak pada emosi Anda sebagai ibu, maka perlu mengikuti tips mengatasi anak yang suka buat salah sebagai berikut:
  1. Anda tidak perlu memarahi anak, walaupun mereka berbuat salah, karena tentu ada cara yang bisa mengatasinya dengan cara yang mudah. Tentu Anda harus mempersiapkan sesuatu yang anak sukai, agar si anak tidak bermain yang bisa membuat Anda marah.
  2. Perlu membimbing anak serta memberi sesuatu yang menurut Anda anak menyukainya.
  3. Berikan gambaran atau ilustrasi ke anak bila berbuat kesalahan. Misalkan anak Anda suka lempar batu. Itu merupakan perbuatan yang beresiko, namun Anda perlu memberi pemahaman dan gambaran ke anak, dampak dari permainan yang dia sukai, seperti lempar batu.
  4. Begitu juga dengan anak yang suka main kotor, Anda juga tidak harus memarahinya. Karena hanya perlu pemahaman saja ke anak dampak dari bermain kotor itu, agar anak mengerti dengan dampak buruk dari permainan itu.

Intinya, sebagai orang tua tidak harus memarahi mereka walaupun anak berbuat salah. Karena anak belum tahu apa yang sedang mereka lakukan, yang tahu hanya permainan itu bisa menyenangkan saja habis perkara. Maka dari itulah, apapun yang anak lakukan tentu perlu diberikan pemahaman dari orang tua masing masing anak.

Apa lagi dengan kelakuan anak sangat tergantung pada lingkungan, bila lingkungan Anda banyak dengan permainan yang membahayakan si anak. Maka sudah tentu anak hanya itu yang dapat dia mainkan. Coba berikan mereka permainan yang bisa terhindar dari bahaya tentu anak juga akan terhindar dari itu. Demikian cara mengatasi anak yang suka berbuat salah. Dan bagi Anda yang terlanjur memarahinya, maka untuk sekarang cobalah mengintrospeksi kembali, semoga bermanfaat.

Sumber Belajar Yang Patut Anda Manfaatkan

Belajar terkadang tidak harus mululu di kampus atau di sekolah melainkan ada tempat lain yang bisa menunjang pembelajaran Anda. Sumber belajar ini juga bisa Anda manfaatkan guna untuk meningkatkan mutu ilmu yang sudah Anda pelajarai. Untuk meningkatkan mutu pendidikan dengan tentu dengan cara belajar dan membaca informasi yang ada. Namun, untuk memperbanyak ilmu pengetahuan sebenarnya sungguh banyak sekali cara yang bisa Anda ketahui yakni dengan sumber pembelajaran yang ada.

Cara ini bisa dimanfaatkan oleh siswa, mahasiswa, maupun guru pendidikan agar bisa meningkatkan wawasan pembelajaran. Dulu mungkin hanya sebagian besar saja yang bisa memanfaatkan sumber pembelajaran yang ada dan banyak sekali dari mereka yang ketinggalan ilmu pengetahuan hanya karena minimnya ilmu pengetahuan yang ada. Dulu mulai dari murid, siswa, dan juga mahasiswa hanya menyerap ilmu sebatas penyampaian informasi yang disampaikan guru atau dosen.

Beberapa sumber belajar yang bisa dimanfaatkan

Untuk era sekarang ini kami rasa banyak sekali cara untuk meningkatkan mutu pembelajaran dengan cara memanfaatkan sumber yang ada. Banyak sekali sumber yang bisa anda ketahui hingga dapat meningkatkan mutu pembelajaran. Apa saja sumber belajar yang tentunya bisa dimanfaatkan oleh berbagai kalangan?

Macam Macam Sumber Belajar
Berikut ini sumber belajar yang dapat dimanfaatkan serta bisa meningkatkan mutu pembelajaran yakni, sebagai berikut:


1. Internet.
Internet merupakan media online yang sangat efektif dan efesien untuk menambahkan referensi dari sisi pembelajaran. Mengapa tidak, di dunia internet bisa Anda ketahui berbagai informasi yang Anda perlukan. Untuk kalangan remaja, kami rasa perlu panduan seorang guru saat belajar ilmu pengetahuan dengan jaringan internet. Hal ini tujuan bisa menimalisir kesalahgunaan informasi yang ada. Internet juga salah satu sumber atau referensi pembelajaran guna untuk meningkatkan mutu pengetahuan.

2. Perpustakaan.
Selanjutnya adalah pustaka. Tahukah Anda, bahwa perpustakaan itu merupakan gudang ilmu pengetahuan. Mengapa tidak, dalam pustaka Anda bisa mendapatkan berbagai buku yang bisa Anda baca. Hal ini sudah tentu dapat meningkatkan wawasan pengetahuan dengan memanfaatkan sumber belajar melalui pustaka.
3. Lingkungan.
Lingkungan juga merupakan sumber belajar yang sangat efektif dan tentunya juga dapat meningkatkan wawasan. Lingkungan yang kami maksud disini tentu yang berhubungan dengan dunia pendidikan. Anda juga bisa membedakan anak yang berbeda lingkungan hidup. Disitu sangat terlihat dengan jelas yang mana anak lebih berpengetahuan. Ini tentu juga berpengaruh pada lingkungan. Maka dari itu, lingkungan juga merupakan sumber belajar yang bisa bermanfaat.

4. Narasumber.
Tahukah Anda, narasumber merupakan personal yang tentunya ilmu pengetahuannya lebih dari kita. Walaupun ada batasan batasan yang narasumber tahu, namun narasumber juga merupakan sumber pembelajaran yang bisa Anda manfaatkan untuk meningkatkan mutu pendidikan dan wawasan pengetahuan.

5. Museum.
Yang terakhir adalah museum juga merupakan sumber belajar yang baik. Disini lebih ke wawasan sejarah atau sebagai sumber pembelajaran wawasan nasional. Untuk meningkatkan wawasan pengetahuan, museum juga salah satu sumber pembelajaran yang baik untuk meningkatkan mutu pendidikan dan pengetahuan seperti sejarah.

Demikian beberapa sumber belajar yang bisa Anda manfaatkan agar bisa meningkatkan wawasan dan juga mutu pengetahuan berdasarkan sumber yang ada. Ke lima sumber referensi ini juga sangat kuat untuk menjadi pegangan Anda saat berdiskusi bersama kawan lainnya. Sumber belajar ini juga bisa dimanfaatkan oleh guru, mahasiswa, dan juga pelajar.

Nah, itu lah contoh sumber belajar yang dapat digunakan oleh kalian yang ingin menambahkan wawasan dan pengetahuan. Semoga dengan adanya artikel ini menjadi motivasi belajar lebih meningkat, baik itu untuk mahasiswa, guru, dan juga pelajar nusantara.

Monday, 26 June 2017

Manfaat Mengerjakan PR Untuk Anak Didik

Irman fsp | Pekerjaan rumah (PR) merupakan tugas yang diberikan guru saat belajar di sekolah agar anak bisa mengerjakannya di rumah. Tugas dari sekolah bukan beban yang diberikan untuk anak oleh guru kelas, melainkan tugas belajar yang harus didiskusikannya dengan orang tua mereka masing masing. PR sangat penting sekali untuk anak didik agar mereka bisa belajar bersama orang tuanya di rumah.

Hai mom, jangan salah yaa, guru memberikan tugas atau PR untuk anak Anda bukan tidak bisa diselesaikan di sekolah, melainkan agar anak Anda bisa belajar bersama orang tua mereka saat berada di rumah. Untuk itu, dalam artikel ini kami sampaikan manfaat PR atau tugas sekolah untuk anak didik mereka yang perlu Anda ketahui disini.

Kegunaan PR untuk anak didik atau siswa

Sebelum kami sampaikan manfaat PR, maka baiknya ketahui dulu tujuan guru memberikan PR untuk anak didik mereka. Tujuan diberikan PR adalah agar anak didik bisa belajar dirumah dan dapat belajar bersama dengan orang tua mereka. Tujuan lainnya juga dapat diketahui guru apakah orang tua didik benar benar peduli terhadap pendidikan anak. Hal ini bisa dilihat hasil tugas anak didik atau PR saat dikumpulkan di sekolah.

Nah, dari tujuan ini juga dapat Anda ketahui, bahwa PR dari sekolah memang sangat bermanfaat sekali untuk anak didik. Selain mereka tidak lalai dengan lingkungan juga bisa meningkatkan mutu pembelajaran untuk anak didik itu sendiri.

Baca Juga: Ciri Ciri Guru Cerdas dan Profesional

Untuk itu, yuk kita ketahui manfaat mengerjakan PR untuk anak didik sebagai tugas sekolah yang harus dikerjakan di rumah yakni sebagai berikut:
  1. Dapat meningkatkan mutu pembelajaran anak.
    Dengan adanya tugas dari sekolah yakni PR, maka anak bisa berdiskusi dengan keluarganya untuk bisa menyelesaikan PR yang ada. Jadi dengan bekerjasama dengan anak didik maka si anak tentu lebih memahaminya.
  2. Anak lebih luas wawasan pelajaran.
    Mengerjakan PR di rumah tentu dapat membuka wawasan bagi anak didik pada bidang pelajaran yang ada. Apa lagi didukung oleh keluarga yang cerdas.
  3. Bisa fokus pada mata pelajaran.
    Dengan adanya tugas dari sekolah, maka anak lebih paham dengan pembelajaran yang akan diikutinya.
  4. Anak bisa lebih pintar.
    Yang terakhir tentu dapat membuat anak didik terlihat lebih pintar. Karena didukung dengan kemauan belajar dan mau mengerjakan tugas sekolah.
  5. Mempertajam Kemampuan anak didik.
    Mengerjakan PR sama dengan mengasah kemampuan bagi anak agar lebih mencapai pembelajaran. Selain itu anak juga bisa lebih cerdas dengan apa yang dia ketahui selama giat mengerjakan tugas sekolah di rumah (PR).
  6. Melatih percaya diri dan bertanggung jawab
    Sangat jauh berbeda dengan anak anak lainnya yang malas mengerjakan PR di rumah. Anak yang rajin dan suka dengan tugas diberikan gurunya akan lebih meningkatkan kemampuan dalam sisi pembelajarannya. Selain itu, dengan adanya PR anak bisa melatih diri untuk bertanggung jawab dengan tugas yang ada. Dengan demikian, maka anak lebih percaya diri saat ada diskusi di sekolah untuk menjawab pertanyaan dari guru atau murid sekelas dengannya.

Tidak heran bagi murid atau siswa yang giat dalam mengerjakan tugas sekolah di rumah (PR). Bagi mereka yang berhasil menyelesaikan PR dengan kemampuannya sendiri dan juga didukung oleh orang tuanya, maka dapat meningkatkan kemampuan akademisnya. Hal ini tentu bisa kita bedakan yang mana murid/ siswa suka akan mengerjakan PR atau siswa yang malas.

Dengan adanya sistem pembelajaran ini, maka dapat dikatakan anak didik tentu bisa dibedakan yang mana anak semangat untuk belajar dan yang mana anak kurang semangat dalam belajar. Walaupun semangat belajar anak banyak faktor lainnya, namun sekilas dapat kita lihat dengan sistem pembelajaran yang ada.

Itulah sekilas informasi manfaat mengerjakan PR atau tugas sekolah yang dikerjakan di rumah. Kami rasa juga masih banyak lagi manfaat yang benar benar berdampak baik untuk anak didik selama ada tugas sekolah seperti PR. Semoga bermanfaat dan bisa berguna untuk nusantara.

Waktu Yang Tepat Mendidik Anak Di luar Jam Sekolah

Diluar jam sekolah tentu anak Anda akan sibuk dengan teman teman untuk melakukan kegiatan mereka. Hal ini sudah hampir semua anak yang masih kedudukan jenjang SD, karena pola pikir mereka hanya ke permainan. Lalu bagaimana cara agar mereka tidak lupa dengan mata pelajaran untuk keesokan harinya? Untuk itu, sebagai orang tua perlu mengatur waktu yang tepat untuk mendidik anak agar tetap fokus pada belajar.

Anak usia 6 hingga dengan 12 sangat identik dengan permainan, baik itu bermain bersama teman maupun lalai dengan game yang ada. Nah, hal ini jangan Anda biarkan. Perlu Anda perhatikan serta perhatian lebih untuk mereka agar anak tetap ingat dengan waktu belajar mereka. Tanpa ada yang mengingatkan, maka anak lupa dengan itu, karena lebih fokus pada bermain.

Waktu yang baik mengajarkan anak
Waktu yang tepat mendidik anak dalam keluarga

Jadi bagaimana untuk memilih waktu yang tepat untuk mendidik mereka? Tenang, waktu yang sangat efesien untuk mendidik anak diluar jam sekolah adalah pada jam 08.00 di malam hari. Mengapa demikian? Karena waktu tersebut merupakan segala kesibukan Anda sebagai orang tua bisa fokus pada mereka. Dan anak pun ada disamping Anda sendiri.

Baca Juga: Manfaat Mengerjakan PR Untuk Anak Didik

Bila memilih waktu yang lain seperti pada siang hari, maka anak tidak akan fokus apa yang Anda bicarakan. Mereka lebih fokus pada permainan mereka. Maka dari itu, waktu yang efektif untuk mendidik anak adalah pada malam hari. Selain Anda tidak ada kesibukan rumah tangga, juga bisa berkumpul dengan keluarga Anda sendiri. Nah, waktu inilah sangat baik untuk fokus mendidik anak diluar jam sekolah.

Alasan lain, mengapa harus memilih pada malam hari sebagai waktu yang tepat untuk mendidik anak, berikut informasinya:
  1. Pada malam hari tentu Anda sebagai orang tua tidak ada kesibukan seperti pada siang hari
  2. Malam hari pikiran Anda lebih fress dan fokus apa yang akan Anda lakukan
  3. Anak Anda juga tidak jauh dengan keluarga, berbeda pada siang hari mereka lebih disibukkan dengan bermain
  4. Daya ingat anak lebih baik pada malam dibandingkan dengan siang hari
  5. Anda juga dapat mengajarnya bersama suami Anda.
  6. Anak lebih patuh bila Anda sebagai ibunya juga berada disamping suami sebagai ayahnya.

Itulah waktu yang tepat untuk mendidik anak diluar jam sekolah. Penting Anda manfaatkan waktu ini agar anak menjadi fokus pada pendidikan dan juga lebih dekat dengan kedua orang tuanya. Semoga cara ini bisa memberi informasi yang bermanfaat untuk keluarga kita semua.

Mendidik Anak Yang Baik dan Benar Diluar Jam Sekolah

Mendidik anak tentu perbuatan yang sangat mulia. Hal ini selain Anda membimbingnya juga melatih anak agar nantinya mereka menjadi anak yang baik serta menjadi kebanggaan orang tua. Banyak orang tua yang kurang tepat dalam mendidik anak, hal ini terbukti saat anak pulang sekolah tidak pernah menanyakan apa saja kegiatannya di sekolah. Pada hal, cara yang baik dan benar mendidik anak, orang tua selalu bertanya pada anak saat pulang dari sekolah.

Bertanya pada anak saat pulang dari sekolah merupakan kepedulian orang tua terhadap anak mereka masing masing. Hal ini merupakan cara yang efektif untuk membangun hubungan baik dengan anak. Tugas guru di sekolah hanya mengajar dan juga mendidik. Namun, kepedulian dari ke dua orang tua juga sangat berpengaruh agar anak lebih termotivasi untuk belajar. Jadi, mendidik anak yang baik dan benar selain belajar di sekolah juga ada perhatian khusus dari orang tua masing masing.

Tanpa adanya basa basi dengan anak, maka anak tersebut anak menjadi anak yang jauh dengan didikan orang tua. Mereka hanya sibuk bermain dan tidak mengenal jam belajar bahkan jam makan serta waktu beristirahat. Kita tahu, usia anak tentu di asyikkan  dengan permainan. Hal ini sudah menjadi masa mereka yang hanya ingat dengan permainan dan juga bermain sama teman temannya.

Cara yang baik mendidik anak
Tips mendidik anak diluar jam sekolah

Nah, bila Anda sebagai orang tua kurang memperhatikannya, maka sudah tentu anak ini menjadi anak yang sibuk bermain dan lupa dengan dunia pendidikan. Hanya di sekolah mereka belajar dan bermain, itu pun tergantung anak yang suka dengan belajar ketimbang bermain. Bila anak suka bermain, berarti mereka hanya sibuk bermain dan lupa dengan pelajaran mereka.

Baca Juga: Manfaat Mengerjakan PR Untuk Anak Didik

Bayangkan bila di luar jam sekolah, dan Anda sebagai orang tua tidak memperhatikan mereka. Sungguh sangat disayangkan anak ini, mereka merupakan aset dan generasi penerus Anda. Bila Anda tidak bisa mendidiknya, maka sudah tentu masa depannya suram. Untuk itu, perlu cara mendidik anak yang baik dan benar khusus di luar jam sekolah agar anak Anda menjadi anak yang baik dan patuk kepada orang tua.

Berikut ini cara sederhana tips mendidik anak di luar jam sekolah, agar anak Anda menjadi anak kebanggaan nantinya:
  1. Bangun komunikasi yang baik dengan anak, seperti menanyakan sesuatu saat anak pulang dari sekolah. Caranya gampang saja, cukup menanyakan “berapa diberikan nilai sama guru hari ini nak” atau “ada PR nak” bahkan pertanyaan lainnya yang berhubungan dengan sekolah anak.
  2. Jangan sibuk nonton TV saat jam belajar, misalnya pada malam hari, baiknya Anda membujuk anak agar mau belajar untuk pelajaran esoknya.
  3. Ajak anak belajar bersama, minimal sekali Anda sebagai orang tua membaca buku bersama anak. Tujuan anak Anda mau mengikuti belajar.
  4. Berikan perhatian lebih kepada anak, agar mereka merasa di sayang oleh ibu dan ayahnya.

Demikian tips mendidik anak diluar jam sekolah agar anak menjadi kebanggaan orang tua nantinya. Tips ini bisa Anda lakukan guna untuk bisa meningkatkan prestasi anak dalam tahap pembelajaran. Anak butuh didikan serta kasih sayang dari orang tua, untuk itu berikan perhatian lebih, agar anak bisa berbakti kepada orang tua.

Solusi Bagi Orang Tua Yang Miliki Anak Malas Membaca

Irman fsp | Anak merupakan anugerah Allah SWT yang menjadi tanggung jawab orang tua. Anak juga menjadi penerus bahkan aset untuk Anda nantinya. Lalu apa jadinya bila anak Anda menjadi anak yang ketinggalan ilmu pengetahuan? Hal ini menjadi pertimbangan Anda sebagai orang tua. Jadikan Anak sebuah cita cita yang bisa dibanggakan bahkan bermanfaat untuk bangsa. Untuk itu perlu Anda awasi dari sekarang hingga menjadi dewasa kelak.

Anak yang gemar membaca sudah tentu berwawasan luas dan juga berpengetahuan. Hal ini menjadi dasar anak untuk menjadi seseorang tentu diawali dengan gemar membaca. Bayangkan bagi Anda yang mempunyai anak malas membaca serta belajar. Apa jadinya dikemudian hari? Untuk itu, sebagai orang tua perlu membujuk anak agar gemar membaca. Untuk anak yang pemalas tentu juga ada solusi agar mereka menjadi gemar membaca.

cara mendidik anak agar gemar membaca
Anak malas belajar, jangan Anda biarkan
Poto: mataibu,com

Anak mempunyai karakter yang berbeda beda. Hal ini juga didasari faktor keluarga dan juga pengaruh lingkungan. Karakter anak juga bisa kita baca melalui lingkup kehidupan keluarga. Artinya bila keluarga kurang berwawasan dan juga pendidikan, maka sudah tentu anak bisa diukur. Hal ini sama seperti pepatah bilang. Buah tidak jauh dengan pohonnya.sangat dalam sekali yaa.. heheeheee itu lah kenyataan.

Namun, masalah ini bisa teratasi bila Anda sebagai orang tua mau untuk merubah nasib bahkan latarbelakang dengan cara belajar dan membaca. Jangan merasa kehidupan serba keterbatasan, maka kemampuan juga sudah ada batasnya. Buang jauh jauh argument demikian. Karena nasib seseorang tidak ada yang bisa meramalkan. Bahkan rezeki sekalipun tidak bisa kita ukur dengan latarbelakang kehidupan. Okee,, kembali ke laptop hheee

Faktor utama yang bisa menyebabkan anak menjadi malas membaca dapat dikarenakan sebagai berikut:
  1. Kurang perhatian orang tua terhadap anak
  2. Tidak mengajak anak untuk membaca
  3. Terlalu memanjakan anak dengan permainan yang ada
  4. Tidak mengatur jadwal belajar sehingga anak lalai sendiri
  5. Lingkungan yang kurang mendukung buat anak untuk belajar

Hal ini tentu membuat anak Anda akan menjadi malas bahkan sangat jarang sekali untuk membuka buku. Apa lagi didukung dengan lingkungan yang tentunya sibuk dengan permainan yang ada. Faktor lainnya yang sangat mendukung anak lalai dengan kesibukan mereka adalah perhatian orang tua. Sebenarnya orang tua menjadi peran utama dalam memotivasikan anak untuk belajar dan juga membaca.

Nah, harus Anda sadari, bila Anda juga sibuk dengan pekerjaan baik itu pekerjaan rumah, maupun kantoran atau seorang ibu rumah tangga karir, sudah tentu anak Anda juga sibuk dengan permainannya sendiri. Sadar atau tidak, bila ini Anda biarkan, maka sudah tentu si anak tidak akan memegang buku bahkan menjadi anak yang gemar membaca.

Solusi untuk orang tua yang ingin menjadikan anak sebagai penerus bangsa yang tentunya bisa membanggakan orang tua yakni sebagai berikut:
  1. Mengajak anak membaca buku
  2. Mengajak anak ke toko buku
  3. Mengajak anak mengerjakan PR
  4. Memberikan peluang untuk anak dalam memilih buku
  5. Mengatur jadwal belajar untuk si anak
  6. Menjanjikan memberikan hadiah bila si anak gemar membaca
  7. Memberikan hadiah saat si anak berprestasi
  8. Memberikan sesuatu yang disukainya saat mencapai apa yang diinginkan

Sebagai faktor pendukung, Anda sebagai orang tua harus menepati janji dengan anak agar mereka fokus pada belajar dan membaca. Tujuan semua ini tentu untuk si anak agar mereka suka membaca serta belajar. Maka dari itu, tidak salah mengorbankan sesuatu untuk anak agar mereka menjadi orang yang dibanggakan.

Anak memang identik dengan bermain. Apa lagi lingkungan yang mendukung, tentu membuat si anak lupa dengan belajar dan membaca. Maka dari iti, perlu peran Anda sebagai orang tua agar anak bisa gemar membaca serta belajar. Dengan tujuan dapat membanggakan nantinya saat mereka besar. Demikian cara mendidik anak agar gemar membaca.

Anak Didik Nakal Buk? Ingat, Itu Wawasan Untuk Mu

Irman fsp | Terkadang, kita salah kaprah, dalam mendefinisikan kenakalan anak didik itu sendiri. Tingkah laku anak anak murid di sekolah, kadang kadang bukan karena sifat mereka yang nakal, melainkan kelincahan mereka dalam beraktivitas atau dapat dikatakan keaktifan anak didik dalam ruangan belajar. Oleh karena itu, jangan salah menilai terkait dengan anak yang murid sendiri.

Dengan tingkah laku mereka yang dapat membuat kelas berantakan tentu bisa berdampak pada emosi guru saat menghadapi anak anak. Harus Anda ketahui, sebagai guru perlu mengetahui banyak tingkah laku anak, baik itu dari kenakalan hingga anak didik yang pendiam guna untuk memudahkan bagi Anda sebagai guru kelas dalam menyelesaikan masalah.

Anak paud yang susah diatur
Keaktifan anak paud merupakan wawasan bagi guru

Guru kelas merupakan ibu pengganti dari orang tua anak didik. Hal ini tentu dapat membuat Anda (guru) sedikit berantakan bahkan sering keluar emosi saat menghadapi anak didik. Lalu bagaimana cara menghadapi mereka agar bisa patuh? Caranya tentu dengan melakukan pendekatan dengan si anak.

Sebelum anda (guru) menghadapi sikap anak, maka baiknya ketahui dulu, apa yang mereka lakukan itu merupakan pengalaman dan juga wawasan yang luar biasa tanpa Anda temui ditempat tempat lainnya. Maka dari itu, apapun yang guru lakukan tentu pahalanya juga besar sekali, selain mendidik juga menjaga anak hingga tumbuh dewasa.

Kenakalan anak didik yang dapat membuat guru lelah saat memdidik tentu pengalaman beserta wawasan bagi guru yang sangat besar tanpa kita dapatkan dirumah bahkan ditempat dimana Anda belajar dulu. Hal ini tidak bisa dipungkiri, bahwa pengalaman itu bisa membuat Anda lebih dewasa dan juga berwawasan serta berpengalaman untuk kedepan saat menerima anak didik lainnya.

Hal itu juga dapat Anda rasakan saat pulang ke rumah merenung dan melakukan review terhadap apa saja yang sudah Anda lakukan seharian selama di sekolah. Apa lagi mendidik anak usia dini 2 sampai dengan 5 tahun. Pengalaman dan wawasan sangatlah mahal, apa lagi mendapatkan cara mendidik anak di usia 2 sampai dengan 5 tahun.

Pengalaman yang sangat berharga ini tentu bisa bikin Anda (guru) memudahkan dalam hal pengurusan anak didik. Dan bila hal ini bisa membuktikan pada khalayak ramai, tentu Anda juga akan mendapatkan penghargaan yang tentunya sangat luar biasa dan juga memuaskan bagi sosok guru yang sukses memdidik anak didik masing masing.

Cara menghadapi anak didik yang super aktif
Perlu Anda (guru) ketahui bahwa sangat jauh berbeda anak nakal dengan anak yang aktif. Hal ini bisa dilihat dari cara mereka lakukan sesuatu dalam lingkungan sekolah. Anak nakal tentu lebih aktif pada permainan yang mengarah ke negatif. Sedangkan anak yang aktif tentu melakukan kegiatan atau permainan yang lebih kreatif.

Selanjutnya, bagi anak yang aktif juga tidak keras kepala, artinya apa yang dikatakan oleh guru bisa mereka patuhi. Menghadapi anak didik yang aktif juga perlu mengenal karakter anak didik itu sendiri, apa lagi bagi anak didik di usia dini 2 s/d 5 tahun. Ini sangat membutuhkan perhatian dan didikan guru. Mereka harus banyak didampingi agar apapun yang mereka lakukan bisa mengarah kearah yang baik.

Dengan demikian, maka anda (guru) akan mendapatkan wawasan serta pengalaman yang tentunya tidak bisa anda beli diluar sana. Maka dari itu, bersyukurlah terhadap apa yang Anda kerjakan. Apa lagi pekerjaan mendidik, suatu pekerjaan yang sangat mulia dibandingkan dengan pekerjaan lainnya. Itulah wawasan dan juga pengalaman yang ada pada guru.

Nilai Ujian Anak Jelek Buk? Ini Penyebab dan Alasannya

Irman fsp | Banyak sekali faktor yang dapat berpengaruh pada hasil ujian yang diikuti oleh murid/ siswa/ pelajar. Hal ini terbukti saat menerima hasil ujian mereka terlihat kurang bagus. Tidak membuat mereka kecewa dengan apa yang mereka dapatkan. Bahkan bisa sangat kecewa dengan apa yang mereka dapatkan. Baik dan buruk nilai ujian yang mereka peroleh tentu semua ada penyebab dan juga disertai dengan solusi. Yang terpenting adalah mau mengoreksi dan introspeksi.

Kekecewaan anak didik terhadap nilai ujian yang mereka peroleh tentu bisa bertolak belakang dengan apa yang mereka pelajari dan mereka dapatkan. Artinya, secara ujian ulangan bahkan tugas sekolah yang mereka buat bisa dikatakan hasilnya bagus dan dapat dipertanggungjawabkan. Lalu mengapa juga dengan hasil ujian akhir bisa jelek dan berdampak pada kelulusan anak didik?

Alasan anak didik tidak lulus karena nilai ujiannya jelek
Poto: timestechnet.com
Harus diketahui secara seksama, bahwa hasil ujian yang diperoleh anak didik tentu sangat berpengaruh pada saat mengikuti ujian akhir. Hal ini tidak dapat disamakan dengan ujian ujian dimana mereka bisa menyelesaikan dengan mudah dan bisa mendapatkan nilai yang tinggi. Mengapa demikian? Karena disinilah letak perbedaan antara ujian ulangan dengan ujian akhir yang bisa menentukan mereka lulus atau tidak.

Alasan anak didik tidak lulus dengan jumlah nilai yang rendah
Alasan utama bagi siswa/i mendapatkan nilai yang sangat rendah dan bisa berdampak pada kelulusan mereka, terkadang ada pada diri sendiri. Mengapa demikian? Hal ini bisa ditanyakan pada anak didik masing masing sejauh mana semangat belajar mereka untuk mendapatkan nilai yang bagus. Selanjutnya, melihat tingkat kecerdasan dan kepandaian anak didik terhadap apa yang sudah mereka pelajari.

Selama sekolah tentu banyak sekali pelajaran pelajaran yang sudah mereka pelajari, yang menjadi pertanyaan, apakah anak didik sudah memahami semua materi yang diberikan guru. Bila itu belum mengerti, tentu masih ada kesempatan untuk ditanyakan ke guru terkait pelajaran yang mereka belum paham.

Selebihnya tentu menjadi review terhadap anak didik yang sudah diberikan guru. Artinya semua pelajaran yang sudah mereka pelajari mengharuskan mereka untuk mengulanginya dengan tujuan agar pelajaran pelajaran itu bisa tersimpan di kepala dan dapat memudahkan mereka dengan apa yang sudah dipelajari.

Alasan selanjutnya, ada pada guru kelas yang selama ini mendidik anak Anda. Mengapa? Bagi guru yang tidak paham dengan apa yang sudah dipelajari tentu sangat berpengaruh terhadap anak didik. Alasannya sangatlah mudah, masak guru yang tidak paham dengan materi ikut mendidik anak? Apa jadinya nanti?

Hal ini tentu menjadi alasan mengapa anak didik mendapatkan nilai yang rendah bahkan bisa berdampak pada kelulusan saat mengikuti ujian akhir sekolah. Kelulusan dengan nilai yang baik tentu sangat berkaitan dengan kecerdasan murid/ siswa/i serta sosok guru yang memberikan pelajaran kepada anak didik.

Selebihnya tentu, memerlukan banyak membaca serta mengulangi apa saja materi pembelajaran yang sudah pernah Anda pelajari di sekolah. Belajar juga sangat berpengaruh pada kelulusan dan mendapatkan nilai yang baik. Dengan giat belajar, maka Anda tidak akan mendapatkan nilai yang rendah.

Penyebab anak didik mendapatkan nilai rendah bahkan bisa berdampak pada kelulusan
Penyebab utama yang bisa membuat anak didik miliki nilai rendah, tentu sangat berpengaruh pada kecerdasan anak. Anak yang miliki nilai rendah sangat identik dengan kebodohan mereka, walaupun hal itu tidak semua, namun secara umum itu nyata. Hal ini tentu ada faktor yang membuat anak didik miliki nilai rendah.

Anak didik yang mendapatkan nilai rendah, dapat dikatakan tidak belajar dan kurang semangat dengan yang namanya belajar. Untuk lebih terperinci penyebab anak didik mendapatkan nilai ujian jelek bisa Anda ketahui disini yakni sebagai berikut:
  1. Malas sekolah
  2. Malas belajar
  3. Kurang aktif dalam belajar kelompok
  4. Tidak mau bertanya dimana ada yang kurang mengerti
  5. Malas menyelesaikan PR
  6. Anak bandel dan  keras kepala
  7. Kurang perhatian orang tua
  8. Lalai dengan permainan
  9. Asik nonton yang tidak ada manfaat untuk anak

Walaupun di atas sudah lumayan lengkap faktor yang bisa membuat anak didik mendapatkan nilai yang rendah, namun ada juga faktor lainnya yang bisa bikin anak didik Anda mendapatkan nilai rendah. Harus Anda ketahui, anak didik tentu memiliki sifat dan karakter yang berbeda. Artinya, ada alasan tersendiri mengapa anak didik tidak pandai dan malas membaca.

Terkadang, ada anak yang mau belajar mengharuskan didampingi dan harus diberikan perhatian khusus. Agar anak didik tersebut mau belajar dan membaca. Oleh karena itu, ini juga merupakan faktor lainnya yang bisa bikin anak didik Anda tidak mampu mendapatkan nilai yang bagus, bahkan bisa berdampak pada kelulusan mereka.

Hal ini juga memerlukan perhatian khusus oleh guru kelas terhadap anak didik masing masing, agar semangat belajar mereka bisa bertambah. Begitu juga dengan orang tua, harus memperkenalkan sifat anak ke guru agar tipe anak didik yang beginian bisa teratasi dan misa meraih nilai yang bagus dengan semangat belajar mereka.

Demikian alasan serta yang dapat menyebabkan anak didik mendapatkan nilai yang rendah. Dengan adanya artikel ini, semoga guru dan juga orang tua, bisa memberi perhatian khusus untuk anak agar bisa termotivasi untuk belajar dan bisa meraih nilai yang bagus. Dengan demikian mereka juga tidak mendapatkan nilai ujian yang rendah.

Sunday, 25 June 2017

Tips Memilih Jurusan Pendidikan Yang Tepat Saat Masuk Perguruan Tinggi

Irman fsp | Banyak yang salah pilih jurusan saat masuk perguruan tinggi disebabkan hanya ikut ikutan saja. Harus Anda ketahui, memilih jurusan yang salah membuat anak Anda salah jalur nantinya. Untuk itu, perlu melihat tingkah laku dan kebiasaan anak di masa sekolah. Hal ini banyak yang menganggap sepele, yang penting anak bisa melanjutkan sekolah hingga ke perguruan tinggi. Untuk anak yang ingin tidak sesat pada saat melanjutkan sekolah, maka pilihlah jurusan yang sesuai dengan keinginan serta kemampuan anak.

Anak terkadang memilih jurusan hanya sebatas suka dengan penampilan dan banyak kawan. Hal ini sangat disayangkan nantinya, bila anak salah jalur. Maka dari itu, memilih jurusan di perguruan tinggi perlu menyesuaikan kemampuan anak dan kebiasaan anak semasa sekolahnya. Tujuannya adalah agar anak selaras dalam kemampuan pendidikan.

cara memilih jurusan kuliah
Tips memilih jurusan masuk perguruan tinggi
Poto: okezone

Untuk contoh kecil saja, bila anak Anda suka dengan memasak, maka sudah tentu memilih jurusan tataboga. Begitu juga dengan kebiasaan mengatur, maka berikan dia jurusan manajemen agar anak Anda benar benar mahir dalam mengatur sesuatu. Maka dari itulah pilihlah jurusan yang sesuai dengan kebiasaan anak semasa sekolah, agar jurusan yang dia pilah menjadi jurusan yang tepat untuk anak.

Berbicara jurusan, banyak sekali jurusan di perguruan tinggi, ada jurusan kedokteran, komunikasi, teknik, psikologi, keguruan dan lain sebagainya. Nah, dengan banyak jurusan yang ada, maka Anda sebagai orang tua juga harus ikut berperan dalam memilih jurusan untuk anak. Selain memberi dukungan juga memberi semangat saat anak hendak memilih jurusan yang ada.

Untuk lebih tepat agar Anda tidak menyesal nantinya saat memilih jurusan diperkuliahan, dari itu Irman fsp memberi tips yang tepat dalam memilih jurusan kuliah sebagai berikut:
  1. Bagi Anda yang ingin melanjutkan jenjang sekolah, maka perlu tahu apa kesukaan Anda di masa sekolah sebelumnya. Tujuan agar tepat memilih jurusan.
  2. Bagi Anda yang suka dengan guru, maka pilihlah jurusan keguruan agar Anda bila mengambil peran seorang guru nantinya.
  3. Jangan memilih jurusan hanya karena banyak kawan yang mengambil jurusan yang ada. Tentukan pilihan Anda sendiri, agar pilihan jurusan yang Anda ambil benar benar tepat dan sesuai dengan kemampuan Anda.
  4. Sebelum memilih jurusan, baiknya berdiskusi dengan orang tua bahkan dengan sahabat Anda sendiri, tujuan jurusan yang menjadi pilihan sesuai dengan latar belakang Anda.
  5. Jadikan pilihan jurusan menjadi motivasi dan kesukaan Anda, agar semangat belajar bisa meningkat.

Kami rasa, apapun pilihan jurusan yang terpenting bisa membuahkan hasil. Artinya jangan hanya suka memilih melainkan juga termotivasi untuk Anda sendiri saat belajar di bangku kuliah nantinya. Belajarlah yang giat agar Anda menjadi pahlawan untuk bangsa dan negara. Teritama untuk orang tua agar bisa menjadi kebanggaan mereka nantinya.

Friday, 23 June 2017

Guru Adalah Masa Depan Anak Bangsa

Peran Guru dalam pembelajaran, tidak hanya sebatas menyampaikan materi pendidikan, melainkan banyak sekali hal hal yang harus guru lakukan, agar anak didik menjadi generasi penerus bangsa serta dapat mengapai cita cita. Mengapa guru dikatakan masa depan untuk anak bangsa? Karena guru merupakan lampu bagi generasi anak bangsa untuk dapat mengenal tulis baca serta dapat melahirkan generasi yang berpengetahuan. Maka dari itu, kami katakan guru merupakan masa depan untuk anak bangsa.

Sebagai masa depan untuk anak bangsa Indonesia, guru sangat berperan untuk memberi pelajaran yang mendidik serta memberi pemahaman pemahaman untuk anak didik agar mereka bisa menjadi kebanggaan untuk bangsa Indonesia. Tanggal 25 November 2016 kemarin, merupakan hari guru nasional yang diperingatkan oleh berbagai daerah di Indonesia.

tugas guru dalam pembelajaran

Penuh harapan serta banyak pesan untuk guru Indonesia agar dapat menciptakan anak didik yang bisa membanggakan Indonesia. Guru merupakan tokoh utama bagi anak bangsa serta memiliki peran sebagai pelaku utama dalam menerapkan program pendidikan dalam mencapai tujuan yang berguna serta bermanfaat untuk mereka.

Peran utama guru merupakan sebagai penyampaian ilmu pengetahuan yang juga dianggap warisan kebudayaan yang sangat bermanfaat untuk bangga serta harus dilestarikan. Walaupun di era sekarang kecanggihan teknologi dapat diakui, namun peran guru terhadap anak didik lebih penting dari kecanggihan teknologi yang ada.

Dengan pentingnya sosok guru terhadap anak bangsa, maka guru mempunyai hari besar yang perlu diperingati secara nasional. Sebagaimana kita ketahui, pada satu haru yang lalu sudah diperingati dan disitu juga banyak hal yang harus dipertimbangkan oleh guru. Selain bertanggung jawab terhadap tugas, guru juga harus mendidik anak bangsa secara profesional dan penuh kasih.

Peran penting Guru terhadap anak bangsa
Sangat jelas sekali, tanpa guru anak bangsa tidak ada arah serta berkurangnya ilmu pengetahuan dalam pembelajaran. Untuk itu perlu Anda ketahui mengapa guru dikatakan masa depan anak bangsa? Inilah alasannya:
  1. Guru sebagai motivator
  2. Guru merupakan evaluator
  3. Guru merupakan fasilisator
  4. Guru merupakan pengelola ruangan kelas
  5. Guru juga sebagai demonstrator

Kelima poin poin di atas adalah peran guru dalam proses pembelajaran di sekolah. Hal ini tentu akan dimiliki seorang guru untuk diterapkan pada anak didik mereka agar menjadi penerus bangsa. Selain itu, dengan keaktifan guru maka akan sangat berpeluang anak bangsa memiliki masa depan yang cerah.

Guru merupakan masa depan anak bangsa artinya guru adalah lampu bagi mereka untuk meneruskan pendidikan ke jenjang jenjang selanjutnya. Dengan cara guru memberi motivasi serta semangat belajar, tentu anak Indonesia cerdas serta akan membawa harum nama Negara ke penjuru dunia.

Masa Depan Anak Bangsa
Untuk mewujudkan masa depan anak bangsa tentu sangat berperan pada sosok guru yang mampu memberi bekal untuk anak didik. Hal ini sangat dirasakan oleh anak anak Indonesia. Sadar atau tidak, kecerdasan anak merupakan cerminan Guru dimana mereka belajar. Hal ini juga akan dirasakan oleh anak bangsa yang meninggalkan bangku sekolah tanpa bekal ilmu.

Mengapa masa depan anak ada pada Guru? Karena, selain guru itu lampu bagi anak juga jalan menuju ke jenjang selanjutnya adalah ilmu yang ada pada mereka. Bila ilmu yang didapatkan sangat jauh dengan perkembangan zaman, bahkan masih baru bisa tulis baca apa yang terjadi pada anak itu? tentu akan gelap masa depan mereka.

Maka dari itu, sebagai guru perlu mendidik mereka dengan tulus dan ikhlas. Harus bisa dilakukan agar anak didik Anda bisa membawa nama guru harum sepanjang abad. Hal itu lah yang membuat judul di atas guru adalah masa depan anak bangsa. Semoga artikel ini bermanfaat dan berguna bagi pembaca.

Thursday, 22 June 2017

Peran Penting Guru Inklusi Dalam Lingkungan Sekolah

Sebelum kita ketahui peran dan fungsi guru inklusi, baiknya kita pahami dulu apa itu inklusi? Secara singkat, inklusif atau inklusi merupakan sebuah pengembangan yang dilakukan oleh individu melalui pendekatan serta mengajak tanpa memandang latar belakang budaya, agama, ras, suku, status dan lain sebagainya. Dengan demikian, keterbukaan dalam sebuah lingkungan sekolah dan masyarakat, aktivitas bisa berjalan lancar.

Hal ini dapat dikatakan, dengan adanya inklusi maka lingkungan sosial dalam masyarakat akan lebih terbuka, ramah, nyaman, serta aman tanpa hambatan dalam melaksanakan tugas maupun kegiatan dapat berjalan secara langsung tanpa ada tekanan. Lalu apa hubungannya dengan guru inklusi di lingkungan sekolah?

fungsi guru inklusi terhadap lingkungan sekolah
Poto: bisnis.com

Jelas sangat berkaitan sekali penjelasan di atas dengan peran penting guru inklusi di sekolah. Secara tidak langsung, dengan penjelasan di atas, setidaknya kita sudah tahu gambaran dan pemahaman inklusi itu sendiri. Nah, hal ini tentu harus diterapkan atau dimiliki oleh beberapa guru di lingkungan sekolah. Apa lagi dengan adanya guru khusus yang membidanginya, maka akan lebih teratasi.

Sejauh kita ketahui, lingkungan sekolah tentu individu dari siswa, masyarakat tentu memiliki karakter yang berbeda. Hal ini mengharuskan ada sosok individu yang bisa membangun komunikasi yang baik dan hubungan yang harmonis antara guru guru dan siswa maupun masyarakan. Perlu kita ketahui, sangat berperan aktif sosok individu (guru inklusi) dalam lingkungan sekolah.

Karena guru khusus tentu sudah sangat paham dengan perkembangan lingkungan bahkan perbedaan lainnya. Dengan demikian guru inklusi ini bisa menimalisir akan datangnya kekacauan di lingkungan sekolah. Dan ia pun mampu membangun lingkungan yang ramah, nyaman, aman dan bisa menjaga satu sama lain dengan keterbukaan.

Peran dan Fungsi Guru Inklusi di Lingkungan Sekolah
Perlu Anda ketahui, di sekolah tentu banyak sekali perbedaan karakter murid atau siswa. Dari yang cakap hingga ada yang nakal, dan dari normal ada juga yang up normal. Tugas guru khusus ini tentu akan membangun sebuah hubungan baik antara guru dengan anak didiknya. Dengan adanya guru khusus atau pendidikan inklusi, maka sistem layanan pendidikan akan mengikut sertakan anak didik yang berkebutuhan khusus.

Seperti anak yang miliki keterbatasan (up normal) maka dengan adanya pendidikan inklusi ini bisa mengikuti sistem pembelajaran sama halnya dengan anak didik lainnya. Artinya anak penyandang disabilitas tetap bisa fokus dan mengikuti pelajaran sekolah yang akan dibimbing langsung oleh guru inklusi ini.

Apa manfaatnya bagi lingkungan sekolah bahkan masyarakat dengan adanya pendidikan inklusi? Berikut informasinya:
  1. Sebagaimana kami paparkan di atas, dengan adanya pendidikan khusus atau guru khusus, maka murid/ siswa bisa mengikut sertakan sistem pembelajaran yang ada. Karena anak didik ini akan dipandu atau dibimbing langsung oleh guru khusus.
  2. Perlu Anda ketahui manfaat pendidikan inklusi ini tentu bisa membangun kesadaran serta dapat menghilangkan sikap yang diskriminatif.
  3. Dengan adanya pendidikan (guru inklusi) bisa terhindar dari hambatan perbedaan sosial, budaya, agama, ras dan lain sebagainya dalam menyelenggarakan pendidikan.
  4. Dengan adanya guru khusus ini mampu bekerja sama dengan masyarakat agar bisa membangun mutu pendidikan untuk masa depan anak didik.

Dalam masyarakat tentu harus diperkuatkan inklusi itu sendiri, agar bisa sama sama menjaga perkembangan sekolah. Sebagai masyarakat inklusi juga bertanggung jawab serta mendukung perkembangan mutu pendidikan, serta saling membantu dan bertanggung jawab atas perkembangan pendidikan yang ada dilingkungan kita.

Demikian peran dan fungsi guru inklusi atau pendidikan inklusi di lingkungan masyarakat. Kegiatan kegiatan inklusi ini tentu dampak manfaatnya sangat jelas terhadap anak didik bahkan untuk lingkungan masyarakat itu sendiri. Maka dari itu, dukunglah kemajuan serta perkembangan pendidikan anak.

Tuesday, 20 June 2017

Faktor Penyebab Anak Menjadi Malas Belajar

Irman fsp | Rasa malas belajar pada anak tentu menjadi salah satu masalah yang harus diperhatikan oleh keluarga. Sebagai orang tua tidak harus membiarkan anak untuk didik di sekolah dan juga tempat pengajian saja, melainkan juga perlu perhatian serta kasih sayang orang tua terhadap anak agar anak menjadi prioritas. Munculnya rasa malas belajar pada anak tentu menjadi masalah bagi keluarga terkait dengan cara Anda mendidik anak.

Memang banyak yang mengatakan kepandaian sangat didukung oleh giat belajar anak serta perhatian orang tua tentu menjadi motivasi anak untuk belajar membaca. Lalu bagaimana dengan anak yang malas belajar, apa faktor masalahnya? Inilah yang menjadi pembahasan dalam artikel irman fsp untuk Anda yang bingung mendidik anak.

Rasa malas belajar pada anak

Untuk itu, kami juga sudah merangkul beberapa faktor yang bisa menyebabkan anak malas membaca dan belajar yakni di bawah ini:
  1. Perhatian orang tua
    Salah satu penyebab besar rasa malas belajar yang timbul pada anak bisa dikatakan kurangnya perhatian dari keluarga. Pada dasarnya, perhatian orang tua menjadi motivasi dan teguran secara tidak langsung untuk meningkatkan semangat belajar pada anak.
  2. Lingkungan rumah
    Hambatan yang terjadi pada anak yang menyebabkan timbulnya rasa malas belajar tentu dipengaruhi oleh lingkungan rumah. Hal ini tentu menjadi perhatian orang tua dalam memilih tempat tinggal agar lingkungan Anda bisa memotivasi anak dalam pembelajaran. Faktor lingkungan menjadi salah satu hambatan terbesar yang bisa menyebabkan anak malas belajar.
  3. Punya hambatan sendiri
    Tidak semua anak akan menjadi giat belajar hingga mendapatkan juara dalam kelas bahkan mendapatkan prestasi lainnya. Terkadang anak sudah diberikan dukungan penuh bahkan dukungan dari pihak lainnya, akan tetapi anak tersebut tetap menyimpan rasa malas dalam belajar yang merupakan pelajaran dia sendiri. Hal ini disebabkan oleh keterbatasan pada diri sendiri yang ada pada anak.
  4. Kurangnya fasilitas belajar
    Tidak bisa dipungkiri, bahwa ada anak yang penuh semangat dengan pembelajaran bahkan diapun sangat termotivasi dengan belajar. Akan tetapi bisa fasilitas pembelajaran bagi anak serba terbatas, maka hal ini akan menyebabkan timbul rasa malas dalam diri anak. Faktor ini juga merupakan salah satu penyebab anak bisa malas belajar.
  5. Kurang dukungan
    Tidak jauh berbeda dengan penjelasan poin nomor 4. Artinya anak butuh dukungan selain butuh fasilitas belajar. Nah, bagi anak yang penuh semangat dengan rasa ingin belajar akan tetapi dukungan baginya berkurang bahkan sengat sedikit, maka anak tersebut akan muncul sedikit sedikit rasa malas untuk belajar.

Nah, di atas merupakan faktor munculnya rasa malas belajar pada anak. Maka, bagi Anda yang ingin anaknya tumbuh semangat belajar, maka tugas Anda sebagai orang tua adalah memberi dukungan serta motivasi untuk anak agar rasa malas belajar pada anak bisa hilang. Dengan penyebab penyebab tersebut di atas, akan memudahkan Anda untuk mengatasi penyebab anak malas belajar.

Jadi, sebagai orang tua perlu perhatian penuh untuk anak agar malas belajar yang ada pada anak bisa hilang. Akan tetapi bagi Anda yang mempercayai anak cukup dengan dididik di sekolah tanpa memberikan perhatian serta dukungan, maka malas belajar pada anak akan muncul sedikit demi sedikit tanpa Anda sadari. Dan bisa ini terjadi, maka anak Anda akan menjadi anak yang gagal dalam pendidikan nantinya.

Tips Mendidik Anak Yang Super Bandel Di Sekolah

Irman fsp | Guru merupakan ujung tombak bagi anak didik. Anak didik yang ada di sekolah tentu berbeda karakter ada yang sopan dan patuh, da nada juga yang keras kepala hingga membuat guru pusing tujuh keliling dalam memberi pembelajaran terhadap anak didik yang super bandel atau anak didik yang nakal. Sebagai guru sudah menjadi kewajiban dalam hal mendidik serta mengajar. Namun bagaimana dengan anak didik yang nakal bahkan sangat bandel?

Anak yang nakal tentu menjadi prioritas bagi guru di sekolah guna untuk memberi perhatian lebih bahkan membimbingnya mereka lebih dari anak didik lainnya. Banyak juga guru yang habis akal dalam untuk menghadapi anak didik yang bandel. Namun, karena sudah menjadi kewajiban, maka perlu cara jitu untuk menghadapi anak didik yang bandel guna mudah untuk dididik.

cara mendidik anak nakal
Anak yang nakal butuh guru khusus untuk memdidik mereka
Poto: koran-sindo,com

Mengingat ere sekarang yang memungkinkan sedikit bertolak belakang dengan cara mendidik anak. Maka gurupun agak ragu dalam menghadapi anak yang kenakalannya melebihi. Namun, hal ini tidak bisa dibiarkan, karena bila si anak tidak ada pembelajaran khusus, maka kedepan akan lebih parah dalam hal memberi pelajaran untuk anak didik yang nakal.

Banyak kasus yang kita ketahui, bahwa anak didik yang nakal dibiarkan, mengingat takut dengan komplain orang tua murid dengan pelanggaran HAM. Pada hal, guru sudah memahami betul bagaimana cara mendidik anak mereka agar menjadi anak yang sopan dan pintar. Untuk itu, mengingat sekarang sudah ada program inklusif di sekolah, maka tidak ada alasan bagi guru yang tidak mampu mendidik anak baik itu anak upnormal, normal, bahkan anak yang kenakalannya luar biasapun harus guru hadapi.

Baca Juga: 5 Cara Melatih Anak Sopan Santun dan Beretika

Hal ini tentu memerlukan tips agar guru memudahkan dalam memberikan pelajaran serta mendidik anak yang nakal menjadi sopan dan pintar. Berikut cara mudah mendidik anak nakal di perkarangan sekolah dasar (SD) yakni sebagai berikut:
  1. Mengikuti cara anak tersebut apa yang diinginkan
    Sebagai guru harus mampu memahami sifat anak didik apa lagi khusus anak didik yang nakal. Tujuannya memudahkan guru untuk dekat dengannya. Karena dengan melakukan kedekatan dengan anak didik yang bandel menjadi satu jalan untuk merubah sikap anak didik yang nakal.
  2. Memberi peluang kemauan anak didik
    Untuk yang ke dua, Anda seorang guru harus bisa memberi peluang ntuk anak didik yang nakal agar bisa melihat kemauan mereka. Disaat Anda tahu, kemauannya apa, maka tugas Anda sebagai guru memberi tugas sekolah yang menurut Anda mereka sukai.
  3. Memberi perhatian lebih kepada anak didik yang bandel
    Seorang guru juga harus mampu meluangkan waktu yang lebih untuk anak didik yang bandel. Apa lagi Anda seorang guru inklusif, hal ini sangat memalukan bila tidak bisa mengatasi anak didik seperti ini. Toh Anda sudah pernah mengikuti pelatihan khusus cara bagaimana menghadapi anak didik yang demikian.
  4. Mengajak anak didik belajar diluar ruangan sekolah
    Nah, selain dapat memberi perhatian lebih, Anda juga harus mampu mengajak anak didik yang bandel belajar di luar ruangan. Atau bisa mengajak mereka mengajar pada jam jam tertentu, karena pikiran mereka sudah tentu jauh berbeda dengan anak didik lainnya.
  5. Memberikan tugas kesukaan anak yang nakal
    Yang terakhir, bagi anak didik yang super nakal, sebenarnya tidak harus dipaksakan belajar diruangan dengan teori yang ada. Mereka cukup memberi pelajaran diluar pata pelajaran yang ada. Artinya guru bisa memberikan mereka tugas yang ada di sekolah, misalnya mengajak mereka bersih bersih, mengatur ruangan agar terlihat lebih rapi. Secara tidak langsung guru sudah mengajarkan mereka cara meningkatkan budaya kebersihan dan kerapian.

Untuk itu, perlu memahami anak didik yang ada di sekolah dimana Anda mengajar. Tidak perlu memberi tugas yang ada dibuku bahkan belajar yang ada dibuku untuk anak didik yang seperti ini. Cukup mengajarkan mereka tatakrama dan kesopanan diluar ruangan. Hal ini juga memerlukan cara cara yang membuat anak didik terhibur dan tidak tertekan.

Demikian cara mendidik anak yang bandel atau nakal di sekolah. Kami rasa cukup dengan cara dan trik dalam menghadapi anak anak yang nakal. Intinya Anda tidak harus bosan dan benci ke anak didik yang nakal. Bisa mengajak guru yang menurut anak nyaman dengannya untuk memberi pelajaran dan didikan khusus terhadap anak didik yang nakal ini.

Monday, 19 June 2017

Cara Mendidik Anak Agar Pintar Dan Cerdas

Mendidik anak agar lebih pintar tentu menjadi peran utama bagi orang tua dalam mengajarkan, membimbing, serta melakukan pendekatan dengan si anak. Tanpa melakukan hubungan yang baik dengan anak, maka sudah tentu anak Anda akan menjadi keras kepala. Khusus anak tingkat SD yang mengharuskan orang tua lebih berperan aktif dalam sisi mendidik terlepas mereka dalam didikan sekolah.

Harus Anda ketahui bahwa, guru di sekolah hanya mengajarkan anak Anda dan sedikit mendidik. Mengajar dan mendidik tentu jauh berbeda, karena mendidik tidak hanya menyampaikan informasi informasi yang ada pada buku, melainkan juga tutur bahasa serta cara Anda memberi kasih sayang kepada anak tersebut. Jadi, agar bisa mencerdaskan si anak, maka butuh perhatian juga dari orang tua.

Mengajarkan hanya sebatas informasi yang ada pada buku serta ilmu yang guru pelajari menjadi pelajaran bagi anak secara disampaikan saat pembelajaran. Untuk itu, perlu didikan anak diluar jam sekolah, agar anak Anda lebih pintar serta berwawasan luas. Hal ini tentu memerlukan kasih sayang serta perhatian seorang ibu terhadap anak.

Tips mendidik anak dalam keluarga
Poto: cintankri,com

Untuk menjadikan si anak agar lebih pintar dari pada anak orang lain, maka perlu didikan rumah tangga. Artinya Anda sebagai orang tua perlu mengajarkan serta mendidik mereka diluar jam sekolah, seperti pada malam hari.

Baca Juga: 5 Cara Melatih Anak Sopan Santun dan Beretika

Cara Mendidk Anak
Lalu bagaimana cara mendidik anak agar bisa menjadi anak yang cerdas juga anak pintar? Berikut tips mendidik anak dalam keluarga tentunya bisa bunda lakukan:
  1. Mengajak anak belajar dan membaca
    Mengajak anak belajar serta membaca dengan tujuan anak Anda menjadi anak yang pintar. Hal ini tentu menjadi peran Anda sebagai orang tua untuk bisa membujuk anak agar gemar membaca buku. Selanjutnya tidak lepas dari pada membaca, anak juga harus diberikan peluang untuk bisa belajar hal hal baru diluar apa yang mereka belajar.
  2. Mengajak anak bermain atau berlibur
    Bermain merupakan kesukaan si anak, hal ini harus bisa Anda batasi untuk bisa fokus apa yang sedang mereka buat. Seperti halnya permainan yang berhubungan dengan pembelajaran. Ini menjadi tugas orang tua untuk memberi peluang bermain agar anak tidak stress. Anak juga perlu berlibur ditempat yang berbeda guna untuk mendapatkan wawasan yang lebih luas.
  3. Mengajak anak bekerja
    Bekerja dalam kontek tidak keluar dari sisi mendidik. Artinya Anda sebagai orang tua harus lebih jeli dalam mengajak anak untuk bekerja. Bekerja yang dimaksud disini adalah seperti mengerjakan PR, menyampul buku, merapikan ruangan dan sebagainya. Tujuannya adalah agar anak Anda bisa patuh dan rajin dalam mengerjakan sesuatu seperti tugas sekolah. Selain anak tidak manja, juga melatih si anak lebih mandiri.

Ke tiga poin di atas tentu tidak lepas dari dampingan Anda sebagai orang tua. Hal ini selain mendidik si anak menjadi mandiri juga membuka wawasan untuk anak agar lebih dewasa. Hal ini juga memerlukan tahap demi tahap sebagai pembelajaran untuk anak. Sehingga anak lebih pintar dan cerdas.

Kebiasaan buruk dari orang tua sehingga anak tidak berwawasan serta menjadi anak yang tidak sopan terhadap orang tua yakni berikut ini:
  1. Kurang perhatian terhadap anak
  2. Sibuk dengan pekerjaan tanpa ada kepedulian terhadap anak
  3. Jarang berkomunikasi dengan anak
  4. Hanya berharap didikan di sekolahnya saja
  5. Jarang berkumpul dengan anak

Untuk memiliki anak yang pintar tentu memerlukan perhatian serta kasih saya ibu terhadap anak. Bila ini jarang dirasakan anak, maka sudah tentu anak menjadi tidak sopan, kurang berwawasan bahkan menjadi anak yang pintar. Demikian tips mendidik anak agar lebih berwawasan dan berpendidikan.

Sunday, 18 June 2017

Tips Mengubah Pola Pikir Anak Menjadi Lebih Baik

Pola pikir anak tidak jauh berbeda dengan apa yang mereka ketahui hari harinya. Artinya, ini sangat berpengaruh pada lingkungan dan juga sangat berhubungan sekali dengan apa yang diajarkan oleh orang tua masing masing. Berbicara pola pikir tentu sangat erat hubungannya dengan wawasan si anak. Bila anak wawasan nya rendah, sudah tentu pola pikirnya juga demikian. Untuk itu, perlu merubah pola pikir anak menjadi lebih baik.

Anak dapat kita ibaratkan dengan memori card yang baru kita beli, artinya sesuatu yang kita masukkan kedalam sangat mudah. Begitu juga dengan anak, anak yang masih usia balita hingga menduduki bangku kelas 6 SD sangat memudahkan orang tua mengajarinya guna untuk memiliki pola pikir yang smart. Hal ini tentu sangat berpengaruh pada kemauan orang tua terhadap anak masing masing.

Tips melatih anak memiliki pola pikir yang smart

Mengapa kami katakan demikian? Ada orang tua yang hanya mengajari anak sesuatu yang mereka ketahui, yakni menyekolahkan sesuai kemampuan dan juga mengajarinya pada malam hari menjelang tidur. Nah, tahukah Anda, bahwa ada orang tua yang sangat besar keinginan mereka agar anaknya memiliki pola pikir yang cerdas. Mereka juga mencari berbagai cara yang juga sesuai kemampuan, agar anak mereka berwawasan serta menjadi anak yang smart.

Baca Juga: Merubah Pola Pikir Menjadi Lebih Dewasa

Nah, dalam artikel ini juga kami paparkan bagaimana cara mengubah pola pikir anak menjadi lebih baik dan smart dalam dunia pendidikan yakni sebagai berikut:
  1. Ajak anak belajar diskusi.
    Hai mom, tahu kah Anda mengapa anak anak sangat perlu diajari sesuatu yang mungkin belum masanya untuk mereka pelajari? Inilah yang harus Anda ketahui, mengapa sebagian anak memiliki wawasan yang luas dan pola pikir yang cerdas. Karena sebagian orang tua mengajari anak yang belum seharusnya anak ketahui seperti berdiskusi.
    Diskusi biasanya dipelajari oleh anak remaja yang sedang menduduki bangku kuliah. Selesai perkuliahan, maka mereka tahu manfaat dan kegunaan diskusi itu sendiri. Nah, untuk anak Anda yang ingin diketahui lebih awal, maka kami rasa tidak ada salahnya mengajari mereka bagaimana cara berdiskusi dengan tujuan anak lebih berprestasi.
  2. Ajak anak belajar kelompok.
    Hello mom, untuk belajar kelompok juga sama halnya dengan mengajarkan anak berdiskusi. Artinya Anda sebagai ibu juga bisa mengajari anak belajar kelompok dengan tujuan anak Anda duluan tahu kegunaan dan manfaat belajar kelompok.
  3. Beritahukan anak yang sedang popular.
    Sebagai orang tua yang ingin anaknya berwawasan, maka beritahukan mereka informasi yang sedang popular. Informasi yang patut Anda berikan tentu informasi yang berhubunga dengan perkembangan anak. Seperti sekolah unggul yang bisa menciptakan pola pikir anak lebih cerdas. Nah, hal inilah yang kami maksud perlu Anda berikan informasi yang sedang popular dan perlu anak mengetahuinya agar si anak berwawasan.
  4. Memberikan contoh yang baik dan positif untuk anak.
    Sebagai orang tua juga perlu mengajari anak serta memberi contoh contoh yang baik dan teladan untuk anak. Contoh yang Anda berikan tentu menjadi pelajaran yang sangat berharga untuk mereka yang sedang belajar ilmu pengetahuan.
  5. Ajak anak membaca.
    Membaca suatu hal yang sangat penting sekali untuk anak. Karena dengan membaca, maka anak sudah tentu besar peluang untuk mendapatkan prestasi di sekolah dan juga pada lingkungannya. Untuk itu, bagi anak yang malas membaca, sudah menjadi kewajiban orang tua untuk membujuk anak agar gemar membaca.

Nah, dengan cara di atas tentu membuka peluang untuk anak agar memiliki pola pikir yang sehat hingga berwawasan. Pola pikir anak yang baik sudah tentu mengharuskan orang tua mengajari mereka agar benar benar bisa dapat berfikir positif. Dengan demikian tentu menjadi kebanggaan orang tua baik itu saat mendapatkan pujian dari orang lain, bahkan dengan kecerdasan anak Anda sendiri juga merasa satu kebanggaan tersendiri.