Hubungan Komunikasi Interpersonal Dalam Meningkatkan Semangat Kerja

Irman fsp - Semangat kerja menunjukkan sejauhmana karyawan bergairah dalam melakukan tugas dan tanggung jawabnya di dalam perusahaan. Dalam perusahaan karyawan merupakan salah satu sumber daya yang sangat penting. Selanjutnya, karyawan juga berfungsi sebagai pelaksana dalam mencapai suatu tujuan perusahaan, bahkan fasilitas kerja yang berupa mesin-mesin atau peralatan canggih pun memerlukan tenaga kerja sebagai operatornya.

Komunikasi interpersonal dalam semangat kerja karyawan

Dengan menggunakan berbagai fasilitas kerja, karyawan dapat melakukan setiap pekerjaannya dengan lebih baik. Semangat kerja karyawan dapat dilihat dari kehadiran, kedisiplinan, ketepatan waktu menyelesaikan pekerjaan, dan produktivitas. Semangat kerja yang tinggi dapat didukung oleh komunikasi yang baik, bagaimana karyawan berinteraksi, menyampaikan informasi, bertukar gagasan, baik antara atasan ke bawahan maupun sebaliknya, antara karyawan dengan karyawan, maupun karyawan pada satu bagian ke bagian lainnya.

Pengetahuan dasar tentang komunikasi saja belumlah memadai untuk dapat memahami komunikasi organisasi dengan baik. Karena, komunikasi itu terjadi pada suatu lingkungan tertentu yang mempunyai struktur, karakteristik, serta fungsi tertentu, yang mungkin berpengaruh kepada proses komunikasi. Tanpa pengetahuan dasar organisasi sukarlah untuk mengetahui apa yang sesungguhnya terjadi dalam organisasi, termasuk proses komunikasi yang ada di dalamnya (Arni, 2009).

Schein mengatakan bahwa organisasi adalah suatu koordinasi rasional kegiatan sejumlah orang untuk mencapai beberapa tujuan umum melalui pembagian pekerjaan  dan fungsi melalui hierarki otoritas dan tanggung jawab. Schein juga mengatakan bahwa organisasi mempunyai karakteristik tertentu yaitu mempunyai struktur, tujuan, saling berhubungan satu bagian dengan bagian lain dan tergantung kepada komunikasi manusia untuk mengkoordinasikan aktivitas dalam organisasi tersebut. Sifat tergantung antara satu bagian dengan bagian lain menandakan bahwa organisasi yang dimaksudkan Schein ini adalah merupakan suatu sistem (Arni, 2009).

Dari pembahasan di atas terlihat jelas bahwa komunikasi dalam organisasi merupakan salah satu unsur yang sangat penting demi terciptanya tujuan perusahaan. Semua proses komunikasi yang ada, dapat mendukung peningkatan semangat kerja karyawan di perusahaan. Artinya, dengan komunikasi yang efektif, dapat meningkatkan produktivitas karyawan, baik itu tingkat kehadiran, kedisiplinan, dan ketepatan waktu dalam menyelesaikan pekerjaan. Maka dengan demikian terdapat hubungan komunikasi dan semangat kerja karyawan pada perusahaan. Semakin baik dan efektifnya komunikasi pada suatu perusahaan maka semakin tinggi semangat kerja pada perusahaan tersebut.

Komunikasi yang efektif adalah komunikasi yang hasilnya sesuai dengan harapan para pesertanya (orang-orang yang sedang berkomunikasi). Misalnya, penjual yang datang ke rumah untuk mempromosikan barang dianggap telah melakukan komunikasi efektif bila akhirnya tuan rumah membeli barang yang ia tawarkan, sesuai dengan yang diharapkan penjual itu, dan tuan rumah pun merasa puas dengan barang yang dibelinya (Mulyana, 2007).


Kata kunci komunikasi efektif adalah sejauh mana komunikator mampu berorientasi kepada komunikannya. Berorientasi artinya melihat dan memahami tingkat akal budi (decoder dan interpreter) berikut peralatan jasmaniah (receiver) yang dimiliki komunikan; mengingat hal ini terkait dengan pemilihan bentuk pesan, makna pesan, struktur pesan, dan cara penyajian pesan, termasuk pula penentuan salura/ media yang harus dilakukan selaku komunikator (Vardiansyah, 2004).

Komunikasi yang efektif merupakan proses penyampaian pesan dari komunikator kepada komunikan, dan pesan tersebut dapat di mengerti dengan baik oleh komunikan sehingga menimbulkan feed back (timbal balik). Beberapa penjelasan di atas maka, peneliti ingin mengetuhui dan mengkaji hubungan komunikasi yang efektif antara pimpinan perusahaan PT. Lhoong Setia Mining dengan karyawannya sendiri atau antara atasan dengan bawahan. Perusahaan PT. Lhoong Setia Mining merupakan salah satu perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan biji besi.

Perusahaan PT Lhoong Setia Mining ini berlokasi di Gampong Jantang, Kecamatan Lhoong, Kabupaten Aceh Besar Provinsi Aceh. Melihat cara kerja karyawan di perusahaan tersebut, penulis tertarik untuk meneliti tentang hubungan komunikasi interpersonal dalam meningkatkan semangat kerja karyawan itu sendiri. Penulis juga ingin mengetahui dan mengkaji apakah proses komunikasi dalam perusahaan tersebut efektik, karena dengan adanya komunikasi yang efektif dari pimpinan perusahaan dengan karyawannya maka perusahan tersebut berjalan lancar dan tujuan perusahaan pun maksimal.

Karyawan yang ada di dalam Perusahaan PT. Lhoong Setia Mining ini terbagi tiga bagian, yakni ada karyawan tetap sebanyak 57 orang, karyawan harian 35 orang, dan juga karyawan community development (pengembangan masyarakat) sebanyak 59 orang. Yang menjadi subjek dalam penelitian ini yakni karyawan tetap pada Perusahaan PT. Lhoong Setia Mining.

Bicara masalah semangat kerja karyawan di perusahaan tersebut, peneliti melihat ada suatu yang kurang dari bagian semangat kerja itu sendiri, yakni dari sisi kehadiran kurang tepat. Sedangkan pengertian semangat kerja karyawan sebagai mana yang telah di uraikan di atas, apa bila karyawan semangat dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab yang sudah diberikan oleh perusahaan, maka karyawan dalam segi kehadiran akan tepat waktu maupun dalam hal yang lain. 

Selain itu, berdasarkan hasil observasi awal peneliti mendapatkan informasi dari salah satu karyawan tetap pada Perusahaan PT. Lhoong Setia Mining yang bernama Andi sebagai Logistik, bahwa ada karyawan yang merasakan gajinya kurang memadai sehingga karyawan itu mengundurkan diri dari Perusahaan PT. Lhoong Setia Mining.

Selanjutnya, saudara Andi ini juga merasa kurang memuaskan dengan apa yang diberikan oleh perusahaan, khususnya dari segi gaji yang menurut dia tidak sesuai. Dengan alasan, saudara Andi ini sebenarnya karyawan tetap, akan tetapi kenapa gaji yang diterima oleh saudara Andi seperti karyawan harian. Dari uraian di atas, lalu bagaimana proses komunikasi interpersonal yang berjalan pada Perusahaan PT. Lhoong Setia Mining.

Hubungan komunikasi interpersonal dalam meningkatkan semangat kerja karyawan sangat berpengaruh pada komunikasi yang efektif, apabila seorang pimpinan tidak menjalankan komunikasi yang baik dan efektif, maka semangat kerja bagi karyawan berkurang dan pencapaian tujuan perusahaan tidak maksimal.

Menurut Roger hubungan interpersonal akan terjadi secara efektif apabila kedua pihak  memenuhi kondisi sebagai berikut (Arni, 2009):
  1. Bertemu satu sama lain secara personal.
  2. Empati secara tepat terhadap pribadi yang lain dan berkomunikasi yang dapat dipahami satu sama lainsecara berarti.
  3. Menghargai satu sama lain.
  4. Menghayati pengalaman satu sama lain dengan sungguh-sungguh, bersikap menerima dan empati satu sama lain.
  5. Merasa bahwa saling menjaga keterbukaan dan iklim yang mendukung juga mengurangi kecendrungan gangguan arti.
  6. Memperlihatkan tingkah laku yang percaya penuh dan memperkuat perasaan aman terhadap yang lai.

Selanjutnya dapat dikatakan bahwa komunikasi itu tidak hanya penyampaian informasi dan pengertian yang diterima oleh penerima pesan/ komunikan, akan tetapi lebih jauh lagi yaitu dapat membentuk perilaku organisasional yang diharapkan semua fungsionaris organisasi tahu akan tugas pokok, wewenang serta tanggung jawabnya dalam menjalankan roda organisasi.

Komunikasi adalah proses penyampaian suatu pesan oleh seseorang kepada orang lain untuk memberitahu atau mengubah sikap, pendapat, atau perilaku, baik langsung secara lisan maupun tidak langsung secara tulisan melalui media (Onong, 2003).

Proses komunikasi adalah pemindahan pengertian dalam bentuk gagasan atau informasi dari satu orang ke orang lain. Perpindahan pengertian tersebut melibatkan lebih dari sekedar kata-kata yang digunakan dalam percakapan tetapi juga, ekspresi wajah, intonasi, titik putus vokal dan sebagainya (Wiryanto, 2004).

Komunikasi organisasi dengan semangat kerja pada dasarnya terdapat hubungan yang erat, hal ini sesuai dengan keinginan karyawan dan perusahaan, karena dengan komunikasi organisasi yang efektif dapat mempengaruhi semangat kerja karyawan. Dengan demikian kesetiaan karyawan dalam melaksanakan tugasnya tetap berjalan dengan baik.

Dalam organisasi atau perusahaan sangat dibutuhkan komunikasi yang baik dan efektif untuk mencapai tujuan yang maksimal. Agar proses komunikasi dalam organisasi berjalan dengan baik dan efektif, begitu juga dengan semangat kerja karyawan bisa meningkat, ini perlu dorongan dan motivasi yang besar dari pimpinan perusahaan. Berdasarkan latar belakang diatas penulis mengambil judul “Hubungan Komunikasi Interpersonal Dalam Meningkatkan Semangat Kerja Karyawan Pada PT. Lhoong Setia Mining”

0 Response to "Hubungan Komunikasi Interpersonal Dalam Meningkatkan Semangat Kerja"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel