Konten Sampah Bisa Viral, Mengapa Ya?

Konten sampah sebenarnya bahasa dari blogger yang sering di ucapkan. Namun, pertanyaan ini terkadang banyak mengundang kontroversial antara pro dengan yang kontra. Pada dasarnya, sebuah konten yang dibuat baik itu video maupun artikel, tentu ada tujuan masing masing. Konten yang isinya sampah atau berkualitas menurut saya relatif. Artinya tergantung penilaian. Namun, tidak ada yang salah bila ada pertanyaan terkait dengan konten sampah yang bisa viral.

Jujur saya suka dengan ulasan admin blog solusik.com berjudul "Kenapa Konten Sampah & Ga Berkualitas Selalu Populer di Indonesia". Menurut saya artikel ini perlu diviralkan dengan alasan, konten konten yang tidak berkualitas dapat tenggelam saja. Maaf bukan berarti saya ikutan sok blogger yang bisa menciptakan artikel berkualitas. Namun, saya hanya sependapat saja dengan isi artikel tersebut.

Konten viral dari ide

Bagaimana tidak, terkadang saya juga heran. Masih banyak sekali konten yang berkualitas dan juga original. Namun, kalah saing dengan konten rewiew bahkan konten yang sama sekali tidak ada outputnya. Sebenarnya sih ada, tapi banyak sisi negatif saja dibandingkan dengan positif. Sebagai contoh, di jaman now ini tidak menutup kemungkinan, ada orang yang iseng buat konten asal asal bisa viral hingga diundang ke media tv.

Secara tidak langsung, ia terkenal dan juga popular. Nah, konten konten asal jadi dan bisa viral hingga masuk tv, apa tidak berfikir efek dari popularitasnya itu. Yang sangat kita sesalkan, beberapa waktu dulu, ada seorang pemuda membuat status di media sosial dengan cara menghina kepercayaan agama islam. Sehingga ia ditangkap dan alasan membuat hal itu hanya sebatas ingin popular, lucu ga? Tahu kenapa bisa terjadi? Ini disebabkan banyak konten sampah yang diviralkan.

Alasan Konten Bisa Viral
Tidak bisa dipungkiri, viralnya sebuah konten dikarenakan oleh banyaknya yang menonton (video) atau dibaca (artikel) sehingga diberikan tanda hastag atau pagar (#) pada konten yang baru dibuat. Tanda tersebut merupakan sebuah konten yang masuk laman trending. Wajar konten viral, bila isi di dalam berkualitas. Namun bagaimana dengan konten sampah yang tidak ada nilai positif juga ikut ikut viral? Nah ini yang membuat saya bingung pada pengguna media sosial.
Kenapa bisa bingung? Tentu kita tahu, konten yang viral banyak yang lihat. Terlepas netizen membuly atau memuji, yang pasti konten itu banyak yang lihat hingga menjadi topik trending di laman media sosial. So, konten sampah ini juga ikut viral bila pada konten tersebut banyak yang buly. Yang buruknya adalah melihat konten berkualitas terkadang kalah saing dengan konten sampah. Nah, disitulah terkadang saya ikut sedih.

Konten Sampah
Sering kita lihat di instagram bahkan di media youtube. Banyak terdapat video reupload atau main tik tok hingga konten yang tidak berbobot bisa masuk trending 1. Terkait dengan konten viral, lalu apa sih yang berkesan pengguna medsos pada konten itu, seperti konten yang dimaksud? Karena yang membuat sebuah konten berkualitas belum tentu masuk trending. Oleh karena itu, banyak yang menyoalkan kenapa konten sampah bisa viral. Apakah Indonesia suka konten demikian, saya rasa buka ya.

Kalau kita lihat secara kasat mata, konten sampah bisa viral dimana mana disebabkan oleh pengguna media sosial suka akan isi dari konten tersebut. Hal yang tidak bisa dipungkiri adalah, seperti suka membuly, menjatuhkan, menyudutkan, bahkan ada juga yang memuji. Mungkin, ini dikarenakan pengunjungnya ikut suka dengan konten konten seperti itu, maka suka sekali melihat konten demikian.

0 Response to "Konten Sampah Bisa Viral, Mengapa Ya?"

Post a comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel