Media Merupakan Bagian dari Komunikasi

Irman fsp - Secara etimologis, komunikasi berasal dari bahasa latin yaitu communicatio yang berarti kesamaan makna terhadap satu hal (Effendy, 2002; 3-4). Komunikasi terjadi apabila dalam satu kondisi tertentu dua orang atau lebih yang terlibat terdapat kesamaan makna pada suatu hal yang dikomunikasikan.

Secara sederhana yang dikemukakan oleh Harold D. Lasswell dengan mengatakan bahwa komunikasi adalah “who say what in which channel to whom and with what effect” (siapa mendapat apa, menggunakan saluran apa, kepada siapa, dan bagaimana pengaruhnya) (Saefullah, 2007; 6).

Komunikasi merupakan proses penyampaian pesan dari sumber (source) kepada tujuan (destination). Proses penyampaian pesan ini haruslah menggunakan media atau saluran yang tersedia. Selain itu, proses ini bisa diakses oleh kedua belah pihak yang berkomunikasi sehingga pada akhirnya menimbulkan efek baik sikap maupun perilaku.

media komunikasi
Media dalam komunikasi
Poto: https://emarketingthought.wordpress.com

Dalam komunikasi terdapat beberapa konteks, berdasarkan jumlah orang atau anggota yang terlibat dalam proses komunikasi tersebut. Menurut konteksnya komunikasi terdiri atas:
  1. Komunikasi Intrapribadi, yaitu, proses komunikasi yang berlangsung dalam diri seseorang. Pribadi individu bertindak sebagai komunikator (penyampai pesan) sekaligus sebagai komunikan (penerima pesan).
  2. Komunikasi Antarpribadi, yaitu, proses komunikasi yang melibatkan dua orang atau tiga orang dimana terdapat umpan balik yang biasanya bersifat langsung.
  3. Komunikasi Kelompok, yaitu, proses komunikasi yang melibatkan orang-orang dalam kelompok kecil biasanya ditujukan kepada kognisi dan afeksi komunikan.
  4. Komunikasi Publik, yaitu, komunikasi antara seorang pembicara dengan sejumlah besar khalayak yang tidak bisa dikenali satu persatu sebagaimana yang terdapat dalam pidato, ceramah, dan lain sebagainya.
  5. Komunikasi Massa, yaitu, proses komunikasi yang melibatkan khalayak dalam jumlah yang banyak, anonim, dengan letak geografis yang berbeda namun memiliki perhatian dan minat yang sama terhadap suatu isu. Pesan yang disampaikan dalam komunikasi massa menggunakan media massa dan menimbulkan efek yang besar bagi komunikan karena menimbulkan keserempakan (Rohim, 2009; 17-21).


Sebagai sebuah subsistem dan sebuah ilmu pengetahuan, komunikasi tentulah memiliki fungsi-fungsi dalam masyarakat. Harold D. Lasswell pada tahun 1948 mengemukakan paradigma mengenai fungsi-fungsi komunikasi, yaitu:
  1. Penjagaan/pengawasan lingkungan (surveillance of the environment).
  2. Menghubungkan bagian-bagian yang terpisah dari masyarakat untuk menanggapi lingkungannya (correlation of the part society in responding to the environment).
  3. Menurunkan warisan sosial dari generasi ke generasi berikutnya (transmission of the social heritage) (Nurudin, 2008; 15-16).

Komunikasi Massa Bagian dari Komunikasi
Komunikasi massa merupakan proses penyaluran pesan dari sumber (komunikator) kepada tujuan (komunikan) melalui media massa. Jay Black dan Frederick C. Whitney (Nurudin, 2007; 12) menyebutkan bahwa komunikasi massa adalah sebuah proses dimana pesan-pesan yang diproduksi secara massal/tidak sedikit itu disebarkan kepada massa penerima pesan yang luas, anonim, dan heterogen.

Sementara itu, Prof. Deddy Mulayana, M.A., Ph.D. (Mulyana, 2007; 83) mendefinisikan komunikasi massa sebagai komunikasi yang menggunakan media massa, baik cetak (surat kabar, majalah) atau elektronik (radio, televisi), berbiaya mahal yang dikelola oleh suatu lembaga atau orang yang dilembagakan, ditujukan kepada sejumlah besar orang yang tersebar di banyak tempat, anonim, dan heterogen.

Sebagai sebuah tatanan atau konteks komunikasi, komunikasi massa memiliki karateristik, sebagai berikut:
  1. Komunikasi massa bersifat umum,
  2. Komunikasi bersifat heterogen,
  3. Media massa menimbulkan keserempakan, dan
  4. Hubungan komunikator – komunikan bersifat non-pribadi. (Effendy, 2003; 81-83).

Sementara itu, Nurudin (2007; 19-31) menambahkan beberapa poin mengenai karakteristik atau cirri-ciri komunikasi massa tersebut, yaitu:
  1. Komunikator dalam komunikasi massa melembaga,
  2. Komunikan dalam komunikasi massa bersifat heterogen,
  3. Pesannya bersifat umum,
  4. Komunikasi berlangsung satu arah,
  5. Komunikasi massa menimbulkan keserempakan,
  6. Komunikasi massa mengandalkan peralatan teknis,
  7. Komunikasi massa dikontrol oleh gatekeeper (editor).

Pers Sebagai Sub Sistem Komunikasi Massa
Pers merupakan pilar ke empat dalam tatanan negara demokrasi setelah eksekutif, legislatif, dan yudikatif. Pers memainkan peran penting dalam menyebarkan informasi, menghibur, mengawasi (social control), dan memengaruhi masyarakat.

Prof. Drs. Onong Uchyana Effendy, MA. (Effendy, 2002; 62) mendefinisikan pers sebagai sebuah lembaga kemasyarakatan (social institution) yang merupakan subsistem dari sistem kemasyarakatan tempat ia beroperasi, bersama-sama dengan subsistem lainnya. Pers adalah lembaga yang menyebarkan karya jurnalistik kepada khalayak.

Sebenarnya pers dapat didefinisikan dalam dua pengertian, yaitu, pers dalam arti luas dan pers dalam arti sempit. Perbedaan pengertian ini didasarkan pada media massa yang digunakan. Pers dalam arti luas merujuk kepada media massa elektronik, antara lain radio dan televisi siaran dimana kedua media massa itu melakukan penyebaran karya jurnalistik. Sementara pers dalam arti sempit hanya meliputi media massa cetak, antara lain surat kabar, majalah mingguan, tabloid, dan sebagainya.

Rachmadi (Nurudin, 2008; 70) mengatakan bahwa pers memiliki dua sisi kedudukan. Pertama, pers sebagai medium komunikasi yang tertua dibanding medium yang lain. Kedua, pers sebagai lembaga kemasyarakatan atau institusi sosial merupakan bagian integral dari masyarakat dan bukan merupakan unsur asing atau terpisah.

Opini Publik
Tidaklah mudah dalam memahami opini/pendapat seseorang. Hal ini dikarenakan opini/pendapat itu bersumber dari dalam pikiran orang lain. Opini/pendapat itu pada akhirnya akan bermuara pada sebuah pembentukan sikap (attitude).

Opini publik berasal dari bahasa Inggris, Public Opinion yang berarti pendapat umum atau pendapat masyarakat. Menurut Djoenaesih S. Soenarjo (Soemirat, 2008; 103), opini publik dalam bahasa Indonesia diterjemahkan dengan pendapat umum, dengan demikian publik diterjemahkan dengan “umum”,  sedangkan opinion diterjemahkan sebagai “pendapat”.


Sementara itu, Drs. Dja’far Assegaff dan Drs. R. Rukomy mengemukakan pandangan yang berbeda terhadap pendefinisian opini public. Mereka berdua mengatakan alangkah lebih tepat jika orang mempergunakan istilah opini publik sebagai pengganti dari kata pendapat umum, alasannya sebagai berikut:
  1. Istilah “pendapat umum” pada kamus bahasa Indonesia, bahwa kata “dapat” berarti mendapat imbuhan dengan awalan “pen”. Kata dapat, yaitu kemampuan untuk berbuat sesuatu (tangible).
  2. Kata “umum” bearti luas atau jamak dan tidak spesifik yang menunjuk kepada kelompok tertentu.
  3. Sebaliknya, istilah “publik” lebih tepat dan mempunyai arti sempit yang mewakili kelompok atau khalayak tertentu/terbatas sebagai objek sasarannya.
  4. Opini adalah serapan dari bahasa asing (opinion), merupakan tanggapan atau jawaban terbuka terhadap suatu persoalan yang dinyatakan berdasarkan kata-kata (intangible), baik dalam bentuk opini tertulis maupun lisan (Ruslan, 2010; 65).

Opini dapat dinyatakan secara aktif maupun pasif, verbal (lisan), dan baik secara terbuka dengan melalui ungkapan kata-kata yang dapat ditafsirkan dengan jelas, maupun melalui pilihan kata yang halus atau diungkapkan secara tidak langsung, serta dapat diartikan secara konotatif atau persepsi (personal).

Menurut R.P. Abelson (1968), memahami opini seseorang dan publik sangatlah sulit dan bukan merupakan perkara mudah karena mempunyai kaitan erat dengan kepercayaan mengenai sesuatu (belief), apa yang sebenarnya dirasakan atau menjadi sikapnya (attitude), dan persepsi (perception) seseorang terhadap sesuatu. (Ruslan, 2010; 66-67)

Foto Jurnalistik
Banyak pendapat tentang pengertian foto jurnalistik, dengan berbagai sudut pandang yang berbeda. Namun dari berbagai pendapat itu, apabila kita tarik benang merahnya sebenarnya mengandung tujuan yang sama. Karena fototojurnalistik memiliki cakupan yang luas terhadap kehidupan berkomunikasi manusia dibumi ini.Wilson Hick redaktur senior majalah ‘Life’ (1937-1950) dalam buku World and Pictures (new York, Harper and Brothers, Arno Press 1952, 1972), foto jurnalistik adalah media komunikasi verbal dan visual yang hadir bersamaan.

Dari uraian di atas dapat disumpulkan bahwa, fotojurnalisik adalah suatu media sajian informasi berupa bukti visual (gambar) atas berbagai peristiwa yang disampaikan kepada masyarakat seluas-luasnya dengan tempo dan waktu yang cepat. Jadi intinya bahwa semua gambar yang disajikan dalam bentuk foto dan berita yang dimuat dalam dimedia baik cetak maupun online itu dinamakan fotojurnalistik.

Media Cetak
Media cetak atau menurut Eric Barnow disebut “ printed page"  adalah meliputi segala barang yang dicetak, yang ditujukan untuk umum atau untuk suatu publik tertentu. Dengan demikian yang dimaksud adalah meliputi surat kabar, majalah, serta segala macam barang cetakan yang ditujukan untuk menyebarluaskan pesan – pesan komunikasi.

Media cetak sendiri pengertiannya adalah media statis yang mengutamakan pesan visual yang terdiri dari lembaran, sejumlah kata gambar atau foto.Umumnya media cetak lini atas yang digunakan sebagai media perikalanan adalah surat kabar dan majalah, sedangkan media cetak lini bawah yang digunakan berupa.leaflet, brosur, poster dan sebagainya

0 Response to "Media Merupakan Bagian dari Komunikasi"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel