Komunikasi Interpersosal Yang Efektif

Kita tahu bahwa komunikasi yang efektif itu merupakan proses penyampaian pesan dari komunikator kepada komunikan, dan pesan tersebut dapat di mengerti dengan baik oleh komunikan sehingga menimbulkan feed back (timbal balik) antara komunikator dan komunikan itu sendiri. Dalam artikel ini Irman fsp kembali menguraikan terkait dengan komunikasi interpersonal yang efektif, bertujuan untuk dapat memberikan pemahaman kepada pembaca lebih terperinci lagi. Yang terpenting, sebelum kita masuk ke pembahasan, kamu juga harus paham apa itu komunikasi interpersonal.

Sekilas kami uraikan kembali yakni, komunikasi interpersonal adalah proses pertukaran informasi diantara seseorang dengan paling kurang seorang lainnya atau biasanya di antara dua orang yang dapat langsung diketahui balikannya. (Muhammad, 2005, 158-159). Namun, menurut Devito (1989), komunikasi interpersonal adalah penyampaian pesan oleh satu orang dan penerimaan pesan oleh orang lain atau sekelompok kecil orang, dengan berbagai dampaknya dan dengan peluang untuk memberikan umpan balik segera (Effendy,2003, 30).

Lalu bagaimana yang dimaksud dengan komunikasi interpersonal yang efektif atau sering disebut efektivitas komunikasi interpersonal itu sendiri? Simak penjelasan selanjutnya.

Komunikasi Interpersonal Efektif
Menurut para ahli, komunikasi interpersonal yang efektif adalah komunikasi yang hasilnya sesuai dengan harapan para pesertanya (orang-orang yang sedang berkomunikasi). Misalnya, penjual yang datang ke rumah untuk mempromosikan barang dianggap telah melakukan komunikasi efektif bila akhirnya tuan rumah membeli barang yang ia tawarkan, sesuai dengan yang diharapkan penjual itu, dan tuan rumah pun merasa puas dengan barang yang dibelinya (Mulyana, 2007).

komunikasi yang efektif

Kata kunci komunikasi efektif merupakan sejauh mana komunikator mampu berorientasi kepada komunikannya. Berorientasi artinya melihat dan memahami tingkat akal budi (decoder dan interpreter) berikut peralatan jasmaniah (receiver) yang dimiliki komunikan, mengingat hal ini terkait dengan pemilihan bentuk pesan, makna pesan, struktur pesan, dan cara penyajian pesan, termasuk pula penentuan saluran/ media yang harus dilakukan selaku komunikator (Vardiansyah, 2004).

Efektivitas Komunikasi Interpersonal
Adapun menurut Devito, 1997: 259-264) efektivitas komunikasi interpersonal dimulai dengan lima kualitas umum yang dipertimbangkan yaitu keterbukaan (openness), empati (empathy), sikap mendukung (supportiveness), sikap positif (positiveness), dan kesetaraan (equality). Berikut penjelasan di bawah ini:

1. Keterbukaan (Openness)
Kualitas keterbukaan mengacu pada sedikitnya tiga aspek dari komunikasi interpersonal. Pertama, komunikator interpersonal yang efektif harus terbuka kepada orang yang diajaknya berinteraksi. Ini tidaklah berarti bahwa orang harus dengan segera membukakan semua riwayat hidupnya.memang ini mungkin menarik, tapi biasanya tidak membantu komunikasi. Sebaliknya, harus ada kesediaan untuk membuka diri mengungkapkan informasi yang biasanya disembunyikan, asalkan pengungkapan diri ini patut.

Aspek keterbukaan yang kedua mengacu kepada kesediaan komunikator untuk bereaksi secara jujur terhadap stimulus yang datang. Orang yang diam, tidak kritis, dan tidak tanggap pada umumnya merupakan peserta percakapan yang menjemukan. Kita ingin orang bereaksi secara terbuka terhadap apa yang kita ucapkan. Dan kita berhak mengharapkan hal ini. Tidak ada yang lebih buruk daripada ketidak acuhan, bahkan ketidaksependapatan jauh lebih menyenangkan.

