Pola Komunikasi Dalam Masyarakat Desa

Pola Komunikasi Dalam Masyarakat | Pengertian pola komunikasi diartikan sebagai bentuk atau pola hubungan dua orang atau lebih dalam proses pengiriman dan penerimaan cara yang tepat. Sehingga pesan yang dimaksud dapat dipahami. Dimensi pola komunikasi terdiri dari dua macam, yaitu pola komunikasi yang berorientasi pada konsep dan pola komunikasi yang berorientasi pada sosial yang mempunyai hubungan yang berlainan.

Sebelumnya irman fsp sudah membagikan terkait dengan pola komunikasi, namun dalam kesempatan ini kami bagikan pola komunikasi dalam masyarakat yang merupakan materi kampus ilmu komunikasi yang disembahkan oleh Irman fsp. Pola menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia dapat diartikan sebagai bentuk (struktur ) yang tetap. Komunikasi menurut Everret M. Rogers yaitu Proses dimana suatu ide dialihkan dari sumber kepada suatu penerima atau lebih, dengan maksud untuk mengubah tingkah laku mereka.

Dimensi komunikasi dalam masyarakat

Pola komunikasi menurut Syaiful Bahri Djamarah mengatakan bahwa pola komunikasi dapat dipahami sebagai pola hubungan antara dua orang atau lebih dalam pengiriman dan penerimaan pesan dengan cara yang tepat sehingga pesan yang dimaksud dapat dipahami.

Dimensi pola komunikasi terdiri dari dua macam, yaitu pola yang berorientasi pada konsep dan pola yang berorientasi pada sosial yang mempunyai arah hubungan yang berlainan. Pola Komunikasi adalah proses atau pola hubungan yang dilakukan oleh dua orang atau lebih guna menyampaikan pesan sesuai dengan yang diinginkan.

Dalam masyarakat yang modern sering dibedakan antara masyarakat pedesaan dengan masyarakat perkotaan “rural community” dan “urban community”. Perbedaan tersebut sebenarnya tidak mempunyai hubungan dengan pengertian masyarakat secara sederhana, oleh dalam masyarakat masyarakat modern sekecil apapun desa tersebut, pasti tetap ada pengaruh pengaruh dari kota dan sebaliknya.

Baca Juga: Komunikasi dan Budaya Dalam Masyarakat Desa

Warga warga suatu masyarakat pedesaan mempunyai hubungan yang lebih erat dan lebih mendalam daripada hubungan mereka dengan warga masyarakat pedesaan lain diluar batas wilayahnya. Penduduk masyarakat pedesaan pada umumnya hidup dari pertanian.

Pada umumnya penduduk pedesaan di Indonesia apabila ditinjau dari segi kehidupannya sangat terikat dan sangat tergantung pada tanah (earth – bound). Karena mereka sama sama tergantung pada tanah, maka mereka sama sama mempunyai kepentingan pokok yang sama, sehingga mereka juga akan bekerja sama untuk mencapai kepentingan kepentingannya.

Misalnya pada musim pembukaan tanah atau pada waktu menanam iba, mereka akan bersama sama mengerjakannya. Hal itu mereka lakukan, karena biasanya satu keluarga saja tak akan cukup memiliki tenaga kerja untuk mengerjakan tanahnya. Sebagai akibat kerjasama tadi, timbulah lembaga kemasyarakatan yang dikenal dengan nama gotong royong yang bukan merupakan lembaga yang sengaja dibuat.

Oleh karena itu, pada masyarakat - masyarakat pedesaan, tidak akan dijumpai pembagian kerja berdasarkan keahlian, akan tetapi biasanya pembagian kerja didasarkan pada usia, mengingat kemampuan fisik masing masing dan juga atas dasar pembedaan kelamin.

Baca Juga: Proses Komunimasi Dalam Masyarakat

Golongan orang tua pada masyarakat pedesaan, pada umumnya memegang peranan penting. Orang orang akan selalu minta nasehat nasehat kepada mereka, apabila ada kesulitan yang dihadapi. Kesukarannya adalah golongan orang tua memiliki tradisi yang kuat, sehingga sukar untuk mengadakan perubahan perubahan yang nyata. Pengendalian sosial masyarakat sangat kuat sehingga perkembangan jiwa individu sangat sukar untuk dilaksanakan.

Salah satu alat komunikasi masyarakat desa yang berkembang adalah desas desus yang biasanya bersifat negatif. Sebagai akibat sistem komunikasi yang sederhana, hubungan antara seseorang dengan orang lain sangat dapat diatur dengan seksama. Rasa persatuan sangat erat sekali sehingga menimbulkan rasa saling kenal mengenal dan saling tolong menolong yang baik.

Jika dilihat dari sistem kepemerintahan, maka hubungan antara penguasa dan rakyat, berlangsung tidak resmi. Segala sesuatu yang terjadi di masyarakat dijalankan atas dasar musyawarah. Namun tidak adanya pembagian kerja yang tegas maka seorang penguasa biasanya mempunyai beberapa kedudukan dan peranan yang sama sekali tak dapat di pisah pisahkan.

Demikian informasi terkait dengan pola komunikasi dalam masyarakat pedesaan yang merupakan persembahan dari Irman fsp. Bagi anda yang belum puas dengan materi kampus persembahan Irman fsp. Maka, anda bisa berdiskusi dengan kami melalui laman komentar di bawah ini. Semoga informasi yang disajikan ini menjadi informasi diharapkan serta menjadi referensi untuk pengunjung nusantara.

Referensi:
Badudu Js, Kamus Besar Bahasa Indonesia, (Jakarta: Pustaka Sinar Harapan, 1994)
Soerjono Soekanto, Sosiologi Suatu Pengantar, (Jakarta : Rajawali Pers, 1987) hal 135

0 Response to "Pola Komunikasi Dalam Masyarakat Desa"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel