Teori dan Efek Komunikasi Massa

Irman fsp - Pada artikel ini penulis ingin mengajukan teori yang dapat mendukung penelitian ini. Teori-teori yang digunakan adalah teori efek media massa dan teori S-R serta teori Individual Differences didalamnya sebagai teori tambahan dan teori Uses and Gratification sebagai pendukungnya. Untuk itu, perlu Anda pahami tentang apa itu teori efek komunikasi massa.

materi kampus komunikasi
Teori efek komunikasi massa

Pengertian Efek
Menurut Schramm dan Roberts (dalam Jalaludin, 1994: 218), beranggapan bahwa efek hanya “perubahan perilaku manusia yang setelah diterpa media pesan media massa”. Karena fokusnya pesan maka efek haruslah berkaitan dengan pesan yang diisampaikan media massa. Sedangkan menurut Steven M Chaffee (dalam Wilhoit dan Harold De Bock, 1980:70) untuk melihat efek media massa, adalah membatasi efek hanya selama berkaitan dengan pesan media akan mengesampingkan banyak sekali pengaruh media massa, kita cenderung melihat efek media massa baik yang berkaitan dengan pesan maupun dengan media itu sendiri.

Menurut Onong (1998: 60), dampak yang diharapkan oleh seorang komunikator atas pesan yang disampaikannya diklasifikasikan kadarnya menjadi 3 (tiga) bagian, yaitu :
  1. Dampak Kognitif.
    Dampak yang ditimbulkan pada komunikan yang menyebabkan dia  menjadi tahu dan mengerti atau meningkat intelektualitasnya.
  2. Dampak Afektif.
    Komunikator bukan hanya menjadi tahu tetapi menimbulkan perasaan tertentu.
  3. Dampak Behavioral.
    Dampak yang timbul pada komunikan dalam bentuk prilaku atau kegiatan.


Secara teoritis, menurut berbagai ahli ada tiga dampak yang dapat ditimbulkan dari acara televisi terhadap pemirsa, yaitu :
  1. Dampak Kognitif, yaitu : Kemampuan seseorang atau pemirsa untuk menyerap dan memahami acara yang ditayangkan televisi yang melahirkan pengetahuan bagi pemirsa, contoh : acara kuis di televisi.
  2. Dampak Peniruan, yaitu: Pemirsa dihadapkan pada trend aktual yang ditayangkan televisi, contoh: model pakaian, rambut, dari bintang televisi yang kemudian digandrungi atau ditiru secara fisik.
  3. Dampak Perilaku, yaitu: Proses tertanamnya nilai-nilai sosial budaya yang telah ditayangkan acara televisi yang diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, contoh: Sinetron dokter Sartika dalam mensosialisasikan secara mendalam tentang kesehatan bagi masyarakat.

Untuk melihat perubahan yang terjadi pada diri khalayak komunikasi massa – penerimaan informasi, perubahan perasaan atau sikap dan perubahan perilaku atau dengan istilah lain perubahan kognitif, afektif dan behavioral, guna meninjau satuan observasi yang dikenai Efek Komunikasi Massa–Individu, Kelompok, Organisasi, Masyarakat, atau Bangsa.

Efek kognitif terjadi bila ada perubahan pada apa yang diketahui, dipahami, atau dipersepsi khalayak, efek ini berkaitan dengan transmisi pengetahuan, ketrampilan, kepercayaan akan informasi. Efek afektif timbul apabila ada perubahan pada apa yang dirasakan, disenangi, atau dibenci khalayak, efek ini ada hubungannya dengan emosi, sikap, atau nilai.

Efek behavioral merujuk pada perilaku nyata yang dapat diamati, yang meliputi pola-pola tindakan, kegiatan, atau kebiasaan berprilaku (Jalaludin, 1994:  218-219).Jadi menurut uraian diatas sangat jelas disebutkan bahwa komunikasi massa ditujukan bagi khalayak luas yang tersebar, heterogen, dan tidak saling mengenal. Media massa sebagai media dapat berupa media massa cetak atau media massa elektronik.


Penjelasan Teori
Kerangka teori adalah uraian tentang dasar teori atau model yang digunakan sebagai acuan penelitian. Kerangka teori dimaksudkan untuk memberi batasan-batasan tentang teori-teori yang akan digunakan sebagai landasan penelitian yang akan dilakukan.

Menurut Kerlinger (dalam Suharimin, 1991: 62) “Teori adalah himpunan konsep atau konstruk, definisi dan proposisi yang mengemukakan pandangan sistematis tentang gejala menjabarkan relasi di antara variabel untuk menjelaskan dan meramalkan gejala tersebut”.

Dapat diterangkan bahwa proses komunikasi mempengaruhi komunikan dalam hal ini khalayak melalui televisi. Dengan demikian televisi sebagai salah satu media massa membawa pengaruh yang mengakibatkan perubahan terhadap sikap dan perilaku khalayak.

Pada penulisan skripsi ini media massa yang digunakan adalah televisi. Media televisi dapat dikatakan sebagai media yang relatif mudah dijangkau oleh semua lapisan masyarakat, selain itu tayangan televisi juga selalu berusaha untuk memuaskan kebutuhan psikologi setiap orang/khalayak.

Televisi sebagai media dapat mencapai audien yang lebih banyak dan luas atau tidak terbatas, karena itu tanggapan atau respon terhadap isi media massa sangatlah penting. Dan televisi sudah mempunyai pengaruh besar terhadap sikap dan perilaku khalayak/pemirsanya. Sehubungan dengan hal tersebut, maka penelitian ini menggunakan teori yang berkaitan dengan umpan balik.

0 Response to "Teori dan Efek Komunikasi Massa"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel