3 Teori Komunikasi Intrapersonal

Komunikasi intrapersonal adalah komunikasi yang berlangsung dalam diri kita, ia meliputi kegiatan berbicara kepada diri sendiri dan kegiatan- kegiatan mengamati dan memberikan makna (intelektual dan emosional) kepada lingkungan kita (Uchayana 1993). Ini merupakan komunikasi yang terjadi dalam diri sendiri. Artinya Anda sedang memposisikan diri sebagai komunikator dan juga komunikan. Komunikasi intrapersonal juga memiliki teori yang perlu kita pahami secara bersama.

Aktivitas dari komunikasi intrapersonal yang kita lakukan sehari-hari dalam upaya memahami diri pribadi diantaranya adalah: berpikir, mengambil keputusan, melamun, merenung, instrospeksi diri dengan meninjau perbuatan kita dan reaksi hati nurani kita, mendayagunakan kehendak bebas, dan berimajinasi secara kreatif. Ini juga dapat disebut contoh contoh komunikasi intrapersonal. Pemahaman diri pribadi ini berkembang sejalan dengan perubahan perubahan yang terjadi dalam hidup kita

Komunikasi Intrapersonal berdasarkan teori

Teori Komunikasi Intrapersonal
Adapun yang menjadi pembahasan dalam artikel ini adalah teori komunikasi intrapersonal. Berikut ada tiga teori komunikasi intrapersonal yang bisa Anda pahami, yakni di bawah ini:

1. Psikologi Sosial
Psikologi sosial adalah suatu studi ilmiah tentang pengalaman dan tingkah laku individu-individu dalam hubungan dengan situasi sosial. Latar belakang timbulnya psikologi sosial berasal dari beberapa pendapat, misalnya Gabriel Tarde mengatakan, pokok-pokok teori psikologi sosial berpangkal pada proses imitasi sebagai dasar dari pada interaksi sosial antar manusia.

Gustave Le Bon berpendapat bahwa pada manusia terdapat dua macam jiwa yaitu jiwa individu dan jiwa massa yang masing-masing berlainan sifatnya. Sigmund Freud berbeda dengan Le Bon, ia berpendapat bahwa jiwa massa itu sebenarnya sudah terdapat dan tercakup oleh jiwa individu, hanya saja tidak disadari oleh manusia itu sendiri karena memang dalam keadaan terpendam.

Pada tahun 1950 dan 1960 psikologi sosial tumbuh secara aktif dan program gelar dalam psikologi dimulai di sebagian besar universitas. Dasar mempelajari psikologi sosial berdasarkan potensi-potensi manusia dimana potensi ini mengalami proses perkembangan setelah individu itu hidup dalam lingkungan. Potensi-potensi itu antara lain:
  1. Kemampuan menggunakan bahasa.
  2. Adanya sikap etik.
  3. Hidup dalam 3 dimensi


2. Teori Pengolahan Informasi (Information Processing Theory)
Teori ini menyatakan bahwa informasi mula-mula disimpan pada sensory storage (gudanginderawi), kemudian masuk short-term-memory (STM) lalu dilupakan atau dikoding untukdimasukkan ke dalam long-term-memory (LTM). Otak manusia dianalogikan dengan komputer.

Terdapat dua macam memori: memori ikonis untuk materi yang kita peroleh secara visual, dan memori ekosis untuk materi yang masuk secara auditif (melalui pendengaran). Penyimpanan disini berlangsung cepat, hanya berlangsung sepersepuluh sampai seperempat detik.Supaya dapat diingat, informasi harus dapat disandi (encoded) dan masuk pada STM.

STM hanya mampu mengingat tujuh (plus atau minus dua) bit informasi. Jumlah bit informasi disebut rintangan memori (memori span). Untuk meningkatkan kemampuan STM, para psikologi menganjurkan kita untuk mengelompokkan informasi; kelompoknya disebut chunk.

Bila informasi dapat dipertahankan pada STM, ia akan masuk pada LTM. Inilah yang umumnya disebut sebagai ingatan. LTM meliputi periode penyimpanan informasi sejak semenit sampaiseumur hidup. Kita dapat memasukkan informasi dari STM ke LTM dengan chunking, rehearsals, clustering, atau method of loci.

3. Teori Interferensi (Interference Theory)
Teori interferensi adalah sebuah teori yang menyatakan bahwa manusia lupa bukan karena kehilangan memori tetapi karena  informasi lainnya menghalangi hal yang ingin diingat. Ini menyatakan gangguan yang terjadi ketika belajar sesuatu yang baru menyebabkan lupa dari bahan yang lebih tua, atas dasar persaingan antara keduanya. Teori ini, bersama dengan teori kemerosotan (decay theory), diajukan sebagai sebab-sebab mengapa manusia dapat melupakan sesuatu.

Bergstrom, seorang psikolog Jerman, adalah orang yang melakukan studi pertama tentang interferensi pada tahun 1892. Eksperimennya itu mirip dengan tugas Stroop dan mata pelajaran yang diperlukan untuk memilah dua deck kartu dengan kata-kata menjadi dua tumpukan. Ketika lokasi itu berubah menjadi tumpukan kedua, pengurutan lebih lambat. Ini menunjukkan bahwa aturan pemilahan pertama mengganggu pembelajaran aturan pemilahan baru.

Bergstrom bersama Georg Muller Elias dan Pilzeker pada tahun 1900 mempelajari Interferensi retroaktif. Menurut teori interferensi, memori merupakan meja lilin atau kanvas. Pengalaman adalah lukisan pada meja lilin atau kanvas itu. Misalkan pada kanvas pertama sudah terlukis suatu teori, segera setelah itu kita mencoba merekam teori lainnya. Yang kedua akan menyebabkan terhapusnya rekaman pertama atau mengaburkannya.

Demikian penjelasan teori komunikasi intrapersonal. Komunikasi intrapersonal perlu Anda pahami agar tidak salah persepsi ketika ada lawan bicara Anda sedang melakukannya. Baca juga perbedaan komunikasi interpersonal dengan intrapersonal.

0 Response to "3 Teori Komunikasi Intrapersonal"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel