Definisi dan Karakteristik Opini Publik

Irman fsp - Definisi Opini Publik merupakan tidaklah mudah dalam memahami opini/pendapat seseorang. Hal ini dikarenakan opini/pendapat itu bersumber dari dalam pikiran orang lain. Opini/pendapat itu pada akhirnya akan bermuara pada sebuah pembentukan sikap (attitude). Meskipun demikian bukan menjadi hambatan dalam mendefinisikan opini publik. Beberapa pakar sudah mendefinisikan pengertian opini publik untuk memudahkan kita dalam memahami hakikat opini tersebut.

Opini publik berasal dari bahasa Inggris, Public Opinion yang berarti pendapat umum atau pendapat masyarakat. Menurut Djoenaesih S. Soenarjo (Soemirat, 2008; 103), opini publik dalam bahasa Indonesia diterjemahkan dengan pendapat umum, dengan demikian public diterjemahkan dengan “umum”, sedangkan opinion diterjemahkan sebagai “pendapat”. Sementara itu, Drs. Dja’far Assegaff dan Drs. R. Rukomy mengemukakan pandangan yang berbeda terhadap pendefinisian opini public.

Karakteristik opini publik
Pengertian dan karakteristik opini

Mereka berdua mengatakan alangkah lebih tepat jika orang mempergunakan istilah opini publik sebagai pengganti dari kata pendapat umum, alasannya sebagai berikut:
  1. Istilah “pendapat umum” pada kamus bahasa Indonesia, bahwa kata “dapat” berarti mendapat imbuhan dengan awalan “pen”. Kata dapat, yaitu kemampuan untuk berbuat sesuatu (tangible).
  2. Kata “umum” bearti luas atau jamak dan tidak spesifik yang menunjuk kepada kelompok tertentu.
  3. Sebaliknya, istilah “publik” lebih tepat dan mempunyai arti sempit yang mewakili kelompok atau khalayak tertentu/terbatas sebagai objek sasarannya.
  4. Opini adalah serapan dari bahasa asing (opinion), merupakan tanggapan atau jawaban terbuka terhadap suatu persoalan yang dinyatakan berdasarkan kata-kata (intangible), baik dalam bentuk opini tertulis maupun lisan (Ruslan, 2010; 65).

Dalam penelitian ini yang dipakai untuk mendefinisikan opini publik sama dengan pendapat umum. William Albig (1939) mengemukakan bahwa pendapat/opini publik adalah hasil dari pada interaksi antara orang-orang dalam satu kelompok. Sedangkan Whyte menyebutkan bahwa pendapat umum adalah sikap dari rakyat mengenai suatu masalah yang menyangkut kepentingan umum (Arifin, 2003: 116). Leonard W. Doop memberi pengertian opini publik sebagai sikap orang-orang mengenai suatu soal, dimana mereka merupakan anggota dari sebuah masyarakat yang sama (Soemirat, 2008: 103).


Dengan adanya berbagai definisi yang telah dikemukakan oleh pakar di atas, menunjukkan bahwa sampai sekarang belum ada kata sepakat sepenuhnya tentang pengertian pendapat umum itu. Walaupun demikian, definisi-definisi di atas dapat menerangkan makna dan pengertian pendapat umum itu, sebagai berikut:
  1. Pendapat umum adalah pendapat, sikap, perasaan, ramalan, pendirian, dan harapan rata-rata individu kelompok dalam masyarakat, tentang sesuatu hal yang berhubungan dengan kepentingan umum atau persoalan-persoalan sosial.
  2. Pendapat umum adalah hasil interaksi, diskusi atau penilaian sosial antar-individu tersebut yang berdasarkan pertukaran pikiran yang sadar dan rasional yang dinyatakan baik lisan maupun tulisan.
  3. Isu atau masalah yang didiskusikan itu adalah hasil dari apa yang dioperkan oleh media massa (baik media cetak maupun elektronik).
  4. Pendapat umum hanya dapat berkembang pada negara-negara yang menganut paham demokratis. Dalam negara tersebut akan memberikan kebebasan kepada warganya untuk menyatakan pendapat dan sikapnya, baik lisan maupun tulisan (Arifin, 2003: 117).

Opini dapat dinyatakan secara aktif maupun pasif, verbal (lisan), dan baik secara terbuka dengan melalui ungkapan kata-kata yang dapat ditafsirkan dengan jelas, maupun melalui pilihan kata yang halus atau diungkapkan secara tidak langsung, serta dapat diartikan secara konotatif atau persepsi (personal).

Menurut R.P. Abelson memahami opini seseorang dan publik sangatlah sulit dan bukan merupakan perkara mudah karena mempunyai kaitan erat dengan kepercayaan mengenai sesuatu (belief), apa yang sebenarnya dirasakan atau menjadi sikapnya (attitude), dan persepsi (perception) seseorang terhadap sesuatu. (Ruslan, 2010; 66-67).

Karateristik Opini Publik
Menurut Leonard W. Doof (1948), suatu opini publik yang dianggap kompeten atau mampu memenuhi syarat opini publik dalam arti khusus, bila terdapat (Ruslan, 2010: 71):
  1. Fakta yang dipakai sebagai tolok ukur perumusan opini publik, yaitu, adanya unsurr “penilaian baik dan buruk” dari masyarakat.
  2. Penggunaan fakta – justru suatu sikap diambil karena tidak berdasarkan fakta – sampai pada suatu kesimpulan atau kesepakatan mengenai tindakan yang harus diambil untuk memecahkan suatu persoalan tertentu yang dhadapinya.
  3. Syarat-syarat sebagai opini publik dalam arti khas itu dapat ditinjau dari; fakta, nilai-nilai, opini publik, dan kompetensinya.


Lebih jauh, Hendley Cantril seorang peneliti pada lembaga penelitian pendapat umum Universitas Pricenton mengemukakan prinsip-prinsip pembawaan pendapat umum. Prinsip-prinsip ini berdasarkan pengalamannya dalam bidang pengukuran pendapat umum dari tahun 1939 sampai 1941. Prinsip-prinsip tersebut adalah (Arifin, 2003: 119-121):
  1. Pendapat umum sangat peka terhadap peristiwa-peristiwa penting;
  2. Peristiwa-peristiwa yang bersifat luar biasa dapat menggeser pendapat umum seketika dari suatu ekstermis yang satu ke ekstermis yang lain;
  3. Pendapat pada umumnya lebih banyak ditentukan oleh peristiwa-peristiwa dari pada oleh kata-kata;
  4. Pernyataan lisan dan garis-garis tindakan merupakan hal-hal yang teramat penting pada saat opini belum terbentuk dan orang-orang berada dalam keadaan suggestible dan mencari keterangan dari sumber terpercaya;
  5. Pada umumnya pendapat umum tidak mendahului keadaan-keadaan darurat, ia hanya mereaksi keadaan itu;
  6. Secara psikologis, opini pada dasarnya ditentukan oleh kepentingan pribadi peristiwa, perangsang kata-kata lainnya hanya dapat memengaruhi pendapat jika ada hubungan yang jelas dengan kepentingan pribadi itu;
  7. Opini atau pendapat tidaklah bertahan lama;
  8. Apabila kepentingan pribadi telah tersangkut, opini tidaklah mudah diubah;
  9. Apabila kepentingan pribadi telah tersangkut, pendapat umum di negara demokrasi cenderung mendahului kebijakan pihak yang berwenang;
  10. Jika suatu pendapat didukung oleh suatu mayoritas yang tidak terlalu kuat dan jika pendapat tidak mempunyai bentuk yang kuat pula, fakta-fakta yang nyata ada kecenderungan mengalihkan pendapat dari arah penerimaan;
  11. Pada saat kritis, rakyat menjadi lebih peka terhadap kemampuan pimpinannya dan apabila mereka mempunyai kepercayaan terhadapnya, mereka akan rela untuk lebih banyak memberikan tanggung jawab dari pada biasanya;
  12. Rakyat akan kurang melakukan penentangan terhadap keputusan-keputusan yang telah diambil dalam keadaan darurat oleh pimpinannya, jika cara-cara tertentu mereka merasa diikutsertakan dalam pengambilan keputusan tersebut;
  13. Rakyat memiliki lebih banyak pendapat dan berkemampuan membentuk pendapat-pendapat dengan lebih mudah dalam hubungannya dengan suatu tujuan dari pada terhadap cara-cara yang diperlukan;
  14. Cita-cita mewarnai pendapat umum sebagaimana halnya juga dengan pendapat pribadi;
  15. Pada umumnya, apabila rakyat dalam suatu masyarakat demokratis diberi kesempatan luas untuk memperoleh pendidikan dan ada kesempatan luas untuk mendapat penerangan-penerangan, pendapat umum akan merupakan suatu pendirian yang lebih tahan uji;
  16. Dimensi Psikologis dalam sesuatu pendapat mempunyai peranan penting dalam hal pengarahan, intensitas, keluasan, dan kedalaman;
  17. Walaupun pendapat umum selalu bersesuaian, namun banyak pula hal yang tidak 
Referensi: Yudhi Fahrima

0 Response to "Definisi dan Karakteristik Opini Publik"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel