Stop Mencari Kesalahan Orang! Manusia Tidak Ada Yang Sempurna

Mencari cari kesalahan orang lain merupakan perbuatan yang keji. Hal ini diungkapkan dalam dalam QS Al Hujurat ayat 11 yang dapat kita kutip bahwa perbuatan yang sangat buruk dan sangatlah keji. Sifat yang satu ini sangat diharamkan karena sama halnya memakan daging saudaranya sendiri yang sudah mati. Masih sudikan kita berbuat demikian?

Mencari kesalahan orang lain hanya untuk tujuan keburukan sama halnya membuka aib orang kepada pihak lain. Sementara sudah sangat jelas, perbuatan ini tentu sangat diharamkan. Mencari kesalahan orang lain dengan tujuan yang buruk sama dengan kita mencari musuh bahkan memperbanyak musuh.

Mencari maci kesalahan orang lain

Dalam islam, perbuatan ini tentu sangat dilarang. Karena kita diperintahkan memperbanyak saudara bukan musuh. Oleh karena itu sifat sifat ini termasuk orang orang yang munafik dan jauh dengan Allah. Barang siapa yang percara kuasa Allah dan iman kepadaNya. Maka tentu jauh dengan perbuatan tersebut.

Sebagaimana yang di jelaskan pada QS Al Hujurat ayat 11 yang bunyinya;

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اجْتَنِبُوا كَثِيرًا مِنَ الظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ إِثْمٌ ۖ وَلَا تَجَسَّسُوا وَلَا يَغْتَبْ بَعْضُكُمْ بَعْضًا ۚ أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ أَنْ يَأْكُلَ لَحْمَ أَخِيهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوهُ ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ تَوَّابٌ رَحِيمٌ

"Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka (kecurigaan), karena sebagian dari purba-sangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang".

Baca Juga: 3 Virus Kehidupan Paling Bahaya dan Dampaknya

Nah, pada penjelasan di atas kami rasa sangat jelas tersebut bahwa, perbuatan ini sangat dilarang. Namun bagaimana dengan mereka yang tetap saja suka mencari cari kesalahan orang lain? Itu kembali pada diri masing masing. Bila sudah tertanam dengan sifat iri dengki. Maka perbuatan tersebut juga lumrah baginya.

Percayalah, bagi siapa saja yang suka mengumbarkan aib saudaranya, maka keburukan tersebut akan kembali pada dirinya sendiri. Sesungguhnya aib merupakan sesuatu yang sangat privasi sehingga perlu dijaga dan tidak perlu membuka di muka umum.

Percaya atau tidak, bagi siapa yang suka melakukan keburukan. Maka, orang lainpun akan menjauhinya. Karena mereka percaya bahwa, yang berbuat itu belum tentu baik dari mereka.

Alangkah lebih indah jika hidup bersosial dengan baik dan jauh dari unsur mencari kesalahan orang lain demi panjat sosial. Mari menintrospeksi diri sendiri dan juga memperbaiki kesalahan diri jauh lebih baik dari pada sibuk mencari kesalahan orang lain dan menyebarkannya.

Perbuatan buruk yang kadang pernah kita lakukan hingga menjadi aib. Maka mari memperbaiki, karena Allah juga membantu menutupi kesalahan dan juga aib seseorang bila mana orang itu mau menutupi aib saudaranya. Mari kita simak hadis yang diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi yakni,

منْ نَفَّسَ عَنْ مُسْلِمٍ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ الدُّنْيَا نَفَّسَ اللَّهُ عَنْهُ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ وَمَنْ يَسَّرَ عَلَى مُعْسِرٍ فِي الدُّنْيَا يَسَّرَ اللَّهُ عَلَيْهِ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ وَمَنْ سَتَرَ عَلَى مُسْلِمٍ فِي الدُّنْيَا سَتَرَ اللَّهُ عَلَيْهِ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ وَاللَّهُ فِي عَوْنِ الْعَبْدِ مَا كَانَ الْعَبْدُ فِي عَوْنِ أَخِيهِ

“Barangsiapa yang meringankan (menghilangkan) kesulitan seorang muslim kesulitan-kesulitan duniawi, maka Allah akan meringankan (menghilangkan) baginya kesulitan di akhirat kelak. Barangsiapa yang memberikan kemudahan bagi orang yang mengalami kesulitan di dunia, maka Allah akan memudahkan baginya kemudahan (urusan) di dunia dan akhirat. Dan barangsiapa yang menutupi (aib) seorang muslim sewaktu di dunia, maka Allah akan menutup (aibnya) di dunia dan akhirat. Sesungguhnya Allah akan senantiasa menolong seorang hamba selalu ia menolong saudaranya.”

Di atas merupakan uraian sikat dan semoga menjadi manfaat bagi kita semua. Tidak ada gunanya mencari kesalahan orang lain apa lagi hanya untuk terlihat hebat demi panjat sosial. Jadi stop mencari cari keburukan atau kesalahan orang, karena tidak ada manfaatnya sama sekali. Yang ada hanyalah bertambah musuh. Bukankah hidup bersosial ini lebih indah bila bersatu dan merangkul persaudaraan?

0 Response to "Stop Mencari Kesalahan Orang! Manusia Tidak Ada Yang Sempurna"

Post a comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel