Pengertian Komunikasi Intrapersonal dan Prosesnya

Komunikasi Intrapersonal merupakan komunikasi yang terjadi dalam diri sendiri atau sering juga disebut komunikasi dengan diri sendiri. Artinya, sebagai komunikator kamu juga memposisikan diri menjadi komunikannya. Terdengar aneh, namun itulah yang disebut komunikasi intrapersonal yang tentunya menjadi bahasan pada artikel ini. Sekilas kami berikan contoh untuk komunikasi yang satu ini adalah kamu sedang berdoa, merenung, berimajinasi, berandai andai dan lain sebagainya. Untuk jelasnya, mari kita dengan pendapat ahli berdasarkan sumber pustaka.

Pengertian Komunikasi Intrapersonal
Gail E. Myers & Michelle Tolela Myers dalam buku The Dynamics of Human Communication a Laboratory Approach, tahun 1992 mengatakan bahwa, apa yang terjadi dalam diri manusia, seperti apa yang mereka pikirkan, rasakan, nilai-nilai yang dianut, reaksi, khayalan, mimpi, dan lain-lain merupakan dimensi dari intrapersonal. Kajian dari psikologi dan studi kognitif ini mencoba menjelaskan bagaimana tanggapan manusia terhadap simbol dan bagaimana mereka membuat keputusan, menyimpan, dan mengolah data dalam pikiran.

Sementara itu dalam buku Trans–Per Understanding Human Communication, 1975, disebutkan bahwa komunikasi intrapersonal adalah proses di mana individu menciptakan pengertian. Di lain pihak Ronald L. Applbaum dalam buku Fundamental Concept in Human Communication mendefinisikan komunikasi intrapersonal sebagai: Komunikasi yang berlangsung dalam diri kita, ia meliputi kegiatan berbicara kepada diri sendiri dan kegiatan- kegiatan mengamati dan memberikan makna (intelektual dan emosional) kepada lingkungan kita (Uchayana 1993).

proses komunikasi intrapersonal

Dari berbagai pendapat di atas, maka kita dapat menyimpulkan bahwa, komunikasi intrapersonal adalah komunikasi yang berlangsung dalam diri seseorang. Orang itu berperan baik sebagai komunikator maupun sebagai komunikan, dia berbicara pada dirinya sendiri, dia berdialog dengan dirinya sendiri, dia bertanya kepada dirinya sendiri, dan juga dijawab oleh dirinya sendiri. Dan inilah komunikasi intrapersonal.

Proses Komunikasi Intrapersonal 
Komunikasi intrapersonal tidaklah terjadi begitu saja, melainkan melalui proses tertentu yang pada akhirnya menimbulkan kesimpulan dalam diri seseorang. Proses berlangsungnya komunikasi dalam diri seseorang diterjemahkan dalam satu sistem komunikasi yang dikenal dengan sistem komunikasi intrapersonal.


Stanley B. Cunningham dalam tulisannya “Intrapersonal Communication, A Review and Critique” menyebut proses komunikasi intrapersonal yang terjadi pada diri seseorang akan berlangsung sebagai berikut: 
  1. Berbicara pada diri sendiri
    Terjadi komunikasi dalam diri sendiri atau terjadi percakapan dengan diri sendiri.
  2. Terjadi dialog
    Dialog merupakan satu proses pertukaran pesan dan pemrosesan makna dalam diri manusia antara I dan Me. I mewakili bagian diri pribadi manusia itu sendiri, sedangkan Me mewakili produk sosial (pengamatan). 
  3. Adaptasi Dengan Lingkungan
    Jalannya proses tersebut berdasarkan perundingan manusia dengan lingkungannya atau terjadi adaptasi dengan lingkungan. Di sini terjadi proses menggunakan stimuli (rangsangan) dari dan dalam diri kita.
  4. Persepsi
    Individu menerima, menyimpan, dan menggambarkan secara ringkas simbol.
  5. Proses saling mempengaruhi antara “raw data” persepsi dan diberi pengertian.
    Data mentah dari persepsi diproses untuk dimengerti.
  6. Proses data
    Merupakan fungsi penggambaran secara baik dari point 4 dan 5. 
  7. Feed back
    Terjadinya umpan balik, dan ini sangat tergantung dari point 3 dan 6.
komunikasi intrapersonal
G.Inseman dan L.Barker dalam karyanya “Speech Interpersonal Communication” menjelaskan proses kegiatan pada diri seseorang komunikator, digerakkan oleh perangsang internal dan eksternal. Perangsang internal menunjukkan situasi psikologis atau fisiologis, misalnya lapar atau gelisah. Sedangkan perangsang eksternal datang dari lingkungan sekitar komunikator, baik secara terbuka dan sengaja (misalnya: melihat lampu lalu lintas) atau secara tertutup dan tidak disadari (misalnya: latar belakang musik dalam tayangan film).

Perangsang-perangsang internal dan eksternal itu diterima oleh organisme sebagai getaran-getaran syaraf yang disampaikan kepada otak, dan pada gilirannya memutuskan perangsang mana yang diperhatikan dan diperkirakan, proses pengambilan keputusan tersebut dinamakan diskriminasi (discrimination). 

Perangsang-perangsang yang dipilih pada tahap diskriminasi itu kemudian dikelompokkan lagi, yaitu ditata menjadi beberapa susunan yang bermakna bagi komunikator. Sekali terkelompokkan, perangsang-perangsang yang didiskriminasi disandi balik ke dalam lambang (symbol decoded), diubah menjadi lambang- lambang pemikiran di dalam diri komunikator, suatu tahap yang diperlukan jika perangsang akan diberi makna. 


Setelah menyandi balikkan (decoding), proses bergerak menuju tahap ideasi (ideation) pemikiran, perencanaan, pengorganisasian pikiran. Di sini lambang-lambang yang datang dihubungkan dengan pengetahuan dan pengalaman terdahulu, maka dirumuskan pesan yang direncanakan komunikator. Tahap ini, diikuti oleh inkubasi (incubation), apabila ide- ide bagaikan menetas menjadi bentuk-bentuk tertentu.

Pada titik ini lambang-lambang pikiran siap untuk disandi (encode) diubah menjadi kata atau kial (gesture) yang bermakna. Pada tahap transmisi (transmission) yang terakhir, lambang- lambang kata dan kial yang disandi, secara fisik dipancarkan dalam bentuk ucapan, tulisan dan lain-lain, yang dapat dimengerti dan diterima oleh komunikan (Uchyana 1993).

Jalaluddin Rahmat dalam buku Psikologi Komunikasi (1986), menyebut proses komunikasi intrapersonal dalam satu bab khusus, yaitu Sistem Komunikasi Intrapersonal. Proses pengolahan informasi intrapersonal ini meliputi sensasi, persepsi, memori dan berpikir. Sensasi adalah proses menangkap stimulasi yang berasal dari dalam diri manusia (internal stimulasi) dan dari luar diri manusia (external stimulation). 

Kemudian sensasi tadi diolah menjadi persepsi, yaitu memberi makna pada sensasi sehingga manusia memperoleh pengetahuan baru. Di sini persepsi mengubah sensasi menjadi informasi. Hal-hal yang mempengaruhi persepsi adalah faktor perhatian, faktor fungsional, dan faktor struktural. 

Perhatian adalah proses mental ketika stimulasi atau rangkaian stimulasi menjadi menonjol dalam kesadaran pada saat stimulasi lainnya melemah. Sementara itu faktor fungsional berasal dari kebutuhan, pengalaman masa lalu, dan lain-lain. Dan faktor struktural semata-mata berasal dari sifat stimulasi fisik dan efek-efek saraf yang ditimbulkannya pada sistem saraf. 

Kegiatan komunikasi intrapersonal

Itu lah pengertian komunikasi intrapersonal bersama dengan prosesnya. Komunikasi intrapersonal merupakan dasar dari semua bentuk komunikasi. Maka dari itu kedudukan komunikasi intrapersonal ini menjadi sangat penting, khususnya dalam hal memproses lambang atau isyarat menjadi lambang atau isyarat yang dimengerti oleh pihak penyampai dan penerima pesan atau informasi. Simak juga perbedaan komunikasi interpersonal dan komunikasi intrapersonal.

Sumber Pustaka
A. Deetz, Stanley (ed), Communication Year Book 15, Sage Publications,Inc, 1992.
E. Myers, Gail & Myers, Michele Tolela, The Dinamics Of Human Communication Laboratory Approach, Mc. Graw-Hill,
Inc, United States Of America, 1992.
Rahmat, Jalaluddin, Psikologi Komunikasi, Remaja Karya, Bandung, 1986.
Trans-Per-Understanding Human Communication, Houghton Mifflin Company, USA 1975.
Uchyana, Onong, Ilmu, Teori & Filsafat Komunikasi, Citra Aditya Bakti, Bandung, 1993.

0 Response to "Pengertian Komunikasi Intrapersonal dan Prosesnya"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel