Tampilkan postingan dengan label skripsi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label skripsi. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 26 Maret 2016

Teknik atau Metode Pengambilan Data

Teknik atau Metode Pengambilan Data | Pada artikel sebelumnya kami sudah membagikan teknik atau metode pengumpulan data. Maka artikel ini kami membagikan teknik atau metode pengambilan data. Perlu anda ketahui, kedua metode ini penting pada saat melakukan penelitian. Maka bagi anda yang akan melakukan penelitian nantinya, pelajari dulu apa yang dimaksud dengan teknik pengambilan data dan teknik pengumpulan data pada saat melakukan penelitian.

Data merupakan suatu yang belum mempunyai arti sama sekali sebelum dilakukan pengolahan pada data yang dimaksud. Data yang dimaksud disini bisa dikatakan masih dalam bentuk gambar, tulisan, angka, atau simbol simbol yang akan kita gunakan untuk menjadi sebuah gambaran guna untuk dapat melihat lingkungan, sebuah objek, kejadian maupun sebuah konsep.

Teknik pengambilan data di lapangan

Nah, data yang akan anda kumpulkan itu baik berdasarkan observasi, wawancara, maupun dengan cara membagikan angket, maka akan anda simpulkan setelah melakukan pengolahan data nantinya. Dalam artikel kali ini kami memaparkan penjelasan terkait dengan metode pengumpulan data dan juga metode atau teknik pengambilan data.

Dalam artikel ini juga kami hanya menjelaskan sedikit penjelasan dan pengertian data. Untuk mengetahui lebih lengkap, maka anda dapat mengunjungi pustaka terdekat, dan mencari buku buku yang lebih lengkap menjelaskan teknik pengumpulan data beserta teknik pengambilan data pada saat melakukan penelitian.

Teknik Pengambilan Data
1. Angket
Angket/ kuesioner adalah teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberikan seperangkat pertanyaan atau pernyataan kepada orang lain yang dijadikan responden untuk dijawabnya. Meskipun terlihat mudah, teknik pengumpulan data melalui angket cukup sulit dilakukan jika respondennya cukup besar dan tersebar di berbagai wilayah.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam penyusunan angket menurut Uma Sekaran (dalam Sugiyono, 2007:163) terkait dengan prinsip penulisan angket, prinsip pengukuran dan penampilan fisik.

Prinsip Penulisan angket menyangkut beberapa faktor antara lain:
  1. Isi dan tujuan pertanyaan artinya jika isi pertanyaan ditujukan untuk mengukur maka harus ada skala yang jelas dalam pilihan jawaban.
  2. Bahasa yang digunakan harus disesuaikan dengan kemampuan responden. Tidak mungkin menggunakan bahasa yang penuh istilah-istilah bahasa Inggris pada responden yang tidak mengerti bahasa Inggris, dsb.
  3. Tipe dan bentuk pertanyaan apakah terbuka atau terturup. Jika terbuka artinya jawaban yang diberikan adalah bebas, sedangkan jika pernyataan tertutup maka responden hanya diminta untuk memilih jawaban yang disediakan.


2. Observasi
Obrservasi merupakan salah satu teknik pengumpulan data yang tidak hanya mengukur sikap dari responden (wawancara dan angket) namun juga dapat digunakan untuk merekam berbagai fenomena yang terjadi (situasi, kondisi). Teknik ini digunakan bila penelitian ditujukan untuk mempelajari perilaku manusia, proses kerja, gejala-gejala alam dan dilakukan pada responden yang tidak terlalu besar.
  • Participant Observation
    Dalam observasi ini, peneliti secara langsung terlibat dalam kegiatam sehari-hari orang atau situasi yang diamati sebagai sumber data. Misalnya seorang guru dapat melakukan observasi mengenai bagaimana perilaku siswa, semangat siswa, kemampuan manajerial kepala sekolah, hubungan antar guru, dsb.
  • Non participant Observation
    Berlawanan dengan participant Observation, Non Participant merupakan observasi yang penelitinya tidak ikut secara langsung dalam kegiatan atau proses yang sedang diamati. Misalnya penelitian tentang pola pembinaan olahraga, seorang peneliti yang menempatkan dirinya sebagai pengamat dan mencatat berbagai peristiwa yang dianggap perlu sebagai data penelitian.

Kelemahan dari metode ini adalah peneliti tidak akan memperoleh data yang mendalam karena hanya bertindak sebagai pengamat dari luar tanpa mengetahui makna yang terkandung di dalam peristiwa. Alat yang digunakan dalam teknik observasi ini antara lain: lembar cek list, buku catatan, kamera photo, dan lain sebagainya.

3. Wawancara
Wawancara merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan melalui tatap muka dan tanya jawab langsung antara pengumpul data maupun peneliti terhadap nara sumber atau sumber data.

Wawancara pada penelitian sampel besar biasanya hanya dilakukan sebagai studi pendahuluan karena tidak mungkin menggunakan wawancara pada 1000 responden, sedangkan pada sampel kecil teknik wawancara dapat diterapkan sebagai teknik pengumpul data (umumnya penelitian kualitatif)

Adapun pada teknik wawancara terbagi menjadi dua bagian, yakni wawancara terstruktur dan tidak terstruktur. Berikut penjelasan terkait kedua teknik wawancara yang dapat anda ketahui yakni di bawah ini:
  1. Wawancara terstruktur artinya peneliti telah mengetahui dengan pasti apa informasi yang ingin digali dari responden sehingga daftar pertanyaannya sudah dibuat secara sistematis. Peneliti juga dapat menggunakan alat bantu tape recorder, kamera photo, dan material lain yang dapat membantu kelancaran wawancara.
  2. Wawancara tidak terstruktur adalah wawancara bebas, yaitu peneliti tidak menggunakan pedoman wawancara yang berisi pertanyaan yang akan diajukan secara spesifik, dan hanya memuat poin-poin penting masalah yang ingin digali dari responden.

Demikian penjelasan terkait dengan teknik beserta metode pengambilan data saat melakukan risert. Semoga dengan adanya informasi di atas dapat memudahkan bagi anda khususnya untuk yang sedang melakukan bab penelitian di lapangan.

Kelebihan dan Kekurangan Pada Teknik Pengumpulan Data

Irman fsp | Teknik pengumpulan data yang dilakukan oleh peneliti, pada dasarnya sangat tergantung pada peneliti pada saat di lapangan. Tentu cara yang dilakukan oleh peneliti juga bervariasi, misalnya peneliti tidak memiliki kamera SLR, mereka dapat menggunakan kamera HP dan sebagainya.

Selain itu peneliti juga dapat mengikuti arus dimana mereka melakukan penelitian. Ada yang menjumpai responden dengan cara membuat jadwal pertemuan dan ada juga dengan cara pendekatan tanpa membuat jadwal pertemuan dengan sumber. Ini juga cara atau metode yang lahir dilapangan tanpa diluar dari pada teori.

Pengumpulan data penelitian

Teknik pengumpulan data memang memiliki kekurangan dan kelebihan pada saat melakukan pengumpulan data. Seperti metode observasi, wawancara, serta dengan kuesioner. Ketiga cara ini akan kita lakukan pada saat melakukan baik awal dari pada penelitian maupun hingga akhir penelitian. Dan cara ini tentunya ada kelebihan dan juga kekurangan pada saat mengumpulkan data yang ada.

Metode Observasi
Pengumpulan data dengan observasi langsung atau dengan pengamatan langsung adalah cara pengambilan data dengan menggunakan mata tanpa ada pertolongan alat standar lain untuk keperluan tersebut. Pengamatan baru tergolong sebagai teknik mengumpulkan data, jika pengamatan tersebut mempunyai kriteria berikut:
  1. Pengamatan digunakan untuk penelitian dan telah direncanakan secara sistematik.
  2. Pengamatan harus berkaitan dengan tujuan penelitian yang telah direncanakan.
  3. Pengamatan tersebut dicatat secara sistematis dan dihubungkan dengan proposisi umum dan bukan dipaparkan sebagai suatu set yang menarik perhatian saja.

Pengamatan dapat di cek dan di kontrol atas validitas dan reliabilitasnya. Penggunaan pengamatan langsung sebagai cara mengumpulkan data mempunyai beberapa keuntungan antara lain:
  1. Dengan cara pengamatan langsung, terdapat kemungkinan untuk mencatat hal-hal, perilaku, pertumbuhan, dan sebagainya, sewaktu kejadian tersebut berlaku, atau sewaktu perilaku tersebut terjadi. Dengan cara pengamatan, data yang langsung mengenai perilaku yang tipikal dari objek dapat dicatat segera, dan tidak menggantungkan data dari ingatan seseorang;
  2. Pengamatan langsung dapat memperoleh data dari subjek baik tidak dapat berkomunikasi secara verbal atau yang tak mau berkomunikasi secara verbal. Adakalanya subjek tidak mau berkomunikasi, secara verbal dengan enumerator atau peneliti, baik karena takut, karena tidak ada waktu atau karena enggan. Dengan pengamatan langsung, hal di atas dapat ditanggulangi. Selain dari keuntungan yang telah diberikan di atas, pengamatan secara langsung sebagai salah satu metode dalam mengumpulkan data, mempunyai kelemahan-kelemahan.


Metode Wawancara
Metode wawancara yang dimaksud adalah proses memperoleh keterangan untuk tujuan penelitian dengan cara tanya jawab, sambil bertatap muka antara si penanya atau pewawancara dengan si penjawab atau responden dengan menggunakan alat yang dinamakan interview guide (panduan wawancara). Wawancara dapat dilakukan dengan tatap muka maupun melalui telpon.

Wawancara Tatap Muka
Berikut wawancara tatap muka yang akan anda lakukan beserta kelebihannya antara lain:
  1. Bisa membangun hubungan dan memotivasi responden
  2. Bisa mengklarifikasi pertanyaan, menjernihkan keraguan, menambah pertanyaan baru
  3. Bisa membaca isyarat non verbal
  4. Bisa memperoleh data yang banyak

Selain kelebihan yang anda dapatkan, maka kekurangan pada cara ini juga anda dapatkan:
  1. Membutuhkan waktu yang lama
  2. Biaya besar jika responden yang akan diwawancara berada di beberapa daerah terpisah
  3. Responden mungkin meragukan kerahasiaan informasi yang diberikan
  4. Pewawancara perlu dilatih
  5. Bisa menimbulkan bias pewawancara
  6. Responden bias menghentikan wawancara kapanpun

Wawancara via Phone
  1. Kelebihan cara ini dapat anda jumpai pada:
  2. Biaya lebih sedikit dan lebih cepat dari wawancara tatap muka
  3. Bisa menjangkau daerah geografis yang luas
  4. Anomalitas lebih besar dibanding wawancara pribadi (tatap muka)

Kelemahan yang anda dapatkan:
  1. Isyarat non verbal tidak bisa dibaca
  2. Wawancara harus diusahakan singkat
  3. Nomor telpon yang tidak terpakai bisa dihubungi, dan nomor yang tidak terdaftar pun dihilangkan dari sampel

Metode Kuesioner
Metode Kuesioner adalah daftar pertanyaan tertulis yang telah disusun sebelumnya. Pertanyaan-pertanyaan yang terdapat dalam kuesioner, atau daftar pertanyaan tersebut cukup terperinci dan lengkap dan biasanya sudah menyediakan pilihan jawaban (kuesioner tertutup) atau memberikan kesempatan responden menjawab secara bebas (kuesioner terbuka).

Penyebaran kuesioner dapat dilakukan dengan beberapa cara seperti penyerahan kuesioner secara pribadi, melalui surat, dan melalui email. Masing-masing cara ini memiliki kelebihan dan kelemahan, seperti kuesioner yang diserahkan secara pribadi dapat membangun hubungan dan memotivasi respoinden, lebih murah jika pemberiannya dilakukan langsung dalam satu kelompok, respon cukup tinggi. Namun kelemahannya adalah organisasi kemungkinan menolak memberikan waktu perusahaan untuk survey dengan kelompok karyawan yang dikumpulkan untuk tujuan tersebut.

Minggu, 07 Februari 2016

Contoh Kuesioner Penelitian Skripsi Komunikasi

Irman fsp – Dalam artikel kali ini saya mencoba membagikan contoh pertanyaan dalam kuesioner skripsi yang akan dilakukan penelitian oleh para peneliti nantinya. Contoh kuesioner ini mungkin dapat memberi solusi bagi anda yang sedang membutuhkan sebagai pedoman dalam kuesioner yang akan anda buat nantinya untuk melakukan penelitian.

Daftar pertanyaan untuk angket skripsi
Poto: katakataku.com

Pertanyaan pertanyaan di bawah ini juga sudah pernah kami gunakan dalam penyelesaian skripsi yang berjudul “Hubungan komunikasi Interpersonal Dalam Meningkatkan Semangat Kerja Karyawan Pada PT. LSM” hingga dapat menyelesaikan penelitian kami.

Nah, bagi anda yang mungkin sangat membutuhkan pertanyaan pertanyaan yang sesuai dengan permasalahan, maka anda tidak salah menggunakan pertanyaan pertanyaan yang ada disini. Berikut contoh pertanyaan dalam kuesioner yang dapat anda kutip guna memudahkan anda dalam menyelesaikan penelitian anda, yakni sebagai berikut:

A.  Hubungan antara atasan dengan bawahan:
  1. Menurut anda, bagaimana sosok pimpinan perusahaan PT. Lhoong Setia Mining dalam memberikan bimbingan/pengarahan kepada anda dalam hal pekerjaan?
  2. Ketika anda memberi usulan/tanggapan, ide, saran dan masukan kepada pimpinan, bagaimana tanggapannya?
  3. Selama anda bekerja di PT. Lhoong Setia Mining, bagaimana hubungan komunikasi anda dengan atasan?
  4. Ketika anda membuat kesalahan yang tidak sengaja dan di ketahui oleh atasan, bagaimana cara anda supaya kesalahan itu di maafkan oleh atasan anda?


B.  Kebijakan Perusahaan:
  1. Bagaimana kepuasan anda terhadap waktu, dan hari kerja yang diberlakukan oleh perusahaan?
  2. Ketika anda melakukan kesalahan baik itu dari kehadiran, kedisiplinan, maupun kesalahan dalam menyelesaikan pekerjaan, bagaimana tanggapan atasan terhadap bawahan?
  3. Apabila upah/gaji yang diberikan perusahaan sesuai dengan waktu yang telah ditentukan, bagaimana dengan semangat anda dalam menyelesaikan pekerjaan?
  4. Bagaimana menurut anda dengan kebijakan-kebijakan yang telah ditetapkan oleh perusahaan?

C.  Kondisi Kerja:
  1. Apabila keselamatan anda dijamin oleh perusahaan, bagaimana dengan pekerjaan anda?
  2. Dengan adanya fasilaitas yang disediakan oleh perusahaan, bagaimana dengan kondisi kerja anda?
  3. Dengan fasilitas yang serba berkurang, bagaimana cara anda menyelesaikan pekerjaan anda?
  4. Apabila tempat anda bekerja bersih, nyaman dan aman, bagaimana kondisi kerja anda?

D.  Semangat Kerja
  1. Mengapa anda bisa bertahan bekerja di perusahaan PT. Lhoong Setia Mining?
  2. Bagaimana menurut anda, semangat melakukan suatu pekerjaan?
  3. Faktor apa saja yang membuat anda tetap semangat dalam menyelesaikan pekerjaan tersebut?
  4. Menurut anda, dengan adanya dukungan dari atasan dalam melakukan suatu pekerjaan, apa yang berdampak bagi bawahan tersebut?
  5. Dengan upah/gaji yang diberikan oleh perusahaan dan sesuai dengan pekerjaan anda, bagaimana cara anda dalam menyelesaikan pekerjaan tersebut?
  6. Menurut anda semangat kerja yang tinggi dapat dinilai dari apa?
  7. Menurut anda, semangat kerja karyawan itu sangat berpengaruh dari segi apa saja?

Demikian contoh pertanyaan pada kuesioner yang dapat dijadikan sebagai pedoman untuk memudahkan Anda dalam melakukan penelitian nantinya. Semoga bermanfaat dan menjadi referensi untuk yang sedang membutuhkan.

Kamis, 04 Februari 2016

Panduan Penulisan Skripsi Bagi Mahasiswa

Irman fsp | Skripsi merupakan tugas akhir yang harus diselesaikan oleh para mahasiswa/i. Ini sudah menjadi kewajiban bagi mereka mahasiswa yang ingin menyandang gelar sarjana atau sebagainya. Tidak ada solusi lain bagi mereka yang ingin merebut gelar hanya dengan menyelesaikan tugas akhir semasa perkuliahan. Tugas akhir atau dengan sebutan skripsi, memang tidak semua kampus mengharuskan ada. Namun bagi Anda yang mau membuat skripsi atau  tugas akhir guna dapat menyandang gelar, maka inilah panduan untuk bisa menulis skripsi sebagai tugas akhir.

Ini berbeda beda, artinya ada negara bagian bahkan kampus tertentu yang tidak mewajibkan atas mahasiswa untuk membuat tugas akhir mereka atau skripsi. Dan ini pastinya berbeda sistem ngajar mengajar sehingga dapat membedakan pada saat menyelesaikan masa perkuliahan. Seingat saya, bagi mereka yang banyak dengan tugas makalah di kampus masing masing, maka tidak ada tugas akhir seperti skripsi, melainkan hanya presentasi hal hal yang sudah mereka pelajari sebagai tugas akhir mereka.

Cara membuat skripsi dari a sampai z
Panduan penulisan karya ilmiah/ skripsi
Poto: ciputrauceo net

Sebenarnya sudah banyak di uraikan sama orang lain yang sudah di publish ke internet. Namun irman fsp juga ingin berbagi terkait dengan bagaimana cara menulis skripsi hingga tuntas.

Berikut panduan cara membuat skripsi sebagai tugas akhir untuk mahasiswa, yakni sebagai berikut:

Hal pertama yang harus anda ketahui yakni, “OUT LINE SKRIPSI” mengapa harus out line skripsi? Karena pada out line skripsi ini sudah sangat jelas untuk panduan menulis skripsi anda. Di situ tertulis dari abstrak hingga ke penutupan skripsi bahkan lampiran lampiran yang harus dilampirkan pada skripsi anda nantinya.

Oke.. dalam penjelasan irman fsp kali ini bukan contoh atau bentuk skripsi melainkan pedoman atau panduan penulisan saja. Ini penting supaya anda sebagai mahasiswa tidak menjadi mahasiswa “COPYAN” artinya sebagai mahasiswa yang mengcopy paste skripsi orang lain atau mengambil jalan pintas dengan cara menggunakan tenaga lain untuk menyelesaikan skripsi anda. Mahasiswa itu harus kreatif lho, jangan hanya kreatif mengkritik melain juga kreatif mengeluarkan ide ide bagus dalam menyelesaikan skripsi. Setuju kah?


Oke lanjut.. sebelum membuat skripsi, hal yang harus anda cari adalah masalah yang dapat anda angkat menjadi studi kasus yang layak untuk ditulis dalam karya ilmiah. Terserah masalah apa saja, yang penting berhubungan dengan jurusan anda masing masing, dan tidak diluar kontek ilmu yang sudah anda pelajari. Mengapa begitu? Ini supaya memudahkan anda dalam mengkaji dan mengobservasi kasus yang akan anda pelajari nantinya. Dan dari masalah yang anda dapatkan hingga dapat anda ambil satu keputusan yang dapat melahirkan satu atau lebih untuk judul skripsi anda.

Dalam penulisan skripsi pastinya diawali dengan pengajuan proposal skripsi yang  sudah memiliki judul. Dan ini tidak mungkin anda mengajukan skripsi, lalu baru  mengajukan proposal skripsi. Proposal dulu baru menyelesaikan skripsi. Nah dalam penulisan nantinya, anda mengawali dari pendahuluan, yakni pada BAB I. Pada BAB Pendahuluan atau BAB I terdiri dari beberapa sub bab yang dapat anda tulis nantinya. Seperti latar belakang masalah sebagai mana yang sudah irman fsp jelaskan di atas. Dalam dalam sub bab inilah anda harus menguraikan masalah yang anda dapatkan.

Selanjutnya setelah menguraikan masalah yang anda angkat, akan ada perumusan masalah. Ini guna untuk tidak mengambang pada saat menguraikan masalah yang anda angkat pada skripsi anda. Nah setelah merumuskan masalah, maka lahirlah seperti tujuan penelitian, manfaat penelitian hingga sistematika penulisan. Dan ini juga anda uraikan pada penulisa skripsi anda. Seperti tujuan penelitian dan manfaatnya. Uraian ini semua anda tulis dalam BAB I.

Lanjut ke BAB II yakni tinjauan kepustakaan atau teoritis. Dalam bab ini yang harus anda ini atau anda tulis mengenai teori teori yang mendukung dalam penulisan karya ilmiah anda atau skripsi anda. Seperti pengertian atau definisi definisi para ahli yang berkaitan dengan judul skripsi yang anda angkat. Dalam bab ini juga anda harus menguraikan dan menjelaskan berdasarkan teori yang dapat mendukung skripsi hingga dengan sub bab seperti penelitian terdahulu. Sebenarnya penelitian terdahulu ini, bila judul skripsi anda hampir sama dengan skripsi orang lain atau kasus yang sama anda angkat. Ini penting untuk anda tulis sebagai penelitian terdahulu.

Lanjut ke BAB III yakni metode penelitian. Bab metode penelitian ini, mengharuskan anda menulis bagaimana cara anda nantinya menyaring data. Karena bab metode penelitian ini terdiri dari dua motode, yakni kualitatif dan ada juga kuantitatif. Dan ke dua metode ini dapat anda coba untuk menyelesaikan skripsi anda. Namun demikian, dalam uraian irman fsp ini lebih ke kualitatif. Karena irman fsp menyelesaikan skripsi menggunakan metode kualitatif.

Dalam bab ini juga memiliki sub bab yang harus anda isi seperti subjek beserta objek penelitian, teknik pengumpulan data, teknik analisis data, keabsahan data, lokasi serta jadwal penelitian. Dalam bab 3 ini anda juga menguraikan bagai mana cara mengumpulkan data hingga mengolah data. Ini tentunya anda sudah duluan memilih metode penelitian apa yang cocok untuk mengolah data anda nantinya. Apa kah kualitatif atau kuantitatif.


Setelah menyelesaikan bab metode penelitian, maka anda akan membuat bab selanjutnya, yakni BAB IV. Dalam bab IV atau bab hasil penelitian dan pembahasan, menguraikan hasil penelitian serta pembahasan yang akan anda uraikan dalam skripsi anda. Biasanya yang diuraikan dalam bab ini yakni, penjelasan mengenai tempat penelitian seperti sejarah singkat tempat anda buat penelitian. Lalu apa saja yang anda ketahui setelah melakukan penelitian, disini juga anda uraikan. Dalam bab IV ini semua akan menjadi pembahasan dari hasil penelitian secara umum. Dan hasil penelitian nantinya akan anda uraikan pada bab selanjutnya, yakni BAB V.

BAB V. Dalam bab V dan juga menjadi bab terakhir ini menjadi kesimpulan dan penutupan dari hasil penelitian anda nantinya. Dalam bab ini akan anda tarik berupa kesimpulan dari semua pembahasan skripsi anda hingga melahirkan saran dimana ada kekurangan pada skripsi anda nantinya. Sangat mudah kan? Ya lah.. toh saya sudah menyelesaikannya. Hahaaa.. yang penting semangat dalam menyelesaikan atau menulis skripsi. Bab V ini lah lahir sebuah kesimpulan dari hasil penelitian anda. Selanjutnya serahkan pada pembimbing anda supaya ada masukan dan pembenaran penulisan karya ilmiah anda.

Dari keseluruhan yang anda tulis, supaya skripsi anda menjadi karya ilmiah yang legal, maka jangan lupa menulis daftar pustaka sebagai referensi kutipan anda pada skripsi. Ini penting sekali supaya jelas, bahwa skripsi anda bukan hayalan melainkan ide dan didukung dengan teori teori yang ada. Sebagai pendukung supaya skripsi anda sempurna, maka jangan lupa melampirkan dokumen pada saat melakukan observasi serta penelitian sebagai lampiran pada skripsi anda.

Demikian tata cara serta gambaran untuk anda persembahan Irman fsp terkait dengan penulisan skripsi sebagai tugas akhir untuk mahasiswa. Bagi anda yang kurang jelas terkait dengan penyusunan karya ilmiah, mungkin bisa membaca pada artikel format lengkap penulisan skripsi atau juga bisa bertanya pada admin Irman fsp melalui contact atau cukup meninggalkan komentar di bawah ini.

Minggu, 13 September 2015

Contoh Proposal Pengajuan Judul Skripsi

USUL RANCANGAN PENELITIAN UNTUK
PENULISAN SKRIPSI


A. Judul

PERSEPSI MAHASISWA ILMU KOMUNIKASI TERHADAP AKTUALISASI FOTO JURNALISTIK SUARAT KABAR SERAMBI INDONESIA.

B. Pelaksana Penelitian
  1. Nama                                        : 
  2. NIM                                         : 0710102xxxxxxx
  3. Angkatan Tahun                         : 2007
  4. Program Studi                            : Ilmu Komunikasi
  5. Jumlah SKS yang telah diperoleh : 141 SKS
  6. Sudah/Belum Lulus semua          :
  7. Mata Kuliah Wajib                      : Sudah
  8. Alamat                                       : 

C. Pendahuluan
1.   Latar belakang masalah
Jurnalistik identik dengan pers atau bidang kewartawanan, yaitu kegiatan mencari, mengumpulkan, mengolah dan menyebarkan berita melalui media massa. Dari pengertian tersebut bisa diartikan jurnalistik foto adalah pengetahuan jurnalistik yang obyeknya foto atau kegiatan mencari, mengumpulkan, mengolah dan menyebarkan foto yang mengandung nilai berita melalui media massa. Jurnalistik foto merupakan sebagian dari ilmu jurnalistik (komunikasi). Jurnalistik foto adalah "ilmunya", sedangkan foto jurnalistik adalah "hasilnya". 

Panduan buat skripsi
Belajar menyelesaikan judul proposal skripsi
Poto: papasemar com

Foto jurnalistik adalah karya foto "biasa" tetapi memiliki nilai berita atau pesan yang "layak" untuk diketahui orang banyak dan disebarluaskan lewat media massa. Ada beragam definisi tentang foto jurnalistik (Inggris : photo journalism) yang disampaikan para pakar komunikasi dan praktisi jurnalistik. Jadi, selain fotonya, foto jurnalistik juga harus didukung dengan kata-kata yang terangkum dalam kalimat yang disebut dengan teks foto/caption foto, dengan tujuan untuk menjelaskan gambar dan mengungkapkan pesan atau berita yang akan disampaikan ke publik. Jika tanpa teks foto maka sebuah foto hanyalah gambar yang bisa dilihat tanpa bisa diketahui apa informasi di baliknya.

Surat kabar merupakan media Jurnalistik yang membutuhkan kreativitas dalam hal penyajian isi, seperti rubrik, reka bentuk sampai mutu kertas yang digunakan. Kekuatan utama yang disajikan surat kabar sebagai media yang efektif ialah tidak dikuasai oleh waktu, bisa dibaca perlahan – lahan, bisa disimpan, bisa dibaca berulang–ulang bahkan bisa didokumentasikan. Ditinjau dari aspek isi tulisanya, suatu surat kabar tidak hanya meliputi penuangan bahasa kedalam kalimat–kalimat. 

Komik, kartun, foto atau ilustrasi lain yang mendukung tulisan, Khusus mengenai foto yang merupakan dimensi baru dalam bidang jurnalistik yang dapat dikatakan relative muda usianya, terutama foto sebagai berita melalui surat kabar di Negara berkembang seperti Indonesia, seperti yang dikatakan oleh Prof. Dr. G. Arpan dalam bukunya “Wartawan Pembina Masyarakat “Hal ini dapat dilihat dari belum adanya ketentuan atau hukum pemotretan, sampai ada hukum tersendiri, maka kegiatan pemotretan terus menerus dalam kekaburan dan karenanya tidak ada wilayah yang tidak diterobos kecuali dilandaskan pada norma jabatan, pengadilan serta kebaikan selera (Arpan, 1978 : 92).

Perkembangan surat kabar di indonesia dapat dikatakan relative muda usianya. Surat kabar di Indonesia bersifat harian, karenanya isi pemberitaan yang disajikan adalah peristiwa–peristiwa aktual yang terjadi pada sehari sebelumnya. Pemberitaan melalui foto pada surat kabar berperan untuk mempengaruhi pembaca terhadap peneguhan pengetahuan dari pengalaman yang telah diperoleh sebelumnya, memberi informasi baru, menambah wawasan pengetahuan dan membentuk opini.

Pers sebagai salah satu media komunikasi massa yang memiliki berbagai pengertian secara umum, pers diartikan sebagai media cetak ( surat kabar, brosur, booklet, dan lain – lain ) dan media elektronik ( Televisi, radio, film ) dan khususnya  untuk pengertian pers secara terbatas meliputi media cetak.

Surat kabar merupakan media Jurnalistik yang membutuhkan kreativitas dalam hal penyajian isi, seperti rubrik, reka bentuk sampai mutu kertas yang digunakan. Kekuatan utama yang disajikan surat kabar sebagai media yang efektif ialah tidak dikuasai oleh waktu, bisa dibaca perlahan – lahan, bisa disimpan, bisa dibaca berulang–ulang bahkan bisa di dokumentasikan.

Foto dengan sifat – sifatnya mampu merekam sesuatu secara tepat dan objektif, membuatnya cocok untuk menyajikan peristiwa yang mengandung berita. Dibandingkan dengan berita tulisan yang mampu mengungkap ide dan isinya secara pasif serta menjelaskan masalah dan memberikan kesimpulan secara luas. Lebih jauh lagi foto sanggup menampilkan berbagai keadaan lingkungan, suasana perasaan dan aksi secara lengkap serta akurat.

Sekarang disaat pers berada pada tingkat persaingan yang semakin ketat, foto jurnalistik ibarat angin. Surat kabar tidak saja memberikan tempat yang semakin luas tetapi juga berlomba – lomba memberikan penyajian foto dengan separasi yang teliti pembaca. Pada surat kabar foto merupakan pelengkap dari berita tulis, dan juga meyakinkan dan memberi variasi yang makin digemari oleh pembacanya. Berdasarkan uraian diatas, maka penulis akan meneliti lebih lanjut mengenai foto berita dengan rumusan masalah “Persepsi Mahasiswa Ilmu Komunikasi Terhadap Aktualisasi Foto Jurnalistik Surat Kabar Serambi Indonesia”.

D. Perumusan masalah
Berdasarkan perumusan masalah di atas, maka tujuan penelitian yang ingin dicapai adalah:
  1. Bagaimana Aktualitas foto berita yang disajikan Harian Umum Serambi Indonesia  menurut Mahasiswa Ilmu Komunikasi?
  2. Bagaimana Caption yang digunakan Harian Umum Serambi Indonesia menurut Mahasiswa Ilmu Komunikasi?

Maksud dan Tujuan Penelitian
  1. Untuk mengetahui aktualitas foto berita yang dimuat di Harian Umum Serambi Indonesia.
  2. Untuk mengetahui Caption yang digunakan pada Harian Umum Serambi Indonesia.


Kegunaan Penelitian
  1. Kegunaan Teoritis
    Agar dapat dijadikan sebagai rujukan bagi penelitian – penelitian selanjutnya dalam bidang Ilmu Komunikasi, khususnya Jurusan Jurnalistik tentang bagaimana tanggapan mahasiswa terhadap penyajian foto berita.
  2. Kegunaan Praktis
    Sebagai masukan untuk perusahaan, karena foto dan berita tulis merupakan urat nadi bagi surat kabar itu sendiri, sehingga berfungsi sebagai Sumber Informasi.

Sistematika penulisan
Dalam penelitian ini sistematika penulisan adalah sebagai berikut:
Bab I Pendahuluan
Bab ini menguraikan latar belakang masalah, perumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian dan sistematika penulisan.
Bab II Landasan Teori
Bab ini memberikan gambaran teori-teori yang mendasari penelitian ini. Dalam bab ini akan menjelaskan mengenai Pengertian Komunikasi, Konteks, dan Fungsi, komunikasi massa, Pers Sebagai Sistem Komunikasi Massa, Opini Publik, foto jurnalistik, media cetak.
Bab III Metodologi Penelitian
Bab ini berisi tentang lokasi dan waktu penelitian, jenis penelitian, populasi dan sampel penelitian, teknik pengumpulan data, teknik analisis data, dan oprasional variabel.
Bab IV Hasil Penelitian
Bab ini menguraikan data yang telah dianalisis serta pembahasan hasil penelitian.
Bab V Penutup
Bab ini berisi kesimpulan dan saran penelitian.

E. Tinjauan Teoretis
Metode penelitian
Metode penelitian yang digunakan adalah metode korelasional. Metode yang digunakan untuk meneliti adakah persepsi mahasiswa ilmu komunikasi terhadap aktualisasi foto jurnalistik surat kabar serambi Indonesia.

Metode korelasional meneliti hubungan antara variabel-variabel. Metode ini digunakan untuk meneliti hubungan atau pengaruh sebab akibat. Keuntungan metode ini adalah kemampuannya memberikan bukti nyata mengenai hubungan sebab akibat yang langsung bisa dilihat (Kriyantono, 2008:62).

F. Teknik Pengumpulan Data
Dalam penelitian ini penulis menggunakan teknik pengumpulan data sebagai berikut :
  1. Kepustakaan
    Teknik kepustakaan yang dilakukan dengan menelaah teori, opini, membaca buku, membaca surat kabar atau yang relevan dengan masalah yang diteliti dalam penelitian.
  2. Angket
    Angket berupa daftar pertanyaan yang disebarluaskan kepada responden atau pembaca surat kabar Harian Umum Serambi Indonesia.
  3. Observasi
    Observasi dilakukan peneliti dengan terjun langsung ke lapangan dengan berhubungan langsung dengan mahasiswa di lingkungan kampus.

Populasi dan Sampel
Populasi
Palte ( Masri Singarimbun dan Sofian Effendi, 1982 : 108 ) mengatakan bahwa “Populasi atau Universe adalah jumlah keseluruan dari unit analisa yang ciri – cirinya akan diduga: Sugiono ( 1994 : 57 ) menjelaskan bahwa: Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas objek atau yang mempunyai kuantitas dan karakteristik tertentu  yang yang ditentukan oleh peneliti untuk mempelajari dan kemudian ditarik kesimpulan.Jadi populasi bukan hanya orang tetapi juga benda – benda alam yang lain. Populasi juga bukan sekedar jumlah yang ada pada objek atau subjek yang dipelajari tetapi meliputi seluruh subyek atau objek itu “.

Lokasi dan Populasi Penelitian
  1. Lokasi
    Lokasi penelitian ini adalah Universitas Syiah Kuala (Unsyiah), Banda Aceh karena Unsyiah merupakan salah satu perguruan tinggi negeri di Provinsi Aceh dan memiliki mahasiswa yang berasal dari berbagai kalangan, suku, agama, dan daerah.
  2. Populasi
    Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa aktif pada Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Unsyiah khususnya pada jurusan Ilmu Komunikasi angkatan 2007-2010. Berdasarkan data pra penelitian yang peneliti lakukan, jumlah mahasiswa aktif Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Unsyiah Tahun Akademik 2010-2011 untuk angkatan 2007-2010 berjumlah 416 dari seluruh jurusan. Rincian populasinya dapat di lihat pada tabel berikut.

G. Cara Pengambilan Sampel
Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini digunakan metode available sampling, yaitu, teknik mengambil sampel berdasarkan kemudahan data yang dimiliki oleh populasi. Selain itu juga digunakan teknik accidental sampling, yaitu, teknik mengambil sampel dengan cara memilih siapa saja yang kebetulan dijumpai di lokasi penelitian. (Kriyantono, 2006; 156).

H. Cara Pengumpulan Data
Metode pengumpulan data merupakan teknik atau cara-cara yang dapat digunakan peneliti untuk mengumpulkan data (Kriyantono, 2006; 91). Untuk memeroleh data penelitian ini akan dilakukan pengumpulan data dengan menggunakan teknik, sebagai berikut:
  1. Data Primer, yaitu, data yang diperoleh langsung dari objek penelitian. Teknik pengumpulan data primer dilakukan dengan menyebarkan kuesioner yaitu suatu alat pengumpulan data dengan memberikan daftar pertanyaan tertulis kepada responden untuk diisi guna mendapatkan informasi dalam rangka memperoleh data yang diperlukan.
  2. Data Sekunder, yaitu, data yang tidak diperoleh langsung dari objek penelitian. Teknik pengumpulan data sekunder dilakukan melalui penelitian kepustakaan (library research), yakni berupa buku, literatur, artikel, jurnal, tulisan ilmiah, dan berita di surat kabar harian yang masih memiliki relevansi dengan masalah penelitian.

I. Cara Menganalisis Data
Penelitian ini bersifat deskriptif kuantitatif, yaitu, penelitian yang digunakan untuk menggambarkan suatu kejadian atau siatuasi. Data-data yang terkumpul baik data primer atau data sekunder akan disusun dan kemudian disajikan dalam bentuk tabel tunggal.

Sabtu, 08 Agustus 2015

Kelayakan dan Strategi Pengembangan Usaha Kelompok Budidaya Ikan

Kelayakan dan strategi usaha kelompok | Indonesia merupakan negara maritim dengan panjang garis pantai terpanjang kedua di dunia setelah Kanada. Dengan panjang garis pantai sekitar 18.000 km dan jumlah pulau lebih dari 17.508 buah. Indonesia memiliki sumber daya kelautan dan perikanan yang sangat berlimpah, baik dari jumlah maupun spesies. Sumber daya tersebut merupakan aset nasional yang diharapkan mampu mensejahterakan masyarakat di sekitar wilayah pesisir.

Pada perkembangannya, sampai saat ini potensi tersebut belum mampu meningkatkan taraf hidup masyarakat pesisir, pembudidaya dan pengolah ikan. Pendekatan pembangunan sebaiknya beriorientasi pada pendekatan pembangunan berkelanjutan, holistik dan berbasis pada masyarakat (Dahuri, 2002).

Stratedi pengembangan usaha kelompok

Tanpa filosofi berkelanjutan, maka pembangunan tidak akan memakmurkan kehidupan. Pengembangan investasi di sektor budidaya, pengolahan dan pemasaran hasil perikanan diharapkan akan dapat memacu pertumbuhan ekonomi, meningkatkan kesempatan kerja dan pendapatan, serta pengembangan wilayah pedesaan.

Berkembangnya investasi di suatu wilayah sangat tergantung dari potensi dan kemampuan sumber dayanya seperti fasilitas infrastruktur, pendanaan, teknologi, sumber daya manusia (SDM) dan sistem tata niaga komoditas agribisnis/agroindustri di wilayah tersebut. Selain itu, penciptaan iklim usaha yang kondusif bagi pengembangan investasi di bidang budidaya, pengolahan dan pemasaran hasil perikanan sangat diharapkan bagi pengembangan sektor perikanan berkelanjutan.

Permasalahan yang dihadapi dalam pengembangan usaha pada umumnya adalah permodalan, baik untuk investasi maupun modal kerja. Pihak perbankan saat ini masih penuh keraguan untuk membiayai usaha semacam ini, dikarenakan belum adanya catatan (track record) dari setiap usaha pembudidayaan yang dikembangkan oleh masyarakat, seperti catatan pengalaman membudidayakan ikan dan catatan keuangan, baik untuk penjualan, tabungan ataupun pembuatan rencana usaha.

Tantangan utama yang dihadapi dalam rangka pengembangan usaha mikro dan kecil adalah modal atau investasi, ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek), serta sistem pengelolaan yang berkelanjutan. Indonesia yang masih relatif ketinggalan dalam penguasaan Iptek mutakhir dan juga kekurangan modal pembiayaan pembangunan, jelas belum memiliki keunggulan komparatif pada sektor ekonomi berbasis pada Iptek dan padat modal.

Sehubungan dengan itu, pembangunan ekonomi Indonesia harus dititikberatkan pada pembangunan sektor-sektor ekonomi yang berbasis pada sumber daya alam (SDA), padat tenaga kerja dan berorientasi pada pasar domestik. Pada saat ini perkembangan industri perikanan darat menunjukkan hasil yang menggembirakan.

Hal ini menunjukkan bahwa prosepek usaha budidaya ikan dapat berkembang dengan baik. Ikan nila yang banyak dibudidayakan di daerah Bogor mempunyai perkembangan produksi yang baik dengan kenaikan setiap tahun 39,98% dan mempunyai prospek untuk dikembangkan lebih jauh.

Keberhasilan usaha budidaya ikan nila dipengaruhi oleh efisiensi dan produktivitas lahan. Sedangkan produktivitas lahan sangat erat kaitannya dengan konstruksi kolam pemeliharaan yang berpengaruh terhadap ketersediaan ait. Kendala utama dalam pengembangan budidaya ikan nila di Indonesia adalah ketersediaan benih di tingkat pembenihan.

Permasalahannya terletak pada mutu benih yang dihasilkan, ketepatan waktu dan ketepatan ukuran serta pasokan benih yang berkesinambungan. Salah satu penyebabnya adalah bahwa pasokan benih selama ini masih dihasilkan dari petani pembenih yang pengelolaan benihnya masih secara tradisional dan tidak terpola dengan baik (DKP, 2004b).

Kegiatan pembudidayaan dan pengolahan ikan skala kecil dan rumah tangga sudah dilakukan dengan baik oleh masyarakat Indonesia di beberapa daerah. Data menunjukkan bahwa kegiatan ini berpotensi menjadi sumber mata pencaharian yang dapat diandalkan apabila dikelola secara profesional.

Untuk mengembangkan ke arah usaha yang lebih profesional, selalu dihadapkan pada kendala internal maupun eksternal. Beberapa kendala yang sering dihadapi oleh pembudidaya, pengolah dan pemasar ikan adalah lemahnya modal, akses terhadap pasar, kurangnya pendidikan dan pelatihan serta pengetahuan yang terbatas. Dampak dari kelemahan ini adalah pembudidaya, pengolah dan pemasar ikan skala kecil dan rumah tangga terkesan belum merupakan suatu bisnis yang menguntungkan (DKP, 2006 b).


Untuk memperkuat dan mengembangkan skala usaha mikro dan kecil usaha perikanan, secara garis besar terdapat 3 (tiga) kebijakan dan strategi pokok yang dapat dilaksanakan, yaitu:
  1. Menciptakan sistem usaha yang kondusif (condusive business climate) dan sekaligus menyediakan lingkungan yang mampu (enabling environment) mendorong pengembangan usaha mikro secara sistematis, mandiri dan berkelanjutan.
  2. Menciptakan sistem penjaminan (guaranteé system) secara finansial terhadap operasionalisasi kegiatan usaha mikro.
  3. Menyediakan bantuan teknis dan pendampingan (technical assistance and facilitation) secara manajerial guna meningkatkan status usaha mikro agar layak sekaligus bankable dalam jangka panjang (DKP, 2006 b).

Sejak tahun 2004, Ditjen Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan, Departemen Kelautan dan Perikanan (DKP) telah melaksanakan program replika Skim Modal Kerja (SMK) melalui ujicoba pada 9 Kelompok Pembudidaya Ikan hias, konsumsi dan tanaman hias air tawar di 6 kabupaten, yaitu Belitung, Bogor, Wonosobo, Semarang, Sleman dan Gunung Kidul (DKP, 2004 a).

Program penyediaan kredit modal yang terintegrasi dengan peningkatan kapasitas manajemen pembudidaya ikan diperlukan untuk mengangkat potensi pembudidaya ikan skala rumah tangga dan usaha kecil menengah berbasis pada kelompok agar kelompok dapat meningkatkan produksi, baik mutu maupun kuantitas. Selain memberikan pinjaman permodalan, kegiatan ini juga dimaksudkan untuk meningkatkan pengetahuan pembudidaya ikan dengan pendampingan dan pelatihan (DKP, 2004 a).

Modal yang dibutuhkan oleh pembudidaya ikan sangat tergantung dari jenis usaha budidaya dan sistem pembudidayaan ikan. Dilihat dari Tabel 2, maka dibutuhkan modal yang cukup banyak untuk dapat mengembangkan usaha budidaya ikan nila, yaitu budidaya yang selama ini dijalankan oleh kelompok tani ikan Mekar Jaya.

Sebelum terpilih sebagai kelompok yang diberikan kredit SMK oleh DKP, setiap kelompok diharuskan mengajukan dan mengisi formulir pengajuan pinjaman dan ringkasan proposal rencana usaha. Setelah disetujui, maka kelompok terlebih dahulu membuka rekening atas nama kelompok untuk menerima dana SMK dari DKP. Salah satu kelompok yang memperoleh program SMK adalah Kelompok Tani Ikan Mekar Jaya (KTIMJ) yang berlokasi di Lido, Bogor.

Program implementasi SMK merupakan langkah strategis untuk membina, memberdayakan, membangun dan mengembangkan potensi lokal dalam masyarakat untuk turut serta dalam memberikan kontribusi produksi perikanan nasional secara makro. Pendekatan kelompok dalam pelaksanaan program ini adalah untuk meningkatkan pengawasan pada level yang paling bawah. Penguatan permodalan dalam program SMK ini dilakukan dengan basis kelompok. Pengelompokan atau pengorganisasian pembudidaya ikan diharapkan dapat meningkatkan produktivitas dan efisiensi pembudidaya.

Meskipun program ini telah direncanakan dan dilaksanakan di beberapa Kabupaten dengan matang dan disertai dengan pembinaan dari pusat dan daerah, akan tetapi dalam prakteknya upaya untuk mengangkat derajat pembudidaya/pengolah ikan skala kecil dan rumah tangga sering dihadapi dengan kendala yang mengakibatkan program ini tidak dapat terlaksana dengan baik.

Kendala yang dihadapi KTIMJ dalam melaksanakan program SMK, diantaranya adalah berada pada faktor teknis seperti ekosistem lokasi budidaya, bahan baku produksi, potensi pemasaran, potensi ikan yang akan dibudidayakan dan potensi pembudidaya ikan lainnya. Kendala lain adalah faktor non teknis seperti disiplin anggota untuk melakukan pencatatan usaha masih belum optimal dan sulit mengumpulkan anggota kelompok untuk diadakan pembinaan.

Minggu, 02 Agustus 2015

Contoh Penulisan Kata Pengantar dan Ucapan Kata Terima Kasih Dalam Skripsi

Contoh Penulisan Kata Pengantar Skripsi | Dalam artikel ini kami paparkan mengenai cara menulis kata pengantar yang baik dan benar. Bagi Anda yang sedang menulis proposal bahkan skripsi sangat diperlukan untuk memahami bagai mana cara menulis kata pengantar yang baik. Maka dari itu, dalam artikel ini kami bagikan contoh kata pengantar yang bisa menjadi panduan untuk Anda.

Contoh penulisan kata pengantar yang baik untuk karya skripsi


KATA PENGANTAR

Dengan segala kerendahan hati penulis memanjatkan puji serta syukur kehadhirat Allah Swt yang telah memberikan nikmat sehat dan ilmu kepada penulis, sehingga penulis mampu menyelesaikan skripsi dengan judul “Hubungan Komunikasi Interpersonal Dalam Meningkatkan Semangat Kerja Karyawan Pada PT. Lhoong Setia Mining” yang merupakan salah satu syarat yang harus penulis tempuh guna mendapatkan gelar sarjana dalam lingkungan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Syiah Kuala (Unsyiah). Dan tidak lupa pula shalawat beriring salam selalu tersanjungsajikan kepada baginda Rasullullah, Muhammad Saw yang telah mewariskan nikmat Islam dan Iman dalam diri kita semua.

Dikarenakan keterbatasan ilmu dan kemampuan yang penulis miliki, maka tentunya laporan hasil penelitian ini masih jauh dari kesempurnaan. Maka dari itu, penulis mengharapkan masukan dari berbagai pihak guna kesempurnaan di masa yang akan datang. Penulis menyadari dalam melakukan perencanaan, pelaksanaan, hingga penyusunan laporan penelitian ini penulis tidak bekerja sendiri, melainkan berkat bantuan dari berbagai pihak yang telah mendukung penulis baik secara moril maupun materil. Atas segala bantuan yang telah diberikan, penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya dan hanya rahmat Allah  Swt yang dapat membalasnya.


Pada kesempatan ini izinkan penulis mengucapkan terima kasih kepada:
  1. Ayahanda tercinta, Syamsuar beserta Ibunda tersayang, Salmawati. Yang telah mendidik, memberi kasih sayang, perhatian, dukungan, beserta do’a. Selanjutnya kepada keempat adinda terkasih yang namanya selalu ada dihati penulis, yakni Mainar Yanti, Yuniar, Irwan Saputra, dan juga Haizar Syamsuar, yang tak henti-hentinya menberi dukungan beserta do’a kepada penulis.
  2. Dr. Syarifuddin Hasyim, SH. M.Hum., selaku Dekan FISIP Unsyiah.
  3. Drs. Amsal Amri, M.Si., selaku Ketua Jurusan Ilmu Komunikasi, beserta Hamdani, SAg., M.Si., selaku Sekretaris Jurusan Ilmu Komunikasi.
  4. Dr. Alamsyah Taher, M.Si., selaku dosen pembimbing I dan juga selaku dosen wali penulis, dan Nur Anisah, M.Si., selaku dosen pembimbing II yang telah meluangkan waktu dan pemikirannya guna untuk membimbing penulis hingga skripsi ini selesai.
  5. Para Dosen Jurusan Ilmu Komunikasi: Rizzana Rosemary, S.Sos., M.Si., Hamdani, SAg., M.Si., Yarmen Dinamika, Saifuddin Bantasyam, SH. M.Hum., Rahmat Saleh, S.Sos., M.Comn., beserta dosen lainnya yang namanya tidak dapat penulis sebutkan satu persatu, terimakasih untuk ilmu yang diberikan selama ini.
  6. Para pegawai akademik FISIP Unsyiah, yang telah membantu dalam mengurus keperluan administrasi penulis; Pak Sayuthi, Ibu Cut, Kak Vera, Riska, Kak Lela, Kak Ida, Kak Ade, Kak Tini, Bang Edi, dan lainnya yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu.
  7. Jerry Patras, S.Sos., selaku Dirut PT. Lhoong Setia Mining, beserta Staf-staf, dan juga karyawan lainnya yang telah membantu dan memberikan data kepada penulis sehingga laporan skripsi ini dapat terselesaikan seperti yang diharapkan.
  8. Mulia Surya Ningsih, S.Pd., yang selama ini telah membantu, mendoakan, memotivasi, serta mendukung penulis dengan penuh keikhlasan dan kesabaran.
  9. Terima kasih juga untuk sahabat-sahabatku: Vandi, Santana, Hilman, Naldi, Meli, besrta semua kawan-kawanku lainnya yang tidak dapat irman sebutkan satu-persatu, baik itu dari The Sanger’s, maupun kawan-kawanku lainnya yang satu jurusan Ilmu Komunikasi FISIP Unsyiah.
  10. Semua narasumber yang telah meluangkan waktu untuk dicerca pertanyaan oleh penulis: Achmad Benyamin, Isfanuddin Amir, Muslim M. Noor, Tarmizi Umar, Arief Sugiarto, beserta Rauyani Djamil, karena  tanpa kalian semua skripsi ini tidak akan ada apa-apanya.
  11. Semua pihak yang telah membantu yang mungkin terlupakan oleh penulis hingga skripsi ini terselesaikan dengan baik. Semoga Allah swt membalas budi baik kalian semua.
Akhirnya penulis berharap agar skripsi ini nantinya dapat bermanfaat bagi kita semua serta dapat memberikan sumbangan pada perkembangan ilmu pengetahuan.

Banda Aceh, Maret 2012


Penuli

Demikian contoh penulisan kata pengantar dan juga ucapan kata kata terima kasih kepada semua kalangan, pada karya ilmiah atau skripsi. Semoga dengan adanya artikel ini dapat menjadi panduan untuk Anda sebagai pedoman agar bisa mencontohkannya.