Teori Uses and Gratification

Teori Uses and Gratification merupakan teori efek komunikasi massa yang berpedoman pada khalayak yang aktif memilih pesan media sesuai dengan kebutuhannya. Teori ini juga dikenal dengan Teori Uses and Gratifications yang berasumsi bahwa khalayak aktif dan penggunaan media adalah bertujuan untuk ditonjolkan. Harus diakui, bahwa pada penulisan karya ilmiah tentu memerlukan teori agar penulisan tersebut benar benar lengkap dan menjadi referensi untuk peneliti lainnya.

Untuk itu, dalam artikel ini kami paparkan salah satu model penelitian komunikasi massa, yaitu Uses and Gratifications, yang juga merupakan suatu model yang memusatkan perhatiannya pada penggunaan media dan pemenuhan khalayak terhadap media. Penelitian komunikasi massa pada saat itu hanya memuaskan pada pengaruh atau efek media terhadap khalayak. Tanpa memperhatikan sebenarnya ada unsur-unsur tertentu yang menyertai penyebab pengaruh atau efek media tersebut.

teori uses and gratification dalam komunikasi massa
teori uses and gratification dalam komunikasi massa

Dari sini timbul istilah Uses and Gratifications, penggunaan dan pemenuhan kebutuhan. Adapun asumsi dasar teori Used and Gratifications yang dirumuskan oleh Elihu Katz, Jay G. Blummer, dan Michael Gurevitch (dalam Jalaluddin, 1994: 205),  yaitu:
  1. Khalayak dianggap aktif, artinya sebagian penting dari penggunaan media massa diasumsikan mempunyai tujuan.
  2. Dalam proses komunikasi massa banyak inisiatif untuk mengaitkan pemuasan kebutuhan dengan pemilihan media terletak pada anggota khalayak.
  3. Media massa harus bersaing dengan sumber lain untuk memuaskan kebutuhan yang dipenuhi media hanyalah sebagian dari rintangan kebutuhan manusia yang lebih luas. Bagaimana kebutuhan ini terpenuhi melalui konsumsi media amat bergantung kepada perilaku khalayak yang bersangkutan.
  4. Banyak tujuan pemilih media massa disimpulkan dari data yang diberikan anggota khalayak, artinya orang yang dianggap cukup mengerti untuk melaporkan kepentingan dan motif pada situasi tertentu.
  5. Penilaian tentang arti kultural dari media massa harus ditangguhkan sebelum diteliti dahulu orientasi khalayak.

Model ini tidak tertarik pada apa yang dilakukan media pada diri orang, tetapi ia tertarik pada apa yang dilakukan orang terhadap media. Anggota khalayak dianggap secara aktif dan selektif menggunakan media untuk memenuhi kebutuhannya.

Dalam menerima pesan, masing-masing orang mempunyai penilaian tersendiri yang berbeda-beda, bergantung dari khalayak tersebut memilih medianya, pengaruh dari masalah, latar belakang khalayak, dan juga image khalayak terhadap media tersebut.

Mark Levy dan Sven Windahl (1985) memberikan gambaran terhadap konsep khalayak aktif yaitu adanya rasa suka rela dan orientasi yang selektif dari khalayak terhadap proses komunikasi. Selanjutnya Jay G Blumer (1979) mengemukakan beberapa aktifitas khalayak dimana konsumsi media akan terjadi yaitu:
  1. Utility. Media mempunyai kegunaan dan manusia dapat menempatkan media pada kegunaan tersebut.
  2. Intentionality. Terjadi pada saat motivasi utama manusia menentukan konsumsi dari isi media mereka.
  3. Selectifity. Penggunaan media merupakan refleksi dari ketertarikan dan preferensi mereka.
  4. Imperviouses to influence. Khalayak membangun makna mereka atas isi media dan makna tersebut mempengaruhi apa yang dipikirkan dan lakukan.

Teori Uses and Gratifications memberikan perbedaan yang jelas antara aktivitas dan derajat keaktifan. Aktivitas berkenaan dengan apa yang dilakukan oleh konsumen media. Sedangkan derajat keaktifan yaitu kebebasan dan otonomi khalayak dalam situasi komunikasi massa.

Demikian artikel yang menjelaskan terkait teori uses and gratification. Semoga dengan adanya penjelasan di atas, maka pembaca blog irman fsp dapat dengan mudah pada saat menyusun karya ilmiah masing masing.

0 Response to "Teori Uses and Gratification"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel