Fungsi manajemen klasik secara tradisional

Fungsi Manajemen Klasik - Istilah kata “manajemen” sering kali didengar dan disebut-sebut baik dalam sesuatu organisasi, perusahaan maupun dalam kehidupan kita sehari-hari. Jika kita membuka kamus Bahasa inggris kata "manajemen" (management) berarti mengelola atau mengatur. Secara etimoligis menagement dapat diartikan yakni seni mengatur dan melaksanakan.


Kata manajemen sering digunakan dalam sehari-hari kita dan sangat membantu dalam mengerjakan sesuatu. Tentunya peran manajemen sangat dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari yang diperuntukkan untuk mengatur segala pekerjaan, manajemen ini berfungsi agar segala pekerjaan dapat terselesaikan dengan baik secara tersistematis.

Fungsi Manajemen Klasik
Beberapa penjelasan mengenai fungsi manajemen klasik sebagai berikut:
  1. Merencanakan (planning) adalah menentukan sasaran organisasi dan sarana untuk pencapaian tujuan.
  2. Mengorganisasikan (organizing) adalah menetapkan dimana keputusan akan dibuat, siapa yang akan melaksanakan tugas dan pekerjaan, serta siapa yang akan bekerja untuk siapa.
  3. Memimpin (leading) adalah memberi insparasi dan motivasi kepada karyawan untuk berusaha keras mencapai sasaran organisasi.
  4. Mengendalikan (controlling) adalah mengawasi kemajuan pencapaian sasaran dan mengambil tindakan korelasi bilamana dibutuhkan.

Keterbatasan Manajemen Klasik
Yang membuat keterbatasan manajemen klasik ini dapat kita ketahui yakni kurang memperhatikan aspek kemanusiaan dari pekerja, seperti motif, tujuan, perilaku, dan lain sebagainya.


Kontribusi Manajemen Klasik
1.    Spesialisasi pekerjaan.
2.    Studi mengenai masa dan beban kerja.

Perbedaan Teori Manajemen Klasik dan Ilmiah
Berikut ini dapat Anda bedakan yang mana teori manajemen klasik dan juga manajemen ilmiah yakni sebagai berikut:
Manajemen Klasik
  1. Pengembangan manajemen di lakukan oleh teoritis.
  2. Investasi terbesar adalah karyawan.
  3. Tenaga kerja di beri pelatihan keterampilan sesuai operasi pabrik.
  4. Karyawan bertanggung jawab atas pekerjaan tertentu yang berulang.
  5. Adanya skema pembagian keuntungan.

Manajemen Ilmiah
  1. Penerapan metode-metode ilmiah pada studi, analisa dan pemecahan masalah-masalah organisasi.
  2. Seperangkat mekanisme atau tingkat-tingkat untuk meningkatkan efisiensi kerja organisasi.

Pengertian manajemen
Chuck Williams (2001): manajemen adalah menyelesaikan pekerjaan melalui orang lain. Jadi seorang manager bukanlah mengerjakan semua pekerjaan sendiri. Dia bekerja melalui orang-orang yang memiliki kemampuan-kemampuan teknis di lapangan, tanpa mengerjakan teknisnya (walaupun bukan berarti seorang menejer tidak memiliki kemampuan teknis).

Murti Sumarni dan John Soeprihanto (1995): manajemen merupakan suatu proses yang terdiri atas kegiatan-kegiatan mulai dari perencanaan, pengorganisasian, pengarah, pengkoordinasian, dan pengendalian yang dilakukan untuk menentukan serta mencapai sasaran-sasaran melalui pemanfaatan sumber daya manusia dan sumber daya yang lain. Pemanfaatan sumber daya lain dalam perusahaan meliputi sumber daya bahan baku produksi, sumber keuangan, mesin-mesin, dan cara yang digunakan dalam pemanfaatan yang efisien dan efektif.

Fungsi manajemen klasik secara tradisional meliputi
  1. Merencanakan (planning) adalah menentukan sasaran organisasi dan sarana untuk pencapaian tujuan.
  2. Mengorganisasikan (organizing) adalah menetapkan dimana keputusan akan dibuat, siapa yang akan melaksanakan tugas dan pekerjaan, serta siapa yang akan bekerja untuk siapa.
  3. Memimpin (leading) adalah memberi insparasi dan motivasi kepada karyawan untuk berusaha keras mencapai sasaran organisasi.
  4. Mengendalikan (controlling) adalah mengawasi kemajuan pencapaian sasaran dan mengambil tindakan korelasi bilamana dibutuhkan.

0 Response to "Fungsi manajemen klasik secara tradisional"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel