Tampilkan postingan dengan label sosiologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sosiologi. Tampilkan semua postingan

Senin, 26 Juni 2017

3 Orang Ini Bisa Bikin Anda Tumbuh Dewasa dan Berakhlak

Irman fsp | Ketika Anda mengenal dan melihat dunia ini, tentu tidak lepas dari ke tiga orang yang tentunya menjadi panutan bagi Anda. Maka dari itu, harus Anda ketahui, siapa orang ini dan apa kelebihan mereka terhadap Anda. Memang tanpa disadari, orang ini mengharuskan ada di dekat Anda. Siapakah mereka? Dan apa tujuan mereka.

Mengapa demikian? Karena orang inilah, yang mampu mendidik serta membesarkan Anda tumbuh dewasa dan juga berakhlak baik. Dan tanpa orang ini juga tentu Anda tidak akan melihat kebesaran dunian ini. Siapa saja mereka? Mereka adalah orang tua Anda sendiri, ibu dan ayah. Lalu siapa selanjutnya yang akan berperan untuk mendidik Anda? Dia adalah guru Anda.

Guru, Ayah, dan Ibu merupakan sosok pendidik
Poto: batampos.co.id

Ke tiga orang inilah yang tentunya akan membuat Anda tumbuh dewasa serta memiliki ilmu pengetahuan dan juga berwawasan tinggi. Untuk itu, perlu mengenal dan memberi kasih sayang lebih terhadap mereka yang sudah membesarkan Anda dan memberi ilmu pengetahuan untuk Anda.

Mengenal Sosok Orang Yang Patut Dikasihi dan di Sayangi Karena Mereka Sangat Berjasa untuk Anda

Dalam artikel ini, akan kami sampaikan betapa besar kasih sayang mereka terhadap Anda yakni sebagai berikut:

Sosok Ibu
Ibu merupakan orang tua perempuan yang tentunya sudah melahirkan Anda ke dunia ini. Harus Anda ketahui, melahirkan itu tidaklah mudah, banyak sekali tantangan yang ibu hadapi untuk bisa memiliki keturunan yaitu Anda sebagai anak mereka. Setelah melahirkan, maka ibu juga menjaga anaknya hingga tumbuh dewasa.

Dari kecil hingga dewasa mereka rawat dan menjaganya dari kesakitan bahkan dari gigitan nyamuk pun mereka jaga. Begitu besar jasa ibu terhadap anak anak mereka. Untuk itu, perlu anda ketahui, sosok ibu yang sudah melahirkan dan membesarkan Anda hingga tumbuh dewasa.

Sosok Ayah
Ayah merupakan orang tua Anda dari laki laki yang tentunya bersusah payah mencari rizki untuk keluarganya. Dengan kerja keras ayah juga Anda akan besar hingga tumbuh dewasa. Ayah dan ibu selalu bekerja sama untuk anak mereka hingga tubuh dewasa. Mereka juga saling menutupi kekurangan dan selalu mencari lebih untuk anak anak mereka.

Untuk itu, kenalilah jasa ayah mu itu. Sayangi mereka dan berikan mereka cinta mu sebagai anak dan bakti mu sebagai anak untuk bisa membuat hati mereka sejuk dan bahagia. Kedua orang itu patut anda perhatikan secara lebih. Karena dengan jasa merekalah Anda bisa tumbuh besar dan mengenal dunia ini.

Sosok Guru
Guru adalah pengganti orang tua mu saat berada di sekolah. Guru juga merupakan gudang ilmu yang tentunya akan mendidik anda hingga bisa menemukan pelajaran yang sangat berharga. Mereka juga sangat berjasa terhadap Anda sendiri. Untuk itu, jangan sekali kali Anda membuat hati guru patah dan kecewa terhadap Anda.

Guru juga memberikan ilmu pengetahuan yang lebih terhadap anak didik mereka, baik itu guru mengaji maupun guru pendidikan merupakan lampu bagi Anda mengenal ilmu pengetahuan. Dengan adanya ilmu yang mereka berikan, minimal sekali, Anda juga sudah mengenal yang mana halal dan yang mana itu haram.

Maka dari itu, guru adalah menerang untuk Anda, dan orang tua tentu juga berperan segala sesuatu untuk bisa membuat Anda tumbuh dewasa dan berilmu pengetahuan. Untuk itu, ke tiga orang ini perlu Anda perhatikan agar merakan merasa senang dan bangga terhadap Anda.

Rabu, 14 Juni 2017

Pimpinan Yang Tidak Mencerminkan Pemimpin

Irman fsp | Hello sabahat setia pengunjung blog pribadi saya. Kesempatan ini saya mengajak sahabat untuk bisa mengetahui sifat pemimpin yang perlu diagungkan bila menyimpan gaya kepemimpinan yang baik dan bijaksana. Perlu diketahui, pemimpin yang baik tentu bisa menghargai perbedaan, baik itu budaya, ras, suku, kepercayaan dan lain sebagainya. Namun, pada artikel ini kita fokus pada kepercayaan yakni islam.

Saya tidak berbicara agama dalam artikel ini, namun lebih ke persoalan terkait pemimpin yang bijak dan bisa menghargai satu sama lain. Sebelum kita lanjut, baiknya ketahui dulu penjelasan bang Eddy Fransiskhi melalui id.linkedin.com miliknya yakni, manusia adalah makhluk sosial yang menjadi pemimpin bagi dirinya sendiri dan menjadi pemimpin bagi orang lain. Menjadi pemimpin berarti menjadi seseorang yang memiliki tanggung jawab lebih dalam hidup.

Kriteria pemimpin yang baik dan layak dipilih

Nah, atas dasar itu, menurut sahabat bagaimana dengan pemimpin yang belum tahu tanggung jawab seprang pemimpin? Atau itu hanya gaya kepemimpinannya sehingga bisa berpendapat hanya mereka yang benar. Oke, sedikit saya singgung pada satu persoalan sebagai contoh kasus.

Menurut anda, bolehkah mengecam orang lain salah, sebelum mengetahui asal usul mereka? Atau boleh mengecam bila ia tidak satu kesatuan (tempat belajar) dimana kita belajar? Sebagai contoh, anda belajar di sekolah A dengan referensi buku yang sama pada sekolah B.

Nah, secara wawasan yang pernah saya dapatkan. Mungkin anda juga akan sepaham dengan cara pemahaman saya. Sejauh saya ketahui, dimanapun kita belajar yang terpenting tidak menyimpang dengan agama masing masing. Maka sah sah saja ilmu yang kita dapatkan untuk diterapkan kembali pada orang lain bagi mereka yang membutuhkannya, bukan?

Sependapat atau ada yang salah? Menurut saya, Mungkin sedikit aneh, bagi yang sudah menuntut ilmu ke negeri Amerika, ke Belanda, atau bisa jadi ke Eropa. Pulang ke desa memberi pemahaman yang bahwa, apa yang ia katakan itu benar, tanpa mempedulikan orang lain yang terkadang juga paham dengan ilmu yang dipaparkan.

Baca Juga: Pemimpin Yang Bijaksana

Apa lagi merasa tersaingi dengan orang lain yang ada disekelilinginya. Aneh bukan, ini bukan satu masalah dan bukan apa apa. Namun, artikel ini hanya memberi kesadaran untuk pengunjung setia Irman fsp. Mungkin, bagi anda yang terkejut dengan gaya kepemimpinan pada sebuah kelompok organisasi atau kelompok lainnya yang berlatar belakang baik.

Namun, bertolak belakang dengan gaya kepemimpinan atau cara yang ia lakukan. Maka, stop. Pertimbangkan dengan matang terkait dengan cara yang ia jalankan. Bukan menganggap ia salah atau mengecam salah. Namun, perlu pertimbangan dengan gaya kepemimpinan yang dia jalankan.

Ciri Ciri Pemimpin Yang Baik dan Bijak
Ada beberapa sifat baik yang harus dimiliki oleh para Nabi, yaitu: Amanah (dapat dipercaya), Siddiq (benar), Fathonah (cerdas/bijaksana), serta tabligh (mampu berkomunikasi yang baik dengan rakyatnya). Sifat inilah yang perlu dimiliki oleh pemimpin yang kita percaya bukan.

Maka, untuk memilih pemimpin menurut islam sangat diperlukan memiliki sifat sebagaimana tersebut di atas yakni memiliki sifat pemimpi umat (Nabi). Tanpa dimiliki itu, maka sudah seharusnya dipertanyakan kepemimpinan yang sedang ia jalankan. Walaupun ilmu dan wawasannya luas.

Pemimpin yang ideal adalah pemimpin yang mampu membawa misi kelompoknya ke arah yang baik dan tetap teguh merangkul semua anggota kelompok. Sebelum mengenal lebih jauh terkait dengan pemimpin yang baik dan bijak. Maka, perlu mengenal karakter pemimpin yang ideal.

Berikut 7 karakter pemimpin yang baik dan bijaksana yakni di bawah ini:
  1. Pemimpin yang Cerdas
  2. Pemimpin yang Berinisiatif
  3. Pemimpin yang Bertanggung jawab
  4. Pemimpin yang Dapat Dipercaya
  5. Pemimpin yang Jujur
  6. Pemimpin yang Rela Berkorban
  7. Pemimpin yang Dicintai dan Mencintai Kelompoknya

Saya tidak menguraikan lagi karakteristik atau sifat pemimpin yang tersebut di atas. Alasannya sudak banyak diuraikan orang lain melalui media sosial lainnya. Untuk lebih paham terkait dengan sifat beserta karakter pemimpin maka, bisa membaca pada artikel lainnya yang menyinggung "memilih pemimpin yang baik".

Saya rasa sudah dapat kami cukupkan disini terkait dengan artikel pimpinan yang tidak mecerminkan karakter pemimpin yang baik pada orang atau kelompok lain. Apa lagi suka menganggap hanya ia yang benar dan tidak bisa disalahkan dalam lingkungan masyarakat awam.

Bagi anda yang benar benar mau mengenal sosok pemimpin yang baik dan bijak. Baik itu sosok pemimpin dalam organisasi, pasantren, sekolah, sebuah negara, bahkan dalam kelompok masyarakat pun, sangat penting sekali mengenal lebih dulu karakter pemimpin yang baik, agar tidak salah mengikut jejak pemimpin.

Minggu, 11 Juni 2017

Merubah Pola Pikir Menjadi Lebih Dewasa

Irman fsp | Untuk merubah mindset diri sendiri menjadi lebih baik, tentu diperlukan wawasan serta pemikiran yang lebih dewasa. Artinya, tidak mungkin bisa merubah cara berfikir positif tanpa belajar dari pengalaman dan juga mencari pengetahuan di lingkungan yang berbeda.

Yang menjadi pertanyaan, mengapa banyak diantara mereka pola pikirnya monoton dan tidak berwawasan sama sekali? Perlu anda ketahui, penyebab pola pikir negatif terhadap orang lain, biasanya dikarenakan lingkungan. Mengapa demikian? hal ini dapat disebutkan oleh kebiasaan. Tidak hanya anda yang sudah menetap di lingkungan yang demikian. Orang baru pun bisa berpikir demikian, bila menetap dilingkungan itu.

Cara merubah mindset negatif menjadi positif

Jadi, untuk merubah pola pikir menjadi positif, maka tidak perlu ambil pusing. Cukup mencari angin segar dengan cara jalan jalan sore, dan juga mencari teman di luar sana. Dengan demikian, maka anda juga akan mendapatkan wawasan baru serta pengalaman baru.

Dengan pengalaman serta wawasan baru, disitu anda akan bisa memulai cara berfikir positif. Nah, mungkin tidak hanya itu  saja, bahkan banyak cara lainnya yang juga bisa merubah mindset diri menjadi lebih baik lagi. Salah satunya bergabung dengan kelompok kelompok yang berlatar belakang pendidikan, orang terpelajar, sopan dan santun serta beretika.

Kelompok kelompok yang berlatar belakang baik ini tentu akan membawa anda yang arah berfikir yang bijak. Loh, kan kita hanya bergabung kok bisa berubah secepat itu? Ini hanya sebagai contoh kecil, hal ini juga perlu proses dan langkah demi langkah untuk menjadi orang yang berpikir positif.

Secara tidak langsung, artinya anda hanya bergabung menjadi anggota lepas atau bergabung pada kegiatan kegiatan positif yang mereka lakukan, tanpa menjadi anggota aktif. Nah, lama kelamaan, anda tentu akan mendapatkan ilmu secara tidak langsung dan tanpa belajar seperti disekolah. Cara ini hanya bisa didapatkan diluar sekolah atau kuliah.

Adapun strategi mengubah pola pikir menjadi positif yakni sebagai berikut:
  1. Pergaulan Personal.
    Untuk mengubah pola pikir menjadi lebih baik, terkadang perlu mencontohkan pada personal orang lain yang menurut kita dapat diteladani. Orang orang ini tentu mempunyai sikap yang bijak, sopan santun, berpikir positif, berlatar belakang yang baik dan sebagainya. Nah, tugas kita hanya perlu mencontohkan sifat yang baik pada orang ini agar gaya kehidupannya bisa mengalir sedikit pada kita.
  2. Memposisikan Diri Sebagai Orang Lain.
    Bila kamu sering berpikir yang buruk pada orang lain, maka sedikit membayang bila orang itu adalah kamu. Coba bayangkan atau sedikit mengintrospeksi diri terkait dengan sifat kamu yang ada. Jadi bayangkan aja, bila ada orang lain seperti kamu yang suka berpikir negatif pada kamu, apa jadinya? Buruk sekali kan? Maka, buanglah pikiran negatif itu lalu rubahlah pola pikir menjadi lebih baik.
  3. Jalan Jalan.
    Salah satu cara lainnya juga bisa dengan jalan jalan untuk merubah mindset menjadi lebih. Jadi, dengan membiasakan keluar dari lingkungan buruk, maka akan mendapatkan cara yang baik menilai orang lain.
  4. Belajar Dari Orang Yang Bijak
    Belajar dari orang yang bijak tidak harus mendatangkan orang tersebut. Cukup membaca karya mereka serta jejak baik mereka agar bisa tersimpan dalam benak sehingga anda juga terbawa gaya mereka dalam hal cara berpikir positif.

Demikian cara merubah pola pikir negatif menjadi positif dalam lingkungan bermasyarakat sehari hari. Banyak dijumpai dalam masyarakat baik cara berteman maupun persebsi baik buruk pada orang lain. Untuk itu, bagi yang ingin merubah mindset menjadi lebih baik, maka cukup mengikuti 4 strategi di atas, semoga menjadi solusi yang tepat.

Senin, 17 April 2017

Alasan Panggilan Tak Terjawab Perlu Callback

Irman fsp | Artikel ini hanya sedikit memberi penjelasan terkait dengan adanya panggilan tak terjawab, baik itu nomor terdaftar maupun tidak. Setiap individu tentu berbeda cara pandang adanya panggilan tak terjawab (missed calls). Hal ini melihat seberapa penting panggilan masuk tersebut bagi pengguna telpon genggam. Perlu anda ketahui, walaupun sering diabaikan, terkait dengan panggilan tak terjawab perlu di telpon ulang (callback).

Alasan kuat pertama adalah mungkin yang menelpon anda orang penting yang nomor telepon tersebut belum terdaftar pada handphone anda. Dan bisa juga orang tua anda sendiri menghubungi nomor anda dengan nomor lainnya yang belum terdaftar juga pada HP anda. Bayangkan, apa jadinya bila orang penting itu menghubungi anda dalam keadaan darurat dan anda pun mengabaikan nomor tersebut.


Sebenarnya banyak contoh kasus lainnya terkait dengan hal yang sama. Artinya, nomor masuk belum terdaftar sehingga anda juga menganggap tidak penting sehingga tidak perlu melakukan telpon balik atau callback. Maka dari itu, call back or no, itu juga terserah anda. Namun, bila nomor masuk itu merasa penting maka, coba lah meluangkan sedikit waktu untuk menghubunginya kembali.

Memang dapat dianggap sepele, namun, bila yang anda anggap sepele itu kebalikan, maka siapa yang merasa nyesal? Contoh orang tua anda atau katakan lah istri anda sendiri dalam keadaan darurat menghubungi anda dengan nomor lain. Pada hal dia sangat perlu membicarakan sesuatu kepada anda. Sementara anda sendiri mengabaikan dengan alasan nomor masuk bukan nomor terdaftar. Apa jadinya?

Tidak selalu apa yang anda pikir itu benar, bisa jadi terkadang salah. Artinya, anda menganggap tidak mungkin salah satu keluarga anda sendiri disaat perlu dengan anda menghubungi dengan nomor orang lain. Hal itu bisa saja terjadi karena saat perlu dengan anda secara kebetulan beliau tidak ada pulsa atau lowbat.

Baca Juga: Pengertian Gaya Dalam Komunikasi

Tidak mungkin juga dong, ia sedang perlu dengan anda mengharuskan cas HP dulu atau mengisi pulsa dulu. Mungkin bisa, bila ianya ada uang, kalau tidak? apa juga harus menghubungi anda dengan cara menukar baterai HP orang atau hutang pulsa untuk menghubungi anda? Hal ini juga perlu dipertimbangkan.

Rambut sama hitam, pikiran pasti berbeda. Benar dan tidak salah, namun terkait dengan alasan mengapa perlu menghubungi kembali panggilan tak terjawab kami rasa sedikit jelas dengan uraian di atas. Tidak ada ruginya bukan, bila anda melakukan callback terhadap nomor masuk atau panggilan tak terjawab?

Nah, maka dari itu saya merasa penting memberikan sedikit alasan mengapa perlu melakukan call back atau menghubungi kembali terkait dengan adanya panggilan tak terjawab, supaya bisa lebih memahami adanya panggilan masuk. Sebagai individu juga bisa membedakan yang mana nomor telepon perlu dengan anda dan nomor telepon hanya lelucon, artinya ada juga yang suka iseng.

Demikian penjelasan terkait dengan perlunya call back pada nomor HP yang belum sempat ter jawab. Baik itu alasan sibuk, lupa, atau akibat HP anda diamkan (silent). Harapan dengan adanya penjelasan di atas, bisa mempertimbangkan seberapa penting nomor telepon yang masuk dan belum terjawab bagi anda sendiri.

Kamis, 13 April 2017

Aplikasi Komunikasi Online Yang Dianggap Efektif Oleh Kalangan Umum

Irman fsp | Mungkin anda bertanya “Apa itu aplikasi komunikasi online” jawaban sederhana adalah segala sesuatu yang berbentuk aplikasi yang bisa terhubung dengan jaringan internet serta bisa digunakan sebagai alat komunikasi disebut aplikasi komunikasi online atau jaringan. Perlu anda ketahui, kemajuan teknologi membuat setiap individu ingin serba instan dalam hal interaksi, baik itu interaksi sosial dalam masyarakat maupun melalui media sosial. Berbagai aplikasi sudah diciptakan dan diakui banyak berpengaruh terhadap kehidupan komunikasi masyarakat. Terlebih saat smartphone mulai menjamur dan banyak digunakan. Dari inilah muncul aplikasi komunikasi secara online yang banyak digunakan dan dianggap lebih efektif dan juga efesien.

Aplikasi komunikasi online yang banyak digunakan

Aplikasi untuk kemudahan komunikasi secara online ini pun sangat banyak diciptakan oleh manusia. Ini sudah menjadi persaingan bisnis antar pencipta aplikasi yang ada. tidak sedikit yang sampai saat ini berbagai kalangan masyarakat menggunakan aplikasi komunikasi online. Baik itu hanya sebatas hiburan maupun kepentingan relasi dalam hal membangun komunikasi. Sebagai contoh dapat anda ketahui yakni, BBM, WhatsApp, Line, dan juga berbagai aplikasi yang ada dianggap sangat memberi kemudahan dalam kecepatan mengirim informasi.

Sehingga, diantara beberapa aplikasi komunikasi online ini selain memudahkan juga dianggap sangat efektif dalam penyampaian informasi. Baik itu secara lisan maupun tulisan. Sebenarnya, aplikasi ini sangat berhubungan dengan media sosial yang sangat banyak digunakan dan juga berpengaruh untuk komunikasi dalam masyarakat. Mengapa? Karena banyak aplikasi ini disediakan oleh jaringan media sosial sebagai sarana sosial yang menghubungkan orang dengan orang lain, teman dengan teman lainnya bahkan orang dengan kelompok lainnya seperti media facebook.

Baca Juga: Apa Saja Jenis Komunikasi Online?

Berikut ini aplikasi yang dianggap sangat berguna dan sering digunakan untuk komunikasi online dalam kalangan masyarakat umum yakni di bawah ini:
  1. WhatsApp.
    Aplikasi yang dapat digunakan untuk berbagi informasi melalui pesan teks, audio, visual dan juga video. Salah satu aplikasi komunikasi online yang sangat popular dan banyak digunakan oleh kalangan masyarakat umum, hal ini dikarenakan dianggap paling mudah dan efesien untuk sebagai aplikasi komunikasi.
  2. BBM.
    Sama halnya dengan aplikasi di atas. BBM sampai saat ini juga sering digunakan sebagai aplikasi komunikasi online paling popular dan hampir di setiap smartphone ada. Selain dianggap mudah, aplikasi ini juga banyak digunakan oleh kalangan umum.
  3. Line.
    Sebuah aplikasi yang dapat mengirim pesan teks, audio, visual, dan juga video. Line ini dianggap aplikasi paling mudah dalam hal penyempaian informasi oleh kalangan umum. Oleh karena itu, salah satu aplikasi komunikasi online ini dianggap paling efektif dalam hal komunikasi.

Berbicara aplikasi komunikasi online atau sering juga disebut aplikasi jaringan. Tentu tidak hanya itu, artinya cukup banyak aplikasi lainnya yang bisa digunakan sebagai akses komunikasi secara online. Seperti kita ketahui yakni seperti, Hangouts, Email, Facebook, Twitter, Pinterest, Hinge, Facebook Messenger, LinkedIn, Tumblr, Instagram, Snapchat, dan juga Vine.

Akan tetapi sebagai dari aplikasi komunikasi online ini digunakan oleh kalangan profesional. Artinya banyak yang berkepentingan untuk bisnis dan pekerjaan lainnya. Sementara BBM, WhatsApp, dan juga Line, digunakan oleh kalangan umum dikarenakan fitur yang ada mudah dimengerti oleh semua kalangan. Bukan bearti aplikasi lainnya tidak digunakan, akan tetapi secara umum lebih mudah aplikasi tersebut dalam hal komunikasi online secara cepat dan praktis. Sebagai contoh yakni WhatsApp.

Demikian sekilas informasi persembahan Irman fsp terkait dengan aplikasi komunikasi secara online yang sering digunakan oleh kalangan umum. Aplikasi ini juga dianggap efektif dan efesial dalam hal berkomunikasi. Sebagai pelengkap artikel ini, mungkin ada informasi menurut pengunjung belum lengkap, maka dapat meninggalkan komentar anda di bawah ini.

Kamis, 09 Maret 2017

Pola Komunikasi Dalam Masyarakat Desa

Irman fsp | Pola Komunikasi Dalam Masyarakat | Pengertian pola komunikasi diartikan sebagai bentuk atau pola hubungan dua orang atau lebih dalam proses pengiriman dan penerimaan cara yang tepat. Sehingga pesan yang dimaksud dapat dipahami. Dimensi pola komunikasi terdiri dari dua macam, yaitu pola komunikasi yang berorientasi pada konsep dan pola komunikasi yang berorientasi pada sosial yang mempunyai hubungan yang berlainan.

Sebelumnya irman fsp sudah membagikan terkait dengan pola komunikasi, namun dalam kesempatan ini kami bagikan pola komunikasi dalam masyarakat yang merupakan materi kampus ilmu komunikasi yang disembahkan oleh Irman fsp. Pola menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia dapat diartikan sebagai bentuk (struktur ) yang tetap. Komunikasi menurut Everret M. Rogers yaitu Proses dimana suatu ide dialihkan dari sumber kepada suatu penerima atau lebih, dengan maksud untuk mengubah tingkah laku mereka.

Dimensi komunikasi dalam masyarakat

Pola komunikasi menurut Syaiful Bahri Djamarah mengatakan bahwa pola komunikasi dapat dipahami sebagai pola hubungan antara dua orang atau lebih dalam pengiriman dan penerimaan pesan dengan cara yang tepat sehingga pesan yang dimaksud dapat dipahami. Dimensi pola komunikasi terdiri dari dua macam, yaitu pola yang berorientasi pada konsep dan pola yang berorientasi pada sosial yang mempunyai arah hubungan yang berlainan. Pola Komunikasi adalah proses atau pola hubungan yang dilakukan oleh dua orang atau lebih guna menyampaikan pesan sesuai dengan yang diinginkan.

Dalam masyarakat yang modern sering dibedakan antara masyarakat pedesaan dengan masyarakat perkotaan “rural community” dan “urban community”. Perbedaan tersebut sebenarnya tidak mempunyai hubungan dengan pengertian masyarakat secara sederhana, oleh dalam masyarakat masyarakat modern sekecil apapun desa tersebut, pasti tetap ada pengaruh pengaruh dari kota dan sebaliknya.

Baca Juga: Komunikasi dan Budaya Dalam Masyarakat Desa

Warga warga suatu masyarakat pedesaan mempunyai hubungan yang lebih erat dan lebih mendalam daripada hubungan mereka dengan warga masyarakat pedesaan lain diluar batas wilayahnya. Penduduk masyarakat pedesaan pada umumnya hidup dari pertanian. Pada umumnya penduduk pedesaan di Indonesia apabila ditinjau dari segi kehidupannya sangat terikat dan sangat tergantung pada tanah (earth – bound). Karena mereka sama sama tergantung pada tanah, maka mereka sama sama mempunyai kepentingan pokok yang sama, sehingga mereka juga akan bekerja sama untuk mencapai kepentingan kepentingannya.

Misalnya pada musim pembukaan tanah atau pada waktu menanam iba, mereka akan bersama sama mengerjakannya. Hal itu mereka lakukan, karena biasanya satu keluarga saja tak akan cukup memiliki tenaga kerja untuk mengerjakan tanahnya. Sebagai akibat kerjasama tadi, timbulah lembaga kemasyarakatan yang dikenal dengan nama gotong royong yang bukan merupakan lembaga yang sengaja dibuat. Oleh karena itu, pada masyarakat - masyarakat pedesaan, tidak akan dijumpai pembagian kerja berdasarkan keahlian, akan tetapi biasanya pembagian kerja didasarkan pada usia, mengingat kemampuan fisik masing masing dan juga atas dasar pembedaan kelamin.

Golongan orang tua pada masyarakat pedesaan, pada umumnya memegang peranan penting. Orang orang akan selalu minta nasehat nasehat kepada mereka, apabila ada kesulitan yang dihadapi. Kesukarannya adalah golongan orang tua memiliki tradisi yang kuat, sehingga sukar untuk mengadakan perubahan perubahan yang nyata. Pengendalian sosial masyarakat sangat kuat sehingga perkembangan jiwa individu sangat sukar untuk dilaksanakan.

Salah satu alat komunikasi masyarakat desa yang berkembang adalah desas desus yang biasanya bersifat negatif. Sebagai akibat sistem komunikasi yang sederhana, hubungan antara seseorang dengan orang lain sangat dapat diatur dengan seksama. Rasa persatuan sangat erat sekali sehingga menimbulkan rasa saling kenal mengenal dan saling tolong menolong yang baik.

Jika dilihat dari sistem kepemerintahan, maka hubungan antara penguasa dan rakyat, berlangsung tidak resmi. Segala sesuatu yang terjadi di masyarakat dijalankan atas dasar musyawarah. Namun tidak adanya pembagian kerja yang tegas maka seorang penguasa biasanya mempunyai beberapa kedudukan dan peranan yang sama sekali tak dapat di pisah pisahkan.

Demikian informasi terkait dengan pola komunikasi dalam masyarakat pedesaan yang merupakan persembahan dari Irman fsp. Bagi anda yang belum puas dengan materi kampus persembahan Irman fsp. Maka, anda bisa berdiskusi dengan kami melalui laman komentar di bawah ini. Semoga informasi yang disajikan ini menjadi informasi diharapkan serta menjadi referensi untuk pengunjung nusantara.

Referensi:
Badudu Js, Kamus Besar Bahasa Indonesia, (Jakarta: Pustaka Sinar Harapan, 1994)
Soerjono Soekanto, Sosiologi Suatu Pengantar, (Jakarta : Rajawali Pers, 1987) hal 135

Komunikasi Dan Budaya Dalam Masyarakat Desa

Irman fsp | Komunikasi dan budaya masyarakat | Masyarakat adalah sekelompok orang yang membentuk sebuah sistem semi tertutup (semi terbuka), dimana sebagian besar interaksi adalah individu – individu yang berada dalam kelompok tersebut. Atau pada umumnya istilah masyarakat digunakan untuk mengacu sekelompok orang yang hidup bersama dalam satu komunitas yang teratur.

Masyarakat merupakan suatu fenomena dialektik dalam pengertian bahwa masyarakat adalah suatu produk manusia, tidak lain yang akan selalu memberi tindak balik kepada produsernya. Masyarakat adalah suatu produk dari manusia. Manusia tidak mempunyai bentuk lain kecuali bentuk yang telah diberikan kepadanya oleh aktivitas dan kesadaran manusia. Realitas sosial tak terpisah dari manusia, sehingga dapat dipastikan bahwa manusia adalah suatu produk masyarakat.

Komunikasi dan budaya masyarakat

Masyarakat Indonesia sejak dulu sudah dikenal sangat heterogen dalam berbagai aspek, seperti adanya keberagaman suku bangsa, agama, bahasa, adat istiadat dan sebagainya. Di lain pihak, perkembangan dunia sangat pesat saat ini dengan mobilitas dan dinamika yang sangat tinggi, telah menyebabkan dunia menuju kearah “Desa Dunia” atau “Global Village” yang hampir tidak memiliki batas batas lagi sebagai akibat dari perkembangan teknologi modern, khususnya teknologi komunikasi.

Dengan teknologi komunikasi interaksi dan pertukaran informasi menjadi mudah dan cepat. Setiap orang dengan mudah mengakses informasi yang asalnya dari berbagai tempat diberbagai belahan dunia. Bersamaan dengan pertukaran informasi tersebut, terjadi pula proses pertukaran nilai nilai sosial budaya.

Suatu asumsi dasar bahwa komunikasi berhubungan dengan perilaku manusia dan kepuasan terpenuhinya kebutuhan berinteraksi dengan manusia manusia lainnya. Hampir setiap orang membutuhkan hubungan sosial dengan orang lainnya, dan kebutuhan ini terpenuhi melalui pertukaran pesan yang berfungsi sebagai jembatan untuk mempersatukan manusia manusia yang tanpa berkomunikasi akan terisolasi.

Dalam hal ini komunikasi didefinisikan sebagai suatu proses dinamika transaksional yang mempengaruhi perilaku dalam mana sumber dan penerimanya dengan sengaja menyandi (to code) perilaku mereka untuk menghasilkan pesan yang mereka salurkan lewat suatu saluran (channel) guna merangsang atau memperoleh sikap atau perilaku tertentu. Komunikasi akan lengkap, jika penerima pesan yang dimaksud mempersepsi atau mennyerap perilaku yang disandi, memberi makna kepadanya dan terpengaruh olehnya.

Baca Juga: Tujuan dan Dimensi Komunikasi Antar Budaya

Berikut delapan unsur komunikasi dalam konteks komunikasi sengaja dapat anda ketahui yakni di bawah ini:
  1. Sumber (source), suatu sumber adalah orang yang mempunyai suatu kebutuhan untuk berkomunikasi. Kebutuhan ini mungkin berkisar dari kebutuhan sosial untuk diakui sebagai individu hingga kebutuhan berbagai informasi dengan orang lain atau mempengaruhi sikap atau perilaku seseorang atau sekelompok orang lainnya.
  2. Penyandian (encoding). Encoding adalah suatu kegiatan internal seseorang untuk memilih dan merancang perilaku verbal dan non verbalnya yang sesuai dengan aturan aturan tata bahasa dan sintaksis guna menciptakan suatu pesan.
  3. Pesan (mesagge). Suatu pesan terdiri dari lambang lambang verbal atau nonverbal yang mewakili perasaan dan pikiran sumber pada suatu saat dan tempat tertentu. Meskipun encoding merupakan suatu kegiatan internal yang menghasilkan suatu pesan, pesannya iu sendiri bersifat eksternal bagi sumber pesan adalah apa yang harus sampai dari sumber kepenerima bila sumber bermaksud mempengaruhi penerima.
  4. Saluran (channel) yang menjadi penghubung antara sumber dan penerima.
  5. Penerima (receiver), penerima adalah orang yang menerima pesan dan terhubungkan oleh sumber pesan,
  6. Penyandian balik (decoding). Decoding adalah proses internal penerima dan pemberian makna kepada perilaku sumber yang mewakili perasaan dan pikiran sumber.
  7. Respon penerima (receiver response). ini menyangkut apa yang penerima lakukan setelah ia menerima pesan.
  8. Umpan balik (feedback). Umpan balik adalah informasi yang tersedia bagi sumber yang memungkinkannya menilai keefektifan komunikasi yang dilakukannya untuk mengadakan penyesuaian penyesuaian atau perbaikan perbaikan dalam komunikasi selanjutnya.

Budaya adalah suatu konsep yang membangkitkan minat. Secara formal budaya didefinisikan sebagai tatanan pengetahuan, pengalaman, kepercayaan, nilai, sikap, makna, hirarki, agama, waktu, peranan, hubungan ruang, konsep alam semesta, objek objek materi dan milik yang diperoleh sekelompok besar orang dari generasi ke generasi melalui usaha individu dan kelompok.

Budaya dan komunikasi tidak dapat dipisahkan oleh karena budaya tidak hanya menentukan siapa bicara dengan siapa, tentang apa, dan bagaimana orang menyandi pesan, makna yang ia miliki untuk pesan, dan kondisi kondisinya untuk mengirim, memperhatikan dan menafsirkan pesan. Sebenarnya seluruh pembendaharaan perilaku kita sangat bergantung pada budaya tempat kita dibesarkan. Konsekuensinya budaya merupakan landasan komunikasi. Bila budaya beraneka ragam maka beraneka ragam pula praktek praktek komunikasi.

Hubungan antara budaya dan komunikasi penting dipahami untuk memahami komunikasi antar budaya. Oleh karena melalui pengaruh budaya lah orang orang belajar komunikasi. Kemiripan budaya dalam persepsi memungkinkan pemberian makna yang mirip pula terhadap suatu obyek sosial atau suatu peristiwa. Cara cara kita berkomunikasi, keadaan keadaan komunikasi kita, bahasa dan gaya bahasa yang kita gunakan, dan perilaku perilaku non verbal kita, semua itu merupakan respons terhadap dan fungsi budaya kita.

Komunikasi terikat oleh budaya. Sebagaimana budaya berbeda antara yang satu dengan yang lainnya maka praktek dan perilaku komunikasi individu individu yang diasuh dalam budaya budaya tersebut pun akan berbeda pula. Budaya adalah suatu pola hidup menyeluruh. Budaya bersifat kompleks, abstrak dan luas. Banyak aspek budaya turut menentukan perilaku komunikatif. Unsur unsur sosio budaya ini tersebar dan meliputi banyak kegiatan sosial manusia.

Nah, itu lah penjelasan komunikasi dan budaya masyarakat pedesaan secara teoritis. Informasi ini sengaja kami paparkan agar kawan pengunjung setia Irman fsp yang merupakan informasi materi kampus ini bisa menjadi referensi guna memudahkan anda dalam mengumpulkan informasi. Bagi anda yang belum puas dengan penjelasan di atas, maka dapat berdiskusi melalui laman komentar di bawah ini.

Referensi:
Soerjono Soekanto, Sosiologi Suatu Pengantar, (Jakarta : Rajawali Pers, 1986) hal 136
Peter L Berger, Langit Suci Agama Sebagai Realitas Sosial, (Jakarta: PT Pustaka LPES Indonesia, 1994)
Suranto Aw, Komunikasi Sosial Budaya, (Yoguyakarta: Graha Ilmu, 2010) hal 31
Dedy Mulyana dan Jalaludin Rahmat, Komunikasi Antar Budaya, (Bandung : PT Remaja Rosdakarnya, 1993) hal 15
Deddy Mulyana dan Jaaludin Rahmat, Komunikasi Antarbudaya, (Bandung: Remaja Rosdakarnya, 1993) hal 26

Minggu, 05 Maret 2017

Khusus Sarjana: Pulang Kampung Halaman Jangan Bawa Bahasa Toko

Irman fsp | Membaca judul tentu akan bertanya “kok bahasa toko” sih? Itulah yang akan menjadi bahasan dalam blog irman fsp ini. Mengapa harus dibahas? Hal ini menjadi informasi yang hanya diperbincangkan, karena banyak yang lulusan sarjana pulang kampung halaman sudah kaku dengan bahasa daerah. Maka dari, menurut kami cocok dijadikan satu topik hangat hari ini. Alasan irman fsp berbagi informasi ini, mengingat banyak sarjana yang sudah lupa dengan bahasa daerah dan juga sedikit lebih berlagak intelek dalam berdiskusi dengan masyarakat setempat.

Hal ini, mungkin bagi mahasiswa yang baru menyelesaikan pendidikannya, baik itu dari perguruan tinggi negeri maupun swasta, menjadi suatu kebiasaan sehingga terbawa ke arah lingkup desa. Perlu Anda ketahui, bahasa toko di desa tidak paham, bahkan mereka bisa berbalik tanya, apa yang sedang kamu perbincangkan atau menjelaskan. Lucu kan, padahal kamu sudah panjang lebar lo menjelaskan apa yang mereka tanyakan. Lalu siapa yang bodoh dalam hal ini? kamu sebagai lulusan sarjana atau masyarakat?

Interaksi sosial dengan masyarakat desa

Jangan sombong dan egois dalam mempertahankan pendapat. Menurut irman fsp, terkait pertanyaan siapa yang bodoh. Maka, jawabannya adalah kamu yang bodoh yang tidak tahu bagaimana menjelaskan sesuatu pada mereka sehingga mereka mengerti dan paham apa yang kamu maksud. Kok bisa? Bukan nya kamu sudah sarjana? Sarjana, paskasarjana, doktor, bahkan profesor sekalipun yang menggunakan bahasa toko saat berinteraksi dengan masyarakat sehingga membuat mereka tidak mengerti dengan cara penjelasan kamu, maka jawabannya kamu bodoh. Untuk itu jangan bawa bahasa toko ke tempat asalmula seperti Desa.

Mengapa ini menjadi satu topik yang diperbincangkan di irman fsp? Karena, admin juga menyandang gelar sarjana dan tahu betul karakter masyarakat desa saat berinteraksi dengan mahasiswa bahkan yang baru lulus perguruan tinggi. Sejauh ini, masih ada juga lulusan perguruan tinggi yang tidak mengakui kebodohan mereka sendiri saat berinteraksi dengan masyarakat awam di desa. Mengapa demikian? Lulusan sarjana ini terlalu keenakan berbincang dengan bahasa akademis dan juga teoritis, sehingga membuat banyak masyarakat banyak bertanya.

Kok bisa banyak bertanya? Sementara sudah panjang lebar dijelaskan secara terperinci dan juga disertai dengan contoh. Tidak salah, namun bila ia jelaskan dengan gaya bahasa yang ia biasakan di kampus dengan kalangan mahasiswa dan dosen, maka sungguh sudah jelas sekali dan tidak harus ditanyakan lagi karena sudah benar benar jelas. Lalu mengapa juga di kalangan masyarakat desa banyak yang bingung dan tidak paham? Jawabannya, itulah dikarenakan banyak menggunakan bahasa toko.

Apa sih bahasa toko itu, dari tadi asik bahas bahasa toko. Lupa bang maaf.. sebenarnya, bahasa toko itu kata sebutan saja dari irman fsp. Namun, kata sebutan ini sering digunakan dalam kalangan masyarakat desa. Saat mereka tidak mengerti, kalangan sarjana ini menyalahkan masyarakat dengan mudah. Padahal ianya belum bisa mengintrospeksi diri, sehingga tahu dimana letak kegagalan dan kesalahan dalam interaksi sosial sehingga dapat membuat masyarakat tidak mengerti.

Sebagai contoh kecil: seperti bahasa konsolidasi, sosialisasi, kombinasi, interaksi, koordinasi, dan lain sebagainya tentu akan membuat masyarakat bingung bukan? Contoh lainnya dari sektor pertanian: seperti nama pupuk yang sering digunakan oleh masyarakat desa, yakni urea, poska, organik dan lain sebagainya. Apa yang menjadi pertanyaan? Sebagai contoh penjelasan dari lulusan sarjana yang sering membawa bahasa toko yakni di bawah ini:

“bapak bapak yang kami cintai, tolong sedikit perhatian cara menggunakan pupuk/ baja pada tumbuhan tanaman hingga membuat tanaman ini subur yakni diperlukan kombinasi pupuk urea dengan pupuk organik”

Menurut Anda mengerti tidak dengan penjelasan materi menggunakan bahasa “kombinasi” pada masyarakat desa? Kami rasa tentu tidak paham. Lalu bagaimana juga agar mereka lebih paham? Berikut contohnya:

“bapak bapak yang kami cintai, tolong sedikit perhatian cara menggunakan pupuk/ baja pada tumbuhan tanaman hingga membuat tanaman ini subur yakni diperlukan campuran pupuk kandang dengan pupuk kimia seperti pupuk (sebutkan nama pupuk tersebut yang mudah dipahami dan sering disebut dalam kalangan masyarakat)”

Mengapa harus menggunakan bahasa yang mudah dipahami dan dimengerti? Agar cepat paham dan penjelasan kita tidak sia sia. Maka dari itu, gunakan bahasa yang mudah dimengerti oleh masyarakat agar Anda tidak dianggap bodoh oleh mereka. Begitu juga dengan gaya bahasa lainnya, seperti koordinasi, konsolidasi, sosialisasi, dan sebagainya. Boleh Anda menggunakannya, namun lihat apa mereka mengerti dengan apa yang sudah Anda terangkan. Untuk itu, apa pun gaya bahasa yang Anda gunakan, sangat disarankan gunakan komunikasi yang baik dan mudah dipahami oleh orang lain.

Berkomunikasi dengan bahasa toko agar lebih terlihat intelek sah sah saja. Namun, gunakan gaya itu pada tempatnya agar cepat singkron dan nyambung. Lihat juga lingkungan Anda, apakah sudah mendukung gaya bahasa toko atau tidak. Sebagai akhir kata, apa pun gaya bahasa yang kamu biasakan, maka sesuaikan dengan kemampuan komunikan di lingkungan Anda atau mampu menyesuaikan dengan masyarakat yang ada.

Kamis, 23 Februari 2017

Tipe Manusia Munafik dan Tidak Bisa Bersahabat

Irman fsp | Manusia terlahir ke dunia bersih dan suci tanpa noda, kadang watak dan sifat yang dibawanya hanya sedikit dari keturunan dan lainnya mungkin dibiasakan dengan keterbatasan wawasan beserta pendidikan yang ia dapatkan. Hallo sahabat irman fsp pada portal materi kampus, apa kabar pagi ini? harapan kami Anda sehat dan selalu dilindungi Allah Swt.

Pada kesempatan ini, kami memaparkan materi tipe manusia yang tidak bisa dijadikan sahabat bahkan kawan dekat. Mengapa harus ini yang diangkat? Tentu hal ini sangat rentan terjadi pada lingkungan kita. Hidup tak luput dari pergaulan dan hubungan, maka dari itu, hal ini juga lahir tanpa kita sadari bahkan bisa menimpa kita sendiri.

Tipe manusia yang bermuka dua bahkan munafik

Pernahkah Anda mengenal sosok individu yang bermuka dua? Maaf, ini bukan caci maki bahkan saling menjelekkan. Namun, hanya mempertajam firasat sebagai manusia perlu mengetahui sifat dan sikap antar hubungan dalam bermasyarakat. Untuk itu merasa sangat penting materi ini kami sampaikan melalui blog irman fsp.

Bagi Anda yang sudah paham bagaimana yang dimaksud dengan individu atau manusia yang bermuka dua, maka Anda sudah tahu apa yang ia lakukan dibelakang Anda. Begitu juga saat berhadapan dengan Anda sendiri. Hal ini perlu segera diatasi agar tipe manusia ini bisa mendapatkan hukuman tanpa harus dihukum.

Minimal sekali, dengan mengetahui ciri ciri individu yang demikian, maka dapat dianggap tipe manusia ini termasuk ke golongan manusia yang munafik dan tidak bisa dijadikan kawan apa lagi sahabat dekat. Semakin banyak kita bergaul, maka akan semakin banyak juga kita mendapatkan karakter karakter individu yang bermacam model, salah satunya tipe manusia munafik ini.

Baca Juga: 5 Hal ini Bisa Bikin Orang Lain Malas Ngobrol Sama Anda

Berikut ini tipe orang yang tidak bisa dijadikan kawan bahkan sahabat sekalipun, disebabkan ia bermuka dua dan tergolong munafik yakni di bawah ini:
  1. Berbicara tidak ada pegangan
    Mudah berbicara apa yang keluar dari mulut ia sendiri, seakan apa yang ia bicarakan itu semua benar tanpa pikir panjang. Pembicaraan hanya keluar dari kepala tanpa ada sumber atau referensi yang dapat dipegang.
  2. Mudah ngeles saat salah
    Sangat mudah ia menghindari terkait apa yang sudah pernah ia katakan. Ketika pembicaraannya dianggap salah oleh seorang lawan bicara, maka ia menganggap itu biasa bahkan merasa tidak pernah berbicara itu. Intinya semua pembicaraan itu salah maka ia dengan mudahnya ngeles tanpa merasa dirinya salah.
  3. Banyak ngomong tanpa berbuat
    Kesibukan hanya dengan kegiatan pribadi, seakan ia mengenal semua kalangan individu lainnya bahkan seakan ia berwawasan tinggi. Padahal kita tahu bahwa ia hanya lulusan SD dengan pengalaman apa adanya.
  4. Suka memancing suasana
    Kebiasaannya memancing suasana bahkan suka memotong pembicaraan orang lain. Hal ini ia lakukan dengan tujuan seakan ia juga tahu apa yang sedang dibicarakan orang lain. Cara yang unik juga ia lakukan dengan tertawa saat berbicara topik yang menjadi bahasan.
  5. Kepuasannya hanya menjelekkan orang
    Kepuasannya hanya mengadu domba antara orang lain dengan yang lainnya. Tidak ada kepentingan, ia hanya merasa puas saat hal itu terjadi. Sebuah kecil saja, didepan Anda pembicaraannya baik baik saja tanpa ada kesalahan sedikitpun, namun saat dibelakang Anda ia pun menceritakan kesalahan bahkan kejelekan Anda seakan ia mengetahui seluk beluk Anda sendiri. Hal ini juga membuat ia puas saat melakukannya kepada orang lain.

Ke lima poin di atas, kami rasa sudah mewakili tipe manusia munafik dan tidak bisa diajak kawan apa lagi menganggap sahabat dekat. Bila ciri ciri manusia ini juga ada di tempat atau lingkungan Anda maka, sikapi dengan bijak dan ajak sosok individu ini menjadi lawan bicara yang terfokus. Artinya berkomunikasi dua arah dengan nya terkait sifat yang ada padanya.

Tujuannya adalah untuk merubah pola pikir individu lingkungan Anda sendiri menjadi lebih baik dan tidak saling menjelekkan satu sama lainnya. Mungkin di kalangan atau lingkungan Anda juga ada tipe manusia yang suka berbicara adu domba dan bermuka tiga hehehe.. silahkan berbagi pengalaman di blog irman fsp pada laman komentar di bawah.

Membunuh Karakter Lawan Bicara Yang Miliki Sifat Egois

Irman fsp | Banyak cara mengabaikan komunikasi dua arah dengan lawan bicara yang memilki sifat egois. Yang terpenting kita sebagai komunikator tidak terkecoh dengan apa yang disampaikan lawan bahkan dapat membuat kita tersinggung dan emosi. Tanpa disadari, dalam kehidupan bermasyarakat komunikasi ini menjadi sumber konflik yang tidak terduga, apa lagi bila kita salah memaknai informasi yang disampaikan lawan.

Hal ini lah yang sering terjadi dalam masyarakat bila kita dalami sebagai komunikator yang baik. Dalam ilmu komunikasi, komunikasi yang baik dan efektif merupakan pesan yang disampaikan oleh komunikator (sumber) kepada komunikan (penerima) berjalan dengan baik tanpa adanya hambatan dan diterima dengan baik, dengan kata lain tidak terjadi kesalahpahaman.

Cara membunuh karakter lawan bicara yang egois

Artinya, informasi atau pesan yang ada berjalan dengan baik dan sama sama memahami dan mengerti kedua belah pihak. Baik dari komunikan sebagai penerima maupun komunikator sebagai penyampaian informasi. Berkomunikasi tentu ada feedback (timbale balik) ke dua lawan bicara. Nah, bila kedua lawan bicara ini mampu menjalankan komunikasi yang baik dan efektif, maka, komunikasi yang sedang berjalan dapat dianggap lancar.

Jauh berbeda dengan komunikasi yang terjadi banyak hambatan diantara ke dua lawan bicara. Artinya, sebelah pihak dapat menerima dengan baik, namun untuk feedback (timbal balik) nya sudah untuk menerima apa yang di sanggah oleh lawan bicara. Hal ini terjadi karena lawan bicara Anda memiliki sifat egois. Mereka hanya dapat membenarkan pendapat sendiri tanpa mengakui pendapat orang lain atau lawan bicaranya.

Nah, dengan adanya lawan bicara yang demikian. Artinya memiliki sifat egois dalam berkomunikasi, apa yang harus Anda lakukan terhadap lawan bicara tersebut? Memarahi, memusuhi, adu jotos, mengabaikan, atau pindah tempat? Kami rasa, untuk menanggapi atau mengatasi masalah yang ada, maka biarkan saja lawan bicara yang begituan.

Baca Juga: Maknai Dulu Informasi Yang Ada Sebelum Terjadi Konflik

Untuk lebih jelasnya, terkait dengan lawan bicara yang memiliki sifatnya egois, hanya perlu membunuh karakter, agar mereka bisa mengintrospeksi diri dengan sifat egois yang mereka miliki. Berikut cara sederhana mengatasi lawan bicara yang miliki sifat egois agar lawan bicara sadar diri yakni di bawah ini:
  1. Menanggapi yang bijak
    Cobalah sedikit fokus terkait apa yang ia bicarakan, lalu tanggapi dengan bahasa yang bijak tanpa menekan. Meng ia kan apa yang ia bicarakan namun bukan berarti menganggapnya benar. Berikan peluang bicara ke lawan bicara lebih banyak ketimbang Anda yang berbicara. Baiknya Anda duduk diam dan hanya menanggapinya saja.
  2. Diam tapi mendengar
    Diam bukan berarti Anda bodoh, namun hanya mencoba menimalisir pemicu konflik. Untuk itu, dengan lawan bicara yang egois, baiknya Anda diam namun mendengar apa yang ia bicarakan.
  3. Fokus ke pembahasan baru
    Mulai fokus pada pembicaraan baru atau topik baru yang diluar kemampuan atau wawasannya, agar lawan bicara yang egois bisa duduk diam tanpa banyak Tanya. Biasanya individu yang egois kurangnya pendidikan bahkan sedikit wawasan.
  4. Buat lawan bicara mengakui apa yang kita bicarakan
    Dengan mengubah topik pembicaraan, maka lawan bicara yang egois hanya bisa duduk diam tanpa bisa menyambung dengan topik yang Anda angkat. Baiknya, Anda harus mampu mengundang lawan bicara lebih dari satu agar, pembicaraan Anda bisa dialihkan dengan lawan bicara yang egois.
  5. Bayar apa yang ia makan
    Terakhir, cukup membayar apa yang lawan bicara makan atau minum agar ia merasa berterima kasih walaupun tanpa dia ucap. Akan tetapi, cara ini merupakan cara yang sederhana untuk membunuh karakter lawan bicara yang hanya membenarkan apa yang ia tahu.

Kami rasa cukup gampang membunuh karakter lawan bicara yang memiliki sifat egois. Lawan bicara yang begituan cukup Anda abaikan, namun tanpa membuat ia tersinggung. Ke lima poin di atas sudah mewakili cara mengatasi lawan bicara yang egois. Penjelasan di atas merupakan komunikasi yang terjadi secara terbuka. Artinya komunikasi yang sifatnya tidak resmi, bisa terjadi di warung kopi dan tempat lainnya.

Mungkin sama halnya dengan komunikasi yang secara resmi. Misalnya seperti rapat penting, atau di tempat tempat pertemuan lainnya. Bila ada lawan bicara yang hanya membenarkan informasinya saja tanpa mendengar pernyataan atau komunikasi dari orang lain. Maka, buatlah ia demikian, agar mereka sadar dan tahu terhadap sifat bodoh yang ia miliki.

Senin, 09 Januari 2017

Kesalahan Sendiri Yang Sering Terabaikan Akibat Lalai

Irman fsp | Dalam kehidupan bermasyarakat tentu akan lebih baik bila kita saling menjaga serta menghargai satu sama lainnya. Terlepas dari beda budaya, adat, dan juga agama. Bila sosial budaya dalam kehidupan masyarakat kuat, maka keakrabanpun akan menjadi lebih baik dan terjaga. Namun demikian, bila dalam kehidupan bermasyarakat tidak bisa beradaptasi serta selalu mementingkan kepentingan pribadi dan juga kelompok akan menjadi renggang keakraban yang ada. Ini menjadi salah satu kesalahan yang sering dilakukan tanpa disadari.

Kehidupan dalam masyarakat terlihat sangat bervariasi, artinya ada yang mampu, setengah mampu, bahkan ada yang kurang mampu dari segi ekonomi. Hal ini tentu menjadi perhatian dan keprihatinan individu, namun itu terabaikan. Keterpurukan ekonomi dalam masyarakat sudah tidak bisa dibendung dikarenakan lalai dengan sesuatu yang kurang bermanfaat bila dibandingkan dengan kebutuhannya masing masing.

Masyarakat sibuk dengan berita, dan lupa dengan tanggung jawabnya

Melihat secara kasat mata, terkadang pemasukan ekonomi sehari tidak mencukupi dapur mereka bila dibandingkan dengan seharusnya yang ada. Artinya, bagi individu yang sudah berkeluarga tentu akan mengeluarkan uang untuk keluarganya yakni kebutuhan dapur bahkan lainnya. Akan tetapi, melihat gaya hidup mereka dapat dikatakan kesalahan yang besar namun terabaikan yang disebabkan kelalaian sendiri.

Sebagai contoh, mungkin Anda juga melihat gaya hidup dalam masyarakat yang keseringan duduk di warung kopi yang menghabiskan waktu tanpa henti, seakan ia sudah ada penghasilan upah minimum provinsi (UMP). Mungkin, bagi mereka yang berkedudukan sebagai pegawai negeri sipil (PNS) bahkan kontrak yang artinya sudah ada penghasilan tetap, tentu tidak menjadi satu masalah dalam rumah tangga.

Tidak mesti pegawai atau pegawai kontrak, bahkan bagi pengusaha pun yang duduk di warkop tanpa henti tidak menjadi satu masalah, karena sudah mempunyai penghasilan tiap bulan. Sungguh memperihatinkan bagi masyarakat yang duduk berjamjam di warung kopi bersama kawannya yang hanya berbicara perkembangan informasi yang ada, sementara maaf cakap “untuk rumah tangganya masih minus bahkan nol”. Apa yang terjadi?

Mungkin bagi mereka, duduk dengan secangkir kopi yang menghabiskan waktu berjam jam merupakan suatu keasyikan dan atau hanya sebatas membuang penat atau masalah yang ada. Boleh jadi kalau itu dilakukannya hanya sehari atau hanya beberapa jam. Akan tetapi, bagaimana dengan individu yang hanya diasyikkan dengan secangkir kopi duduk ber jam jam tanpa henti, sementara pemasukan harinya nol, sementara ia sudah berkeluarga?

Baca Juga: Manusia Sebagai Makhluk Sosial Yang Hidup Bermasyarakat

Itulah yang menjadi kesalahan yang tanpa mereka sadari sering dilakukan akibat kelalaian sendiri. Kesalahan ini, sebenarnya akan menjadi masalah besar dalam sebuah keluarga. Namun, hanya belum dapat dirasakan karena sudah membiasakan kesalahan yang dianggap gampang. Sebagai masyarakat aktif, tentu akan merugikan bila waktu yang ada disiasiakan tanpa ada tujuan. Untuk itu, kesalahan yang sering lupa ini menjadi masalah keterpurukan ekonomi ke depan.

Kehidupan Masyarakat Desa
Sebagai masyarakat yang hidup di desa tentu sangat identik dengan pekerjaan petani, berkebun, bahkan melaut. Hanya satu dua lainnya yang mengarah ke dunia dagang. Masyarakat desa banyak yang bekerja pada diri sendiri, artinya mereka hanya bisa bajak sawah untuk menanam padi, selanjutnya berkebun, dan juga melaut. Cari ini menjadi jurus andalan masyarakat untuk pendapatan mereka.

Sebagian besar, pekerjaan ini menjadi prioritas mereka untuk menghasilkan uang. Walaupun melelahkan, namun, itulah yang dapat mereka kerjakan guna bisa menghasilkan pendapatan untuk kehidupan berumah tangga. Masyarakat desa terkadang, sebagian dari mereka akan lupa dengan rutinitas mereka untuk sehari hari. Inilah yang menjadi kesalahan yang dilakukan tanpa mereka sadari.

Sebagaimana kita ketahui, masyarakat banyak yang lalai dengan perkembangan yang ada, sebagai contoh dapat kami sebutkan seperti saat ini musim politik. Banyak diantara mereka lalai dengan apa yang harus mereka kerjakan sebagai pekerjaan pokok untuk menutupi kebutuhan keluarga. Malah sering kali kita lihat, sebagai dari mereka diasyikkan berinteraksi satu sama lain terkait perkembangan politik, pada hal apa yang mereka bicarakan yang ditemani oleh secangkir kopi belum tentu ada manfaatnya untuk ia sendiri.

Bahkan mereka juga sering mengabaikan rutinitas yang bisa menghasilkan pendapatan untuk mencukupi kebutuhan keluarga masing masing. Karena merasa asyik dengan apa yang mereka bicarakan, akan terabaikan tanggung jawab dalam keluarga masing masing individu. Melihat masyarakat Aceh, terkadang juga ada lucunya, dan hal ini tentu jauh berbeda dengan masyarakat luar Aceh.

Masyarakat Aceh khususnya di desa, membahas informasi yang sedang berkembang, terkadang ada dampak bagi mereka. Sebagai contoh keunikan masyarakat Aceh di desa, yang menurut saya sendiri lucu sih, sedang musim ke sawah terkadang hari ini bisa dihabiskan untuk menanam padi, akan tetapi bisa terbengkalai dengan alasan keenakan duduk di warung kopi berbicara politik, yang pada hal ia sendiri sedang ada kesibukan ke sawah untuk menanam padi.

Akan tetapi, sanking enaknya berbicara di warkop yang juga cocok lawan bicara dan membicarakan perkembangan yang ada, maka terabaikan rutinitas yang tentunya pekerjaan mereka yang harus diselesaikan. Ini tentu menjadi kesalahan individu dan boleh jadi kesalahan ini tidak diakuinya sehingga kehidupan dalam bermasyarakat akan menjadi renggang sosial dan juga budaya.

Padahal, bila mereka fokus dengan apa yang harus mereka lakukan dan atau pekerjaan, maka akan lebih baik dan efektif kehidupan dalam bermasyarakat ke depan. Sempitnya ekonomi, terkadang belum tentu daerah yang krisis ekonomi, akan tetapi mungkin jadi akibat kelalaian ditambah dengan malas bekerja sehingga keterpurukan ekonomi mereka semakin nyata.

Kamis, 08 September 2016

Pengertian Sosiologi Komunikasi

Irman fsp – Hello sahabat setia pengunjung blog materi kampus ilmu komunikasi. Dalam artikel ini kami juga menulis pengertian sosiologi komunikasi untuk memperlengkap artikel sebelumnya yaitu awal mula lahirnya sosiologi komunikasi. Tahukah Anda, ilmu sosial perlu kita pelajari secara berlanjutan. Walaupun secara teori pengertian atau definisinya sudah ada yang paparkan, tidak ada salahnya bila Anda ada pendapat serta referensi yang kuat untuk menjelaskan serta memperbaharui pengertian yang sudah ada.

Oke kembali ke pembahasan utama yakni pengertian sosiologi komunikasi. Apa itu sosiologi? Sosiologi merupakan ilmu yang mempelajari kehidupan masyarakat dalam bermasyarakat. Selanjutnya komunikasi yang mempelajari interaksi sosial masyarakat dalam kontek proses penyampaian informasi maupun pesan. Pada dasarnya ilmu ini sangat berhubungan satu sama lainnya. Seperti sosiologi komunikasi yang tentunya mengajari proses interaksi sosial dalam bermasyarakat.

Sosiologi komunikasi yang bisa Anda ketahui
Poto:ciricara.com

Berikut ini kami paparkan pengertian sosiologi  komunikasi secara umum merupakan suatu ilmu yang mempelajari tentang ilmu  komunikasi dari sudut sosiologis, artinya sudut padang dalam masyarakat. Dalam ilmu sosiologi komunikasi ini tentu membahas mengenai tinjauan sosiologis terhadap komunikasi baik sebagai aktivitas sosial, interaksi sosial antara individu dengan individu, individu dengan kelompok dan juga kelompok- dengan kelompok maupun efek sosial dari komunikasi dalam masyarakat setempat.

Sosiologi Komunikasi Menurut Ahli
Menurut Soerjono Soekanto (Soekanto, 1992: 471), sosiologi komunikasi merupakan kekhususan sosiologi mempelajari interaksi sosial yaitu suatu hubungan atau komunikasi yang menimbulkan proses saling pengaruh-mempengaruhi antara para individu, individu dengan kelompok maupun antarkelompok. Menurut Soekanto, Sosiologi Komunikasi juga yang ada kaitannya dengan publik speaking, yaitu bagaimana seseorang berbicara kepada publik.

Baca Juga: Pengertian Sosiologi Menurut Para Ahli

Sosiologi komunikasi juga mengajari konsep konsep yang ada dalam masyarakat seperti interaksi, hubungan, maupun segala sesuatu yang terjadi dalam lingkup masyarakat. Untuk mengenal karakter masyarakat tentu baiknya mempelajari ilmu sosiologi komunikasi, karena banyak pembahasan yang sangat berhubungan dengan interaksi sosial masyarakat.

Tidak hanya itu, dalam ilmu sosial ini juga mempelajari pengertian pengertian sebagaimana yang ada pada ilmu komunikasi untuk memudahkan kita menanggapi berbagai karakter yang ada dalam masyarakat. Karena sebagaimana dijelaskan di atas, sosiologi mempelajari hubungan individu dengan individu, individu dengan kelompok dan juga kelompok dengan kelompok lainnya.

Nah, untuk mendalami ilmu ini tentu harus kita tahu pengertian yang ada dalam ilmu komunikasi, seperti komunikasi interpersonal, kelompok, organisasi, sosial, dan juga komunikasi massa. Tujuannya untuk memudahkan saat berinteraksi dalam masyarakat. Itu salah satu pengertian secara umum yaitu sosiologi komunikasi. Untuk itu, dengan eratnya hubungan ilmu sosial ini, tentu harus secara seksama dipelajari.

Selasa, 14 Juni 2016

Menatap Lemas Pada Hari Senja

Irman fsp | Hari ini tepat tanggal 14 Juni 2016 artinya puasa sudah berjalan ke hari 9. Tanpa disadari kita sudah memasuki hari ke sembilan di bulan suci ramadhan. Rasa lemas, haus dalam menghadapi godaan godaan bermacam corak di sekeliling kita. Untuk mengatasi hal itu, maka lebih memiliki ke pantai untuk menatap sunset yang indah.

Cuaca yang dingin, jauh berbeda dengan hari ramadhan pertama yang mataharinya terik membuat manusia mudah lelah. Dan hari ini sangat terasa dingin membuat mereka lebih bersemangat dalam menjalankan ibadah puasa, walaupun itu sambil kerja.

Bulan suci ramadhan

Mereka yang sibuk dengan aktivitas sawah, mungkin akan lupa dengan sesuatu yang dapat membuat mereka bahagia. Sawah tanpa air membuat mereka susah dengan padi yang baru tumbuh. Namun dengan hari yang indah ini pula dapat membuat mereka tersenyum. Minimal air di sawah bisa merata.

Air tidak hanya untuk sawah, namun semua makhluk hidup di alam semesta memerlukan air untuk kehidupan mereka. Sangat melelahkan sekali, dalam keadaan berpuasa mereka harus ke sawah untuk bisa melihat perkembangan yang ada. Sawah juga butuh perhatian perhatian kita.


Saya merenung, dengan apa yang dilakukan mereka. Bulan puasa harus membereskan padi di sawah, tentu dengan keadaan haus dan lemas. Ini juga merupakan perjuangan mereka menuju lebih baik. Harapan mereka satu, yakni mendapatkan hasil yang maksimal.

Saya juga merasa heran, bila sebuah pedesaan sudah kurang rasa bersosial, maka apa yang terjadi? ini harus diperkuatkan demi menjaga keakraban sesama masyarakat. Dan bila adap, budaya, etika serta rasa kebersamaan sudah tidak ada, maka sudah dapat dipahami kehidupan suatu daerah tersebut.

Melihat hal itu, semoga rasa kepercayaan, keterbukaan, dan dapat saling menghargai satu sama lainnya, dapat dipertahankan. Karena dengan itulah bisa berjalan lancar. Menatap senja di atas batu membuat saya lemas, kangen akan berbuka. Rasanya menu sudah ada didepan, namun ternyata saya pun harus segera pulang.

Senin, 30 Mei 2016

Proses Komunikasi Dalam Masyarakat

Irman fsp – Masyarakat memiliki struktur dan lapisan yang bermacan macam, ragam struktur dan lapisan masyarakat tergantung pada kompleksitas masyarakat itu sendiri. Semakin komplek suatu masyarakat, maka struktur masyarakat itu semakin rumit juga. Kompleksitas masyarakat juga ditentukan oleh ragam budaya dan juga proses proses sosial yang ada. Semakin masyarakat itu kaya dengan budaya, maka akan semakin rumit proses sosial yang dihasilkan.


Berbagai proses komunikasi dalam masyarakat terkait dengan struktur dan lapisan, maupun ragam budaya serta proses proses sosial yang ada dalam masyarakat, baik itu secara individu, kelompok, maupun masyarakat luas. Sedangkan substansi bentuk atau wujud komunikasi ditentukan oleh yakni sebagai berikut:
  1. Pihak pihak yang terlibat dalam komunikasi (komunikator dan khalayak)
  2. Cara yang ditempuh
  3. Kepentingan atau tujuan komunikasi
  4. Ruang lingkup yang melakukannya
  5. Saluran yang digunakan. Dan,
  6. Isi pesan yang disampaikan
Sehubungan dengan poin di atas, maka kegiatan komunikasi dalam masyarakat dapat berupa komunikasi secara tatap muka yang terjadi pada komunikasi interpersonal dan kelompok serta kegiatan komunikasi yang terjadi pada komunikasi massa.

Kedua proses komunikasi ini, terutama komunikasi massa, yang mengandalkan teknologi telematika khususnya media massa sebagai teknologi penting dalam proses kegiatan komunikasi. Dengan demikian proses komunikasi merupakan proses media massa. Namun, secara akademik, kedua hal iti dapat dibedakan satu dengan yang lain karena memiliki konsep serta substansi permasalahan yang juga berbeda.


Berikut dua proses komunikasi dalam masyarakat secara teori yakni sebagai berikut:
1. Komunikasi secara langsung
Pada komunikasi ini masyarakat berkomunikasi secara langsung baik itu individu dengan individu, kelompok dengan individu, kelompok dengan masyarakat yang sifatnya secara langsung. Pengertian lain komunikasi secara langsung dapat Anda pahami yakni, proses komunikasi tanpa ada perantara dengan cara menggunakan media massa, melainkan komunikasi secara tatap muka.

Namun demikian, individu yang mempengaruhi proses komunikasi tidak lepas dari pengaruh kelompoknya, baik itu primer maupun sekunder, bahkan media massa juga mempengaruhinya. Walaupun individu taklepas dari pengaruh kelompok, namun konsep komunikasi ini hanya melihat apa konten dari komunikasi yang dibangun oleh individu masing masing.

2. Komunikasi massa
Komunikasi massa tentu menggunkan media massa. Artinya proses komunikasi yang dilakukan oleh komunikator kepada khalayak atau sebagai komunikan tentu menggunakan media massa. Dengan demikian, unsur unsur penting dalam media massa adalah:
  • Komunikator
  • Media massa
  • Informasi (pesan)
  • Gatekeeper
  • Khalayak
  • Umpan balik
Jadi, komunikasi yang terjadi dalam masyarakat menggunakan media massa. Artinya masyarakat menerima informasi dari komunikator tidak secara langsung sebagai mana pada poin pertama yakni komunikasi secara langsung, melainkan melalui media. Demikian proses komunikasi dalam masyarakat secara teori.

Mungkin ada pendapat serta masukan dari Anda yang juga ingin berbagi pengalaman serta pemahaman terkait proses komunikasi dalam masyarakat, silakan memberikan komentar Anda pada kotak komentar, terima kasih.

Minggu, 29 Mei 2016

Pengertian Komunikasi Sosial

Irman fsp – Komunikasi sosial merupakan suatu proses sosialisasi untuk pencapaian stabilitas sosial. Tertip sosial, penerusan nilai nilai lama dan baru yang diagungkan oleh suatu masyarakat melalui komunikasi sosial kesadaran masyarakat dipupuk, dibina, serta diperluas.  Melalui komunikasi sosial yang kita bangun, maka masalah masalah sosial dapat dipecahkan melalui konsensus.

Adapun pengertian komunikasi sosial menurut (Astrid, 1992: 1) mengatakan salah satu betuk komunikasi yang lebih intensif, dimana komunikasi dapat terjadi secara langsung antara komunikator dengan komunikan itu sendiri, sehingga situasi komunikasi bersifat dua arah serta lebih diarahkan kepada pencapaian suatu situasi integrasi sosial. Melalui kegiatan inilah akan terjadi aktualisasi dari berbagai masalah yang dibahas.

Komunikasi sosial menurut irman fsp
Komunikasi sosial

Dengan terjadinya komunikasi sosial, maka akan lebih mudah dalam menyelesaikan masalah sosial yang sedang berlangsung. Misalnya, dalam masyarakat ada kesalah pahaman dalam memaknai informasi yang ada. Maka, tugas Anda disini menyambung serta memaknai informasi yang ada, agar tidak terjadi kesalah pahaman lagi. Selain itu juga dapat membangun komunikasi yang lebih baik antara kelompok masyarakat lainnya.

Komunikasi sosial dapat berlangsung pada saat ada komunikan sebagai lawan bicara. Tidak hanya itu, dengan adanya kelompok masyarakat dapat terjadinya komunikasi sosial. Komunikasi sosial juga dapat diartikan sebagai proses penyampaian pesan kepada komunikan baik itu pesan pribadi, artinya menceritakan masalah pribadi, maupun pesan yang disampaikan bersifat terbuka atau gosib.

Sebagai makhluk hidup, tentu tidak luput dari komunikasi antara individu satu dengan yang lainnya. Artinya manusia saling membutuhkan satu sama lain dan ini disebut komunikasi sosial. Terkadang dalam kehidupan ada sebagian individu dikucilkan sehingga sama sekali tidak dapat memposisikan diri sebagai makhluk sosial. Maka dengan itu dalam kehidupan komunikasi adalah persyaratan utama dalam kehidupan manusia.


Fungsi komunikasi sosial yang dapat Anda ketahui
Dalam kehidupan bermasyarakat tentu membutuhkan komunikasi. Tanpa komunikasi kehidupan terasa gelap bahkan dapat dikatakan tersesat. Dengan komunikasi kita dapat mempelajari serta menafsirkan situasi apapun yang akan dihadapi. Dengan komunikasi juga dapat beradaptasi serta mengatasi situasi situasi yang sedang terjadi.

Fungsi lain dari komunikasi sosial memudahkan Anda dalam menghadapi masalah yang ada. Maka penting sekali berkomunikasi dalam kehidupan bermasyarakat. Sangat gelap sekali tanpa adanya komunikasi bagi mereka yang hidup bermasyarakat. Selain itu, tanpa komunikasi mungkin Anda tidak tahu bagaimana cara makan, minum, bahkan cara berbicara yang beradap serta beretika.

Sebagai mana penjelasan pada wikipedia  terkait fungsi komunikasi sosial yakni, Implasif adalah fungsi komunikasi sosial ini adalah fungsi komunikasi kultural. Para ilmuan sosial mengakui bahwa budaya dan komunikasi itu mempunyai hubungan timbal balik, seperti dua sisi dari satu mata uang.

Budaya menjadi bagian dari perilaku komunikasi, dan pada gilirannya komunikasi pun turut menentukan, memelihara, mengembangkan atau mewariskan budaya. Fungsi komunikasi sosial juga bisa terbentuk dengan adanya pembentukan dari dalam: pembentukan konsep diri, pernyataan eksistenssi diri dan untuk kelangsungan hidup, memupuk hubungan & memperoleh kebahagiaan.

Demikian penjelasan dari kami mengenai pengertian komunikasi sosial. Mungkin Anda lebih paham tentang apa itu komunikasi sosial dapat berbagi pengalaman serta informasi dari Anda, guna untuk lebih informatif pada artikel yang kami bagikan ini. Silahkan berbagi pengalaman dan pemahaman terkait pengertian dan fungsi komunikasi sosial pada kotak komentar.

Rabu, 11 Mei 2016

11 Pengertian Sosiologi Menurut Para Ahli

Pengertian sosiologi menurut para ahli yang bisa Anda dapatkan dalam artikel kali ini. Istilah sosiologi pertama kali dicetuskan oleh seorang filsuf asal Perancis bernama Auguste Comte dalam bukunya Cours de la Philosovie Positive. Orang yang dikenal dengan bapak sosiologi tersebut  menyebut sosiolog adalah ilmu pengetahuan tentang masyarakat. Kata sosiologi sebenarnya berasal dari bahasa Latin yaitu 'socius' yang berarti teman atau kawan dan 'logos' yang berarti ilmu pengetahuan.

sosiologi menurut para ahli
Poto: penulis,web.id

Sosiologi merupakan ilmu yang mempelajari hubungan timbal balik yang ada dalam masyarakat. Misalnya hubungan antara individu dengan individu lainnya, kelompok dengan kelompok lainnya, bahkan kelompok dengan individu dan juga kelompok yang ada dalam masyarakat. Nah bagi Anda yang ingin mengetahui apa itu sosiologi, dalam kesempatan kali ini mencoba memberi gambaran terkait pengertian sosiologi itu sendiri.

Sosiologi sangat erat hubungannya dengan lingkup masyarakat. Mengapa? Karena sosiologi merupakan ilmu yang mempelajari kehidupan bermasyarakat serta memberikan gambaran realitias sosial secara ilmiah dengan tujuan untuk membantu menyelesaikan masalah-masalah sosial yang dihadapi oleh masyarakat.


Adapun terkait dengan pengertian sosiologi menurut pendapat ahli yakni, sebagai berikut:
  1. Mayor Polak.
    Menurut Mayor Polak Sosiologi merupakan ilmu pengetahuan yang mempelajari masyarakat secara keseluruhan, yakni hubungan antara manusia satu dengan manusia lain, manusia dengan kelompok, kelompok dengan kelompok, baik kelompok formal maupun kelompok informal atau baik kelompok statis maupun kelompok dinamis.
  2. Hassan Shandily.
    Sedangkan menurut Hassan Shandily Sosiologi merupakan ilmu yang mempelajari hidup bersama dalam masyarakat dan menyelidiki ikatan-ikatan antara manusia yang menguasai kehidupan dengan mencoba mengerti sifat dan maksud hidup bersama cara terbentuk dan tumbuh, serta berubahnya perserikatan-perserikatan hidup serta kepercayaan.
  3. P.J. Bouman.
    Dalam bukunya Sociologie Begrien en Problemen, sosiologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari hubungan sosial antar sesama manusia (individu-individu), antar individu dengan kelompok, sifat dan perubahan-perubahan, lembaga-lembaga serta ide-ide sosial.
  4. Pitirim Sorokin.
    Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari hubungan dan pengaruh timbal balik antara aneka macam gejala sosial (misalnya gejala ekonomi, gejala keluarga, dan gejala moral), sosiologi adalah ilmu yang mempelajari hubungan dan pengaruh timbal balik antara gejala sosial dengan gejala non-sosial, dan yang terakhir, sosiologi adalah ilmu yang mempelajari ciri-ciri umum semua jenis gejala-gejala sosial lain.
  5. William Kornblum.
    Sosiologi adalah suatu upaya ilmiah untuk mempelajari masyarakat dan perilaku sosial anggotanya dan menjadikan masyarakat yang bersangkutan dalam berbagai kelompok dan kondisi.
  6. Allan Johnson.
    Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari kehidupan dan perilaku terutama dalam kaitannya dengan suatu sistem sosial dan bagaimana sistem tersebut mempengaruhi orang dan bagaimana pula orang yang terlibat di dalamnya mempengaruhi sistem tersebut.
  7. Mr. J. Bierens De Haan.
    Sosiologi adalah ilmu pengetahuan tentang masyarakat manusia, baik mengenai hakekat, susunannya, hubungannya, kodrat-kodrat yang menggerakannya, mengenai kesehatan, dan perkembangan masyarakat.
  8. Max Weber.
    Sosiologi adalah ilmu yang berupaya memahami tindakan-tindakan sosial. Tindakan sosial adalah tindakan yang dilakukan dengan mempertimbangkan dan berorientasi pada perilaku orang lain.
  9. Gustav Ratzenhofer.
    Sosiologi adalah pengetahuan tentang hubungan manusia dengan kewajibannya untuk menyelidiki dasar dan terjadinya evolusi sosial serta kemakmuran umum bagi anggota-anggotanya.
  10. Emile Durkheim.
    Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari fakta sosial. Fakta sosial adalah cara bertindak, berpikir, dan mampu melakukan pemaksaan dari luar terhadap individu.
  11. Pitirim A. Sorokin.
    Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari:
    Hubungan dan pengaruh timbal balik antara aneka macam gejala sosial, misalnya antara gejala ekonomi dengan agama, keluarga dengan moral, hukum dengan ekonomi, dsb.
    Hubungan dan pengaruh timbal balik antara gejala sosial dengan gejala non sosial (misalnya dengan gejala geografis, biologis, dsb).

Setelah kita membaca berbagai pandangan tentang sosiologi menurut para ahli, maka kita bisa menyimpulkan bahwa sosiologi merupakan ilmu pengetahuan yang objek studinya merupakan masyarakat. Sosiologi memusatkan kajian pada kehidupan kelompok dan produk kehidupan kelompok tersebut, adat istiadat, tradisi, nilai-nilai hidup satu kelompok, pengaruhnya terhadap kehidupan kelompok, proses interaksi di antara kelompok dan perkembangan lembaga-lembaga sosial merupakan perhatian sosiologi.

Demikian pengertian sosiologi yang bisa Anda ketahui. Ilmu ini juga penting Anda pahami guna memudahkan pada saat berinteraksi dalam masyarakat. Sosiologi juga dapat disebut ilmu masyarakat karena mempelajari hubungan masyarakat dengan kelompok bahkan dengan individu individu lainnya.

Sabtu, 30 April 2016

Pengertian Gaya Dalam Berkomunikasi

Irman fsp | Gaya komunikasi merupakan cara serta logat dari pada si komunikator pada saat proses menyampaikan sebuah pesan atau informasi kepada si komunikan. Cara penyampaian pesan ini terkadang kita tanpa sadar mengeluarkan kebiasaan berkomunikasi pada saat menjumpai orang lain. Baik secara formal maupun cara komunikasi dalam sehari hari.

Pentingkah gaya dalam berkomunikasi? Saya rasa ini sangat penting. Mengapa demikian? Karena cara Anda saat berkomunikasi sangat berpengaruh kepada komunikan pada proses penyampaian informasi. Sebagai komunikator kita harus sedikit bergaya saat menyampaikan informasi kepada komunikan, dan tentunya tidak harus berlebihan. Dan bila cara Anda berlebihan maka, Anda akan dikatakan “lebay”.


Pentingnya gaya dalam berkomunikasi

Gaya dalam kontek komunikasi merupakan cara seseorang pada saat melakukan sesuatu. Misalnya pada saat “berpidato”. Komunikasi hanya proses interaksi antara individu dengan individu lainnya. Sementara yang dimaksud dengan gaya berkomunikasi adalah cara komunikator pada saat menyampaikan pesan atau informasi kepada komunikan dengan kebiasaan mereka pada saat berkomunikasi. Baik itu cara berjalan, menggerakkan tangan atau anggota tubuh lainnya guna untuk menyemangatkan komunikan sebagai pendengar pada saat berbicara.


Gaya komunikasi sering kita dapatkan pada ruangan pelatihan atau seminar. Berbeda individu maka bedalah cara mereka menyampaikan informasi. Penting Anda ketahui apa itu gaya dalam berkomunikasi sebagaimana dijelaskan di atas. Tujuannya hanya dapat memahami gaya si komunikator pada saat menyampaikan informasi. Selain itu Anda juga dapat membedakan serta manfaat dari gaya komunikasi itu sendiri.

Manfaat dan efek dari gaya komunikasi ini dapat meningkatkan keakraban bahkan juga dapat menimbulkan konflik antara komunikan dengan komunikator itu sendiri. Selain itu biasanya bagi komunikator yang gaya menyampaikan informasi atau pesan yang sesuai dengan keinginan komunikan maka keakraban mereka dapat meningkat.

Begitu juga efek dari gaya komunikasi yang sama sekali tidak berkenan dengan komunikator, maka akan menimbulkan konflik baru antara komunikan dengan komunikator. Demikian pengertian beserta penjelasan gaya dalam berkomunikasi. Bila ada yang berkenan untuk menambahkan sebagai pelengkap, dapat meninggalkan sebuah komentar Anda di kotak komentar.

Jumat, 15 Januari 2016

Proses Interaksi Sosial dalam Kehidupan Bermasyarakat

Proses Interaksi Sosial dalam Masyarakat | Menurut Gillin dalam buku komunikasi politik, menjelaskan bahwa ada dua golongan proses sosial sebagai akibat dari interaksi sosial. Proses ini juga berdasarkan teori dan dapat Anda ketahui dalam artikel yang kami paparkan ini. Proses sosial sebagaimana ada dalam masyarakat yakni, proses sosial asosiatif dan proses sosial disosiatif.

Proses Sosial Asosiatif
Proses asosiatif merupakan sebuah proses yang terjadi saling pengertian dan kerja sama timbal balik antara orang yang satu dengan orang yang lainnya, kelompok satu dengan kelompok lainnya, dimana proses ini menghasilkan pencapaian tujuan tujuan bersama.

Kegiatan interaksi sosial dalam masyarakat

Kerja sama cooperation adalah bentuk usaha bersama antara individu atau kelompok untuk mencapai satu atau beberapa tujuan secara bersama. Proses terjadinya cooperation lahir apa bila individu atau kelompok tertentu menyadari adanya kepentingan dan ancaman yang sama. Tujuan tujuan yang sama akan menciptakan cooperation diantara individu dan kelompok guna untuk mencapai sebuah tujuan.

Adapun beberapa bentuk cooperation yang dapat anda ketahui yakni sebagai berikut:
  1. Gotong royong dan kerja bakti.
    Gotong royong merupakan sebuah proses kerja sama yang terjadi di lingkungan masyarakat, dan ini biasa terjadi dikalangan masyarakat pedesaan. Tujuan dari proses kerja sama ini saling bahu membahu serta saling membantu antara individu yang satu dengan individu lainnya.
  2. Bargaining.
    Merupakan proses kerjasama dalam bentuk perjanjian, pertukaran kepentingan, kekuasaan, barang barang atau jasa antara dua organisasi atau lebih yang terjadi di bidang politik, budaya, ekonomi, hukum maupun militer.
  3. Co-optation.
    Merupakan proses kerjasama yang terjadi diantara individu dan kelompok yang terlibat dalam sebuah organisasi atau negara dimana terjaninya proses penerimaan unsur unsur baru dalam kepemimpinan atau pelaksanaan politik dalam suatu organisasi untuk menciptakan stabilitas.
  4. Coalition.
    Merupakan dua organisasi atau lebih yang mempunyai tujuan tujuan yang sama kemudian melakukan kerjasama atau dengan yang lainnya guna untuk tercapai tujuan tersebut.
  5. Joint- venture.
    Merupakan kerja sama dua atau lebih organisasi perusahaan dibidang bisnis untuk mengerjakan proyek proyek tertentu. Misalnya eksplorasi tambang batu bara, penangkapan ikan, pengeboran minyak, penambangan emas dan sebagainya, dimana kegiatan ini membutuhkan modal dan SDM yang besar sehingga perlunya kerja sama antara satu perusahaan dengan perusahaan lainnya.

Proses Sosial Disosiatif
Ini merupakan proses perlawanan yang dilakukan oleh individu inddividu atau kelompok dalam proses sosial diantara mereka pada suatu masyarakat. Oposisi diartikan sebagai cara berjuang melawan seseorang atau kelompok tertentu atau norma dan nilai yang dianggap tidak mendukung perubahan untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Bentuk bentuk proses disosiatif adalah persaingan, kompetisi, dan konflik.


Berikut penjelasan mengenai proses disosiatif seperti persaingan, kompetisi dan konflik yakni sebagai berikut:
  1. Persaingan merupakan proses sosial dimana individu atau kelompok berjuan dan bersaing untuk mencari keuntungan pada bidang bidang kehidupan yang menjadi pusat perhatian umum dengan cara menarik perhatian publik atau dengan mempertajam prasangka yang telah ada, namun tanpa unsur ancaman dan kekerasan.
  2. Kontroversi merupakan proses sosial yang berada antara persaingan dan pertentangan atau pertikaian. Ini merupakan proses sosial dimana terjadi pertentangan pada tataran konsep dan wacana, sedangkan pertentangan sudah memasuki unsur kekerasan atau ancaman atau proses sosial lainnya.
  3. Konflik merupakan proses sosial dimana individu atau pun kelompok menyadari memiliki perbedaan perbedaan. Misalnya dalam ciri badainah, emosi, unsur kebudayaan, pola perilaku, prinsip, politik, ideologi maupun kepentingan dengan pihak lain.

Demikian penjelasan proses interaksi sosial dari irman fsp dalam blognya. Semoga bermanfaat dan dapat menjadi referensi informasi yang anda cari. Baca juga informasi lainnya dalam situs irman fsp, karena banyak informasi lainnya terkait dalam materi kampus ilmu komunikasi yang kami uraikan dalam situs  irman fsp ini

Jumat, 08 Januari 2016

Manusia Sebagai Makhluk Sosial Yang Hidup Bermasyarakat

Irman fsp – Manusia adalah ciptaan Allah Swt, tuhan yang maha esa dengan struktur dan fungsi yang sangat sempurna bila dibandingkan dengan makhluk tuhan lainnya. Manusia juga diciptakan sebagai makhluk multidimensional, yang memiliki akal pikiran dan juga kemampuan berinteraksi secara personal maupun sosial. Karena itu lah manusia disebut sebagai makhluk yang unik, yang memiliki kemampuan sosial sebagai makhluk individu dan makhluk sosial.

Disamping itu semua manusia dengan akal pikirannya mampu mengembangkan kemampuan tertingginya sebagai makhluk ciptaan Tuhan yakni memiliki kemampuan spiritual, sehingga manusia disamping makhluk individual, makhluk sosila, juga sebagai makhluk spiritual. Dalam kenyataannya kemampuan fungsional manusia di atas dapat dilakukannya secara simultan dalam kehidupannya sehari hari.

irman fsp
Sosial dalam bermasyarakat

Karena manusia dikatakan makhluk sosial maka dengan itu manusia tidak mampu hidup sendiri di dunia ini, baik sendiri dalam kontek fisik maupun dalam kontek sosial budaya. Terutama dalam kontek sosial budaya, ini dapat kita lihat dengan jelas bahwa manusia juga membutuhkan manusia lainnya untuk saling berkolaborasi dalam pemenuhan fungsi fungsi sosial satu dengan yang lainnya.


Fungsi fungsi sosial manusia lahir dari kebutuhan akan fungsi tersebut oleh orang lain, dengan demikian produktivitas fungsional dikendalikan oleh berbagai macam kebutuhan manusia.  Secara individual manusia memiliki kebutuhan satu sama lain seperti membutuhkan kelompok lain untuk menghidupkan satu sama lain.

Sosiologi berpendapat bahwa tindakan awal dalam penyelarasan fungsi fungsi sosial dan berbagai kebutuhan manusia diawali dengan melakukan interaksi sosial atau tindakan komunikasi antara individu satu dengan yang lainnya. Tindakan ini dilakukan melalui aktivitas sosial dan juga komunikasi yang dapat dilakukan secara verbal dan juga non verbal maupun dengan cara simbolis.

Dengan adanya interaksi sosial antara beberapa individu maka lahirlah norma norma yang bersifat atau bernilai sosial dalam bermasyarakat. Sebagaimana yang dijelaskan di atas maka interaksi sosial dalam kelompok bermasyarakat dapat dikatakan atau bisa disebutkan dengan tindakan komunikasi perspektif sosiologi dan ini menjadi objek pengamatan sosiologi komunikasi.

Fokus interaksi sosial dalam masyarakat adalah komunikasi itu sendiri yang terjadi antar individu. Sebagaimana dijelaskan dalam buku sosiologi bahwa komunikasi menjadi unsur terpenting dalam seluruh kehidupan manusia.

Asal Mula Lahirnya Sosiologi Komunikasi

Irman fsp | Asal mula kajian komunikasi dalam sosiologi bermula dari akar tradisi pemikiran Karl Marx, dimana Marx sendiri adalah masuk sebagai pendiri sosiologi yang beraliran jerman sementara Claude Henry Saint-Simon, Auguste Comte, dan Emile Durkheim merupakan nama-nama para ahli sosiologi yang beraliran Perancis. Sementara itu gagasan awal tentang Marx tidak pernah lepas dari pemikiran-pemikiran Hegel.

Hegel memiliki pengaruh yang kuat terhadap Marx, bahkan Karl Marx muda menjadi seorang idealisme (bukan materialisme) justru dari pemikiran-pemikiran radikal Hegel tentang idealisme, adapun kemudian Marx tua menjadi seorang materialisme, hal itu adalah sebuah pengalaman pribadi manusia dalam prosesnya dengan konteks sosial yang dialami oleh Marx sendiri.

Kajian komunikasi dalam sosiologi awal dari pemikiran para ahli
Asal mula lahir sosiologi komunikasi

Menurut Ritzer, pemikiran Hegel yang paling utama dalam melahirkan pemikiran-pemikiran tradisional konflik dan kritis adalah ajarannya tentang dialektika dan idealisme. Dialektika adalah cara berpikir dan citra tentang dunia. Sebagai cara berpikir, mila, konflik, dan kontradiksi, yaitu cara-cara berpikir yang lebih dinamis.

Di sisi lain, dialektika adalah pandangan tentang dunia bukan tersusun dari struktur yang statis, tetapi terdiri dari proses hubungan, dinamika konflik, dan kontradiksi. Pemahaman dialektika tentang dunia semacam inilah (terutama melihat dunia sebagai bagian yang berhubungan satu dengan lainnya) di kemudian hari melahirkan gagasan-gagasan tentang kamunikasi seperti apa yang dikemukakan oleh Jurgen Habermas dengan tindakan komunikasi (interaksi).

Hegel juga dikaitkan dengan filsafat idealisme yang lebih mementingkan pikiran dan produk mental daripada kehidupan material. Dalam bentuknya yang ekstrem, idealisme menegaskan bahwa hanya konstruksi pikiran dan psikologis lah yang ada, idealisme adalah sebuah proses yang kekal dalam kehidupan manusia, bahkan ada yang berkeyakinan bahwa proses mental tetap ada walaupun kehidupan sosial dan fisik sudah tidak ada lagi. Idealisme merupakan produk berpikir yang menekankan tidak saja pada proses mental namun juga gagasan-gagsan yang dihasilkan dari proses mental itu.


Pemikiran-pemikiran Habermas sendiri termasuk dalam kelompok kritis. Habermas sendiri menanamkan gagasan-gagasan sebagai rekonstruksi materialisme historis. Habermas bertolak dari pemikiran Marx, seperti potensi manusia, spesies makhluk, aktivitas yang berperasaan. Ia mengatakan bahwa, Marx telah gagal membedakan antara dua komponan analitik yang berbeda, yaitu kerja (atau tenaga kerja, tindakan rasional-purposif) dan interaksi (atau aksi komunikatif) sosial (atau simbolis).

Di antara kerja dan interaksi sosial, Marx hanya membahas kerja saja dengan mengabaikan interaksi sosial. Jadi, kata Habermas, “ia hanya mengambil perbedaan antara kerja dan interaksi sosial sebagai titik awalnya”. Di sepanjang tulisannya, Habermas menjelaskan perbedaan ini, meski ia cenderung menggunakan istilah tindakan (kerja) rasional-purposif dan tindakan komunikatif (interaksi). Dalam The Theory of Communication Action pun ia menyebut tindakan komunikatif ini sebagai bagian dari dasar-dasar ilmu sosial dan teori komunikasi.

Selama tahun 1970-an Habermas memperbanyak studi-studinya mengenai ilmu-ilmu sosial dan mulai menata ulang teori kritik sebagai teori komunikasi. Tahap kunci dari perkembangan ini termuat dalam kumpulan studi yang ditulis bersama Niklas Luhmann, yakni Theori der Gesellschaft der Sozialtechnologie (1971); Legitimations probleme des Historischen Materialismus (1976); dan kumpulan esai dalam sekian buku lagi. Habermas sendiri saat ini menjadi guru besar filsafat dan sosiologi yang hidup di Frankfurt.

Sumbangan pemikiran juga diberikan oleh John Dewey, yang sering disebut sebagai the first philosopher of communication itu dikenal hingga kini dengan filsafat pragmatiknya, suatu keyakinan bahwa sebuah ide itu benar jika ia berfungsi dalam praktik. Pragnatisme menolak dualisme pikiran dan materi, subjek, dan objek. Jadi, gagasan-gagasan seharusnya bermanfaat bagi masyarakat, pesan-pesan ide harus terampaikan dan memberi kontribusi pada tingkat perilaku orang. Pesan ide membentuk tindakan dan perilaku dilapangan.

Sosiologi sejak semula telah menaruh perhatian pada masalah-masalah yang ada hubungan dengan interaksi sosial antara seseorang dan orang lainnya. Apa yang disebutkan oleh Auguste Comte dengan “social dynamic”, “kesadaran kolektif” oleh Durkheim, dan “interaksi sosial” oleh Marx serta “tindakan komunikatif” dan “teori komunikasi” oleh Habermas adalah awal mula lahirnya perspektif sosiologi komunikasi. Bahkan melihat kenyataan semacam itu, maka sebenarnya gagasan-gagasan perspektif sosiologi komunikasi telah ada bersamaan dengan lahirnya sosiologi itu sendiri baik dalam perspektif struktural-fungsional maupun dalam perspektif konflik.

Selain apa yang disumbangkan Karl Marx dan Habermas mengenai teori kritis dalam komunikasi, sumbangan dari perspektif strukturak-fungsional dalam sosiologi yang diajarkan oleh Talcott Parson dengan teori sistem tindakan maupun dengan skema AGIL, serta kajian Rebert K. Merton tentang struktur-fungsional, struktur sosial dan anomie, merupakan sumbangan-sumbangan yang amat penting terhadap lahirnya teori-teori komunikasi di waktu-waktu berikutnya.

Saat ini perspektif teoretis mengenai sosiologi komunikasi bertumpu pada fokus kajian sosiologi mengenai interaksi sosial dan semua aspek yang bersentuhan dengan fokus kajian tersebut. Narwoko dan Suyanto mengatakan bahwa, kajian tentang interaksi sosial diisyaratkan adanya fungsi-fungsi komunikasi yang lebih dalam, seperti adanya kontak sosial dan komunikasi. 

Kontak sosial terjadi tidaklah semata-mata tergantung tindakan tetapi juga tergantung pada adanya tanggapan terhadap tindakan tersebut, sedangkan aspek penting dari komunikasi adalah bila seseorang memberikan tafsiran pada sesuatu atau pada perikelakuan orang lain. Dalam komunikasi juga persoalan makna menjadi sangat penting ditafsirkan oleh seseorang yang mendapat informasi (pemberitaan) karena makna yang dikirim oleh komunikator (receiver) dan penerima informasi (audience) menjadi sangat subjektif dan ditentukan oleh konteks sosial ketika informasi itu disebar dan diterima.


Sejarah sosiologi komunikasi menempuh dua jalur. Kajian dan sumbangan pemikiran Auguste Comte, Talcott Parson dan Robert K. Merton merupakan sumbangan paradigma fungsional bagi lahirnya teori-teori komunikasi yang beraliran struktural fungsional. Sedangkan sumbangan-sumbangan pemikiran Karl Marx dan Habermas menyumbangkan paradigma konflik bagi lahirnya teori-teori kritis dalam kajian komunikasi.

Sosiologi sejak semula telah menaruh perhatian pada masalah-masalah yang ada hubungan dengan interaksi sosial antara seseorang dan orang lainnya. Apa yang disebut oleh Comte dengan ”Social Dynamic”, kesadaran Kolektif” oleh durkheim dan interaksi Sosial Oleh Marx serta ”tindakan komunikatif” dan ”teori komunikasi” oleh Habernas adalah awal mula lahirnya perspektif sosiologi komunikasi.

Bahkan melihat kenyataan semacam itu, maka sebenarnya gagasan-gagasan perspektif sosiologi komunikasi telah ada bersamaan dengan lahirnya sosiologi itu sendiri baik dalam perspektif struktural fungsional maupun dalam perspektif konflik. Di bawah ini kita bisa lihat aliran pemikiran dalam paradigma sosiologi komunikasi, dimana sosiologi sendiri sebenarnya telah mengkaji maslah komunikasi secara tidak langsung dalam teori-teorinya.

Selain apa yang disumbangkan Karl Marx dan Habermas mengenai teori kritis dalam komunikasi, sumbangan dari perspektif struktural fungsional dalam sosiologi yang diajarkan oleh Talcott Parson dalam teori sistem tindakan maupun dalam skema Agil, serta kajian Robert K. Merton tentang struktur fungsional, struktur sosial dan anomi, merupakan sumbangan-sumbangan yang amat penting terhadap lahirnya teor-teori komunikasi di waktu-waktu berikutnya.