Kita memperlihatkan keterbukaan dengan cara bereaksi secara spontan terhadap orang lain.
Aspek ketiga menyangkut “kepemilikan” perasaan dan pikiran (Bochner dan Kelly, 1974). Terbuka dalam pengertian ini adalah mengakui bahwa perasaan dan pikiran yang anda lontarkan adalah memang milik anda dan anda bertanggungjawab atasnya. Cara terbaik untuk menyatakan tanggung jawab ini adalah dengan pesan yang menggunakan kata Saya (kata ganti orang pertama tunggal).

2. Empati (empathy)
Henry Backrack (1976) mendefinisikan empati sebagai ”kemampuan seseorang untuk ‘mengetahui’ apa yang sedang dialami orang lain pada suatu saat tertentu, dari sudut pandang orang lain itu, melalui kacamata orang lain itu.” Bersimpati, di pihak lain adalah merasakan bagi orang lain atau merasa ikut bersedih. Sedangkan berempati adalah merasakan sesuatu seperti orang yang mengalaminya, berada di kapal yang sama dan merasakan perasaan yang sama dengan cara yang sama.

Orang yang empatik mampu memahami motivasi dan pengalaman orang lain, perasaan dan sikap mereka, serta harapan dan keinginan mereka untuk masa mendatang. Kita dapat mengkomunikasikan empati baik secara verbal maupun non verbal. Secara non verbal, kita dapat mengkomunikasikan empati dengan memperlihatkan (1) keterlibatan aktif dengan orang itu melalui ekspresi wajah dan gerak-gerik yang sesuai; (2) konsentrasi terpusat meliputi komtak mata, postur tubuh yang penuh perhatian, dan kedekatan fisik; serta (3) sentuhan atau belaian yang sepantasnya.

3. Sikap mendukung (supportiveness)
Hubungan interpersonal yang efektif adalah hubungan dimana terdapat sikap mendukung (supportiveness). Suatu konsep yang perumusannya dilakukan berdasarkan karya Jack Gibb. Komunikasi yang terbuka dan empatik tidak dapat berlangsung dalam suasana yang tidak mendukung. Kita memperlihatkan sikap mendukung dengan bersikap (1) deskriptif, bukan evaluatif, (2) spontan, bukan strategic, dan (3) provisional, bukan sangat yakin.

4. Sikap positif (positiveness)
Kita mengkomunikasikan sikap positif dalam komunikasi interpersonal dengan sedikitnya dua cara: (1) menyatakan sikap positif dan (2) secara positif mendorong orang yang menjadi teman kita berinteraksi. Sikap positif mengacu pada sedikitnya dua aspek dari komunikasi interpersonal. Pertama, komunikasi interpersonal terbina jika seseorang memiliki sikap positif terhadap diri mereka sendiri. Kedua, perasaan positif untuk situasi komunikasi pada umumnya sangat penting untuk interaksi yang efektif. Tidak ada yang lebih menyenangkan daripada berkomunikasi dengan orang yang tidak menikmati interaksi atau tidak bereaksi secara menyenangkan terhadap situasi atau suasana interaksi.

5. Kesetaraan (Equality)
Dalam setiap situasi, barangkali terjadi ketidaksetaraan. Salah seorang mungkin lebih pandai. Lebih kaya, lebih tampan atau cantik, atau lebih atletis daripada yang lain. Tidak pernah ada dua orang yang benar-benar setara dalam segala hal. Terlepas dari ketidaksetaraan ini, komunikasi interpersonal akan lebih efektif bila suasananya setara. Artinya,, harus ada pengakuan secara diam-diam bahwa kedua pihak sama-sama bernilai dan berharga, dan bahwa masing-masing pihak mempunyai sesuatu yang penting untuk disumbangkan.

Dalam suatu hubungan interpersonal yang ditandai oleh kesetaraan, ketidak-sependapatan dan konflik lebih dilihat sebagai upaya untuk memahami perbedaan yang pasti ada daripada sebagai kesempatan untuk menjatuhkan pihak lain. kesetaraan tidak mengharuskan kita menerima dan menyetujui begitu saja semua perilaku verbal dan non verbal pihak lain. Kesetaraan berarti kita menerima pihak lain, atau menurut istilah Carl Rogers, kesetaraan meminta kita untuk memberikan ”penghargaan positif tak bersyarat” kepada orang lain.

Baca Juga: Etika Dalam Berkomunikasi

Nah, di atas merupakan penjelasan singkat saya mengenai komunikasi interpersonal yang efektif. Selanjutnya saya ingin memaparkan komunikasi yang tidak efektif, tentunya sudah tahukan, karena bila komunikasi yang efektif informasi/ pesan yang mudah dimengerti, pastinya komunikasi yang tidak efektif informasi/ pesan kebalikan dari pada itu.

Alat Komunikasi Yang Dapat Digunakan
Selanjutnya saya akan memaparkan sekilas alat-alat komunikasi yang dapat memudahkan kita dalam proses komunikasi, baik itu berupa media cetak atau media elektronik. Namun dalam hal ini saya sebatas menjelaskan alat komunikasi yang sering kita gunakan sehari-hari misalnya Komputer dan Handphone.

Tanpa kita sadari,  ke dua alat komunikasi tersebut sering kita gunakan, baik itu sebatas mencari informasi seperti menggunakan komputer/ laptop maupun seperti mobile phone/ HP, yang sering kita gunakan untuk SMS atau Telpon. Nah, disini jelas mudah terdapat komunikasi interpersonal yang tidak efektf. Sering terjadi biasanya bagi pengguna Mobile Phone, khususnya pengguna SMS, kenapa.?

Karena pesan yang disampaikan oleh komunikator melalui SMS belum tentu dimengerti dan dipahami dengan jelas apa yang disampaikan oleh komunikator kepada komunikan itu sendiri. Begitu juga dengan pesan yang disamapaikan oleh komunikator kepada komunikan lewat via Online misalnya seperti Chatting.
Seperti yang sudah kita ketahui, bahwa komunikasi yang efektif yakni, pesan yang mudah dimengerti dan dipahami oleh khalayak atau komunikan, namun dengan menggunakan via online seperti chatting atau menggunakan mobile phone seperti via SMS belum tentu komunikasi itu efektif. Sebab apa yang kita sampaikan seperti pesan singkat via SMS belum tentu dipahami dan dimengerti seperti apa yang ada dihati kita.

Kenapa saya katakan demikian? Saya alumni Ilmu Komunikasi Fisip Unsyiah, yang sudah memahami komunikasi interpersonal itu sendiri, selain saya Sarjana Ilmu Komunikasi, juga pernah meneliti tentang Hubungan Komunikasi Interpersonal Dalam Meningkatkan Semangat Kerja. Nah, apa hubungannya dengan komunikasi interpersonal yang tidak efektif?

Penjelasan singkat tadi mengenai penelitian dan sekilas profil saya hanyalah perkenalan saya saja hehehe... dan yang ingin saya paparkan masalah komunikasi interpersonal yang tidak efektif hanyalah bagi pengguna SMS dan Chatting saja, mungkin tidak semua namun ada sebagian saja yang kurang jeli memahami pesan singkat dari komunikatornya saja. Dan saya sebagai penulis juga pernah mengalami hal demikian yakni pesan singkat via SMS namun salah dipahami oleh kawan saya sendiri, sehingga terjadilah komunikasi interpersonal yang tidak efektif antara saya dengan kawan saya sendiri.

Mungkin, terkait dengan komunikasi interpersonal yang baik dan efektif saya cukup kan sampai disini saja dulu. Di lain kali akan saya jelaskan kembali tentang apa itu komunikasi interpersonal yang kurang baik bahkan tidak efektif. Demikian informasi materi komunikasi semoga bermanfaat dan menjadi acuan bagi jurusan komunikasi.

0 Response to "Komunikasi Interpersosal Yang Efektif"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel