Showing posts with label sosiologi. Show all posts
Showing posts with label sosiologi. Show all posts

Thursday, 21 March 2019

Dampak Buruk Suka Ngomongin Orang Dibelakang

Mungkin ini telah menjadi kebiasaan buruk dalam masyarakat. Kadang tanpa kita sadari saat berkumpul sambil minum kopi suka iseng ngomongin orang lain. Bahkan, sudah menjadi keenakan bagi pribadi seseorang tanpa ngomongin aib orang lain tidak enak badan. Mengapa ini terjadi dan apa yang akan dirasakan oleh mereka yang suka begituan?

Lupa tanggung jawab karena sering ngomongin orang lain

Tentunya, bagi mereka yang suka peduli dengan kehidupan orang lain akan berdampak buruk bagi dirinya sendiri. Walaupun tanpa disadari, namun sangat nampak jelas ketika kita lihat keadaan mereka sendiri. Mengapa demikian? Tentunya, kalau kita suka peduli dengan apa yang dilakukan orang lain. Maka, kita akan kehilangan waktu untuk melakukan sesuatu yang bermanfaat bagi diri sendiri.

Hal yang terparah adalah kita akan lupa dengan tanggung jawab sendiri sebagai mahkluk sosial. Sebagai contoh, kita ada kebun atau sawah yang tentunya bisa kita kerjakan. Namun, karena kita suka peduli dengan apa yang dilakukan orang lain. Maka, kita akan lupa dengan pekerjaan diri sendiri.

Apa lagi kalau ngomongin orang lain itu sudah menjadi sesuatu yang khas bagi diri sendiri. Rasanya kalau sehari saja tidak ngomongin orang dibelakang, rasanya tidak enak. Ini tentu telah menjadi penyakit bagi diri mereka sendiri. Penyakit ini paling bahaya dan bisa mempengaruhi orang lain.

Penyebab Suka Ngomongin Orang Lain
Mengapa itu sering terjadi dalam keseharian bermasyarakat? Perlu anda ketahui, bila hal itu terjadi dalam lingkungan tempat tinggal anda. Maka, bisa kita pastikan banyak penduduk disana tidak ada pekerjaan dan juga tidak tahu melakukan sesuatu yang bisa bermanfaat bagi diri sendiri. Selain itu, penyakit kehidupan sudah mulai berjamur.

Nah, ini sangat parah bila penyakit kehidupan telah berjamur dalam masyarakat. Karena dengan penyakit yang satu ini, sangat besar kemungkinan akan sering terjadi buruk sangka kepada orang lain, bahkan tidak suka melihat nikmat orang lain. Hal ini tentu ada dalam masyarakat namun, tidak semuanya.

Dampak Buruk Ngomongin Orang Lain
Nah, setelah kita tahu penyabab ngomongin orang dibelakang. Apa sih dampak bagi orang tersebut? Tentu ada, namun kadang hal yang menjadi efek itu tidak terlihat secara publik. Akan tetapi, sesuatu yang menjadi buruk bagi mereka yang suka ngomongin orang lain itu jelas ada.

Sebagai contoh yang paling sering kita lihat adalah kita akan keseringan lupa dengan tanggung jawab sendiri. Lupa dengan pekerjaan bahkan lupa dengan kewajiban yang harus kita lakukan. Kebun ada namun tak terpakai, sawah ada bahkan menjadi lahan rumput. Mengapa itu terjadi? Karena kita lupa dengan tanggung jawab, selama sibuk dengan mikirin orang lain.

Nah, dengan demikian maka kita bisa menyimpulkan bahwa tidak ada untungnya mikirin orang lain apa lagi suka peduli apa yang dilakukan orang lain. Jadi, kembali kemasing masing kita kalau sudah menjadi watak maka susah dirubah. Namun, bagi yang ada kemauan untuk merubah menjadi lebih baik, maka tetap ada jalan dan solusi.

Thursday, 7 March 2019

Suka Pamer Kemewahan Tak Sesuai Dengan Pemasukan?

Jangan heran melihat orang lain yang suka pamer. Biarkan saja mereka menggunakan  barang mewah asal tidak merugikan kamu, karena suatu saat apa yang mereka lakukan akan berdampak buruk bagi diri mereka sendiri. Baiknya lakukan apa yang bisa menghasilkan untuk diri kita sendiri yang terpenting tidak merugikan orang lain.

Dampak suka pamer yang tidak sesuai dengan masukan

Apa lagi melakukan sesuatu yang berdampak baik bagi lingkungan dan juga untuk diri sendiri itu lebih baik dari pada suka pamer hal hal yang tidak ada manfaat sama sekali. Tidak ada untungnya bagi kamu yang hanya suka menonjolkan sesuatu yang merupakan bukan milik mu. Itu hanya bikin kamu sakit kepala.

Tidak ada salah sama sekali menikmati hasil kerja keras. Karena apa pun yang kita cari tentu untuk dinikmati. Akan tetapi bila menikmati sesutu yang tentunya tak sesuai dengan pemasukan. Maka, bukan senang yang akan kita terima melainkan kesusahan yang akan mengejar kita.

Jadi jangan sesekali melakukan hal yang salah bila kamu ingin hidup ini lebih berwarna. Kenyamanan dan ketenangan tentu akan membuat kita semua bahagia. Apa lagi hasil yang kita nikmati sesuai dengan kebutuhan masing masing.

Pamer kemewahan bukan cara yang salah untuk menampakkan hasil kerja sendiri. Namun, sesuaikan dengan masukan yang ada. Bila tidak, maka pedihnya hidup akan datang tanpa kamu undang. Oleh karena itu, hidup sederhana lebih baik dari pada hidup serba ada namun tak mampu mengelola.

Thursday, 14 February 2019

Monyet Pakai Mahkota, Tetap Monyet! Jangan Sampai Jadi Monyet

Wah.... menurut saya ini sangat menarik dibahas, mengapa? Karena kita harus sadar yang namanya monyet, walaupun sudah pakai mahkota sekalipun, tetap monyet. Sebagaimana yang disampaikan oleh Deddy Corbuzier melalui channel youtubenya. "MONYET PAKAI MAHKOTA, TETAP MONYET.. JANGAN JADI MONYET". Dalam video tersebut, Deddy menyampaikan banyak hal positif yang dapat kita ambil.

Pakai mahkota pun tetap aja monyet

Kita tetap harus menjadi diri kita sendiri karena orang menilai diri kita bukan karena banyak harta, pakaian kita, kemewahan kita, melainkan sikap dan juga cara kita yang bisa menghargai satu sama lain. Percuma kamu menampakkan seakan kamu mampu segala hal, menampakkan seakan kamu bisa melakukan yang terbaik dari orang lain sementara kamu sendiri belum pernah melakukan itu.

Apa lagi mengatakan orang lain yang tidak sesuai dengan kenyataan, bahkan melakukan sesuatu yang yang buruk dengan tujuan menjatuhkan. Nah, ini sangat tidak diperlukan karena perbuatan itu sangat dibenci dan kita akan merasakan hal yang terburuk dalam hidup kita sendiri. Jadilah diri sendiri yang bisa melakukan sesuatu yang baik dan juga bermanfaat buat diri sendiri.

Dimanapun kita berada, apapun yang kita miliki! Tetap harus menjadi pribadi yang baik. Karena sikap dan cara kita itulah yang akan dinilai oleh orang lain, bukan gaya kita yang hanya mampu menampakkan sesuatu yang tidak bermakna bahkan membuat orang lain tersakiti. Sebagai contoh, presiden, walaupun dia gunakan kaos biasa tetap aja presiden. Begitu juga dengan monyet, walaupun menggunakan jas tetap aja monyet kan?

Kesimpulannya adalah bagaimana pun keadaan kita, tetap lah jadi diri sendiri karena menjadi diri sendiri merupakan hal yang terbaik dalam hidup. Apa lagi kita sendiri mampu membuat orang lain tersenyum tentu akan lebih bermakna bukan. Simak video Deddy Corbuzier yang satu ini https://youtu.be/QWsbnC14X_I

Sunday, 10 February 2019

3 Virus Kehidupan Paling Bahaya dan Dampaknya

Virus kehidupan merupakan penyakit yang muncul dari perbuatan atau kelakuan kita sehari hari. Virus ini juga akan berdampak buruk bagi diri sendiri hingga lingkungan masing masing. Sadar atau tidak, semua individu akan mengalami penyakit yang satu ini bila mereka tidak mampu merubah cara pikir positif dalam kehidipan bermasyarakat.

Nah, perlu diketahui bersama bahwa virus kehidupan ini pada masa nabi pun sudah ada. Dan hingga saat ini terus berkembang dalam kehidupan bermasyarakat. Sebagai contoh, salah satu dampak buruk dari virus kehidupan ini adalah miskin. Masih untung kalau hanya sebatas miskin harta, namun yang lebih parah adalah miskin ilmu dikarekan tidak mau belajar.

Dampak buruk virus kehidupan

Virus kehidupan ini diawali dengan saling tidak percaya, egois, bahkan sering zouzon kepada orang orang lain. Yang paling bahayanya adalah sakit mata melihat keberhasilan orang lain dalam berbagai hal. Sebagai contoh, orang lain hidup rukun miliki keuangan yang cukup dan juga miliki kendaraan seadanya, tentu bikin sakit mata bagi mereka yang mengendap virus tersebut.

Virus Kehidupan
Perlu anda ketahui, yang pertama kita lah yang membentuk kebiasaan, maka lama kelamaan kebiasaan itu yang membentuk kita sendiri. Artinya, sangat tergantung apa yang biasa kita lakukan.

Nah, berikut ini terdapat 3 virus kehidupan yang dapat anda ketahui yakni, di bawah ini:
1. Malas
Bagi mereka yang mengendap virus kehidupan tentu akan menjadi penalas. Maunya adalah uang ada namun tak usah bekerja, bahkan menganggap rezeki ini datang sendiri tanpa harus bekerja.

2. Munafik
Merupakan orang yang miliki sifat nifak yang artinya sering menampakan sifatnya yang baik, namun menutupi sifat yang buruk. Nah, bagi mereka yang bersifat demikian. Maka sudah mengendap virus kehidupan.

3. Maling
Nah, sifat yang terakhir adalah sebagai maling. Karena bagi yang mengendap virus kehidupan tentu susah untuk keluar. Hal ini disebabkan oleh kebiasaan seperti uraian di atas tadi.

Nah itu di atas penjelasan singkat dari virus kehidupan. Kami berharap kita dijauhkan dari virus ini agar hidup kita lebih bermakna serta bisa bermanfaat bagi orang banyak. Simak dampak dari virus kehidupan di bawah ini.

Dampak Dari Virus Kehidupan
Hal yang perlu anda ketahui dari virus kehidupan sebagaimana penjelasan di atas juga memiliki dampak buruk paling berbahaya. Khususnya bagi kehidupan dalam masyarakat seperti.
1. Bodoh
2. Penyakit
3. Kemiskinan

Bodoh
Kebodohan ini sering berdampak dari virus yang satu ini. Sebagai contoh malas membaca sehingga membuat kita minim pengetahuan. Dengan demikian tentu akan merujung pada hidup yang miskin juga. Artinya miskin ilmu pengetahuan.

Penyakit
Bagi mereka yang mengendap virus kehidupan tentu akan menjadi penyakit dalam kehidupan bermasyarakat. Mereka tidak mengerti apa yang dapat dilakukan untuk bisa bermanfaat minimal sekali untuk diri sendiri. Apa lagi manfaat untuk orang banyak. Penyakit ini tentu bisa merusak lingkungan salah satunya persaudaraan dikarenakan dari sifat munafik.

Kemiskinan
Nah, yang terakhir adalah hidup miskin. Tentu arah dari virus kehidupan ini bisa berdampak pada kemiskinan dikarenakam sudah membiasakan malas. Yang paling memprihatinkan adalah menjadi maling dikarenakan tidak tau melakukan sesuatu yang berdampak baik bagi diri sendiri.

Sebenarnya dari 3 virus kehidupan ini tentu banyak sekali dampak buruk yang jelas kita ketahui. Namun, beberapa dampak di atas tentu sering terjadi dilingkungan masyarakat disebabkan dari virus itu sendiri. Nah, kembali ke kita sendiri, apakah kita tetap membiasakan perbuatan buruk atau hal yang baik buat kita sendiri. Jangan lupa senyum dan semoga kita bisa menjadi orang yang bermanfaat buat orang banyak.

Tuesday, 27 November 2018

Ucapan Adalah Do'a. So, Hati Hati Dengan Perkataan

Tanpa disadari, bahwa kita sering mengucapkan tidak mampu melakukan sesuatu yang jarang dikerjaan, bahkan sama sekali tidak pernah. Misalnya; mengetik surat menggunaka  komputer. Bila ada yang suruh, maka langsung berkata "saya tidak bisa" atau "itu belum pernah saya lakukan". Nah, kapan bisa kalau tidak mau mencoba? Itu ucapan yang sering kita dengar di masyarakat awam bukan?.

Kadang kita tidak sadar yang bahwa, ucapan itu adalah do'a. Bahkan kita sering berkata "kita tidak mampu" atau "itu bukan pekerjaan saya". Lalu apa juga yang bisa kita kerjakan? Sawah ladangkah? Atau karena merasa keterbatasan sehingga merasa tidak mampu untuk melakukan sesuatu yang lebih baik bahkan bisa berdampak baik juga buat hidup sendiri?

Perkataan buruk maka hasilnya juga buruk

Mengapa tidak bisa? Apa karena tidak miliki wawasan atau kurang pengetahuan? Perlu kita sadari, pengalaman dan wawasan berawal dari kemauan dan ingin melakukan. Selain itu juga percaya diri atas apa yang ingin kita kerjakan. Bukan tidak bisa melainkan tidak mau melakukan.

Sebagai contoh, dalam kehidupan bermasyarakat. Sangat nampak jelas dimana orang yang berpendidikan dengan orang yang tidak berilmu pengetahuan. Terlepas meraka lulusan atau tamatan jenjang pendidikan apa. Yang pasti dalam masyarakat desa bisa kita bedakan antara orang yang berwawasan dengan mereka yang tidak berpengetahuan.

Tidak Berpengetahuan
Kebanyakan dalam masyarakat desa, hidupnya serba paspasan. Mulai dari keuangan, wawasan, pengetahuan dan juga karakter kepribadian. Mereka kebanyak hidup monoton dan tidak ada daya pikir untuk merubah nasip mereka menjadi lebih baik. Hal ini banyak penyebab salah satunya adalah diserang penyakit kehidupan.

Mengapa demikian? Karena kebanyakan sering yakin dengan apa yang dialaminya adalah takdir. Padahal, semua itu bisa kita rubah yang terpenting adalah kemauan dan terus berusaha. Ucapan atau sebuah perkataan yang sering terdengar adalah tidak mampu dan cuma mereka yang bisa. Sementara ia merasa yakin bahwa tidak bisa. Bahkan sering mengulang kata kata bahwa "saya tidak bisa".

Percayalah, bila kamu sering mengulang kata kata "tidak mampu" maka kamu akan menerima kenyataan yang sebenarnya. Hasilnya adalah kamu ya tidak akan mampu melakukan sesuatu yang terbaik untuk diri sendiri. Alasannya kamu tidak mau mencoba dan tidak pernah melakukannya.

Baca Juga: Belajar Dari Kegagalan Adalah Soluai Terbaik Mengembangkan Diri

Hal ini dikarenakan kamu merasa yakin dengan apa yang ada dipikiran kamu sendiri. Sebagai contoh, kamu sering ucapkan "saya tidak ada bakat, saya ceroboh, bodoh, miskin, dan saya tidak bisa, kurang pengetahun". Maka, suka tidak suka senang tidak senang itu akan menjadi kenyataan.

Namun, bila kamu sering berkata dengan ucapan yang positif misal "saya berbakat, bisa, mampu, dan senang melakukan hal hal yang positif. Maka, hasilnya juga akan menjadi kenyataan. Kenapa, karena itu sudah menyatu dengan pikiran dan hati kamu sendiri. Jadi, apapun yang ingin kita impikan, pilihan tentu ada didiri sendiri.

Oleh karena itu, apapun yang ingin kamu lakukan maka yakinlah itu akan mendapatkan hasil yang baik. Yang penting adalah usaha, yakin, dan teruslah melakukan sesuatu yang baik untuk kamu sendiri dan jangan lupa berdoa. Karena doa adalah dukungan yang besar.

Parcaya tidak percaya, hidup kita hanya satu orang yang mampu merubah. Siapa dia? Ia adalah kamu sendiri. Orang lain hanya memberi jalan dan dukungan. Namun, yang bisa merubah segala sesuatu adalah diri sendiri. Jadi mulai sekarang mari kita rubah cara pikir yang baik untuk mendapatkan hasil yang terbaik.

Kesimpulan
Jangan banyak mengeluh apa lagi suka menilai orang lain sisi negatif, sementara kita belum berbuat sama sekali. Lakukan yang terbaik untuk diri kamu sendiri dan coba berpikir positif dan dewasa agar usaha kamu mendapatkan hasil yang maksimal.

Tuesday, 6 November 2018

Rabu Akhir Bulan Safar (Rabu Abeh) Tradisi atau Budaya?

Apa saja yang dilakukan pada akhir rabu (Rabu Abeh) tepatnya di bulan safar, telah menjadi tradisi bagi masyarakat. Bagaimana tidak, mulai malam rabu sudah mempersiapkan berbagai persiapan untuk merayakan rabu terakhir di bukan safar ini. Apa sebenarnya yang menjadi tradisi rabu abeh pada rabu akhir di bulan safar ini?

Banyak pendapat pendapat terdahulu, katanya dalam satu tahun Allah SWT akan menurunkan sebanyak 320.000 bala petaka (musibah). Bala ini akan diturunkan tepat pada bulan safar di rabu akhir (rabu abeh). Salah seorang arifbillah (ahli ma'rifat) berpendapat dalam setiap tahun akan ada musibah yang terjadi pada hari rabu akhir di bulan safar.

Tradisi atau budaya rabu akhir (rabu abeh) safar

Pendapat pendapat ini diartikan bahwa, bulan safar ini merupakan hari hari tersulit disetiap tahunnya. Oleh karena itu, di hari rabu terakhir banyak beranggapan hari tolak bala. Di bulan safar tepatnya di hari rabu terakhir banyak masyarakat mengadakan doa bersama disertai kanduri. Selain itu, kanduri ini banyak dilakukan di pantai secara bersama.

Terdapat pendapat lain salah satu dari amaliah ulama diantaranya shalat sunat yang dikenal dengan shalat lidaf’il Bala (shalat untuk menolak bala). Shalat sunnah lidaf’il bala’ (tolak bala) merupakan shalat sunnah hajat yang dikerjakan pada malam atau hari rabu akhir bulan Safar, tepatnya pada hari rabu keempat. Shalat sunnah ini dikerjakan empat raka'at dua salam dan bisa dilaksanakan secara berjamaah.

Awal mula munculnya ibadah ini berdasarkan ilham dan ijtihad para ulama salaf maupun ulama sufiyah terdahulu yang teringat bahwa bulan safar adalah bulan yang penuh dengan kesialan dan malapetaka. Seorang sufi asal India, Ibnu Khathiruddin Al-Atthar (w. th 970 H/1562 M), dalam kitab “Jawahir Al-Khamsi” menyebutkan, Syekh Al-Kamil Farid-Din Sakarjanj telah berkata bahwa dia melihat dalam “Al-Awrad Al-Khawarija” nya Syekh Mu’inuddin sebagai berikut:

 أَنَّهُ يَنْزِلُ فِيْ كُلِّ سَنَةٍ ثَلاَثُمِائَةِ اَلْفٍ وَعِشْرِيْنَ أَلَفًا مِنَ الْبَلِيَّاتِ وَكُلُّهَا فَيْ يَوْمِ الْأَرْبِعَاءِ الْأَخِرَةِ مِنْ شَهْرِ صَفَرِ فَيَكُوْنُ ذَلِكَ الْيَوْمُ أَصْعَبُ أَيِّمِ تِلْكَ السَّنَةِ، فَمَنْ صَلَّى فِيْ ذَلِكَ الْيَوْمِ أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ يَقْرُأُ فِيْ كُلِّ مِنْهَا بَعْدَ الْفَاتِحَةِ إِنَّا أَعْطَيْنَاكَ الْكَوْثَرَ سَبْعَةَ عَشَرَ وَالْإِخْلاَصَ خَمْسَ مَرَّاتٍ وَالْمُعَوِّذَتَيْنِ مَرَّاةً وِيَدْعُوْ بِهَذَا الدُّعَاءِ حَفَظَهُ االلهُ تَعَالَى بِكَرَمِهِ مِنْ جَمِيْعِ الْبَلاَيَا الَّتِيْ تَنْزِلُ فِيْ ذَلِكَ الْيَوْمِ وَلَمْ تُحْمَ حَوْلَهُ بَلِيَّةٌ مِنْ تِلْكَ الْبَلاَيَا إِلَى تَمَام السَّنَةِ.

Artinya:
"Sesungguhnya dalam setiap tahun diturunkan sekitar 320.000 macam bala’ yang semuanya ditimpakan pada hari rabu akhir bulan Safar. Maka hari itu adalah hari tersulit dalam tahun itu. Barang siapa shalat empat rakaat pada hari itu, dengan membaca di masing-masing rakaatnya setelah Al-Fatihah yakni surat Al-Kautsar 17 kali, Al-Ikhlas 5 kali, mu’awwidzatain masing-masing satu kali dan berdoa –do’anya Insya Allah akan disebutkan setelah ini–, maka dengan sifat karomnya Allah, Allah akan menjaganya dari semua bala’ yang turun pada hari itu dan di sekelilingnya akan terhindar dari bala’ tersebut sampai genap setahun” .

Tradisi Bulan Safar di Rabu Akhir (Rabu Abeh)
Walaupun pendapat pendapat di atas mengartikan bulan yang penuh sial atau bulan yang diturunkan berbagai musibah. Namun, banyak kaum kaula muda mudi merayakan dengan cara bersama sama ke pantai untuk berlibur. Hal ini bisa kita lihat tepatnya rabu akhir di bulan safar akan banyak muda mudi ke pantai.

Walaupun ada diantaranya yang mengikuti doa bersama, tidak sedikit juga yang merayakan makan makan bersama ke pantai. Baik itu kaum muda mudi bahkan keluarga pun memanfaatkan momen ini menjadi hari makan bersama di pantai (meuramin). Nah, melihat hal ini apakah rabu akhir bulan safar tradisi atau telah menjadi budaya.

Momen makan bersama ini bukan pendapat, melainkan realita yang terjadi di Aceh. Khususnya kecamatan lhoong tiap rabu akhir bulan safar tentu ikut merayakan kebersamaan meramin (makan bersama) di pantai. Dan setiap pantai akan dipadati pengunjung dari berbagai desa. Menurut saya ini bukan budaya melainkan semacam tradisi yang telah menjadi trending.

Pantai jantang kec lhoong rabu bulan safar

Akan tetapi bila dijadikan sebuah budaya juga sangat baik. Namun, perlu diperkuatkan dalam kanun adat yang bahwa rabu akhir (rabu abeh) bulan safar menjadi hari doa atau wirid bersama. Selain melakukan kanduri juga membaca doa doa serta memuhon ampun dan juga dilindungin dari berbagai musibah.

Doa dan Wirid Bulan Safar di Rabu Akhir
Doa bersama pada bulan safar atau semacam zikir akbar sangat baik bila dilakukan. Apa lagi di bulan yang diturunkan 320.000 musibah ke muka bumi ini. Hal inibtentu akan menjadi sebuah tradisi yang positif atau budaya yang baik secara hukum islam. Ada doa yang bisa di baca khusus doa perlindungan atau doa tolak bala, diantaranya.

1. Pada hari Rabu dimulai dari hari selasa Ashar atau maghrib sampai Ashar atau maghrib hari rabu, sebagaian ulama menganjurkan untuk doa dan wirid menulis tujuh ayat di bawah ini kemudian dilebur dengan air lalu diminum, maka orang tersebut akan dijauhkan dari malapetaka dan sebagai obat penawar. Doa itu adalah

سَلَامٌ قَوْلًا مِنْ رَبٍّ رَحِيمٍ , سَلَامٌ عَلَى نُوحٍ فِي الْعَالَمِينَ , سَلَامٌ عَلَى إِبْرَاهِيمَ , سَلَامٌ عَلَى مُوسَى وَهَارُونَ

سَلَامٌ عَلَى إِلْ يَاسِينَ , سَلَامٌ عَلَيْكُمْ طِبْتُمْ فَادْخُلُوهَا خَالِدِينَ , سَلَامٌ هِيَ حَتَّى مَطْلَعِ الفَجْرِ.

2. Memperbanyak juga doa yang sudah warid dari ulama, diantaranya doa ini yang di baca pada hari Rabu akhir safar,

بسم الله الرحمن الرحيم
الحمد لله العالمين والصلاة والسلام عل ىسِّيدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمْ
أَللَّهُمَّ يَا شَدِيْدَ اْلقَوِىِّ وَيَاشَدِيْدَ اْلمِحَالِ يَا عَزِيْزُ ذَلَّلْتَ بِعِزَّتِكَ جَمِيْعَ خَلْقِكَ إِكْفِنِىْ مِنْ جَمِيْعِ خَلْقِكَ يَامُحْسِنُ يَا مُجَمِّلُ يَا مُتَفَضِّلُ يَا مُنْعِمُ يَا مُكْرِمُ يَا مَنْ لاَإِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّحِمِيْنَ أَللَّهُمَّ بَسِّرْ اْلحَسَنَ وَأَخِيْهِ وَجَدِّهِ وَأَبِيْهِ إِكْفِنِىْ شَرَّ هَذَا اْليَوْمِ وَمَا يَنْزِلُ فِيْهِ يَا كَافِيَ الْمُهِمَّاتِ يَا دَافِعَ اْلبَلِيَاتِ فَسَيَكْفِيْكَهُمُ اللهُ وَهُوَ السَّمِيْعُ اْلعَلِيْمُ وَحَسْبُنَا اللهُ وَنِعْمَ اْلوَكِيْلُ وَلاَحَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلَّابِاللهِ اْلعَلِيِّ اْلعَظِيْمِ اَللَّهُمَّ إِعْصِمْنَا مِنْ جَهْدِ اْلبَلاَءِ وَدَرْكِ الشَّقَاءِ وَسُوْءِ اْلقَضَاءِ وَشَمَاتَةِ اْلأَعْدَاءِ وَمَوْتِ اْلفُجْأَةِ وَمِنْ شَرِّ السَّامِ وَالْبَرْسَامِ وَالْحُمَى وَاْلبَرَصِ وَاْلجُذَامِ وَاْلأَسْقَامِ وَمِنْ جَمِيْعِ اْلأَمْرَاضِ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ وَصَلَّى اللهُ عَلَى َسِّيدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمْ

Artinya:
Dengan Nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Semoga shalawat dan salam Allah senantiasa tercurah pada junjungan kami, Nabi Muhammad saw, keluarga dan para sahabatnya. Allahumma, Ya Allah, Tuhan Yang Maha Memiliki Kekuatan dan Keupayaan; Ya Allah, Tuhan Yang Mahamulia dan karena Kemuliaan-Mu itu, menjadi hinalah semua makhluk ciptaan-Mu, peliharalah aku dari kejahatan makhluk-Mu; Ya Allah, Tuhan Yang Maha Baik Perbuatan-Nya; Ya Allah, Tuhan Yang Memberi Keindahan, Keutamaan, Kenikmatan dan Kemuliaan; Ya Allah, Tiada Tuhan kecuali hanya Engkau dengan Rahmat-Mu Yang Maha Penyayang.
Sumber: liputanaceh.com

Thursday, 19 July 2018

Miskin Harta Biasa, Yang Parah Kalau Miskin Ilmu dan Wawasan

Tidak bisa dipungkiri, kalau miskin ilmu dan wawasan tentu sangat identik dengan sekali kehidupan yang miskin. Mulai dari ekonomi, sosial, dan juga budaya ikut miskin. Artinya anda tidak sanggup serta tidak menyoalkan sosial dan budaya bila wawasan dan pengetahuan minim. Oleh karenanya, mending miskin harta ketimbang miskin pengetahuan atau wawasan.

Percaya atau tidak, kehidupan berwawasan rendah ditambah pendidikan menengah ke bawah, besar kemungkinan ekonominya sangat rentan sekali. Biasanya mereka mengabaikan yang mana budaya dan sosial dalam kehidupan. Padahal sosial budaya itu sangat penting dalam kehidupan bermasyarakat. Sebagaimana kita ketahui, bernafsi nafsi dalam masyarakat itu sangat tidak baik. Alasannya adalah kita saling membutuhkan satu sama lain.

Kelebihan hidup berwawasan dan berpengetahuan walapun miskin harta

Akan tetapi, hal ini juga akan terjadi dalam masyarakat bila kehidupan sosial budaya itu hilang. Hal ini juga disebabkan karema hampir semua masyarakat sibuk sendiri guna untuk menghudupi keluarga sendiri. Bagi mereka uang adalah segalanya. Jadi, hampir setiap hari mencari uang uang dan uang demi menghudupkan keluarga. Pada hal sama aja, hampir setiap individu juga melakukan hal yang sama. Artinya mencari nafkah untuk keluarga masing masing.

Mungkin disini letak perbedaan antara orang berpengetahuan dan juga berwawasan dengan mereka yang tidak berpendidikan ditambah wawasan rendah. Orang yang berpengetahuan tinggi, walau ekonomi nya tertekan. Namun tetap bisa menyempatkan diri pada kegiatan kegiatan yang sifatnya sosial. Hal ini sudah menjadi budaya baginya untuk saling membantu satu sama lain. Kalau yang tidak berpengetahuan, mereka biasanya elergi saja dengan kegiatan demikian.

Miskin Harta
Harta itu pada dasarnya dapat kita cari berdasarkan kemampuan masing masing individu. Tidak semua orang terlahir ke dunia ini langsung memiliki semuanya. Hanya beberapa saja dari sekian banyak individu di dunia. Perlu anda ketahui, bagi mereka yang keterbatasan wawasan dan juga pengetahuan. Uang segalanya, hal itu dikarenakan mencari uang mengandalkan tenaga atau otot.

Baca Juga: Dampak Buruk Minimnya Pengetahuan dan Wawasan

Sangat jauh berbeda dengn mereka yang pengetahuan dan juga luas wawasan. Bagi mereka, uang tetap dicari dengan cara bekerja. Namun, sosial dan budaya juga bersifat penting baginya. Apa lagi dalam hal menghargai serta menghormati. Ini tentu ada sama mereka. Mengapa demikian? Itu sebabnya mereka memiliki pengetahuan dan wawasan luas.

Berpengetahuan dan Pendidikan
Walaupun hidup miskin. Bagi mereka yang berpendidikan tentu akan berbeda juga dengan mereka yang kurang wawasan. Bagi mereka, ilmu pengetahuan segalanya. Dengan pengetahuan lah dapat memudahkan seseorang dalam berbagai hal. Tidak percaya? Hal ini bisa dibuktikan lo. Jadi jangan mau miskin ilmu pengetahuan, apa lagi wawasan.

Orang berwawasan selalu berfikir agar bisa mendapatkan penghasilan dengan cara yang mudah serta tidak memberatkan. Mereka selalu mengandalkan ide berdasarkan wawasan masing masing. Baginya juga selalu mengandalkan pengetahuan dalam hal mencari rezeki. Walaupun, dilain sisi juga mengandalkan tenaga.

Kesimpulan
Dalam kehidupan bermasyarakat, sangat lah penting ilmu pengetahuan. Dengan pengetahuanlah kamu mampu merubah sesuatu menjadi hal positif dan juga dikenang orang. Berbeda dengan mereka yang miskin ilmu dan wawasan, karena untuk mendapatkan kebutuhan akan selalu mengandalkan tenaga tanpa menyoalkan kesehatan mereka. Jadi untuk anda yang mungkin masih usia remaja, lanjutkan sekolah hingga mendapatkan pengetahuan yang luas.