Contoh Proposal Pengajuan Judul Skripsi

USUL RANCANGAN PENELITIAN UNTUK
PENULISAN SKRIPSI


A. Judul

PERSEPSI MAHASISWA ILMU KOMUNIKASI TERHADAP AKTUALISASI FOTO JURNALISTIK SUARAT KABAR SERAMBI INDONESIA.

B. Pelaksana Penelitian
  1. Nama                                        : 
  2. NIM                                         : 0710102xxxxxxx
  3. Angkatan Tahun                         : 2007
  4. Program Studi                            : Ilmu Komunikasi
  5. Jumlah SKS yang telah diperoleh : 141 SKS
  6. Sudah/Belum Lulus semua          :
  7. Mata Kuliah Wajib                      : Sudah
  8. Alamat                                       : 

C. Pendahuluan
1.   Latar belakang masalah
Jurnalistik identik dengan pers atau bidang kewartawanan, yaitu kegiatan mencari, mengumpulkan, mengolah dan menyebarkan berita melalui media massa. Dari pengertian tersebut bisa diartikan jurnalistik foto adalah pengetahuan jurnalistik yang obyeknya foto atau kegiatan mencari, mengumpulkan, mengolah dan menyebarkan foto yang mengandung nilai berita melalui media massa. Jurnalistik foto merupakan sebagian dari ilmu jurnalistik (komunikasi). Jurnalistik foto adalah "ilmunya", sedangkan foto jurnalistik adalah "hasilnya". 

Panduan buat skripsi
Belajar menyelesaikan judul proposal skripsi
Poto: papasemar com

Foto jurnalistik adalah karya foto "biasa" tetapi memiliki nilai berita atau pesan yang "layak" untuk diketahui orang banyak dan disebarluaskan lewat media massa. Ada beragam definisi tentang foto jurnalistik (Inggris : photo journalism) yang disampaikan para pakar komunikasi dan praktisi jurnalistik. Jadi, selain fotonya, foto jurnalistik juga harus didukung dengan kata-kata yang terangkum dalam kalimat yang disebut dengan teks foto/caption foto, dengan tujuan untuk menjelaskan gambar dan mengungkapkan pesan atau berita yang akan disampaikan ke publik. Jika tanpa teks foto maka sebuah foto hanyalah gambar yang bisa dilihat tanpa bisa diketahui apa informasi di baliknya.

Surat kabar merupakan media Jurnalistik yang membutuhkan kreativitas dalam hal penyajian isi, seperti rubrik, reka bentuk sampai mutu kertas yang digunakan. Kekuatan utama yang disajikan surat kabar sebagai media yang efektif ialah tidak dikuasai oleh waktu, bisa dibaca perlahan – lahan, bisa disimpan, bisa dibaca berulang–ulang bahkan bisa didokumentasikan. Ditinjau dari aspek isi tulisanya, suatu surat kabar tidak hanya meliputi penuangan bahasa kedalam kalimat–kalimat. 

Komik, kartun, foto atau ilustrasi lain yang mendukung tulisan, Khusus mengenai foto yang merupakan dimensi baru dalam bidang jurnalistik yang dapat dikatakan relative muda usianya, terutama foto sebagai berita melalui surat kabar di Negara berkembang seperti Indonesia, seperti yang dikatakan oleh Prof. Dr. G. Arpan dalam bukunya “Wartawan Pembina Masyarakat “Hal ini dapat dilihat dari belum adanya ketentuan atau hukum pemotretan, sampai ada hukum tersendiri, maka kegiatan pemotretan terus menerus dalam kekaburan dan karenanya tidak ada wilayah yang tidak diterobos kecuali dilandaskan pada norma jabatan, pengadilan serta kebaikan selera (Arpan, 1978 : 92).

Perkembangan surat kabar di indonesia dapat dikatakan relative muda usianya. Surat kabar di Indonesia bersifat harian, karenanya isi pemberitaan yang disajikan adalah peristiwa–peristiwa aktual yang terjadi pada sehari sebelumnya. Pemberitaan melalui foto pada surat kabar berperan untuk mempengaruhi pembaca terhadap peneguhan pengetahuan dari pengalaman yang telah diperoleh sebelumnya, memberi informasi baru, menambah wawasan pengetahuan dan membentuk opini.

Pers sebagai salah satu media komunikasi massa yang memiliki berbagai pengertian secara umum, pers diartikan sebagai media cetak ( surat kabar, brosur, booklet, dan lain – lain ) dan media elektronik ( Televisi, radio, film ) dan khususnya  untuk pengertian pers secara terbatas meliputi media cetak.

Surat kabar merupakan media Jurnalistik yang membutuhkan kreativitas dalam hal penyajian isi, seperti rubrik, reka bentuk sampai mutu kertas yang digunakan. Kekuatan utama yang disajikan surat kabar sebagai media yang efektif ialah tidak dikuasai oleh waktu, bisa dibaca perlahan – lahan, bisa disimpan, bisa dibaca berulang–ulang bahkan bisa di dokumentasikan.

Foto dengan sifat – sifatnya mampu merekam sesuatu secara tepat dan objektif, membuatnya cocok untuk menyajikan peristiwa yang mengandung berita. Dibandingkan dengan berita tulisan yang mampu mengungkap ide dan isinya secara pasif serta menjelaskan masalah dan memberikan kesimpulan secara luas. Lebih jauh lagi foto sanggup menampilkan berbagai keadaan lingkungan, suasana perasaan dan aksi secara lengkap serta akurat.

Sekarang disaat pers berada pada tingkat persaingan yang semakin ketat, foto jurnalistik ibarat angin. Surat kabar tidak saja memberikan tempat yang semakin luas tetapi juga berlomba – lomba memberikan penyajian foto dengan separasi yang teliti pembaca. Pada surat kabar foto merupakan pelengkap dari berita tulis, dan juga meyakinkan dan memberi variasi yang makin digemari oleh pembacanya. Berdasarkan uraian diatas, maka penulis akan meneliti lebih lanjut mengenai foto berita dengan rumusan masalah “Persepsi Mahasiswa Ilmu Komunikasi Terhadap Aktualisasi Foto Jurnalistik Surat Kabar Serambi Indonesia”.

D. Perumusan masalah
Berdasarkan perumusan masalah di atas, maka tujuan penelitian yang ingin dicapai adalah:
  1. Bagaimana Aktualitas foto berita yang disajikan Harian Umum Serambi Indonesia  menurut Mahasiswa Ilmu Komunikasi?
  2. Bagaimana Caption yang digunakan Harian Umum Serambi Indonesia menurut Mahasiswa Ilmu Komunikasi?

Maksud dan Tujuan Penelitian
  1. Untuk mengetahui aktualitas foto berita yang dimuat di Harian Umum Serambi Indonesia.
  2. Untuk mengetahui Caption yang digunakan pada Harian Umum Serambi Indonesia.


Kegunaan Penelitian
  1. Kegunaan Teoritis
    Agar dapat dijadikan sebagai rujukan bagi penelitian – penelitian selanjutnya dalam bidang Ilmu Komunikasi, khususnya Jurusan Jurnalistik tentang bagaimana tanggapan mahasiswa terhadap penyajian foto berita.
  2. Kegunaan Praktis
    Sebagai masukan untuk perusahaan, karena foto dan berita tulis merupakan urat nadi bagi surat kabar itu sendiri, sehingga berfungsi sebagai Sumber Informasi.

Sistematika penulisan
Dalam penelitian ini sistematika penulisan adalah sebagai berikut:
Bab I Pendahuluan
Bab ini menguraikan latar belakang masalah, perumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian dan sistematika penulisan.
Bab II Landasan Teori
Bab ini memberikan gambaran teori-teori yang mendasari penelitian ini. Dalam bab ini akan menjelaskan mengenai Pengertian Komunikasi, Konteks, dan Fungsi, komunikasi massa, Pers Sebagai Sistem Komunikasi Massa, Opini Publik, foto jurnalistik, media cetak.
Bab III Metodologi Penelitian
Bab ini berisi tentang lokasi dan waktu penelitian, jenis penelitian, populasi dan sampel penelitian, teknik pengumpulan data, teknik analisis data, dan oprasional variabel.
Bab IV Hasil Penelitian
Bab ini menguraikan data yang telah dianalisis serta pembahasan hasil penelitian.
Bab V Penutup
Bab ini berisi kesimpulan dan saran penelitian.

E. Tinjauan Teoretis
Metode penelitian
Metode penelitian yang digunakan adalah metode korelasional. Metode yang digunakan untuk meneliti adakah persepsi mahasiswa ilmu komunikasi terhadap aktualisasi foto jurnalistik surat kabar serambi Indonesia.

Metode korelasional meneliti hubungan antara variabel-variabel. Metode ini digunakan untuk meneliti hubungan atau pengaruh sebab akibat. Keuntungan metode ini adalah kemampuannya memberikan bukti nyata mengenai hubungan sebab akibat yang langsung bisa dilihat (Kriyantono, 2008:62).

F. Teknik Pengumpulan Data
Dalam penelitian ini penulis menggunakan teknik pengumpulan data sebagai berikut :
  1. Kepustakaan
    Teknik kepustakaan yang dilakukan dengan menelaah teori, opini, membaca buku, membaca surat kabar atau yang relevan dengan masalah yang diteliti dalam penelitian.
  2. Angket
    Angket berupa daftar pertanyaan yang disebarluaskan kepada responden atau pembaca surat kabar Harian Umum Serambi Indonesia.
  3. Observasi
    Observasi dilakukan peneliti dengan terjun langsung ke lapangan dengan berhubungan langsung dengan mahasiswa di lingkungan kampus.

Populasi dan Sampel
Populasi
Palte ( Masri Singarimbun dan Sofian Effendi, 1982 : 108 ) mengatakan bahwa “Populasi atau Universe adalah jumlah keseluruan dari unit analisa yang ciri – cirinya akan diduga: Sugiono ( 1994 : 57 ) menjelaskan bahwa: Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas objek atau yang mempunyai kuantitas dan karakteristik tertentu  yang yang ditentukan oleh peneliti untuk mempelajari dan kemudian ditarik kesimpulan.Jadi populasi bukan hanya orang tetapi juga benda – benda alam yang lain. Populasi juga bukan sekedar jumlah yang ada pada objek atau subjek yang dipelajari tetapi meliputi seluruh subyek atau objek itu “.

Lokasi dan Populasi Penelitian
  1. Lokasi
    Lokasi penelitian ini adalah Universitas Syiah Kuala (Unsyiah), Banda Aceh karena Unsyiah merupakan salah satu perguruan tinggi negeri di Provinsi Aceh dan memiliki mahasiswa yang berasal dari berbagai kalangan, suku, agama, dan daerah.
  2. Populasi
    Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa aktif pada Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Unsyiah khususnya pada jurusan Ilmu Komunikasi angkatan 2007-2010. Berdasarkan data pra penelitian yang peneliti lakukan, jumlah mahasiswa aktif Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Unsyiah Tahun Akademik 2010-2011 untuk angkatan 2007-2010 berjumlah 416 dari seluruh jurusan. Rincian populasinya dapat di lihat pada tabel berikut.

G. Cara Pengambilan Sampel
Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini digunakan metode available sampling, yaitu, teknik mengambil sampel berdasarkan kemudahan data yang dimiliki oleh populasi. Selain itu juga digunakan teknik accidental sampling, yaitu, teknik mengambil sampel dengan cara memilih siapa saja yang kebetulan dijumpai di lokasi penelitian. (Kriyantono, 2006; 156).

H. Cara Pengumpulan Data
Metode pengumpulan data merupakan teknik atau cara-cara yang dapat digunakan peneliti untuk mengumpulkan data (Kriyantono, 2006; 91). Untuk memeroleh data penelitian ini akan dilakukan pengumpulan data dengan menggunakan teknik, sebagai berikut:
  1. Data Primer, yaitu, data yang diperoleh langsung dari objek penelitian. Teknik pengumpulan data primer dilakukan dengan menyebarkan kuesioner yaitu suatu alat pengumpulan data dengan memberikan daftar pertanyaan tertulis kepada responden untuk diisi guna mendapatkan informasi dalam rangka memperoleh data yang diperlukan.
  2. Data Sekunder, yaitu, data yang tidak diperoleh langsung dari objek penelitian. Teknik pengumpulan data sekunder dilakukan melalui penelitian kepustakaan (library research), yakni berupa buku, literatur, artikel, jurnal, tulisan ilmiah, dan berita di surat kabar harian yang masih memiliki relevansi dengan masalah penelitian.

I. Cara Menganalisis Data
Penelitian ini bersifat deskriptif kuantitatif, yaitu, penelitian yang digunakan untuk menggambarkan suatu kejadian atau siatuasi. Data-data yang terkumpul baik data primer atau data sekunder akan disusun dan kemudian disajikan dalam bentuk tabel tunggal.

2 Responses to "Contoh Proposal Pengajuan Judul Skripsi"

  1. Mantab, mas, sangat bermanfaat artikelnya khususnya bagi para mahasiswa semester 8 ;) salam blogger

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya mas, blog pribadi ini kebanyak artikel kuliah saya dulu. Jadi, pengunjungpun banyak kalangan mahasiswa, apa lagi mahasiswa semester 8, tentu memerlukan materi ini.

      Delete

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel