Apa Yang Dimaksud Dengan Komunikasi Tradisional?

Irman fsp - Komunikasi tradisional merupakan proses penyampaian pesan dari satu pihak atau komunikator ke pihak lain atau komunikan, dengan menggunakan media tradisional. Komunikasi tradisional ini juga masih digunakan di masa modern seperti sekarang ini. Namun demikian tidak semuanya digunakan melainkan beberapa bentuk komunikasi tradisional yang menurut masa sekarang masih membutuhkan sehingga dipergunakan dengan cara sistem yang berbeda.

Komunikasi tradisional juga ini juga masih kental dan masih digunakan diberbagai daerah seperti pedesaan maupun pedalaman. Berbeda dengan kota yang hanya memanfaatkan bahkan menggunakan alat tradisional yang dimaksud dari komunikasi tradisional itu sendiri. Komunikasi tradisional ini mungkin terdengar di telinga anda hanya pedalaman dan pedesaan saja yang menggunakannya, namun jangan salah kaprah karena komunikasi tradisional ini juga dipergunakan di kota bahkan di kota - kota besar.

komunikasi isyarat
belajar komunikasi isyarat

Peranan dan Manfaat Komunikasi Tradisional
Pada zaman dahulu, komunikasi merupakan bagian dari tradisi, peraturan, upacara keagamaan, hal-hal tabu, dan lain sebagainya, yang berlaku pada masyarakat tertentu. Komunikasi sebagai bagian dari tradisi memiliki perbedaan antara kebudayaan yang satu dengan yang lain. Komunikasi tradisional sangat penting dalam suatu masyarakat karena dapat mempererat persahabatan dan kerja sama untuk mengimbangi tekanan yang datang dari luar.

Komunikasi tradisional juga mempunyai dimensi sosial, mendorong manusia untuk bekerja, menjaga keharmonisan hidup, memberikan rasa keterikatan, bersama-sama menantang kekuatan alam dan dipakai dalam mengambil keputusan bersama. Dengan demikian, komunikasi tradisional merupakan salah satu bentuk komunikasi yang sangat penting bagi kehidupan manusia.


Beberapa Bentuk Komunikasi Tradisional Yang Dapat Anda Ketahui

Bahasa Isyarat
Pada awalnya, orang menggunakan anggota tubuhnya untuk dapat berkomunikasi "bahasa tubuh" atau komunikasi non-verbal “bahasa isyarat”. Komunikasi dalam bentuk lambang isyarat ini dapat di contohkan dengan seperti gerak kepala, tangan, mimik wajah, dan mata. Ini merupakan bentuk komunikasi isyarat yang sangat sederhana.

Simbol
Komunikasi tradisional dalam bentuk simbolis ini dapat dilihat pada rambu rambu lalu listas seperti lampu lalu lintas yang harus diikuti sesuai aturan yang ada. Contoh lain dari komunikasi ini juga dapat kita lihat seperti simbol penunjuk jalan yang ada di persimpangan.

Sureune atau Serumpet
Bentuk komunikasi tradisional dalam hal ini berupa suara yang ditiup oleh orang tertentu, namun dengan suara ini kita dapat memaknainya, contohnya seperti bunyi serumpet di Aceh itu sudah pasti peringatan bagi masyarakat setempat yang bahwa hal ini akan terjadi dampat bahaya sehingga dengan bunyi ini kita sudah bisa mencari tempat aman guna untuk menhindari bahaya dari pesan yang disampaikan melalui serune atau serumpet tadi.

Lonceng
Lonceng juga alat komunikasi tradisional yang digunakan pada zaman dulu, dan mungkin zaman sekarang juga masih ada yang menggunakannya. Tujuan dari lonceng ini adalah menyampaikan informasi kepada masyarakat setempat dengan cara tradisional. Komunikasi yang disampaikan melalui bunyi lonceng ini juga unik, seperti ketokat beberapa kali itu mempunyai makna yang berbeda. Misalnya tiga kali bunyi pesannya berbeda dengan bunyi tujuh kali. Komunikasi tradisional dalam kontek ini juga masih digunakan di zaman modern seperti sekarang. Contoh lain seperti bunyian bell di sekolah, sekali bunyi bell masuk dan tiga kali bunyi itu pesan keluar ruangan.


Kesimpulan
Komunikasi tradisional pada dasarnya merupakan proses penyampaian pesan dari satu pihak ke pihak lain dengan menggunakan media tradisional yang sudah lama digunakan di suatu tempat, sebelum kebudayaannya tersentuh oleh teknologi modern. Seiring dengan perkembangan teknologi, komunikasi tradisional dilakukan oleh masyarakat primitif dengan cara-cara yang sederhana mulai luntur dan jarang digunakan, walaupun masih ada sebagian orang yang masih tetap menggunakannya.

Media komunikasi tradisional biasa dipertukarkan dengan seni yang menjadikan bentuk komunikasi ini lebih menarik, sederhana, dan mudah dimengerti. Hal tersebut membuat media komunikasi tradisional melekat erat dengan kehidupan masyarakat dan berdampak pada perkembangan proses sosial masyarakat seperti memupuk rasa persaudaraan. Pada dasarnya media kesenian tradisional masih tetap disenangi oleh masyarakat hingga detik ini.

Hanya saja media-media kesenian tersebut harus dikemas dengan baik dan menarik. Seperti yang banyak dilakukan media modern televisi belakangan ini, yang seolah berlomba menampilkan pola pertunjukan tradisional dalam berbagai tayangan. Hal ini menunjukkan kelebihan/keistimewaan media tradisional yang tidak dimiliki oleh media modern. Sedangkan kekurangan dari komunikasi tradisional ialah ketidak-mampuannya menjangkau ruang dan waktu serta audiens yang luas, dan karena keterbatasan itulah komunikasi ini sering dianggap tidak efektif.

Itulah pengertian dari komunikasi tradisional yang dapat anda pelajari kembali, bila mana sudah terlupakan dengan komunikasi yang satu ini. Karena komunikasi tradisional ini boleh di bilang tidak efektif maupun efektif. Menurut saya sendiri komunikasi tradisional ini efektif dan berjalan lancar dan ini juga dapat kita lihat, dimasa modern ini juga banyak yang menggunakan alat komunikasi tradisional. Tidak hanya dipedalaman dan di desa yang menggunakan komunikasi tradisional ini, melainkan di kota bahkan kota besar juga menggunakan alat yang satu ini, yakni komunikasi tradisional.

0 Response to "Apa Yang Dimaksud Dengan Komunikasi Tradisional?"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel