Showing posts with label sosiologi. Show all posts
Showing posts with label sosiologi. Show all posts

Thursday, 14 February 2019

Monyet Pakai Mahkota, Tetap Monyet! Jangan Sampai Jadi Monyet

Wah.... menurut saya ini sangat menarik dibahas, mengapa? Karena kita harus sadar yang namanya monyet, walaupun sudah pakai mahkota sekalipun, tetap monyet. Sebagaimana yang disampaikan oleh Deddy Corbuzier melalui channel youtubenya. "MONYET PAKAI MAHKOTA, TETAP MONYET.. JANGAN JADI MONYET". Dalam video tersebut, Deddy menyampaikan banyak hal positif yang dapat kita ambil.

Pakai mahkota pun tetap aja monyet

Kita tetap harus menjadi diri kita sendiri karena orang menilai diri kita bukan karena banyak harta, pakaian kita, kemewahan kita, melainkan sikap dan juga cara kita yang bisa menghargai satu sama lain. Percuma kamu menampakkan seakan kamu mampu segala hal, menampakkan seakan kamu bisa melakukan yang terbaik dari orang lain sementara kamu sendiri belum pernah melakukan itu.

Apa lagi mengatakan orang lain yang tidak sesuai dengan kenyataan, bahkan melakukan sesuatu yang yang buruk dengan tujuan menjatuhkan. Nah, ini sangat tidak diperlukan karena perbuatan itu sangat dibenci dan kita akan merasakan hal yang terburuk dalam hidup kita sendiri. Jadilah diri sendiri yang bisa melakukan sesuatu yang baik dan juga bermanfaat buat diri sendiri.

Dimanapun kita berada, apapun yang kita miliki! Tetap harus menjadi pribadi yang baik. Karena sikap dan cara kita itulah yang akan dinilai oleh orang lain, bukan gaya kita yang hanya mampu menampakkan sesuatu yang tidak bermakna bahkan membuat orang lain tersakiti. Sebagai contoh, presiden, walaupun dia gunakan kaos biasa tetap aja presiden. Begitu juga dengan monyet, walaupun menggunakan jas tetap aja monyet kan?

Kesimpulannya adalah bagaimana pun keadaan kita, tetap lah jadi diri sendiri karena menjadi diri sendiri merupakan hal yang terbaik dalam hidup. Apa lagi kita sendiri mampu membuat orang lain tersenyum tentu akan lebih bermakna bukan. Simak video Deddy Corbuzier yang satu ini https://youtu.be/QWsbnC14X_I

Sunday, 10 February 2019

3 Virus Kehidupan Paling Bahaya dan Dampaknya

Virus kehidupan merupakan penyakit yang muncul dari perbuatan atau kelakuan kita sehari hari. Virus ini juga akan berdampak buruk bagi diri sendiri hingga lingkungan masing masing. Sadar atau tidak, semua individu akan mengalami penyakit yang satu ini bila mereka tidak mampu merubah cara pikir positif dalam kehidipan bermasyarakat.

Nah, perlu diketahui bersama bahwa virus kehidupan ini pada masa nabi pun sudah ada. Dan hingga saat ini terus berkembang dalam kehidupan bermasyarakat. Sebagai contoh, salah satu dampak buruk dari virus kehidupan ini adalah miskin. Masih untung kalau hanya sebatas miskin harta, namun yang lebih parah adalah miskin ilmu dikarekan tidak mau belajar.

Dampak buruk virus kehidupan

Virus kehidupan ini diawali dengan saling tidak percaya, egois, bahkan sering zouzon kepada orang orang lain. Yang paling bahayanya adalah sakit mata melihat keberhasilan orang lain dalam berbagai hal. Sebagai contoh, orang lain hidup rukun miliki keuangan yang cukup dan juga miliki kendaraan seadanya, tentu bikin sakit mata bagi mereka yang mengendap virus tersebut.

Virus Kehidupan
Perlu anda ketahui, yang pertama kita lah yang membentuk kebiasaan, maka lama kelamaan kebiasaan itu yang membentuk kita sendiri. Artinya, sangat tergantung apa yang biasa kita lakukan.

Nah, berikut ini terdapat 3 virus kehidupan yang dapat anda ketahui yakni, di bawah ini:
1. Malas
Bagi mereka yang mengendap virus kehidupan tentu akan menjadi penalas. Maunya adalah uang ada namun tak usah bekerja, bahkan menganggap rezeki ini datang sendiri tanpa harus bekerja.

2. Munafik
Merupakan orang yang miliki sifat nifak yang artinya sering menampakan sifatnya yang baik, namun menutupi sifat yang buruk. Nah, bagi mereka yang bersifat demikian. Maka sudah mengendap virus kehidupan.

3. Maling
Nah, sifat yang terakhir adalah sebagai maling. Karena bagi yang mengendap virus kehidupan tentu susah untuk keluar. Hal ini disebabkan oleh kebiasaan seperti uraian di atas tadi.

Nah itu di atas penjelasan singkat dari virus kehidupan. Kami berharap kita dijauhkan dari virus ini agar hidup kita lebih bermakna serta bisa bermanfaat bagi orang banyak. Simak dampak dari virus kehidupan di bawah ini.

Dampak Dari Virus Kehidupan
Hal yang perlu anda ketahui dari virus kehidupan sebagaimana penjelasan di atas juga memiliki dampak buruk paling berbahaya. Khususnya bagi kehidupan dalam masyarakat seperti.
1. Bodoh
2. Penyakit
3. Kemiskinan

Bodoh
Kebodohan ini sering berdampak dari virus yang satu ini. Sebagai contoh malas membaca sehingga membuat kita minim pengetahuan. Dengan demikian tentu akan merujung pada hidup yang miskin juga. Artinya miskin ilmu pengetahuan.

Penyakit
Bagi mereka yang mengendap virus kehidupan tentu akan menjadi penyakit dalam kehidupan bermasyarakat. Mereka tidak mengerti apa yang dapat dilakukan untuk bisa bermanfaat minimal sekali untuk diri sendiri. Apa lagi manfaat untuk orang banyak. Penyakit ini tentu bisa merusak lingkungan salah satunya persaudaraan dikarenakan dari sifat munafik.

Kemiskinan
Nah, yang terakhir adalah hidup miskin. Tentu arah dari virus kehidupan ini bisa berdampak pada kemiskinan dikarenakam sudah membiasakan malas. Yang paling memprihatinkan adalah menjadi maling dikarenakan tidak tau melakukan sesuatu yang berdampak baik bagi diri sendiri.

Sebenarnya dari 3 virus kehidupan ini tentu banyak sekali dampak buruk yang jelas kita ketahui. Namun, beberapa dampak di atas tentu sering terjadi dilingkungan masyarakat disebabkan dari virus itu sendiri. Nah, kembali ke kita sendiri, apakah kita tetap membiasakan perbuatan buruk atau hal yang baik buat kita sendiri. Jangan lupa senyum dan semoga kita bisa menjadi orang yang bermanfaat buat orang banyak.

Tuesday, 27 November 2018

Ucapan Adalah Do'a. So, Hati Hati Dengan Perkataan

Tanpa disadari, bahwa kita sering mengucapkan tidak mampu melakukan sesuatu yang jarang dikerjaan, bahkan sama sekali tidak pernah. Misalnya; mengetik surat menggunaka  komputer. Bila ada yang suruh, maka langsung berkata "saya tidak bisa" atau "itu belum pernah saya lakukan". Nah, kapan bisa kalau tidak mau mencoba? Itu ucapan yang sering kita dengar di masyarakat awam bukan?.

Kadang kita tidak sadar yang bahwa, ucapan itu adalah do'a. Bahkan kita sering berkata "kita tidak mampu" atau "itu bukan pekerjaan saya". Lalu apa juga yang bisa kita kerjakan? Sawah ladangkah? Atau karena merasa keterbatasan sehingga merasa tidak mampu untuk melakukan sesuatu yang lebih baik bahkan bisa berdampak baik juga buat hidup sendiri?

Perkataan buruk maka hasilnya juga buruk

Mengapa tidak bisa? Apa karena tidak miliki wawasan atau kurang pengetahuan? Perlu kita sadari, pengalaman dan wawasan berawal dari kemauan dan ingin melakukan. Selain itu juga percaya diri atas apa yang ingin kita kerjakan. Bukan tidak bisa melainkan tidak mau melakukan.

Sebagai contoh, dalam kehidupan bermasyarakat. Sangat nampak jelas dimana orang yang berpendidikan dengan orang yang tidak berilmu pengetahuan. Terlepas meraka lulusan atau tamatan jenjang pendidikan apa. Yang pasti dalam masyarakat desa bisa kita bedakan antara orang yang berwawasan dengan mereka yang tidak berpengetahuan.

Tidak Berpengetahuan
Kebanyakan dalam masyarakat desa, hidupnya serba paspasan. Mulai dari keuangan, wawasan, pengetahuan dan juga karakter kepribadian. Mereka kebanyak hidup monoton dan tidak ada daya pikir untuk merubah nasip mereka menjadi lebih baik. Hal ini banyak penyebab salah satunya adalah diserang penyakit kehidupan.

Mengapa demikian? Karena kebanyakan sering yakin dengan apa yang dialaminya adalah takdir. Padahal, semua itu bisa kita rubah yang terpenting adalah kemauan dan terus berusaha. Ucapan atau sebuah perkataan yang sering terdengar adalah tidak mampu dan cuma mereka yang bisa. Sementara ia merasa yakin bahwa tidak bisa. Bahkan sering mengulang kata kata bahwa "saya tidak bisa".

Percayalah, bila kamu sering mengulang kata kata "tidak mampu" maka kamu akan menerima kenyataan yang sebenarnya. Hasilnya adalah kamu ya tidak akan mampu melakukan sesuatu yang terbaik untuk diri sendiri. Alasannya kamu tidak mau mencoba dan tidak pernah melakukannya.

Baca Juga: Belajar Dari Kegagalan Adalah Soluai Terbaik Mengembangkan Diri

Hal ini dikarenakan kamu merasa yakin dengan apa yang ada dipikiran kamu sendiri. Sebagai contoh, kamu sering ucapkan "saya tidak ada bakat, saya ceroboh, bodoh, miskin, dan saya tidak bisa, kurang pengetahun". Maka, suka tidak suka senang tidak senang itu akan menjadi kenyataan.

Namun, bila kamu sering berkata dengan ucapan yang positif misal "saya berbakat, bisa, mampu, dan senang melakukan hal hal yang positif. Maka, hasilnya juga akan menjadi kenyataan. Kenapa, karena itu sudah menyatu dengan pikiran dan hati kamu sendiri. Jadi, apapun yang ingin kita impikan, pilihan tentu ada didiri sendiri.

Oleh karena itu, apapun yang ingin kamu lakukan maka yakinlah itu akan mendapatkan hasil yang baik. Yang penting adalah usaha, yakin, dan teruslah melakukan sesuatu yang baik untuk kamu sendiri dan jangan lupa berdoa. Karena doa adalah dukungan yang besar.

Parcaya tidak percaya, hidup kita hanya satu orang yang mampu merubah. Siapa dia? Ia adalah kamu sendiri. Orang lain hanya memberi jalan dan dukungan. Namun, yang bisa merubah segala sesuatu adalah diri sendiri. Jadi mulai sekarang mari kita rubah cara pikir yang baik untuk mendapatkan hasil yang terbaik.

Kesimpulan
Jangan banyak mengeluh apa lagi suka menilai orang lain sisi negatif, sementara kita belum berbuat sama sekali. Lakukan yang terbaik untuk diri kamu sendiri dan coba berpikir positif dan dewasa agar usaha kamu mendapatkan hasil yang maksimal.

Tuesday, 6 November 2018

Rabu Akhir Bulan Safar (Rabu Abeh) Tradisi atau Budaya?

Apa saja yang dilakukan pada akhir rabu (Rabu Abeh) tepatnya di bulan safar, telah menjadi tradisi bagi masyarakat. Bagaimana tidak, mulai malam rabu sudah mempersiapkan berbagai persiapan untuk merayakan rabu terakhir di bukan safar ini. Apa sebenarnya yang menjadi tradisi rabu abeh pada rabu akhir di bulan safar ini?

Banyak pendapat pendapat terdahulu, katanya dalam satu tahun Allah SWT akan menurunkan sebanyak 320.000 bala petaka (musibah). Bala ini akan diturunkan tepat pada bulan safar di rabu akhir (rabu abeh). Salah seorang arifbillah (ahli ma'rifat) berpendapat dalam setiap tahun akan ada musibah yang terjadi pada hari rabu akhir di bulan safar.

Tradisi atau budaya rabu akhir (rabu abeh) safar

Pendapat pendapat ini diartikan bahwa, bulan safar ini merupakan hari hari tersulit disetiap tahunnya. Oleh karena itu, di hari rabu terakhir banyak beranggapan hari tolak bala. Di bulan safar tepatnya di hari rabu terakhir banyak masyarakat mengadakan doa bersama disertai kanduri. Selain itu, kanduri ini banyak dilakukan di pantai secara bersama.

Terdapat pendapat lain salah satu dari amaliah ulama diantaranya shalat sunat yang dikenal dengan shalat lidaf’il Bala (shalat untuk menolak bala). Shalat sunnah lidaf’il bala’ (tolak bala) merupakan shalat sunnah hajat yang dikerjakan pada malam atau hari rabu akhir bulan Safar, tepatnya pada hari rabu keempat. Shalat sunnah ini dikerjakan empat raka'at dua salam dan bisa dilaksanakan secara berjamaah.

Awal mula munculnya ibadah ini berdasarkan ilham dan ijtihad para ulama salaf maupun ulama sufiyah terdahulu yang teringat bahwa bulan safar adalah bulan yang penuh dengan kesialan dan malapetaka. Seorang sufi asal India, Ibnu Khathiruddin Al-Atthar (w. th 970 H/1562 M), dalam kitab “Jawahir Al-Khamsi” menyebutkan, Syekh Al-Kamil Farid-Din Sakarjanj telah berkata bahwa dia melihat dalam “Al-Awrad Al-Khawarija” nya Syekh Mu’inuddin sebagai berikut:

 أَنَّهُ يَنْزِلُ فِيْ كُلِّ سَنَةٍ ثَلاَثُمِائَةِ اَلْفٍ وَعِشْرِيْنَ أَلَفًا مِنَ الْبَلِيَّاتِ وَكُلُّهَا فَيْ يَوْمِ الْأَرْبِعَاءِ الْأَخِرَةِ مِنْ شَهْرِ صَفَرِ فَيَكُوْنُ ذَلِكَ الْيَوْمُ أَصْعَبُ أَيِّمِ تِلْكَ السَّنَةِ، فَمَنْ صَلَّى فِيْ ذَلِكَ الْيَوْمِ أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ يَقْرُأُ فِيْ كُلِّ مِنْهَا بَعْدَ الْفَاتِحَةِ إِنَّا أَعْطَيْنَاكَ الْكَوْثَرَ سَبْعَةَ عَشَرَ وَالْإِخْلاَصَ خَمْسَ مَرَّاتٍ وَالْمُعَوِّذَتَيْنِ مَرَّاةً وِيَدْعُوْ بِهَذَا الدُّعَاءِ حَفَظَهُ االلهُ تَعَالَى بِكَرَمِهِ مِنْ جَمِيْعِ الْبَلاَيَا الَّتِيْ تَنْزِلُ فِيْ ذَلِكَ الْيَوْمِ وَلَمْ تُحْمَ حَوْلَهُ بَلِيَّةٌ مِنْ تِلْكَ الْبَلاَيَا إِلَى تَمَام السَّنَةِ.

Artinya:
"Sesungguhnya dalam setiap tahun diturunkan sekitar 320.000 macam bala’ yang semuanya ditimpakan pada hari rabu akhir bulan Safar. Maka hari itu adalah hari tersulit dalam tahun itu. Barang siapa shalat empat rakaat pada hari itu, dengan membaca di masing-masing rakaatnya setelah Al-Fatihah yakni surat Al-Kautsar 17 kali, Al-Ikhlas 5 kali, mu’awwidzatain masing-masing satu kali dan berdoa –do’anya Insya Allah akan disebutkan setelah ini–, maka dengan sifat karomnya Allah, Allah akan menjaganya dari semua bala’ yang turun pada hari itu dan di sekelilingnya akan terhindar dari bala’ tersebut sampai genap setahun” .

Tradisi Bulan Safar di Rabu Akhir (Rabu Abeh)
Walaupun pendapat pendapat di atas mengartikan bulan yang penuh sial atau bulan yang diturunkan berbagai musibah. Namun, banyak kaum kaula muda mudi merayakan dengan cara bersama sama ke pantai untuk berlibur. Hal ini bisa kita lihat tepatnya rabu akhir di bulan safar akan banyak muda mudi ke pantai.

Walaupun ada diantaranya yang mengikuti doa bersama, tidak sedikit juga yang merayakan makan makan bersama ke pantai. Baik itu kaum muda mudi bahkan keluarga pun memanfaatkan momen ini menjadi hari makan bersama di pantai (meuramin). Nah, melihat hal ini apakah rabu akhir bulan safar tradisi atau telah menjadi budaya.

Momen makan bersama ini bukan pendapat, melainkan realita yang terjadi di Aceh. Khususnya kecamatan lhoong tiap rabu akhir bulan safar tentu ikut merayakan kebersamaan meramin (makan bersama) di pantai. Dan setiap pantai akan dipadati pengunjung dari berbagai desa. Menurut saya ini bukan budaya melainkan semacam tradisi yang telah menjadi trending.

Pantai jantang kec lhoong rabu bulan safar

Akan tetapi bila dijadikan sebuah budaya juga sangat baik. Namun, perlu diperkuatkan dalam kanun adat yang bahwa rabu akhir (rabu abeh) bulan safar menjadi hari doa atau wirid bersama. Selain melakukan kanduri juga membaca doa doa serta memuhon ampun dan juga dilindungin dari berbagai musibah.

Doa dan Wirid Bulan Safar di Rabu Akhir
Doa bersama pada bulan safar atau semacam zikir akbar sangat baik bila dilakukan. Apa lagi di bulan yang diturunkan 320.000 musibah ke muka bumi ini. Hal inibtentu akan menjadi sebuah tradisi yang positif atau budaya yang baik secara hukum islam. Ada doa yang bisa di baca khusus doa perlindungan atau doa tolak bala, diantaranya.

1. Pada hari Rabu dimulai dari hari selasa Ashar atau maghrib sampai Ashar atau maghrib hari rabu, sebagaian ulama menganjurkan untuk doa dan wirid menulis tujuh ayat di bawah ini kemudian dilebur dengan air lalu diminum, maka orang tersebut akan dijauhkan dari malapetaka dan sebagai obat penawar. Doa itu adalah

سَلَامٌ قَوْلًا مِنْ رَبٍّ رَحِيمٍ , سَلَامٌ عَلَى نُوحٍ فِي الْعَالَمِينَ , سَلَامٌ عَلَى إِبْرَاهِيمَ , سَلَامٌ عَلَى مُوسَى وَهَارُونَ

سَلَامٌ عَلَى إِلْ يَاسِينَ , سَلَامٌ عَلَيْكُمْ طِبْتُمْ فَادْخُلُوهَا خَالِدِينَ , سَلَامٌ هِيَ حَتَّى مَطْلَعِ الفَجْرِ.

2. Memperbanyak juga doa yang sudah warid dari ulama, diantaranya doa ini yang di baca pada hari Rabu akhir safar,

بسم الله الرحمن الرحيم
الحمد لله العالمين والصلاة والسلام عل ىسِّيدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمْ
أَللَّهُمَّ يَا شَدِيْدَ اْلقَوِىِّ وَيَاشَدِيْدَ اْلمِحَالِ يَا عَزِيْزُ ذَلَّلْتَ بِعِزَّتِكَ جَمِيْعَ خَلْقِكَ إِكْفِنِىْ مِنْ جَمِيْعِ خَلْقِكَ يَامُحْسِنُ يَا مُجَمِّلُ يَا مُتَفَضِّلُ يَا مُنْعِمُ يَا مُكْرِمُ يَا مَنْ لاَإِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّحِمِيْنَ أَللَّهُمَّ بَسِّرْ اْلحَسَنَ وَأَخِيْهِ وَجَدِّهِ وَأَبِيْهِ إِكْفِنِىْ شَرَّ هَذَا اْليَوْمِ وَمَا يَنْزِلُ فِيْهِ يَا كَافِيَ الْمُهِمَّاتِ يَا دَافِعَ اْلبَلِيَاتِ فَسَيَكْفِيْكَهُمُ اللهُ وَهُوَ السَّمِيْعُ اْلعَلِيْمُ وَحَسْبُنَا اللهُ وَنِعْمَ اْلوَكِيْلُ وَلاَحَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلَّابِاللهِ اْلعَلِيِّ اْلعَظِيْمِ اَللَّهُمَّ إِعْصِمْنَا مِنْ جَهْدِ اْلبَلاَءِ وَدَرْكِ الشَّقَاءِ وَسُوْءِ اْلقَضَاءِ وَشَمَاتَةِ اْلأَعْدَاءِ وَمَوْتِ اْلفُجْأَةِ وَمِنْ شَرِّ السَّامِ وَالْبَرْسَامِ وَالْحُمَى وَاْلبَرَصِ وَاْلجُذَامِ وَاْلأَسْقَامِ وَمِنْ جَمِيْعِ اْلأَمْرَاضِ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ وَصَلَّى اللهُ عَلَى َسِّيدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمْ

Artinya:
Dengan Nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Semoga shalawat dan salam Allah senantiasa tercurah pada junjungan kami, Nabi Muhammad saw, keluarga dan para sahabatnya. Allahumma, Ya Allah, Tuhan Yang Maha Memiliki Kekuatan dan Keupayaan; Ya Allah, Tuhan Yang Mahamulia dan karena Kemuliaan-Mu itu, menjadi hinalah semua makhluk ciptaan-Mu, peliharalah aku dari kejahatan makhluk-Mu; Ya Allah, Tuhan Yang Maha Baik Perbuatan-Nya; Ya Allah, Tuhan Yang Memberi Keindahan, Keutamaan, Kenikmatan dan Kemuliaan; Ya Allah, Tiada Tuhan kecuali hanya Engkau dengan Rahmat-Mu Yang Maha Penyayang.
Sumber: liputanaceh.com

Thursday, 19 July 2018

Miskin Harta Biasa, Yang Parah Kalau Miskin Ilmu dan Wawasan

Tidak bisa dipungkiri, kalau miskin ilmu dan wawasan tentu sangat identik dengan sekali kehidupan yang miskin. Mulai dari ekonomi, sosial, dan juga budaya ikut miskin. Artinya anda tidak sanggup serta tidak menyoalkan sosial dan budaya bila wawasan dan pengetahuan minim. Oleh karenanya, mending miskin harta ketimbang miskin pengetahuan atau wawasan.

Percaya atau tidak, kehidupan berwawasan rendah ditambah pendidikan menengah ke bawah, besar kemungkinan ekonominya sangat rentan sekali. Biasanya mereka mengabaikan yang mana budaya dan sosial dalam kehidupan. Padahal sosial budaya itu sangat penting dalam kehidupan bermasyarakat. Sebagaimana kita ketahui, bernafsi nafsi dalam masyarakat itu sangat tidak baik. Alasannya adalah kita saling membutuhkan satu sama lain.

Kelebihan hidup berwawasan dan berpengetahuan walapun miskin harta

Akan tetapi, hal ini juga akan terjadi dalam masyarakat bila kehidupan sosial budaya itu hilang. Hal ini juga disebabkan karema hampir semua masyarakat sibuk sendiri guna untuk menghudupi keluarga sendiri. Bagi mereka uang adalah segalanya. Jadi, hampir setiap hari mencari uang uang dan uang demi menghudupkan keluarga. Pada hal sama aja, hampir setiap individu juga melakukan hal yang sama. Artinya mencari nafkah untuk keluarga masing masing.

Mungkin disini letak perbedaan antara orang berpengetahuan dan juga berwawasan dengan mereka yang tidak berpendidikan ditambah wawasan rendah. Orang yang berpengetahuan tinggi, walau ekonomi nya tertekan. Namun tetap bisa menyempatkan diri pada kegiatan kegiatan yang sifatnya sosial. Hal ini sudah menjadi budaya baginya untuk saling membantu satu sama lain. Kalau yang tidak berpengetahuan, mereka biasanya elergi saja dengan kegiatan demikian.

Miskin Harta
Harta itu pada dasarnya dapat kita cari berdasarkan kemampuan masing masing individu. Tidak semua orang terlahir ke dunia ini langsung memiliki semuanya. Hanya beberapa saja dari sekian banyak individu di dunia. Perlu anda ketahui, bagi mereka yang keterbatasan wawasan dan juga pengetahuan. Uang segalanya, hal itu dikarenakan mencari uang mengandalkan tenaga atau otot.

Baca Juga: Dampak Buruk Minimnya Pengetahuan dan Wawasan

Sangat jauh berbeda dengn mereka yang pengetahuan dan juga luas wawasan. Bagi mereka, uang tetap dicari dengan cara bekerja. Namun, sosial dan budaya juga bersifat penting baginya. Apa lagi dalam hal menghargai serta menghormati. Ini tentu ada sama mereka. Mengapa demikian? Itu sebabnya mereka memiliki pengetahuan dan wawasan luas.

Berpengetahuan dan Pendidikan
Walaupun hidup miskin. Bagi mereka yang berpendidikan tentu akan berbeda juga dengan mereka yang kurang wawasan. Bagi mereka, ilmu pengetahuan segalanya. Dengan pengetahuan lah dapat memudahkan seseorang dalam berbagai hal. Tidak percaya? Hal ini bisa dibuktikan lo. Jadi jangan mau miskin ilmu pengetahuan, apa lagi wawasan.

Orang berwawasan selalu berfikir agar bisa mendapatkan penghasilan dengan cara yang mudah serta tidak memberatkan. Mereka selalu mengandalkan ide berdasarkan wawasan masing masing. Baginya juga selalu mengandalkan pengetahuan dalam hal mencari rezeki. Walaupun, dilain sisi juga mengandalkan tenaga.

Kesimpulan
Dalam kehidupan bermasyarakat, sangat lah penting ilmu pengetahuan. Dengan pengetahuanlah kamu mampu merubah sesuatu menjadi hal positif dan juga dikenang orang. Berbeda dengan mereka yang miskin ilmu dan wawasan, karena untuk mendapatkan kebutuhan akan selalu mengandalkan tenaga tanpa menyoalkan kesehatan mereka. Jadi untuk anda yang mungkin masih usia remaja, lanjutkan sekolah hingga mendapatkan pengetahuan yang luas.

Monday, 26 June 2017

3 Orang Ini Bisa Bikin Anda Tumbuh Dewasa dan Berakhlak

Irman fsp | Ketika Anda mengenal dan melihat dunia ini, tentu tidak lepas dari ke tiga orang yang tentunya menjadi panutan bagi Anda. Maka dari itu, harus Anda ketahui, siapa orang ini dan apa kelebihan mereka terhadap Anda. Memang tanpa disadari, orang ini mengharuskan ada di dekat Anda. Siapakah mereka? Dan apa tujuan mereka.

Mengapa demikian? Karena orang inilah, yang mampu mendidik serta membesarkan Anda tumbuh dewasa dan juga berakhlak baik. Dan tanpa orang ini juga tentu Anda tidak akan melihat kebesaran dunian ini. Siapa saja mereka? Mereka adalah orang tua Anda sendiri, ibu dan ayah. Lalu siapa selanjutnya yang akan berperan untuk mendidik Anda? Dia adalah guru Anda.

Guru, Ayah, dan Ibu merupakan sosok pendidik
Poto: batampos.co.id

Ke tiga orang inilah yang tentunya akan membuat Anda tumbuh dewasa serta memiliki ilmu pengetahuan dan juga berwawasan tinggi. Untuk itu, perlu mengenal dan memberi kasih sayang lebih terhadap mereka yang sudah membesarkan Anda dan memberi ilmu pengetahuan untuk Anda.

Mengenal Sosok Orang Yang Patut Dikasihi dan di Sayangi Karena Mereka Sangat Berjasa untuk Anda

Dalam artikel ini, akan kami sampaikan betapa besar kasih sayang mereka terhadap Anda yakni sebagai berikut:

Sosok Ibu
Ibu merupakan orang tua perempuan yang tentunya sudah melahirkan Anda ke dunia ini. Harus Anda ketahui, melahirkan itu tidaklah mudah, banyak sekali tantangan yang ibu hadapi untuk bisa memiliki keturunan yaitu Anda sebagai anak mereka. Setelah melahirkan, maka ibu juga menjaga anaknya hingga tumbuh dewasa.

Dari kecil hingga dewasa mereka rawat dan menjaganya dari kesakitan bahkan dari gigitan nyamuk pun mereka jaga. Begitu besar jasa ibu terhadap anak anak mereka. Untuk itu, perlu anda ketahui, sosok ibu yang sudah melahirkan dan membesarkan Anda hingga tumbuh dewasa.

Sosok Ayah
Ayah merupakan orang tua Anda dari laki laki yang tentunya bersusah payah mencari rizki untuk keluarganya. Dengan kerja keras ayah juga Anda akan besar hingga tumbuh dewasa. Ayah dan ibu selalu bekerja sama untuk anak mereka hingga tubuh dewasa. Mereka juga saling menutupi kekurangan dan selalu mencari lebih untuk anak anak mereka.

Untuk itu, kenalilah jasa ayah mu itu. Sayangi mereka dan berikan mereka cinta mu sebagai anak dan bakti mu sebagai anak untuk bisa membuat hati mereka sejuk dan bahagia. Kedua orang itu patut anda perhatikan secara lebih. Karena dengan jasa merekalah Anda bisa tumbuh besar dan mengenal dunia ini.

Sosok Guru
Guru adalah pengganti orang tua mu saat berada di sekolah. Guru juga merupakan gudang ilmu yang tentunya akan mendidik anda hingga bisa menemukan pelajaran yang sangat berharga. Mereka juga sangat berjasa terhadap Anda sendiri. Untuk itu, jangan sekali kali Anda membuat hati guru patah dan kecewa terhadap Anda.

Guru juga memberikan ilmu pengetahuan yang lebih terhadap anak didik mereka, baik itu guru mengaji maupun guru pendidikan merupakan lampu bagi Anda mengenal ilmu pengetahuan. Dengan adanya ilmu yang mereka berikan, minimal sekali, Anda juga sudah mengenal yang mana halal dan yang mana itu haram.

Maka dari itu, guru adalah menerang untuk Anda, dan orang tua tentu juga berperan segala sesuatu untuk bisa membuat Anda tumbuh dewasa dan berilmu pengetahuan. Untuk itu, ke tiga orang ini perlu Anda perhatikan agar merakan merasa senang dan bangga terhadap Anda.

Wednesday, 14 June 2017

Pimpinan Yang Tidak Mencerminkan Pemimpin

Irman fsp | Hello sabahat setia pengunjung blog pribadi saya. Kesempatan ini saya mengajak sahabat untuk bisa mengetahui sifat pemimpin yang perlu diagungkan bila menyimpan gaya kepemimpinan yang baik dan bijaksana. Perlu diketahui, pemimpin yang baik tentu bisa menghargai perbedaan, baik itu budaya, ras, suku, kepercayaan dan lain sebagainya. Namun, pada artikel ini kita fokus pada kepercayaan yakni islam.

Saya tidak berbicara agama dalam artikel ini, namun lebih ke persoalan terkait pemimpin yang bijak dan bisa menghargai satu sama lain. Sebelum kita lanjut, baiknya ketahui dulu penjelasan bang Eddy Fransiskhi melalui id.linkedin.com miliknya yakni, manusia adalah makhluk sosial yang menjadi pemimpin bagi dirinya sendiri dan menjadi pemimpin bagi orang lain. Menjadi pemimpin berarti menjadi seseorang yang memiliki tanggung jawab lebih dalam hidup.

Kriteria pemimpin yang baik dan layak dipilih

Nah, atas dasar itu, menurut sahabat bagaimana dengan pemimpin yang belum tahu tanggung jawab seprang pemimpin? Atau itu hanya gaya kepemimpinannya sehingga bisa berpendapat hanya mereka yang benar. Oke, sedikit saya singgung pada satu persoalan sebagai contoh kasus.

Menurut anda, bolehkah mengecam orang lain salah, sebelum mengetahui asal usul mereka? Atau boleh mengecam bila ia tidak satu kesatuan (tempat belajar) dimana kita belajar? Sebagai contoh, anda belajar di sekolah A dengan referensi buku yang sama pada sekolah B.

Nah, secara wawasan yang pernah saya dapatkan. Mungkin anda juga akan sepaham dengan cara pemahaman saya. Sejauh saya ketahui, dimanapun kita belajar yang terpenting tidak menyimpang dengan agama masing masing. Maka sah sah saja ilmu yang kita dapatkan untuk diterapkan kembali pada orang lain bagi mereka yang membutuhkannya, bukan?

Sependapat atau ada yang salah? Menurut saya, Mungkin sedikit aneh, bagi yang sudah menuntut ilmu ke negeri Amerika, ke Belanda, atau bisa jadi ke Eropa. Pulang ke desa memberi pemahaman yang bahwa, apa yang ia katakan itu benar, tanpa mempedulikan orang lain yang terkadang juga paham dengan ilmu yang dipaparkan.

Baca Juga: Pemimpin Yang Bijaksana

Apa lagi merasa tersaingi dengan orang lain yang ada disekelilinginya. Aneh bukan, ini bukan satu masalah dan bukan apa apa. Namun, artikel ini hanya memberi kesadaran untuk pengunjung setia Irman fsp. Mungkin, bagi anda yang terkejut dengan gaya kepemimpinan pada sebuah kelompok organisasi atau kelompok lainnya yang berlatar belakang baik.

Namun, bertolak belakang dengan gaya kepemimpinan atau cara yang ia lakukan. Maka, stop. Pertimbangkan dengan matang terkait dengan cara yang ia jalankan. Bukan menganggap ia salah atau mengecam salah. Namun, perlu pertimbangan dengan gaya kepemimpinan yang dia jalankan.

Ciri Ciri Pemimpin Yang Baik dan Bijak
Ada beberapa sifat baik yang harus dimiliki oleh para Nabi, yaitu: Amanah (dapat dipercaya), Siddiq (benar), Fathonah (cerdas/bijaksana), serta tabligh (mampu berkomunikasi yang baik dengan rakyatnya). Sifat inilah yang perlu dimiliki oleh pemimpin yang kita percaya bukan.

Maka, untuk memilih pemimpin menurut islam sangat diperlukan memiliki sifat sebagaimana tersebut di atas yakni memiliki sifat pemimpi umat (Nabi). Tanpa dimiliki itu, maka sudah seharusnya dipertanyakan kepemimpinan yang sedang ia jalankan. Walaupun ilmu dan wawasannya luas.

Pemimpin yang ideal adalah pemimpin yang mampu membawa misi kelompoknya ke arah yang baik dan tetap teguh merangkul semua anggota kelompok. Sebelum mengenal lebih jauh terkait dengan pemimpin yang baik dan bijak. Maka, perlu mengenal karakter pemimpin yang ideal.

Berikut 7 karakter pemimpin yang baik dan bijaksana yakni di bawah ini:
  1. Pemimpin yang Cerdas
  2. Pemimpin yang Berinisiatif
  3. Pemimpin yang Bertanggung jawab
  4. Pemimpin yang Dapat Dipercaya
  5. Pemimpin yang Jujur
  6. Pemimpin yang Rela Berkorban
  7. Pemimpin yang Dicintai dan Mencintai Kelompoknya

Saya tidak menguraikan lagi karakteristik atau sifat pemimpin yang tersebut di atas. Alasannya sudak banyak diuraikan orang lain melalui media sosial lainnya. Untuk lebih paham terkait dengan sifat beserta karakter pemimpin maka, bisa membaca pada artikel lainnya yang menyinggung "memilih pemimpin yang baik".

Saya rasa sudah dapat kami cukupkan disini terkait dengan artikel pimpinan yang tidak mecerminkan karakter pemimpin yang baik pada orang atau kelompok lain. Apa lagi suka menganggap hanya ia yang benar dan tidak bisa disalahkan dalam lingkungan masyarakat awam.

Bagi anda yang benar benar mau mengenal sosok pemimpin yang baik dan bijak. Baik itu sosok pemimpin dalam organisasi, pasantren, sekolah, sebuah negara, bahkan dalam kelompok masyarakat pun, sangat penting sekali mengenal lebih dulu karakter pemimpin yang baik, agar tidak salah mengikut jejak pemimpin.